
Di sebuah kamar, sepasang suami istri sedang bertengkar.
Starla tidak terima Argani berkata seperti itu terhadap dirinya.
" Aku akan pergi dari rumah ini dan tidak akan pernah kembali, akan adukan kepada orang tuaku perlakukan kalian di rumah ini" kata Starla sambil memasukkan pakaiannya ke dalam koper, ia mengancam Adnan untuk meninggalkannya.
"Ayolah sayang nanti aku bicara sama Papa, agar mengurus perempuan itu dan memberikan pengertian kepada Argani " kata Adnan dengan ada bicara penuh permohonan, ia tidak ingin ditinggalkan oleh istri tercintanya.
"Saya tidak akan percaya dengan omongan kalian semua sebelum membuktikan bahwa perempuan itu sudah pergi dari rumah ini! " kata Starla sambil menatap tajam wajah Adnan, ia tidak akan percaya bahwa suaminya bisa melakukan itu. Sebab selama ini ia selalu kalah oleh Argani, keinginan Argani selalu dipenuhi dan diutamakan oleh kedua orang tuanya.
Bahkan Adnan sendiri seperti anak tiri di rumah ini, padahal Adnan sudah bekerja keras untuk kemajuan perusahaan dan menjadi anak yang tunduk dan patuh terhadap aturan yang diberikan orang tuanya.
Beda lagi dengan Argani yang selalu membuat onar dan ulah, selalu membuat sang mama merasa stres dengan semua perbuatannya. Akan tetapi selalu menjadi yang utama di rumah ini, beda lagi dengan anak yang sangat menurutnya ia tidak pernah dianggap oleh anggota keluarganya di rumah ini bahkan pendapatnya pun tidak diharapkan oleh yang lainnya.
Makanya Starla tidak percaya kepada omongan yang diucapkan oleh Adnan bahwa ia akan bisa mengurus Argani dan juga Papanya untuk menyingkirkan Farwa dari rumah ini.
"Beri aku waktu beberapa hari kedepan, pasti aku akan bisa melakukan itu semua. Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku di rumah ini bagaimana bisa aku hidup tanpamu" kata Adnan dengan nada bicara penuh permohonan.
"Pokoknya aku akan pergi dari rumah ini jangan pernah halangi aku lagi" Starla sambil menutup kopernya lalu mengangkat akan menarik koper tersebut.
Akan tetapi di Abang pintu Malik sudah berdiri dan menatap tajam wajah Starla.
" Jangan pernah berani melangkahkan kaki dari rumah ini! sekali kamu melangkah maka, jangan harap bisa kembali lagi ke rumah ini. Masalah Argani dan Farwa biar itu menjadi urusanku, Jangan pernah ikut campur soal itu, kalian urus hidup kalian sendiri" kata Malik sambil menatap tajam wajah Starla.
" Kemarin Papa pernah berjanji kepadaku, bahwa akan mengurus semuanya dan melenyapkan perempuan itu, Mana buktinya? Sekarang dia ada di rumah ini di hadapanku. Apa kata mereka nanti, pasti menertawakan, mengejekku ketika mereka mengetahui bahwa Argani telah menikah dengan perempuan seperti Farrwa" kata Starla dengan suara yang sedikit meninggi.
__ADS_1
" Pelankan suaramu, ingat sekarang sedang berbicara dengan siapa. Jangan pernah melakukan sesuatu yang akan merugikan dirimu sendiri, Jika kamu ingin pergi maka Pergilah akan tetapi jangan harap bisa masuk lagi ke rumah ini " kata Malik dengan nada bicara penuh penekanan
Starla diam sejenak, ia juga tidak serius akan pergi dari rumah ini. Hanya mengancam Adnan agar melakukan sesuatu.
" Ayolah sayang....simpan lagi kopernya, aku sama Papa akan mengurus semuanya" kata Adnan sambil menarik koper yang akan dibawa oleh sang istri.
"Aku akan tunggu 1 minggu ke depan, jika tidak ada perubahan atau perempuan sial itu masih ada di rumah ini maka aku tidak akan pernah menyesal untuk keluar dari rumah ini dan meninggalkan anakmu, tahu sendiri kan Pa... bahwa Adnan sangat mencintaiku dia tidak akan pernah mau kehilanganku, silakan Papa pilih perempuan itu atau aku" kata Starla.
"Diamlah kamu duduk di tempat, tenangkan dirimu baik-baik, aku akan mengurusnya secepat mungkin" kata Malik dengan nada bicara penuh penekanan.
" Oke aku akan menunggu janjimu satu minggu, jika itu tidak terbukti maka aku tidak akan pernah berada lagi di rumah Ini" jawab Starla sambil duduk di atas tempat tidur dengan nada bicara sedikit melemah.
" Oke jangan pernah melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku, karena itu akan menjadi hal yang sangat fatal dan bisa mengakibatkan yang sudah tersusun menjadi berantakan!" kata Malik memberi peringatan kepada Starla agar tidak melakukan hal yang aneh-aneh untuk menyingkirkan Farwa dari rumah ini.
Walau bagaimanapun mereka harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu, sebab sekarang bukan urusannya lagi dengan Farwa. akan tetapi dengan Argani juga, sebab tidak akan pernah ia membiarkan siapapun yang akan menyakiti istrinya termasuk juga anggota keluarganya.
Ia membiarkan Starla agar lebih tenang, Malik tidak mau Starla pergi meninggalkan rumah ini.
Sebab Starla adalah anak dari salah satu rekan bisnisnya yang sangat terkenal di kota ini, bagi Malik orang tua Starla adalah sangat menguntungkan bagi bisnis mereka.
Jika suatu saat ada masalah antara hubungan Starla dan juga Adnan sudah pasti ayah dari Starla itu akan memutus kerjasama diantara mereka, jelas itu semua akan membuat Malik mendapatkan kerugian yang sangat besar. Maka dari itu ia akan mempertahankan Starla berada di rumah itu dalam keadaan apapun, termasuk juga harus mengusir Farwa dengan cara seperti apapun.
Meskipun kali ini ia akan menentang putranya sendiri untuk satu tujuan yang menguntungkan dirinya.
"Kamu itu anak tertua di keluarga ini, seharusnya kamu juga bisa mengambil keputusan yang sangat tegas. Bukannya lemah seperti ini, selama ini aku perhatikan yang diutamakan oleh Papa dan Mamamu adalah selalu Argani. Tidak pernah sedikitpun memikirkan apa yang diinginkan oleh kamu Atau aku. Ataukah mereka tidak pernah menganggap kehadiran kita di rumah Ini, atau jangan-jangan kamu itu anak adopsi" kata Starla sambil menatap saja wajah suaminya, sebab selama ini suaminya tidak pernah tegas dalam melakukan hal apapun.
__ADS_1
"Aku harus bagaimana, selama ini aku hanyalah menjadi orang yang selalu menurut apa kata Papa, kamu tahu sendiri kan Papa tidak mau dibantah oleh siapapun, sekarang kita serahkan saja urusan Farwa terhadap dia, Semoga saja ada jalan keluar nya dari semua masalah ini. Aku juga tidak menyetujui Argani membawa Farwa ke rumah ini sebab itu sudah mencoreng nama baik keluarga kita, tapi mau bagaimana lagi "kata Adnan sambil mengelus pundak sang istri, ia berusaha menenangkan istrinya agar tidak jadi meninggalkannya.
"Itu kamu tahu bahwa perempuan itu sudah mencoreng nama baik keluarga kita, pasti dia sudah menjebak Argani atau bisa saja di pelet pakai ilmu hitam. Lantas Mengapa kamu tidak mengambil tindakan yang tegas untuk secepatnya mengusir perempuan dari rumah ini" kata Starla dengan nada bicara yang sangat tinggi.
"Tidak semudah itu untuk mengusir Farwa dari rumah ini, kita harus mengatur strategi agar tidak diketahui oleh siapapun, jangan sampai Argani tahu kita melakukan rencana agar Farwa terusir dari rumah ini. Jika sampai dia tahu, maka dia akan memusuhi kita " jawab Adnan.
"Baiklah kalau seperti itu aku sekarang akan pergi keluar dan mencari udara segar agar tidak pusing dengan semua yang ada di rumah ini" kata Starla sambil bangkit dari duduknya lalu mengambil tas kecilnya.
Starla berjalan dengan cepat untuk segera keluar dari dalam kamar.
Adnan pun membiarkan istrinya itu pergi untuk sementara, sebab sebentar lagi setelah bertemu dengan teman-temannya dan berbelanja sesuai apa yang diinginkan nya pasti perempuan itu akan merasa lebih tenang. Marahnya Starla pasti di lampiaskan terhadap uang, yang pasti kali ini ia akan menghabiskan banyak uang.
Setelah kepergian sang istri, Adnan mengambil koper milik istrinya.
Lalu dibuka dan diambil semua pakaian yang sudah ada di dalamnya, ia rapikan kembali ke dalam lemari. Sebab Adanan sangat mencintai sang istri, walau perempuan itu mempunyai sifat yang tidak terlalu bagus. Selalu membentak suami dan menuntut hal-hal yang tidak sesuai, akan tetapi bagi Adnan Starla adalah perempuan yang sangat baik dan dicintainya, walaupun perempuan itu melakukan kesalahan seperti apapun. Adnan akanan selalu memberikannya Maaf, mungkin itu sebabnya Starla selalu melakukan sesuatu yang semena-mena. Karena dimanjakan oleh Adnan,
Setelah beberapa saat pakaian milik sang istri sudah berada di dalam lemari, lalu ia berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Sebelum merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sebab beberapa hari ini ia terlalu disibukan dengan pekerjaan yang sangat menyita waktunya, sehingga tidak ada waktu untuk beristirahat walaupun sejenak.
Ditambah lagi masalah dengan sang istri, keluarga semuanya.
Sudah membuat Adnan Sangat kelelahan, Ingin rasanya ia tertidur dengan pulas tenang dan nyaman ketika berada di rumah, akan tetapi tidak ia temukan di dalam rumahnya sendiri.
Waktu bergulir begitu cepat, Adan sudah keluar dan menggunakan pakaian santai.
__ADS_1
Lalu ia naik ke atas tempat tidur, lalu merebahkan tubuh nya.