Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 159


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, Radit mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Seperti biasa tempat yang dituju adalah kantor Adnan ia akan bertemu dengan sang kakak dan juga Faklan untuk membicarakan apa yang terjadi dengan putranya saat ini mengenai bertemu dengan seorang perempuan dan berbicara hal yang aneh sehingga membuat pikiran anak itu terganggu dengan perkataan perempuan yang menemuinya. Radit harus benar-benar mencari siapa orang tersebut, yang hanya menghasut anaknya.


Maka dari itu ia ingin membicarakan hal ini kepada sang kakak dan juga Faklan, mereka akan bertemu di tempat yang sama karena Radit tidak mampu mengingat apapun yang terjadi di waktu lalu, maka dengan bantuan sang kakak dan juga sahabatnya akan mengusut tuntas orang-orang jahat yang pernah hadir di kehidupannya di waktu dulu.


Kalau saja ia mampu mengingatnya mungkin hal ini tidak akan terjadi karena untuk saat ini lupa ingatannya dimanfaatkan oleh Alfi dan juga Starla. Meskipun mereka bertatap muka Radit tidak mampu mengingat orang itu jangankan Alfi sama Starla, istrinya sendiri saja, dia tidak mampu mengingat apa yang terjadi pada waktu lalu.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya Radit sudah sampai di area parkir gedung perkantoran milik Adnan. Setelah kendaraan terparkir dengan sempurna, Radit langsung turun. Lalu melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa. Untuk segera menuju ruangan di mana sang kakak menghabiskan waktunya sepanjang hari di dalam ruangan tersebut.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Radit untuk segera sampai di ruangan sang kakak, setelah berada di depan ruangan ia mengetuk pintu lalu dipersilakan untuk masuk ke dalam ruangan lihat dengan jelas. Sang kakak, masih berkutat dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya, dengan kacamata tebalnya, karena sang kakak tidak mampu melihat dengan jelas tanpa bantuan kacamata.


Lalu Radit duduk di kursi yang berhadapan dengan Sang kakak " Faklan belum datang ya?" tanya Radit, terhadap sang kakak,


"Kalau sudah datang pasti ada di sini, nggak perlu bertanya. Toh di sini nggak ada siapa-siapa,selain aku" jawab Adnan tanpa melihat ke pada sang adik.


"Ya, siapa tahu ada di kolong meja atau di mana" Radit lagi sambil melihat setiap sudut ruangan.


"Mana ada sembunyi di kolong meja, ngapain juga dia sembunyi. Oh iya, Memangnya ada apa? sehingga kita harus bertemu sekarang, dan tidak bisa ditunda? sebetulnya hari ini aku lagi sibuk, banyak pekerjaan tapi karena bos besar yang memintaku, Ya sudahlah pekerjaan lanjut besok" Adnan sambil menutup berkas yang ada di tangannya. Lalu diletakkan di meja, dan membuka kacamata tebalnya. Lalu ia merentangkan kedua tangannya, karena ia rasa pegal.


"Jauh lebih penting daripada pekerjaan, Kak semua ini ada hubungannya dengan masa lalu, dan kehidupan kita semua tidak mau ada sesuatu hal yang terjadi dan tidak kita inginkan, dan hal itu sangat fatal bagi kehidupan semuanya. " ucap Radit sambil menatap lekat wajah sang kakak.


"Baiklah, kita bicarakan nanti, setelah Faklan datang, Oh ya, Kamu mau minum apa, biar nanti, dipesankan kita mau bicara di sini saja ? " tanya Adnan terhadap sang adik.


"Di sini mungkin lebih aman karena, tidak mungkin juga, ada paparazi yang masuk ke ruangan Kakak, yang sudah dilengkapi dengan kamera pengaman, dan orang-orang yang berjaga di luar sana. Kalau sampai itu terjadi, seperti di sekolahnya Argani kecil, perlu dipertanyakan, mereka itu bekerja dengan baik atau tidak. "ucap Radit sambil menatap lekat wajah sang kakak.

__ADS_1


"Baiklah ayo pindah duduknya di sebelah sana!" ajak Adnan terhadap sang adik untuk duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu, sambil menunggu faklan.


Adik kakak itu sudah duduk saling berhadapan mereka mengobrol dengan sambil menunggu kedatangan sahabatnya yang belum juga sampai di tempat ini tidak lupa juga, Radit banyak bertanya, apa yang terjadi di masa lalunya, sambil menunggu.


Waktu bergulir begitu cepat Faklan pun sudah hadir di antara mereka, setelah kehadiran Faklan mereka masuk ke salah satu ruangan yang menurut mereka itu adalah tempat rahasia mereka untuk mengadakan pertemuan. Padahal biasanya mereka akan berkumpul di rumah Adnan di mana terdapat ruang bawah tanah yang sangat rahasia akan tetapi kali ini Faklan dan Radit Begitu juga dengan Adnan berbicara di kantor Adnan, dan di kantor juga ada sebuah ruang rahasia, yang hanya diketahui oleh beberapa orang, karena itu ruangan hanya dipergunakan untuk hal-hal dalam keadaan emergency.


Tiga laki-laki beda umur itu sudah duduk saling berhadapan akhirnya faklan mulai berbicara


" Ada hal penting apa, sehingga kita harus bertemu di sini dalam keadaan mendadak? " tanya Faklan terhadap Radit, sambil menatap lekat wajah laki-laki yang ada di hadapannya.


"Sebetulnya, aku hanya ingin memberitahu Kalian, ada hal atau kejadian di sekolahnya Argani kecil pada hari ini, yang sudah membuat pikiran anak kecil itu aneh terus, setelah aku tanya sama Farwa, apa yang terjadi di masa lalu? aku bisa menyimpulkan dan ternyata kehidupanku di masa lalu itu tidak sebaik sekarang. Makanya aku ingin berbicara dengan kalian berdua, solusinya itu seperti apa? agar keluarga kita terhindar dari orang-orang jahat yang pernah ada di masa lalu" ucap Radit sambil menatap dua orang yang ada di hadapannya secara bergantian.


Faklan dan, Adnan pun saling melempar tatapan, karena mereka juga bingung harus menjawabnya dan memulainya dari mana, terlalu banyak kejahatan yang Radit lakukan di masa lalu, bukan hanya tentang Alfi dan Starla, bahkan banyak lagi orang tua yang sudah kehilangan anaknya, karena ulah dan kejahatan yang dilakukan oleh Radit pada saat dulu. Apalagi jika mengingat bahwa Malik adalah orang yang menganggap nyawa manusia itu sebagai sampah tidak ada harganya. Mungkin yang diceritakan Farwa hanya sebagian, karena perempuan itu mengenal Radit juga, tidak seperti faklan dan Adnan Yang Tahu betul dengan kelakuan Radit.


"Sejahat itu kah, aku di masa lalu? "


"Bahkan orang tua Farwa pernah bersujud di kaki mu, agar tidak menyakiti keluarga nya. Dan masih banyak lagi orang tua yang kehilangan anak nya" jawab Faklan, karena memang pada saat itu yang tahu betul Radit ya cuma Faklan.


Sedangkan Adnan, pada waktu itu masih menjadi kaki tangan sang Ayah.


"Tapi tadi Farwa bilang, ada Starla, Alfi, dan juga Marwan, Siapakah mereka? Apakah mereka itu sangat berbahaya? atau bagaimana? " tanya Radit lagi.


"Mungkin saja mereka itu masih dendam terhadapmu, Alfi denda m karena kamu tidak menikahinya. Marwan. juga sama, karena Farwa dipaksa nikah olehmu. Sehingga dia tidak bisa menikahi kekasihnya. pada saat itu. kalau Starla itu mantan istrinya Kak Adnan. Sudah pasti dia merasa marah dan kecewa pada saat itu, ketika Kak Adnan lebih memilih menceraikannya dan membawamu ke kota ini dan menjauh dari kami semua " jawab Faklan.

__ADS_1


Adnan masih terdiam, ia bingung mau berbicara apa? dan mengatakan apa? karena sesungguhnya ia juga tidak mau mengingat apa yang terjadi di masa lalu, bagi Adnan terlalu menyakitkan, dan terlalu banyak dosa, Jika ia mengingat ke belakang betapa jahatnya keluarga Adnan di waktu dulu yang tidak pernah menghargai orang lain. Dan selalu menganggap orang selalu rendah di matanya, bahkan Farwa saja selalu direndahkan oleh Malik.


"Eh tunggu dulu! bukankah sekolah elit seperti tempat Argani sekolah itu dilengkapi dengan kamera pengamanan dan kartu akses, hanya orang tua dari Wali siswa-lah yang bisa masuk ke dalam. Dan yang mempunyai kartu akses itu hanya orang-orang yang memiliki anak di sana! Lalu, jika ada orang yang menemui Argani tadi pagi, berarti orang itu memiliki anak sekolah di sana atau ada sesuatu yang tidak beres. Siapa ya orang itu? tujuannya apa? nah setelah tahu semuanya baru-lah kita menentukan langkah apa yang harus kita tuju, bila perlu aku yang terjun langsung!" ucap Adnan sambil terus ngetuk ngetuk jari telunjuknya ke atas meja.


"Apa kita sewa detektif untuk mengawasi Argani, untuk mencari tahu orang yang mendekati nya. Menurutku ini tujuan nya ingin menjatuhkan Radit dan juga Farwa " jawab Faklan sambil menatap lekat wajah Radit.


"Aku juga mempunyai pemikiran yang sama denganmu, jika kita yang mengawasi Argani itu tidak mungkin, pasti mereka juga tahu kalau Argani diawasi oleh kita. Akan tetapi, jika kita menyewa detektif yang profesional, sudah pasti mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik, dan kita bisa tahu siapa orang-orang itu" Radit berkata sambil menatap dua orang yang ada di hadapan nya pada saat ini, akan tetapi mereka juga bingung mau mencari solusinya seperti apa.


"Sepertinya, aku harus terjun langsung menangani kasus ini, dan berurusan lagi dengan orang-orang yang pernah ada di masa lalu, aku ada seseorang yang mempunyai ahli di bidangnya, tapi sudah lama aku tidak menghubunginya. Karena aku pikir, dua tahun terakhir ini, kita akan hidup damai, tenang, setelah mengasingkan diri dari mereka semua, bahkan pada saat ini, aku sudah menyamarkan identitasku, seperti kamu juga. Ternyata mereka belum puas, ketika belum melihat kita jatuh tersungkur dalam keadaan tidak berdaya, malah kita sekarang semakin maju dan semakin sukses mungkin hal itu yang membuat mereka iri dengan kehidupan kita pada saat ini " ucap Adnan, yang Sempat berpikir tidak akan pernah berhubungan lagi dengan orang-orang yang pernah ada di masa lalunya, termasuk seorang detektif dan lain sebagainya. Jika keadaannya seperti ini, mau tidak mau ia harus memanggil mereka kembali. Agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan menjaga keluarganya dari kejahatan orang-orang yang tidak pernah rela melihat keluarga Adnan dan Radit bahagia. Begitu juga dengan Faklan yang tidak tahu-menahu dengan mereka menjadi sasaran dari kejahatan semuanya.


"Kamu juga besok harus datang ke sekolah, meminta pihak sekolah untuk menunjukkan kamera pengawas. Apa yang terjadi kemarin pada Argani, mungkin itu menjadi petunjuk juga bagi kita. Kita juga harus mengatakan kepada pihak sekolah, bahwa ada orang asing-lah yang masuk, dan mengancam keselamatan anakmu, agar pihak sekolah juga bertindak, dan berikan pengawasan yang ketat untuk peserta didiknya. "ucap Adnan sambil menatap lekat wajah sang adik.


"Pernikahan kamu juga, kan sebentar lagi, hanya beberapa hari lagi. Aku Sempat berpikir, pasti akan ada sesuatu yang tidak kita duga di acara itu, lebih baik kita menyiapkan pengawasan yang ketat untuk acara itu, lebih baik mencegah, daripada kita menyesal nantinya."ucap Radit


Meskipun Ia tidak mampu mengingat Apapun yang terjadi di masa lalu mendengar penjelasan dari Faklan, dan Farwa. Bahwa begitu rumitnya kehidupannya di masa lalu, sudah pasti pernikahan Adnan pun ada yang sudah Mengincarnya untuk menghancurkan kebahagiaan mereka, itu tidak bisa dipungkiri sudah pasti ada orang-orang yang tidak akan pernah mau menerima kekalahan. Atau menerima orang lain bahagia karena sesungguhnya, orang-seperti itulah yang mempunyai penyakit hati, tidak bisa disembuhkan, dengan datangnya Karma, atau apapun. Orang seperti itu hanya bisa sembuh ketika maut datang menjemputnya.


"Tapi aku juga Sempat berpikir beberapa waktu lalu Daisy pernah berkata bahwa Farwa bertemu dengan Starla, mungkin pada saat itu dia lagi jalan-sama kamu buru buru pergi, itu artinya, ketika mereka sudah hadir kembali di hidup kita. Kita tidak akan pernah aman dari kejahatan mereka, harus benar-benar merencanakan dan menjaga ketat anggota keluarga kita tidak menjadi korban keegoisan mereka, kamu ingatkan Kak! waktu dulu. Kalau bukan karena starla, Radit, pada saat itu, tidak akan mungkin tertembak oleh ayahmu. Apalagi sekarang dia sudah pasti lebih berambisi untuk menghancurkan kita semua " ucapan Faklan, ia berusaha menginginkan Adnan bagaimana kelakuan Starla waktu dulu.


" Itu alasan utamaku untuk menceraikannya, karena dialah semua anggota keluargaku berantakan Ibuku meninggal Ayahku juga. Pada saat itu Radit juga dalam keadaan kritis, satu-satunya yang harus disalahkan pada saat itu adalah Starla. Jika sampai sekarang dia datang kembali dan ingin menghancurkan kita maka aku tidak akan pernah bisa mengampuninya lagi " ucap Adnan sambil mengepalkan kedua tangannya.


Sungguh ia sangat marah ingat kejadian di masa lalu, di mana ia sangat mencintai dan menyayangi Starla, sehingga ia buta. Tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar akhirnya, Tuhanlah Yang Maha baik, sehingga dia mampu membuka mata hatinya bahwa Starla itu tujuannya hanyalah uang dan kekuasaan.


"Maka dari itu, aku tidak mau Mayang menjadi korban. Seperti Farwa pada saat dulu" Faklan berkata sambil menatap lekat wajah Adnan, karena ia sangat menyayangi sang adik.

__ADS_1


Tidak mau adik satu-satunya menjadi target Mayang untuk balas dendam, walau bagaimana pun caranya ia akan berusaha untuk menjaga adiknya dari semua orang yang akan berbuat jahat, jika sesuatu terjadi dengan adiknya maka orang pertama yang di salahkan adalah Adnan.


__ADS_2