
Waktu bergulir begitu cepat, malam hari telah tiba.
Farwa dan keluarga nya sudah siap untuk berangkat ke diaman hadi.
Hadi mengirimkan sopir untuk menjemput mereka, semua. Awalnya Farwa tidak mau ikut hadir, akan tetapi sang ayah memaksa nya untuk ikut bersama nya.
Dia bilang ada hal yang penting yang akan mereka bicarakan di sana, tentang masa lalu yang terjadi dan sudah saatnya sekarang di ketahui oleh Farwa.
"Aku capek, Ayah untuk apa juga kita datang ke sana! " kata Farwa, sambil duduk kembali. Rasanya ia enggan sekali untuk melangkahkan kaki keluar. Jika malam tiba, ia hanya ingin merebahkan tubuh nya setelah seharian beraktivitas.
"Ayok, cuma sebentar saja. Setelah itu kita langsung pulang" jawab Mahad dengan nada bicara pelan lalu melirik ke arah sang istri yang sudah siap untuk berangkat dan anak kecil juga sudah tidak sabar untuk segera pergi.
"Baiklah" Farwa berkata sambil berdiri, sebab mereka juga sudah di tunggu sopir.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam kendaraan yang akan mengantarkan ke tempat tujuan.
Setelah beberapa saat, semuanya sudah berada di dalam dan sudah siap untuk berangkat. Kendaraan pun melaju dengan kecepatan tinggi, melewati jalan yang di penuhi kendaraan. Suasana jalan semakin indah di lengkapi dengan caya yang keluar dari berbagai kendaraan. Malam yang sangat indah, bulan dan bintang pun ikut bersinar seakan mereka bahagia dengan malam ini. Beda lagi dengan suasana hati Farwa, ia tidak suka pergi ke tempat yang memang seharusnya tidak untuk di datangi.
Menurut Farwa jika ada hal penting yang ingin mereka bicarakan, kenapa tidak di tempat mereka saja tidak harus Farwa yang datang. Sepanjang perjalanan pun, ia hanya diam sambil menatap ke arah luar jendela menikmati perjalanan yang tidak menyenangkan baginya akan tetapi keindahan malam sudah mampu membuat hatinya sedikit lebih baik.
Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang mereka tumpangi sudah masuk ke area rumah mewah.
Kedatangan mereka sudah di sambut oleh beberapa orang pelayan di sana, dan mereka di persilakan untuk mengikuti mereka masuk ke dalam.
Di sana sudah tersedia jamuan untuk mereka, dan Hadi juga menyambut kedatangan Farwa dan keluarga nya.
Farwa dan yang lainnya, di persilakan untuk menenpati tempat duduk yang sudah di sediakan. Sambutan hangat dari Hadi di terima oleh Mahad dan Zulaikha, beda lagi dengan Farwa ia hanya terdiam.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Hadi meminta pelayan, untuk mengajak Argani kecil bermain. Karena Hadi juga sudah menyiapkan ruangan bermain untuk Argani kecil, bahkan para pelayan mengira bahwa anak kecil tersebut adalah anaknya Hadi.
Akhirnya Argani kecil pun bermain bersama pelayan yang bekerja di rumah ini, Radit belum juga datang entah apa yang di kerjakan anak itu sehingga datang terlambat.
Hadi terus menghubungi nya, akan tetapi belum juga ada jawaban darinya.
Hadi mempersilakan mereka untuk menikmati jamuan yang sudah tersedia, sambil menunggu Radit dan masuk ke acara inti yang ingin di sampaikan oleh Hadi terhadap Farwa.
Mahad juga setelah mengetahui yang sesungguhnya ia hanya terdiam dan tidak memberikan respon apapun.
"Silakan nikmati hidangan nya? tunggu Radit sebentar yah, mungkin terjebak macet" kata Hadi sambil tersenyum tipis menatap ke arah mereka secara bergantian.
"Terimakasih banyak" jawab Mahad.
Mereka pun mengobrol ringan sambil menunggu kedatangan Radit, setelah cukup lama, mereka menunggu.
"Maaf, sudah menunggu! " kata Radit.
"Tidak masalah" jawab Mahad.
Sedangkan Farwa dan Zulaikha hanya terdiam, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Setelah mereka mengobrol cukup lama dan Hadi mengajak mereka untuk ke ruang makan, karena acara yang sesungguhnya itu makan malam bersama.
Semuanya sudah berada di ruang makan, sudah tersedia menu makan malam yang lengkap. Dari makanan kesukaan Radit dan juga Farwa, dan Farwa sangat terkejut melihat menu yang tersaji yaitu makanan kesukaan nya.
Mereka semua menikmati makan malam bersama, selama makan pun tidak ada yang berbicara sepatah kata pun. Hanya terdengar alat makan bersentuhan dengan lawannya, bahkan Radit merasa canggung saat makan di depan keluarga Farwa meskipun ini bukan yang pertama kalinya. Tetap saja ia merasa tidak tenang, seperti ada yang memperhatikan nya. Ia juga sangat takut jika gigi palsu yang di kenakan nya lepas saat di gunakan untuk mengunyah.
__ADS_1
Makan malam pun berjalan dengan lancar, semuanya sudah kembali ke ruang tengah. Sudah saat nya Hadi mengatakan yang sesungguhnya terhadap Farwa, ia akan menerima apapun yang terpenting sekarang ia memberi tahu kebenarannya. Bahwa Radit itu Argani dan ia yang telah merencanakan semua nya, hingga saat ini Argani lupa sebagian ingatan nya termasuk juga terhadap Farwa. Itu semua bagian dari rencana yang telah di susun oleh Hadi.
"Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting terhadap kalian berdua" kata Hadi sambil menatap Farwa dan Radit secara bergantian.
"Memangnya ada hal penting apa yang ingin di sampai kan terhadap kami" jawab Radit sambil menatap lekat wajah sang kakak.
"Sekarang sudah saatnya aku mengakhiri semuanya, dan setelah ini terserah kalian mau membenci saya. Karena kesalahan yang di perbuat memang tidak pantas untuk di maafkan" kata Hadi dengan sorot mata penuh penyesalan.
"Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan, kalau bicara yang jelas biar orang tidak penasaran" jawab Radit.
"Aku telah melakukan kesalahan besar, sehingga tidak pantas untuk di maafkan. Dan pada saat itu aku memalsukan kematian Argani hanya untuk menyelamatkan mu dan bayi yang ada di dalam kandungan mu pada saat itu, karena itu jalan satu-satunya untuk membuat kalian selamat dari kejahatan Papa, aku tidak menyangka bahwa Papa akan mengakhiri hidup nya setelah kematian Argani. Setelah Papa tiada aku juga ingin memberi tahu kalian semua dan membawa Argani kembali padamu, akan tetapi aku takut Argani marah padaku, pada saat itu aku dalam keadaan bingung takut bercampur menjadi satu, dan akhirnya aku meminta dokter untuk terus memberikan nya obat bius agar terus tertidur. Setelah cukup lama dokter meminta ku untuk mengakhiri semua jika tidak ingin ingatan Argani hilang secara permanen. Dan aku setuju akan hal itu, setelah satu minggu Argani tanpa obat bius akhirnya ia sadar dan seperti orang linglung. Bahkan pada saat itu Argani tidak mengenal ku, sungguh kejahatan ku tidak pantas untuk di maafkan. Aku orang yang sangat jahat, telah memisahkan mu dari orang yang sangat kamu cintai" kata Hadi dengan nada bicara penuh permohonan.
Farwa yang mendengar penjelasan itu tidak bisa berkata apapun, hanya air matanya yang mengalir mewakili perasaan nya pada saat ini. Sungguh ia tidak percaya bahwa semua yang terjadi di masa lalu adalah sebuah rencana, dan rencana itu yang sudah membuat nya kehilangan akal sehat. Untung saja ada keluarga yang selalu berada di dekatnya dan menyemangati untuk terus bertahan dengan buah hati mereka.
Radit tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Hadi, karena ia tidak mampu mengingat dengan baik apa yang terjadi di masa lalu. Semakin ia berusaha untuk mengingat semakin sakit kepala.
"Tidak! ini tidak mungkin, kenapa Kakak jahat terhadap ku. Apa kakak pernah berfikir pada saat itu, aku sangat membutuhkan suamiku saat aku sedang hamil. Kenapa lakukan ini" jawab Farwa sambil berderai air mata.
"Aku minta maaf, sungguh niat ku hanya ingin menyelamatkan mu dari Papa. Kalau kecelakaan itu tidak terjadi, pasti Papa semakin nekat untuk membuat mu celaka. Niat ku ingin melindungi mu tapi cara ku yang salah, telah memisahkan kalian dan membuat Argani melupakan masa lalunya" Hadi berkata sambil menatap lekat wajah Farwa.
"Aku tidak habis fikir, kenapa kamu tega melakukan ini. Akibat dari kelakuan mu sudah merenggut nyawa dari Papamu sendiri Kak. Apa tidak menyesal melakukan ini, terus kenapa pas ku tanya di rumah sakit tidak mengakui nya. Pantas saja saat pertama kali aku bertemu dengan Radit serasa dia itu orang yang sudah tidak asing lagi, dan ternyata dia memang benar" Farwa berkata sambil menatap ke arah Radit yang terlihat biasa saja, karena dia tidak mengerti apa yang sedang mereka bicara kan.
"Tunggu sebentar, Argani itu siapa lalu apa hubungan nya dengan mu. Dan ini lagi aku semakin tidak mengerti" kata Radit dengan raut wajah yang bingung.
"Argani itu kamu suami dari Farwa, dua tahun lalu mengalami kecelakaan ia tertembak oleh orang yang tidak di kenal dan ternyata orang tesebut adalah urusan Papamu karena tidak suka dengan pernikahan kamu dan Farwa, pada saat itu Hadi memalsukan kematian mu untuk menyelamatkan Farwa dari kejahatan Tuan Malik yaitu Papamu, dan ternyata setelah kabar meninggal kamu tersebut dia mengakhiri hidupnya. Dan pada saat itu Farwa sedang mengandung, selama kehamilan nya Farwa seperti orang gila bahkan ia tidak perduli dengan janin yang di kandungnya. Ia terus merasa bersalah karena kamu meninggal itu karena menyelamatkan mu" kata Mahad dengan nada bicara perlahan, ia tatap dengan lekat wajah Radit yang masih kebingungan.
"Lantas dengan dasar apa harus percaya dengan apa yang aku dengar pada saat ini, kenapa juga kamu Kak. Tidak pernah membawa ke terhadap mereka, jika memang mereka itu keluarga ku. Benar aku masih bingung dengan semua ini, aku tidak ingat apapun" jawab Radit sambil memegang pelipisnya yang sudah terasa pusing kepala nya, ia berusaha untuk mengingat akan tetapi itu tidak bisa.
__ADS_1
"Aku akan memberikan semua bukti, bahwa kalian adalah suami isrti. Dan aku sangat berharap kamu bisa tinggal bersama nya, karena dus tidak salah. Semua ini atas kesalahan ku, jika kalian tidak ingin aku ada di kota ini? maka aku akan pergi jauh dari kalian" kata Hadi.