Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 44


__ADS_3

"Jika Papa tidak melakukan itu semu, maka aku ingin mengadakan resepsi pernikahan kami. Biar semua orang tahu bahwa Farwa itu istriku dan bagian dari keluarga ini" kata Argani dengan sorot mata tajam.


Deg hati Malik saat mendengar pernyataan Argani seperti itu, tidak pernah terbayang sebelum nya jika Argani akan meminta hal ini.


"Apa kamu bilang resepsi pernikahan, jangan harap semua itu akan terjadi! " jawab Malik dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"Berarti semua yang di katakan Farwa itu sebuah kebenaran" kata Argani, ia tatap wajah sang Papa dengan rasa kecewa.


"Kalau iya, kenapa? sekarang usir perempuan itu dari rumah ini. Saya tidak sudi ada perempuan sampah di rumah ini" kata Malik dengan nada bicara yang tinggi, serta di penuhi dengan amarah.


Sekarang Malik sudah tidak ingin lagi berpura-pura baik di hadapan Argani.


"Baiklah, jika Papa ingin Farwa pergi. Maka, aku juga akan ikut bersama nya. Karena dia itu istri ku sudah sepantasnya aku ikut kemanapun dia pergi sebab aku yang bertanggung jawab atas hidupnya" jawab Argani.


Ambar tidak bisa berkata apapun, ia tidak mau jika Argani keluar dari rumah ini.


"Pergi sekarang dan jangan pernah kembali ke rumah ini! " teriak Malik sambil menunjukkan pintu ke luar.


"Baiklah, aku pergi sekarang. Semua pasilitas yang pernah Papa kasih maka, akan aku kembalikan semuanya" jawab Argani, ia tidak pernah membayangkan sebelum nya jika sang Papa bisa melakukan ini.


Seketika Ambar bersimpuh di kaki Malik "Tolong kamu cegah anak ku untuk pergi, ayolah Malik. Argani anak ku, mana bisa aku hidup tanpa nya" kata Ambar sambil bersujud di kaki suaminya. Ia tidak mau jika Argani harus pergi dari rumah ini.


"Jika iya ingin pergi meninggalkan rumah ini, maka silakan pergi jangan pernah menghalanginya untuk keluar dari rumah ini. Sebab ketika orang itu melangkahkan kaki dari rumah ini, maka tidak akan bisa masuk lagi ke tempat ini! "jawab Malik, ia tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang istri.


Bahkan Malik juga tidak peduli dengan Argani untuk saat ini, yang ia inginkan hanya Farwa pergi jauh dari keluarga mereka ketik Sebab bagi Malik Farwa adalah sebuah aib di keluarga ini.


"Aku mohon, Malik. Jangan pernah membiarkan Anakku pergi dari tempat ini kalau sampai Argani pergi dari rumah ini maka aku tidak akan pernah mu.


"Kata ambar sambil menangis mengeluh kaki Malik. Argani yang melihat sang Mama melakukan itu, ia tidak tega lalu mendekat ke arah sang Mama dan memegang bahunya agar segera bangun.


"Ma, jangan pernah melakukan ini untukku, jika sekarang aku harus pergi dari rumah ini maka itu adalah sebuah keputusan yang sangat tepat. Aku tidak mau tinggal satu rumah dengan orang yang tidak memiliki hati nurani " jawab Argani sambil menatap tajam wajah sang Papa sekarang sudah kehilangan rasa hormat dan peduli terhadap orang tuanya itu.


" Aku tidak akan pernah membiarkan anakku pergi dari rumah ini, tolong hentikan Argani. Jangan sampai pergi meninggalkanku!" kata Ambar sambil menangis.


"Sekarang pergi dari rumah ini dan bawa perempuan itu jauh dari hadapanku! " kata Malik dengan nada bicara dipenuhi marah.


"Baiklah ini semua fasilitas yang pernah kamu berikan terhadapku kunci Mobil kartu dan semuanya sudah aku simpan di sini" ucap Argani sambil meletakkan barang-barang berharga yang pernah diberikan oleh sang Papanya.


Setelah berbicara seperti itu, Argani langsung berjalan dengan cepat untuk segera pergi ke kamarnya dan mengajak para untuk keluar dari rumah ini.

__ADS_1


Ambar masih menangis sambil memeluk kaki sang suami dengan harapan suaminya mengurungkan niat untuk mengusir Argani dari rumah ini.


Akan tetapi Malik sama sekali tidak menghiraukan sang istri sudah bersimpuh dan bersujud di kakinya memohon agar ia tidak mengusir anak laki-laki kesayangannya itu.


Mendengar keributan di kamar sang Papa.


Adnan dan Starla pun berjalan dengan cepat untuk melihat ada apa yang terjadi.


Setelah beberapa saat mereka sudah berada di ambang pintu, sebab pintu sudah terbuka terlihat dengan jelas bahwa Ambar sedang bersimpuh di kaki Malik.


Adnan langsung masuk ke dalam kamar dan bertanya kepada sang ayah apa yang terjadi akan tetapi Malik tidak menjawab apapun selain diam dengan sorot mata yang sangat tajam.


" Ma...tolong katakan apa yang terjadi mengapa sampai seperti ini?" tanya Adnan terhadap sang Mama sambil memegang bahunya agar perempuan itu Bangun.


"Papa mu sudah mengusir Argani dari rumah ini, tolong bujuk dia agar tidak pergi dari rumah ini. Bagaimana bisa Mama kehilangan anak mama baru saja ia sembuh kenapa sekarang dia harus pergi. Mama tidak akan pernah bisa jauh darinya, bagaimana dia bisa hidup di luar sana tanpa keberadaan kita" kata Ambar sambil menangis tersedu-sedu.


"Itu sudah menjadi pilihannya, berarti dia sudah bisa hidup di atas kakinya sendiri tanpa bantuan dari kita semua " jawab Malik masih dengan nada bicara yang dikuasai amarah.


"Maksud Papa apa? walau bagaimanapun Argani tetap anak Papa jangan pernah melakukan hal ini" kata Adnan sambil menatap lengkap wajah sang ayah dengan penuh keheranan.


Mengapa Teganya sang Papa mengusir anak dan menantunya pergi dari rumah ini, meskipun ia tidak suka akan kehadiran Farwa di rumah ini. Akan tetapi jika harus kehilangan sang adik Ia juga tidak mau.


"Saya tidak mengusirnya, yang diinginkan hanyalah perempuan itu untuk segera pergi dari rumah ini. Ketika Argani tidak mau mengusir perempuan itu dan memilih pergi bersamanya maka itu adalah bukan kesalahan saya melainkan pilihan nya sendiri untuk meninggalkan kita semua, maka setelah dia pergi dari rumah ini tidak ada hak lagi atas apa yang ada di rumah ini"


Starla yang menyaksikan ini semua sangat kaget, ia juga tidak menyangka bahwa Papa mertuanya akan melakukan hal ini.


Bahkan tidak takut kehilangan anak laki-laki yang selama ini disayanginya, Starla masih berdiri tanpa berkata apapun.


Ia masih kaget dengan apa yang terjadi di hadapannya pada saat ini.


Setelah beberapa saat segala upaya telah mereka lakukan untuk membujuk Malik agar tidak membiarkan Argani untuk keluar dari rumah ini. Akan tetapi semuanya sia-sia bahkan Ambar pun telah bersujud dan menangis di kaki sang suami.


Tidak ada sedikitpun hati nurani Malik terbuka, melainkan laki-laki itu sangat marah dan jengkel.


Ketika melihat istrinya menangis dan bersujud di kakinya karena ulah Argani dan perempuan itu.


Di tempat lain.


Argani mengajak Farwa untuk segera mengemasi barang-barang yang, karena mereka akan pergi dari rumah ini saat ini juga.

__ADS_1


Farwa yang tidak mengerti apa yang terjadi, ia hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh suaminya.


Mereka juga tidak akan membawa apapun dari rumah ini kecuali pakaian.


Setelah beberapa saat pakaian sudah berada di koper, lalu argani mengajak Farwa untuk segera keluar dari rumah ini.


Meskipun keadaan saat ini sudah malam, akan tetapi tidak mengurungkan niat Argani untuk keluar dari rumah orang tuanya.


Mungkin ini adalah jalan terbaik untuk kelangsungan rumah tangga argani dan juga Farwa.


Argani sudah membawa koper miliknya beserta juga milik Farwa.


Ambar mengejar mereka berdua untuk menghentikannya, akan tetapi usahanya sia-sia.


"Nak .. Tolong dengarkan Mama jangan pernah pergi dari rumah ini rumah! ini adalah rumahmu bagaimana bisa kamu pergi dari sini " kata Ambar sambil menangis dan memeluk Argani.


"Aku hanya pergi dari rumah ini, tidak untuk meninggalkan mama, aku hanya tidak bisa tinggal satu rumah dengan orang jahat seperti dia. Bahkan dia sudah merencanakan kejahatan seperti itu terhadap istriku, dan aku tidak akan pernah membiarkan itu semua meskipun harus menentang Papa sendiri " kata Argani sambil mengusap punggung sama.


" Ayolah sayang, jangan pernah pergi dari rumah ini Mama tidak mau jauh dari kamu " kata Ambar sambil terus menangis dan memeluk Argani.


" Tolong Ma lepaskan, Aku akan pergi dari rumah ini. Jika suatu saat nanti aku ada kesempatan dan diperbolehkan mampir ke rumah ini maka aku akan mengunjungimu " kata Argani berusaha untuk membuat hati ibunya sedikit tenang dan membiarkannya pergi. Akan tetapi terdengar suara Malik dari atas tangga dengan nyaringnya.


" Jika kamu sudah melangkahkan kaki keluar dari rumah ini, maka jangan harap kamu bisa kembali lagi ke rumah ini. Rumah ini tidak akan pernah menerima orang yang sudah pergi dan meninggalkannya, Saya harap kamu ingat terus kata-kata yang pernah saya ucapkan ini" kata Malik dengan nada bicara penuh penekanan.


"Saya sangat berharap sekali, bahwa anda tuan Malik yang terhormat. Tidak melupakan satu hal, bahwa suatu saat nanti anda juga akan tua dan jatuh sakit, jadi semua uangmu tidak akan pernah bisa menolong mu. Kecuali orang orang yang sangat menyayangimu yaitu keluarga terdekat. Rumah mewah bahkan dan semuanya bisa menolong mu, jika Saat itu tiba semua harta dan kekuasaanmu tidak akan pernah di butuhkan lagi. Dan ingat satu hal kamu akan menyesal nantinya sudah melakukan hal ini, saat ini juga anda telah kehilangan seorang anak yang selama ini berbakti kepadamu" kata Argani dengan nada bicara penuh penekanan.


Setelah berbicara seperti itu, iya memegang tangan Farwa lalu berjalan perlahan melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari rumah ini. Bahkan Farwa juga sudah memperingati Argani agar tidak pernah keluar dari rumah ini, biarkan dia saja yang pergi meninggalkannya.


Akan tetapi Argani tidak akan pernah membiarkan Farwa keluar dari rumah ini tanpa dirinya , bagi Arga nih Farwa adalah hidupnya.


" Ayolah Malik tolong hentikan dia jangan usir anakku" kata Ambar dengan ada bicara penuh permohonan, akan tetapi Malik tidak menghiraukan teriakan sang istri untuk menghentikan organik keluar dari rumah ini.


Adnan yang melihat itu semua tidak bisa berbuat apa-apa, Ia hanya bisa menatap punggung sang adik yang sudah mulai tidak terlihat lagi.


Sedih itulah yang dirasakan Adnan pada saat ini, akan tetapi ia juga sangat sadar bahwa sang Papa tidak bisa ditentang oleh siapapun. Jadi lebih baik dan hanya diam dan menyaksikan kepergian sang adik keluar dari rumah ini meskipun itu sangat berat dan menyedihkan.


Setelah Argani tidak terlihat lagi, Ambar juga masih menangis.


Setelah itu Ambar berlari sampai ke depan rumah mengejar Argani yang sudah berada di halaman dan akan melangkahkan kaki keluar dari gerbang.

__ADS_1


Akan tetapi belum sampai kepada Argani perempuan itu tiba-tiba merasa gelap dan bumi seperti berputar.


Adnan berteriak sambil berlari mengejar sang Mama, Argani yang sudah berada di luar gerbang hanya bisa menatap itu.


__ADS_2