Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 76


__ADS_3

Argani terkejut dengan apa yang di pegang nya sekarang, Farwa yang melihat suaminya tanpa berkata apapun, ia merasa sangat heran lalu ia mengambil dari tangan suaminya.


Akan tetapi dengan sigap Argani langsung menyembunyikan itu dari sang istri sehingga Farwa tidak bisa meraih nya.


"Ada apa sih, Mas... kenapa aku nggak boleh melihat nya? Bukan kah itu paket atas nama ku! " kata Farwa sambil menatap heran wajah sang suami yang terlihat tegang.


"Nggak ini hanya orang iseng, Yuk kita masuk ini sudah malam nggak baik kalau kena angin malam! " Argani meraih pinggang sang istri untuk segera di ajak masuk.


Farwa tidak berkata apapun, akan tetapi di dalam hatinya ia bertanya-tanya ada apa dengan suaminya.


Farwa pun mengikuti sang suami untuk segera masuk ke dalam rumah, setelah beberapa saat mereka sudah duduk kembali dan amplop coklat itu masih di pegang oleh Argani.


Argani sedang berfikir bagaimana caranya menjelaskan terhadap sang istri bahwa semua ini rekayasa, bahkan ia tidak pernah jalan bareng bersama Alfi apalagi sampai tidur bersama.


"Sayang, jika ada orang yang berbicara buruk tentang ku. Apakah kamu akan percaya dengan hal itu? " tanya Argani sambil menatap lekat wajah sang istri.


"Kenapa Mas, bicara seperti itu? "


"Aku hanya ingin tahu aja, bagaimana sikap kamu nanti. Apakah akan ada jarak lagi di antara kita jika ada sesuatu yang membuat kamu tidak suka" jawab Argani.


"Aku melihat itu dulu, apakah itu kesalahan di masa lalu atau masa kini. Jika semua itu ada hubungan nya dengan masa lalu, maka. Aku tidak ingin mempermasalahkan itu semua, sebab kamu yang sekarang sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Jika kesalahan yang kamu buat pada saat ini dan berhubungan dengan masa depan kita maka aku akan marah" jawab Farwa dengan nada bicara yang lembut.


"Apa dengan hal ini kamu, akan percaya sama aku atau percaya dengan semua yang di lihat pada saat ini" kata Argani sambil menyerahkan amplop coklat dari tangan nya terhadap sang istri.


"Apa ini? " tanya Farwa.


"Liat saja, tapi sebelum itu aku minta maaf. Sungguh itu tidak pernah terjadi di dalam hidupku, perempuan pertama yang ku sentuh itu hanya kamu" jawab Argani.


Akhirnya Farwa membuka amplop tersebut dengan perlahan, setelah melihat apa yang ada di dalam amplop tersebut. Farwa hanya tersenyum " Ini urusan mu di masa lalu, dan aku nggak berhak untuk marah. Sebab saat itu kamu belum menjadi suamiku, dan yang menjadi suamiku adalah Argani yang sekarang yang sudah memperbaiki hidupnya demi aku. Jadi nggak perlu takut, dan aku tidak akan mempermasalahkan apapun apa yang terhadap di masa lalu " jawab Farwa sambil meletakkan kembali amplop tersebut di atas meja.


Betapa bahagianya hari Argani mendengar perkataan Farwa, dan ternyata sang istri jauh lebih bijak menghadapi semuanya.


Memang benar apa yang dikatakan Farwa, Yang menjadi suami Farwa adalah Argani pada saat ini. Jadi tidak ada gunanya mempermasalahkan yang sudah berlalu, lebih baik fokus ke masa depan.

__ADS_1


"Apa kamu nggak marah atau kecewa terhadap ku setelah melihat itu? "


"Itukan photo kamu waktu dulu, untuk apa aku marah. Jika photo itu saat kamu sudah menjadi suamiku, maka aku akan jambak perempuan yang sudah berani menggoda kamu, atau kamu mau di sunat yang ke dua kalinya! " kata Farwa dengan tatapan mata tajam.


"Sungguh aku tidak pernah melakukan itu, pasti Alfi melakukan semua ini agar hubungan kita semakin renggang" jawab Argani dengan tatapan mata yang sendu.


"Ya sudah jangan sedih seperti itu, kita lupakan apa yang telah terjadi di masa lalu. Sekarang kita fokus ke masa depan kita saja, hidup kita sekarang sudah mulai membaik. Jangan sampai apa yang terjadi di masa lalu mempengaruhi hidup kita pada saat ini" kata Farwa sambil tersenyum menatap lekat wajah sang suami, yang terlihat merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada saat ini.


"Aku minta maaf, yah. Dengan semua ini" Argani terus minta maaf, terhadap sang istri.


Argani sangat beruntung mendapatkan perempuan seperti Farwa, bahkan perempuan itu tidak mempermasalahkan dengan apa yang baru saja di lihat nya.


Bagi Farwa semua itu tidak penting, hidup nya sudah sudah ia tidak mau membebankan dengan hal yang tidak penting.


"Nggak perlu minta maaf, ini bukan salah mu. Lebih baik kita istirahat yuk, kan besok kita harus kerja! " Farwa mengajak sang suami untuk beristirahat, sebab waktu juga sudah mulai larut. Sudah saat nya mengistirahatkan tubuh setelah seharian berada di luar rumah.


"Baiklah"


Setelah beberapa saat akhirnya, sepasang suami istri sudah berada di atas tempat tidur dan akan segera memejamkan mata.


Sekarang Farwa akan tertidur dengan mudah ketika berada di dalam pelukan sang suami, bagi Farwa tempat ternyaman adalah di dalam pelukan suami.


Farwa sudah berada di alam mimpi, akan tetapi Argani sama sekali belum bisa memejamkan matanya. Ia terus kepikiran dengan photo yang di kirim oleh orang tidak bertanggung jawab.


"Aku tahu pasti kamu kecewa dengan apa yang kamu lihat, hanya saja kamu berusaha untuk menutupi nya. Terimakasih ya sayang sudah menjadi malaikat yang hadir di dalam kehidupan manusia penuh dosa seperti aku, hati kamu memang sangat luar biasa" Argani berkata dalam batin sambil mengelus rambut sang istri dengan lembut.


Argani terus menatap wajah cantik sang istri yang sudah tertidur dengan pulas.


Ia kecup kening Farwa sangat dalam, rasanya ia seperti akan pergi jauh meninggalkan sang istri.


Bahkan hanya untuk melepaskan pandangan dari wajah Farwa saja ia rasanya berat sekali.


"Malam ini aku tidak akan tertidur, aku ingin terus menatap wajah cantik mu" Argani terus tersenyum pandangan nya terus tertuju kepada wajah sang istri.

__ADS_1


...****************...


Di tempat lain.


Marwan dan Alfi beserta Starla sedang duduk bersama sambil menikmati kopi.


Mereka merasa senang karena sudah menjalankan rencana A, tiga manusia yang tidak memiliki hati merasa bahwa Argani dan Farwa akan bertengkar hebat lalu setelah itu akan bercerai.


"Pasti sekarang mereka sedang bertengkar, setelah melihat photo tersebut" kata Alfi sambil membayangkan bahwa Farwa bertengkar dan meminta cerai.


"Pasti tidak akan lama lagi mereka akan bercerai" dan aku akan segera menikah dengan Farwa.


"Sekarang kita sudah berhasil menjalankan rencana, tinggal atur rencana selanjutnya agar Argani dengan mudah menceraikan perempuan sialan itu. Gara-gara dia ibu mertua ku meninggal dan sekarang aku menjadi repot harus mengurus tua bangka itu, kalau saja tidak banyak harta dan takut nggak di kasih warisan mana sudi aku merawatnya" kata Starla dengan kesalnya.


"Kita pulang yuk! ini sudah larut, ngantuk rasanya dan besok aku harus pergi ke kantor dan berpura-pura menjadi karyawan yang baik dan teladan" kata Marwan. Sambil menatap kedua perempuan yang berada di hadapan nya pada saat ini.


"Baiklah" jawab Alfi dan Starla secara bersamaan.


Akhirnya mereka bertiga bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kaki untuk keluar dari kafe tersebut.


Mereka pulang dengan menggunakan kendaraan masing-masing.


Waktu bergulir begitu cepat, Starla sudah sampai di rumah


Dengan perlahan perempuan itu melangkah kan kakinya untuk segera masuk ke dalam rumah, ia heran mengapa di ruang tengah lampunya padam.


Apakah semua anggota keluarga sudah tertidur sehingga lampu pada, Starla perlahan untuk segera masuk ke dalam kamar dengan bantuan senter ponsel milik nya.


Di saat Starla hendak melangkahkan kakinya naik ke atas tangga, tiba-tiba lampu menyala di sertai dengan sura.


"Darimana saja kamu, jam segini baru pulang? apakah sekarang sudah lupa peraturan di rumah ini? " tanya orang tersebut dengan suara lantang nya.


Hal itu membuat Starla menghentikan langkah nya, lalu balik badan dan melihat orang yang bertanya kepada nya.

__ADS_1


__ADS_2