Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 77


__ADS_3

"Untuk apa kamu bertanya hal itu, apakah selama ini kamu tidak pernah perduli terhadap ku. Yang kamu pikirkan dan pedulikan itu hanya orang tua mu saja, bahkan kamu tidak pernah bertanya apa yang aku inginkan! " jawab Starla dengan nada bicara penuh penekanan.


"Jaga bicara mu, aku ini suami mu yang harus kamu hormati. Semakin di biarkan semakin tidak ada aturan! " Adnan berbicara dengan nada tinggi.


Ini pertama kalinya Adnan berkata seperti ini, padahal sebelum nya ia tidak pernah meninggikan suaranya di hadapan Starla.


Setelah kepergian sang Mama, dan Starla tidak merasakan kesedihan apa yang di rasakan oleh nya.


Adnan menjadi orang yang sangat pemarah, bahkan sekarang Adnan tidak takut saat Starla mengancam nya untuk pergi.


"Owh jadi sekarang kamu sudah berani meninggikan suara mu saat berbicara dengan ku, sekarang aku akan pergi dari rumah ini! " ancam Starla.


"Pergi saja aku tidak perduli dengan kamu, selama ini aku membiarkan mu melakukan apa yang kamu mau. Akan tetapi semakin di biarkan semakin bertingkah" jawab Adnan.


Starla menghentakkan kakinya, lalu pergi begitu saja meninggalkan Adnan yang masih berdiri di ruang tengah.


Adan merasa heran dengan kelakuan Sang istri, padahal usianya sudah tidak lagi muda. Mengapa tidak ada sedikitpun ada sisi dewasa yang terlihat dari starla.


Padahal saat ini Adnan masih merasakan kesedihan atas kepergian sang ibu, akan tetapi mengapa Starla sebagai seorang istri tidak memahami apa yang dirasakan suaminya pada saat ini


Adnan sangat kecewa dengan kelakuan Starla pada saat ini, mungkin kesabaran Adnan sudah habis lalu mengikuti apa yang istrinya mau.


Kali ini ia tidak akan pernah mau menjadi orang yang selalu tunduk dan patuh terhadap apa yang diinginkan oleh Starla, walaupun ia harus kehilangan starla ia tidak peduli.


Baginya kehilangan sang ibu lah yang sangat menyakitkan yang mencintainya tanpa batas, ia juga berpikir bahwa starla itu tidak pernah mencintainya.


Yang diinginkan Starla hanyalah harta dan kedudukan, dengan menjadi istri Adnan.


Starla bisa bebas melakukan apa yang dia inginkan, bahkan disegani banyak kaum sosialita di luar sana bahkan setelah kepergian sama, Starla tidak pernah sedikitpun mempersiapkan kebutuhan suaminya.


Semua itu diserahkan terhadap para pelayan yang ada di rumah ini.


Padahal sebelum Ambar meninggal, Starla selalu menunjukkan di hadapan Ibu mertuanya bahwa ia adalah menantu dan istri yang baik yang selalu menyiapkan kebutuhan suami dan yang lainnya.


Padahal sebetulnya itu dilakukan oleh starla hanya mencari perhatian dan pujian dari ibu mertuanya itu.


Makanya di mata Malik adalah starla menantu idamannya yang selalu tunduk dan patuh dengan aturan yang ada di keluarga ini.


Starla sudah berada di dalam kamar, ia langsung mengambil kopernya, lalu memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper itu.

__ADS_1


Sambil berkata dan sumpah serapah terhadap Adnan, yang akan tetapi Adnan membiarkan itu semua.


Bahkan ia langsung naik ke atas tempat tidur dan memejamkan matanya, seolah ia tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Starla pada saat ini.


Sebab Adnan sangat tahu bahwa Starla melakukan itu hanya untuk mengancam dirinya, untuk saat ini Adnan tidak mau terjebak oleh permainan sang istri yang Licik seperti itu.


Pertengkaran antara Adnan dan Starla pun terdengar sampai ke kamar Malik, Malik yang sedang duduk sambil menatap gambar sang istri yang menempel di dinding.


Setelah kepergian Ambar, Malik tidak pernah sedikitpun beranjak dari sofa yang menghadap ke dinding.


Di mana ia dengan bebas menatap gambar sang istri di sana bahkan laki-laki ini sangat irit sekali untuk bicara, saat Adnan datang mengunjunginya, dan meminta untuk makan agar tidak jatuh sakit.


Malik tidak sedikitpun menjawab apa yang dikatakan oleh sang anak, jangankan untuk menjawab melirik saja ia tidak mau.


Adnan sangat terpuruk dengan keadaan keluarganya pada saat ini, ia ini sekali membawa Argani datang ke rumah ini dan melihat keadaan sang ayah yang seperti itu.


Akan tetapi ia juga tidak ingin memperburuk keadaan, sudah pasti sang ayah akan menolak kehadiran Arga nih di rumah ini.


"Andai saja pada saat ini kamu datang dan bersujud memohon ampun kepadaku maka aku akan memaafkan anakku "kata Malik dalam batin.


Saat ini ia sangat merindukan kehadiran sosok Argani yang berada di sisinya, akan tetapi Mengapa sampai saat ini Argani tidak mau meminta maaf kepadanya atas apa yang telah terjadi selama ini.


"Aambar aku sudah kehilangan kamu dan anak kita, dan aku tidak akan pernah membiarkan orang yang melakukan itu merasa tenang dan bahagia di atas penderitaan apa yang aku rasakan pada saat ini. Sekarang hidupku hampa bahkan tidak ada tujuan lagi setelah kamu pergi meninggalkan aku, selama 1 bulan aku hanya duduk di tempat ini menatap gambar mu, aku sangat rindu kamu bahkan saat ini aku ingin memelukmu dan berbicara apa yang aku rasakan pada saat ini. Aku sangat merindukan anak kita, tapi dia tidak datang menemui ku, kamu tahu kan aku sangat menyayanginya bahkan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti anakku. Sekarang aku menderita kehilanganmu kehilangan anak kita" Malik terus berkata dalam batinnya, tanpa terasa cairan bening sudah mulai keluar dari sudut matanya.


Ia sangat terpuruk dengan keadaan pada saat ini, bahkan beberapa hari ini ia sangat rindu dengan kehadiran Argani.


Ia membayangkan beberapa kejadian yang membahagiakan pada saat itu saat ia masih berkumpul bersama anggota keluarganya.


Akan tetapi itu semua hanya khayalan yang bisa dikenang tidak bisa diulang kembali seperti semula bahkan saat ini yang menemani hari-harinya hanyalah Adnan.


Setelah cukup lama Malik merenung dan mengingat semua kejadian yang telah terjadi di masa lalunya, ia berniat di dalam hati ingin membalas semua perbuatan yang sudah merenggut apa yang menjadi milik ia sangat marah dengan Farwa bahwa kehadiran perempuan itulah yang sudah menghancurkan keluarganya.


Malik bangun dari duduknya lalu berjalan dengan perlahan dan mengambil ponsel miliknya, lalu ia mengusap layar ponsel tersebut dan menghubungi seseorang.


Nemerintahkan orang tersebut untuk membunuh Farwa, jika berhasil membunuh perempuan itu.


Maka akan mendapatkan imbalan yang sangat besar.


"Kamu bunuh perempuan itu secepatnya, jika kamu tidak berhasil melakukannya maka nyawamu yang akan melayang di tanganku. Satu hal yang perlu kamu Ingat jangan sentuh anak saya sedikitpun, yang saya inginkan adalah nyawa perempuan itu melayang dengan cepat, agar keluarganya bisa merasakan apa yang aku rasakan pada saat ini "kata Malik terhadap seseorang yang ia hubungi lewat teleponnya.

__ADS_1


"Baik bos, kami akan segera melakukannya"jawab seseorang di seberang telepon.


Setelah memberikan perintah terhadap orang tersebut akhirnya Malik mengakhiri sambungan teleponnya.


Lalu ia menyimpan kembali ponsel miliknya di atas nakas dan ia duduk kembali sambil menatap lekat gambar sang istri yang sedang tersenyum itu.


"Sebentar lagi akan mendapatkan kabar bahagia bahwa orang yang sudah merenggut kebahagiaan kita dia akan merasakan akibat dari perbuatannya " Malik membatin sambil tersenyum.


Ia sangat yakin bahwa akan berhasil membunuh Farwa.


...****************...


Keesokan harinya.


Seperti biasanya Farwa akan bangun lebih dulu sebelum sang suami terbangun, akan tetapi beberapa hari ini Farwa malas sekali untuk bangun di pagi hari.


Argani yang mengerti keadaan sang istri menggantikan tugas istri, Ia merapikan rumah, beres-beres dan menyiapkan sarapan.


Karena sebelum berangkat bekerja mereka harus sarapan terlebih dahulu, ini semua mereka lakukan demi tercukupinya kebutuhan selama 1 bulan dengan penghasilan yang mereka dapatkan pada saat ini.


Jika mereka banyak makan di luar rumah itu pengeluaran semakin tidak terkontrol, dan mungkin saja gaji 1 bulan mereka bekerja tidak akan bisa mencukupi kebutuhan mereka.


Karena Farwa seorang istri yang sangat mengerti dengan keadaan suaminya pada saat ini, makanya ia berinisiatif untuk selalu menyiapkan sarapan di pagi hari.


Akan tetapi sudah beberapa hari Farwa malas untuk bangun pagi, bahkan jika dia tidak ingat tanggung jawabnya di sebuah perusahaan.


Maka ia juga tidak ingin pergi ke kantor, ya hanya ingin tertidur dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Sayang bangun ini sudah siang sarapannya juga nanti keburu dingin. Kita harus pergi ke kantor kan hari ini" kata organisasi sambil mengelus rambut sang istri dengan lembut.


"Aku masih ngantuk biarkan aku tidur 1 menit lagi" jawab Farwa dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Ayolah sayang nanti kita terlambat datang ke kantornya" bujuk Argani terhadap sang istri.


Dengan terpaksa Farwa pun membuka matanya dengan perlahan, lalu melihat ke setiap sudut ruangan.


Lalu ia bangkit dengan perlahan dan turun dari atas tempat tidur lalu berjalan untuk segera menuju kamar mandi.


Argani masih setia duduk di atas tempat tidur sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2