Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 162


__ADS_3

Di tempat lain.


Keadaan rumah pun sudah dalam keadaan sepi. Mayang belum pulang bersama Adnan. Sedangkan bu Ratih sudah berada di dalam kamarnya. Begitu juga dengan faklan dan Daisy, Daisy terlihat lebih banyak diam. Entah apa yang mengganggu pikiran perempuan itu, bahkan sepanjang hari tidak keluar dari kamar. Biasanya setelah Faklan berangkat ke kantor, Daisy akan menemani sang Mertua menonton acara televisi kesukaan nya.


Karena memang di rumah ini tidak ada penghuninya hanya ada bu Ratih, Faklan dan juga sang istri, kalau malam tiba mereka sudah siap berada di kamarnya masing-masing hanya di pagi hari waktu mereka berkumpul bersama anggota keluarga yang lain .


"Kita berdua sudah memeriksakan kesehatan kita, Dokter bilang hasil dari pemeriksaan kita dalam keadaan sehat, akan tetapi ada satu hal yang harus kamu tahu? aku lah seorang perempuan yang tidak sehat sehingga sampai saat ini aku belum bisa hamil" ucap Daisy sambil menatap lekat wajah suaminya


"Bagaimana lagi, kita ini sudah usaha yang terbaik, jika saat ini kamu belum hamil, berarti kita belum dikasih kepercayaan untuk bisa mendapatkan keturunan. Hamil ataupun tidaknya, tidak mengurangi rasa bahagiaku untuk selalu bersamamu " jawab Faklan sambil menatap wajah sang istri yang terlihat sangat murung.


Jujur dalam hati yang paling dalam Daisy ingin sekali hamil, apalagi saat ini Farwa sedang mengandung anak keduanya. Sedangkan dirinya belum bisa dapatkan apa yang mereka inginkan, meskipun mereka menikah sudah hampir 3 tahun, akan tetapi belum dipercayai untuk hamil.


Hal inilah membuat Daisy sangat sedih dan merasa malu terhadap keluarganya, takutnya ia dicap sebagai perempuan mandul, dan tidak bisa mendapatkan memberikan keturunan untuk suaminya, bagi Faklan itu bukanlah sebuah permasalahan, akan tetapi Daisy merasa jadi perempuan yang tidak sempurna, karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Meskipun nyatanya ia hanya seorang perempuan mandul dan sampai kapan pun tidak akan pernah hamil.


"Aku ingin bicara serius sama kamu, kali ini kamu harus mendengarkan apa yang aku katakan!" ucap Daisy sambil merapikan posisi duduknya. Ia menatap lekat wajah suaminya.


"Memangnya kamu mau berbicara apa begitu Serius kah? " tanya Faklan sambil menatap sang istri


"Aku tahu, pernikahan kita itu sudah lama, dan aku tahu juga, mungkin kamu tidak akan setuju dengan apa yang aku katakan. Akan tetapi, aku mohon kali ini saja! Aku ingin meminta sesuatu dari kamu, selama aku menikah denganmu tidak pernah meminta apapun, kecuali hari ini." Daisy berkata dengan nada bicara lembut.


"Memangnya kamu mau meminta apa ? Aku sudah memberikan semuanya terhadapmu kan masih ada yang kurang? " tanya Faklan. Karena ia merasa aneh dengan perkataan sang istri, selama ini Daisy tidak pernah menuntut apapun. Kecuali pembicaraan soal keturunan


" Aku ingin kamu mencari perempuan lain, Aku tahu kamu selama ini berbohong padaku. Meminta dokter memberikan hasil pemeriksaan yang dipalsukan, karena kamu tidak mau aku sedih. Karena aku tidak bisa hamil iya kan?" kata Daisy dengan mata yang mulai dipenuhi cairan bening.

__ADS_1


Awalnya Daisy tidak tahu, Mengapa Faklan selalu saja tidak mau diajak Periksa ke dokter. Setelah itu,mereka datang ke salah satu dokter, akan tetapi dokter itu hasil rekomendasi dari Faklan.


Daisy setuju dengan apa yang du katakan suaminya, hingga pada akhirnya mereka datang ke tempat praktek salah satu dokter yang ada di kota ini.


Setelah beberapa bulan periksa dan menjalankan hidup bersih dan sehat, dan mengikuti saran dari dokter. Naum tidak kunjung ada hasilnya nya.


Hingga pada akhirnya, Daisy mencari dokter lain dan memeriksakan diri sendiri tanpa didampingi oleh sang suami. Ia juga membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelum nya, dan setelah mendapatkan pemeriksaan setelah satu minggu dan hasilnya sudah keluar.


Betapa terkejutnya Daisy saat melihat selembar kertas yang ada di tangan nya yang menyatakan bahwa ia tidak akan hamil.


Ternyata hasilnya tidak sama dengan dokter yang sebelumnya, dari sini Daisy merasa sedih kecewa dan marah kepada dirinya.


Ternyata selama ini Faklan sudah membohonginya dan memalsukan hasil pemeriksaannya, Daisy berusaha untuk tenang dan pura-pura tidak tahu, dan berharap bahwa ini hanyalah sebuah mimpi buruk dan akan berakhir esok hari. Sampai ia pergi lagi ke dokter lain untuk memastikan bahwa pemeriksaan yang telah di lakukan itu salah, nyata nya hasilnya tetap sama bahwa ia tidak ada harapan untuk bisa hamil.


Daisy sangat terpukul, dan berat sekali untuk menerima kenyataan. Akan tetapi, mau bagaimana lagi, ia hanyalah manusia yang tidak akan pernah mampu menolak takdir yang sudah di gariskan oleh sang kuasa.


Tidak pernah terpikirkan olehnya, akan berbagi cinta dengan perempuan lain tapi mengapa sang istri tiba-tiba berkata seperti itu dan memintanya untuk mencari perempuan lain.


"Aku tahu, kamu itu sayang sama aku, tapi kamu juga harus tahu, aku tidak bisa memberikan kamu keturunan. Selama ini, kamu sudah membohongiku. Dan memberikan keterangan palsu, dan dokter selalu berkata aku baik-baik saja dan aku sehat nyatanya, semua itu adalah akal bulus kamu. Agar aku merasa, bahwa aku adalah seorang perempuan yang bisa hamil dan bisa melahirkan, tapi nyatanya, itu tidak. Kamu memperlakukan aku seperti itu, membohongiku, itu juga sama saja sudah menyakiti perasaanku. Memberikan harapan palsu, bahwa aku adalah perempuan sempurna, tapi nyatanya, itu tidak benar. Seorang perempuan mandul yang tidak bisa melahirkan anak dan memberikan kamu keturunan " kata Daisy dengan nada bicara sambil bergetar karena menahan tangisan.


Lalu Daisy menyerahkan beberapa kertas terhadap sang suami, lalu Faklan mengambil kertas tersebut dan melihat nya dengan seksama. Faklan menarik nafas lalu bicara dengan nada pelan.


"Aku tidak bermaksud untuk membohongimu, tapi aku sangat menyayangi kamu. Agar kamu tidak merasa merasa sedih, bagi ku. Mau punya anak ataupun tidak, kamu adalah istriku, dan satusatunya perempuan yang sangat aku cintai , tidak pernah terpikirkan sedikitpun, bahwa aku akan meninggalkanmu. Dan mendapatkan keturunan dari wanita lain itu tidak akan pernah sampai kapanpun"

__ADS_1


"Itu bukan alasan untuk berbohong! Aku adalah perempuan yang tidak sempurna, lebih baik kamu mencari perempuan lain, yang bisa memberikanmu anak. Mama juga sudah ingin mendapatkan cucu dari kamu, tapi nyatanya, aku tidak bisa memberikan itu semua" ucap Daisy dengan air mata yang sudah tidak mampu lagi ia mendung.


Ia merasa kecewa dengan sang suami yang sudah membohongi nya.


Daisy merasa sedih, bukan bukan karena ia tidak bisa mengandung atau memberikan Faklan keturunan, akan tetapi kebohongan yang disembunyikan oleh faklan lah yang membuat Daisy merasa sakit dan kecewa terhadap sang suami.


Yang sudah memberikan laporan palsu, bahwa sang istri dalam keadaan sehat. Itu semua hanya kebohongan semata, agar tidak merasa sedih. Hal inilah yang membuat Daisy sangat kecewa dan marah terhadap Faklan.


"Mau kamu hamil ataupun tidak, bagiku sama saja, kamu adalah perempuan hebat. Jangan pernah berpikir dan berkata seperti itu lagi, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melakukan itu meskipun kamu yang memintanya" ucap Faklan dengan nada bicara yang lembut, saat ini ia mengaku salah. Tujuan nya ia melakukan hal ini, agar Daisy tidak merasa sedih. Tapi nyatanya perempuan itu bisa tahu kebohongan yang di sembunyikan nyam


"Tapi aku hanya perempuan mandul yang tidak bisa memberikan kamu gelar seorang ayah, aku tidak bisa membiarkan semua itu. lebih baik kamu mencari perempuan lain, yang bisa memberikan gelar kamu seorang Ayah" Daisy berkata sambil menangis, karena ia merasa jadi perempuan yang tidak berguna. Bahkan ia tidak mampu memberikan kebahagiaan untuk suaminya.


Faklan tidak memberikan jawaban apapun Ia hanya diam lalu membawa sang istri ke dalam dekapannya, Faklan sudah tahu, meskipun ia berbicara seperti apa, dan menolak keras keinginan Daisy pasti perempuan itu akan terus memintanya untuk mencari perempuan lain.


Jadi, bagi Faklan lebih baik diam, untuk saat ini, tidak berkomentar apapun dengan permintaan sang istri. Faklan Memeluk erat tubuh sang istri yang sedang menangis tersedu-sendu, ia bisa merasakan perasaan istrinya pada saat ini Kecewa marah Itu sudah pasti. Daisy meluapkan amarah dan kecewanya terhadap sang suami, meskipun ia marah akan tetapi berada di dalam pelukan sang suami itu ternyata memberikan kenyamanan. Setelah cukup lama, keadaan Daisy sudah mulai tenang.


"Maafkan Aku, tidak ada maksud untuk menyakiti perasaan mu. Bersama siapa pergi ke dokter lainnya? " Faklan berusaha untuk meminta maaf, dan menanyakan sang istri bersama siapa pergi nya.


Perempuan itu tidak menjawab, ia diam dan berusaha untuk menenangkan hatinya.


Setelah cukup lama, dan Daisy sudah merasa lebih tenang. Rasa ngantuk pun mulai menguasai perempuan itu, hingga pada akhirnya tidur di dalam pelukan sang suami. Faklan pun membaringkan tubuh sang istri di atas tempat tidur, karena nggak mungkin juga tidur dalam keadaan duduk. Setelah di rasa bahwa sang istri sudah nyaman di posisi tidur nya, Faklan perlahan turun dari atas tempat tidur. Ia akan berganti pakaian dengan piyama, sebab ia tidak terbiasa tidur dengan mengenakan pakaian seperti yang di pakainya pada saat ini.


Setelah selesai dengan ritualnya, Faklan dengan perlahan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar. Ia berniat untuk menemui sang mama, langkah demi langkah Faklan berjalan melewati lantai marmer yang terpasang di rumah ini.

__ADS_1


Suasana rumah semakin sepi, mungkin semua orang sudah tertidur atau sibuk dengan aktivitas malam nya.


Hingga pada akhirnya Faklan sudah samapai di depan pintu kamar sang Mama, Ia akan mengutuknya akan tetapi pintu kamar terbuka secara tiba-tiba. Hal itu membuat Faklan kaget dengan penampakan yang ada di hadapan nya.


__ADS_2