
Pagi Hari
Farwa selalu di sibukan dengan rutinitas nya, kali ini ia tidak terlalu fokus terhadap pekerjaan entah apa yang ada di pikiran nya. Beberapa hari ini, ia teringat terus terhadap Argani padahal dua tahu telah berlalu. Kenapa sekarang rasa rindu itu begitu besar, sehingga ia tidak mampu mengendalikan nya semua yang terlihat itu tentang Argani. Bahkan Farwa berfikir apakah ia sudah gila, sebab yang ada di pikiran nya hanyalah Argani.
Farwa berusaha untuk menolak rasa yang bergejolak di dada, akan tetapi semakin ia ingin melupakan maka rasa itu semakin jelas terasa.
Apakah karena rasa cinta dan penyesalan nya begitu besar untuk Argani. Terkadang Farwa berpikir kenapa rasa cinta muncul saat Argani di ujung kemarin, andai ia bisa mengulang waktu maka ia akan memberi Argani cinta lebih awal. Sayangnya waktu tidak bisa di ulang kembali, penyesalan hanya penyesalan.
"Bu nanti siang aku mau bawa Argani main ke luar, sudah lama juga dia di kurung terus! " kata Farwa sambil merapikan alat masak yang telah di gunakan.
"Mau pergi sama siapa? "
"Berdua saja! nggak apa-apa kan aku pergi? " tanya Farwa sambil melirik ke arah sang ibu yang masih sibuk dengan masakan.
"Bukan nya nggak boleh, setidaknya ada yang nemenin kamu pergi. Kalau begitu minta temenin Yeten atau Yayan dia kan lebih tahu daerah sini juga" jawab sang ibu, ia mengkhawatirkan Farwa jika hanya pergi berdua bersama sang cucu. Bukan karena ia tidak percaya dengan Farwa hanya saja terkadang Farwa itu melamun, Zulaikha takut jika Argani junior sampai di lupakan Farwa karena asik melamun jadi lebih baik berjaga-jaga.
"Kenapa seperti itu sih bu, aku juga bisa jaga anak ku sendiri! "
"Bukan seperti itu, kalau salah satu di antara mereka ikut jadi kamu ada teman untuk mengobrol saat berada di sana biar nggak jenuh" jawab sang ibu dengan nada bicara perlahan agar Farwa tidak tersinggung nantinya.
"Ya sudah kalau begitu, aku pergi di temani Yeyen aja yah. Lagian dia bisa bawa motor kan! jadi bisa pergi naik motor saja nggak perlu naik taxi, mungkin itu sangat menyenangkan" kata Farwa sambil tersenyum tipis.
"Iya, kan lebih seru kalau ada temannya. Ibu juga ingin pergi bersama kalian sayang waktunya kurang tepat" kata Zulaikha sambil tersenyum menatap lekat wajah Farwa, yang dari kemarin terlihat sangat gelisah entah apa yang di pikiran sang putri. Jika di tanya pun pasti jawaban nya tidak tahu, itulah Farwa orang nya susah untuk terbuka apa yang ada di dalam hatinya. Terkadang Zulaikha sebagai orang tua tidak mampu memahami sang putri.
"Ya, sudah kalau begitu aku pergi ke kamar dulu mau bangunin Argani dulu. Setelah itu bersiap untuk pergi, mumpung masih belum terlalu siang lagian ini hari minggu pasti ramai sekali di tempat itu. Banyak anak-anak juga, pasti Argani lebih senang bisa datang lagi ke tempat itu" Farwa berkata, sambil melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan dapur dan menuju kamar.
Setelah kepergian Farwa, Zulaikha pun meminta Yeyen untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya karena setelah ini ia akan menemani Farwa untuk pergi ke luar.
Yeyen pun dengan gerakan cepat untuk segera menyelesaikan nya, agar tidak di tunggu oleh Farwa.
Waktu bergulir begitu cepat, Farwa sudah turun dari kamarnya dengan mengendong sang putra semata wayangnya.
Ia hari ini akan bermain di luar agar, Argani tidak merasa bosan selalu berada di dalam rumah terus. Kali ini Farwa akan membuat Argani kecil merasa puas bermain di alam terbuka.
"Yen apakah kamu sudah siap untuk pergi? " tanya Farwa sambil berdiri tak jauh dari Yeyen.
"Sudah, Bu... ini hanya tinggal sedikit lagi! " jawab Yeyen sambil tersenyum dan menghentikan aktifitas nya.
"Ayok kita berangkat sekarang mumpung belum panas juga! "
"Kita pergi ke mana bu? " tanya Yeyen yang belum mengetahui mereka akan pergi ke mana.
__ADS_1
"Ke mana saja, yang penting ada tempat bermain untuk anak-anak dan nyaman"
"Baiklah kalau begitu kita pergi ke tempat wisata yang baru di buka beberapa minggu lalu, masuk nya juga promo bu. Katanya tempat nya sangat nyaman dan bagus lah untuk selfie juga" kata Yeyen sambil tersenyum tipis.
"Dasarnya saja kamu itu ratu selfie"
"Yah, bagaimana Bu namanya juga mengabadikan momen yang sangat berharga. Belum tentu juga esok atau lusa bisa datang lagi ke tempat itu, atau mengulang masa yang telah berlalu. Tapi kan kalau ada bukti dan photo pasti kita tidak akan pernah melupakan momen tersebut"
"Iya deh terserah kamu, eh kita perginya naik apa? "
"Naik motor saya saja bu, kebetulan nggak di pakai juga. Tapi motornya butut nggak apa-apa kan bu? " tanya Yeyen.
"Ya nggak masalah, tapi nanti Yayan pulang bagaimana? "
"Ya nanti pulang bareng saya lah, memangnya kita mau menginap di sana? "
"Iya juga yah, sampai lupa kalau kita juga sore akan pulang" jawab Farwa sambil tertawa kecil.
Ketika Farwa dan Yeyen sedang berbicara, datang Zulaikha dari arah dapur.
"Aihh, cucu nenek ternyata udah ganteng. Menang nya mau pergi ke mana? " tanya Zulaikha sambil mendekat ke arah Argani kecil.
"Aku mau pergi jalan-jalan, Nek. Bersama ibu. Apakah Nenek mau ikut pergi bersama kami? " jawab Argani kecil dengan nada bicara khas anak kecil.
"Biar kakak saja yang jaga, terus Nenek ikut"
"Kakek kan nggak bisa masak, nanti kalau makanan nya abis terus ada yang makan di sini bagaimana"
"Oh iya kenapa aku bisa lupa kalau kakek itu nggak bisa masak" jawab Argani kecil sambil menepuk jidatnya.
"Ya sudah, pergilah jangan lupa hati-hati! nanti saja lain kali baru nenek ikut" kata Zulaikha sambil mengusap pipi anak kecil yang sangat menggemaskan itu.
"Bu, aku pergi sekarang yah. Mungkin pulang nya agak sore" kata Farwa.
Setelah berkata seperti itu, Farwa melangkahkan kakinya untuk segera keluar bersama Yeyen.
Ketika sudah berada di luar, mereka langsung naik ke atas motor yang akan mengantarkan ke tempat tujuan.
Yeyen memang sudah ahli dalam berkendara, Farwa pun tidak merasakan ketakutan saat di bonceng. Anak kecil seperti Argani malah merasakan hal yang luar biasa saat di bawa keluar dengan mengendarai motor.
"Bu, nanti kalau aku sudah besar ingin naik motor seperti orang itu" kata Argani sambil menunjuk salah satu pengendara motor yang sama-sama berhenti saat mereka berhenti di lampu merah.
__ADS_1
"Iya, pasti anak ibu terlihat semakin ganteng jika mengendarai motor besar itu" jawab Farwa sambil mengelus kepala anak kecil yang sudah membuat nya bertahan sampai di titik ini.
Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Belum juga turun dari kendaraan, Argani sudah tidak sabar untuk segera masuk ke area bermain.
Akhirnya Farwa dengan terburu-buru segera masuk meninggal Yeyen yang masih berada di tempat parkir.
Setelah berada di area bermain, Argani dengan penuh kegembiraan langsung bermain dan bergabung bersama anak yang lain. Memang Argani kecil mudah sekali untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Farwa duduk di salah satu bangku yang ada di sana mengawasi sang putra yang sedang bermain, ia terus menatap wajah anak kecil yang telihat sangat bahagia.
Ternyata untuk membuat Argani bahagia tidak harus pergi ke tempat mewah atau mahal, hanya di bawa ke tempat seperti ini juga anak itu sudah mampu bahagia.
Yeyen sudah berada di dekat Farwa, ia duduk di samping ibu muda yang sedang fokus menatap putra.
Waktu begitu cepat berlalu, Argani pun sudah merasa lelah dengan permainan ini. Ia meminta sang ibu untuk pindah ke permainan selanjutnya, akhirnya mereka pindah ke tempat lain.
Setelah puas dengan permainan satu maka Argani akan pindah ke permainan yang lain, begitu terus sampai waktu sudah hampir sore.
Yeyen juga sudah merasa lelah terus menuruti apa yang di minta oleh bos kecilnya, kalau tidak di turuti.
"Bu, tunggu sebentar yah! aku beli minum terlebih dahulu" kata Yeyen.
Setelah berbicara seperti itu, ia langsung bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Farwa yang sedang duduk, sedangkan Argani kecil sedang bermain bersama anak yang lain.
Di saat Farwa, sedang duduk dan menap putra yang sedang asik.
Tiba-tiba pandangan teralihkan dengan seorang lelaki yang baru saja melintas sambil menggandeng seorang perempuan, ia langsung bangkit dan mencari keberadaan orang tersebut. Meninggalkan Argani kecil begitu saja, Farwa terus berjalan mencari-cari orang yang baru saja di liatnya. Akan tetapi ia tidak mampu menemukan nya padahal sudah berjalan jauh.
"Apakah ini hanya halusinasi atau memang benar, astaga apakah sekarang aku sudah gila sehingga apa yang ku lihat itu semua tentang nya" batin Farwa sambil menarik nafas panjang.
Akhirnya Farwa pun terus melanjutkan langkah nya untuk mencari kebenaran, ia orang yang sangat pemasaran sekali. Jika belum menemukan hasil nya, maka dia akan mencari tahu terus.
Yeyen telah kembali setelah membeli minum, akan tetapi dari kejauhan ia tidak melihat keberadaan Farwa. Ia berjalan dengan cepat karena melihat orang yang berada di sana sedang berkerumun, ia penasaran dengan apa yang terjadi.
Yeyen menerobos masuk terhadap kerumunan orang, betapa terkejut nya melihat keadaan Argani sudah berlumur darah di kepala nya.
Dengan gerakan cepat Yeyen langsung mengambil Argani dari gendongan seorang ibu-ibu yang sedang berusaha menghentikan pendarahan nya.
Yeyen sambil gemetar berteriak meminta tolong untuk segera di antar ke klinik kesehatan terdekat.
__ADS_1
Akhirnya ada seorang ibu-ibu yang menawarkan untuk mengantarkan mereka, Yeyen tanpa pikir panjang langsung membawa Argani sambil mengikuti orang tersebut tanpa memperdulikan Farwa yang entah pergi ke mana.