Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 163


__ADS_3

"Ha-hantu! " teriak Faklan.


Faklan langsung berlari menjauh dari kamar sang Mama, karena ia melihat hantu yang baru saja keluar dari kamar.


"Hei, anak nakal, mau lari ke mana kamu? ini bukan hantu, tapi mama" teriak bu Ratih sambil memanggil anaknya yang lari terbirit-birit.


Faklan berhenti sejenak saat mendengar suara sang mama, lalu ia menatap lekat seorang perempuan yang berjalan mendekatinya, dengan wajah yang hitam, dan rambut yang terurai, faklan kira itu adalah hantu yang ada di kamar sang Mama.


"Kenapa kamu lari ?" tanya bu Ratih, saat sudah dekat bersama Sang putra.


" Seharusnya aku yang bertanya,kenapa wajah mama seperti itu? Aku pikir itu adalah sebuah hantu, penunggu kamar mam. Lagian ngapain tengah malam wajah hitam, rambut diurai seperti itu " kata Faklan sambil menatap lekat wajah sang Mama yang hitam seperti hantu.


"Astaga, Kamu ini bagaimana sih. Ini masker kecantikan, untuk mengencangkan kulit wajah Mama, masa iya di rumah ini ada hantu, kamu itu aneh aneh saja. " jawab bu Ratih sambil menatap lekat wajah putra yang yang menatap nya aneh.


"Mana aku tahu, itu adalah masker kecantikan, lagian Daisy tidak pernah memakai masker berwarna hitam seperti itu, bikin takut orang saja" ucap Faklan.


" Ada apa kamu datang ke kamar mama? biasanya juga tidak pernah, Kangen ya? seharian nggak ketemu. " bu Ratih, sambil tersenyum tipis, menatap wajah sang Putra yang masih terlihat kesal terhadap dirinya.


"Aku mau bicara sesuatu sama mama, terus ini ngapain keluar kamar dengan penampilan seperti ini mau nakut-nakutin orang yang ada di rumah ini, pasti Mayang juga akan takut, Kalau melihat mama dalam keadaan seperti ini. " kata Faklan sambil menatap sang Mama dari atas kepala hingga ujung kaki.


"Mama haus, dari tadi telepon ke dapur nggak ada yang menjawab, makanya keluar dari kamar ingin mengambil minum. Apakah kamu bisa membantu Mama mengambilkan minum di dapur ?" bu Ratih tersenyum tipis ke arah sang Putra


"Baik ma, aku ambil minumnya sekarang! yang dingin atau hangat? sekarang Mama masuk ke dalam kamar, sebelum ada orang yang melihatnya, mungkin mereka akan lebih ketakutan lagi daripada aku, jangan bikin heboh rumah ini" ucap Faklan terhadap sang Mama, ia juga memerintahkan sang Maka untuk masuk kembali ke dalam kamar, sebelum ada orang lain yang melihatnya dalam keadaan seperti ini.

__ADS_1


"Baiklah Mama tunggu di kamar, jangan lupa air minumnya yang hangat, Mama nggak pernah minum air dingin."bucap bu Ratih, setelah berbicara seperti itu, ia melangkahkan kakinya kembali untuk masuk ke dalam kamar, Sedangkan faklan langsung menuju dapur untuk mengambil minum, sesuai dengan permintaan sang mama.


Setelah beberapa saat Faklan sudah sampai di dapur ia mengambil air lalu ia kembali untuk masuk ke dalam kamar sang mama, dan menyerahkan minum, sesuai dengan apa yang diminta oleh sang mama.


Faklan sudah kembali dan sekarang sudah berada di kamar sang Mama, ia duduk di salah satu sofa yang berada di sana sambil menatap lekat wanita yang sudah melahirkannya. Ternyata perempuan itu sudah tidak lagi muda, dan kulit kulitnya juga sudah mulai keriput.


" Ma untuk apa sih menggunakan benda semacam itu nggak mau terlihat tua ? "tanya faklan terhadap sang mama


"Ya tidak ada salahnya Mama merawat kulit Mama, Siapa lagi yang akan merawatnya, kalau bukan mama sendiri. " jawab bu Ratih sambil terus membersihkan masker yang ada di wajahnya.


"Menurut aku mau keriput atau apapun kulit Mama tetap Mama adalah perempuan yang paling cantik di dunia ini, tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikanmu" ucap Faklan sambil menata perempuan yang ada di hadapannya.


"Jangan bicara seperti itu sama Mama, nanti istri kamu cemburu mendengar kamu memuji Mamanya, perempuan yang paling cantik untuk saat ini adalah istri kamu bukan mama " jawab bu Ratih, dan ia terus sibuk dengan aktivitas sebelum tidurnya.


"Oh, iya ada masalah apa? nggak biasanya juga datang menemui mama di malam hari" tanya bu Ratih, sambil menatap wajah sang Putra dengan lekat. Lalu ia mendekati sang Putera dan duduk di samping nya.


" Ma Apa aku salah telah berbohong sama Daisy? " kata Faklan sambil menundukkan pandangannya


"Memangnya kamu membohongi apa?" tanya Ratih ingin tahu, apa yang disembunyikan oleh sang Putra.


"Aku telah membohonginya, soal hasil tes kesehatan. Beberapa bulan lalu. Tapi itu tujuannya, agar dia tidak merasa sedih. Aku tidak ingin perempuan yang sangat aku cintai itu sedih. Tapi nyatanya dia mengetahui semuanya sendiri, sekarang dia marah dan karena menyembunyikan keberadaan. Dan tadi, dia memintaku untuk menikah lagi, karena dia merasa perempuan yang tidak sempurna." kata Faklan dengan nada bicara yang lembut, ia tidak mampu jika harus menikah lagi, dan menduakan cinta Daisy.


"Kenapa kamu menyembunyikannya dari dia, Daisy perempuan yang hebat, dia mampu menerima apapun, jika itu sumbernya dari hasil pemeriksaan yang kalian lakulan. Jangan seperti ini, jelas dia marah karena kamu telah membohonginya, padahal mama tidak pernah mengungkit anak atau cucu, dengan kehadiran kalian saja sudah bahagia, sudah cukup bagi Mama tidak akan pernah menuntut apapun dari kalian. Kalau mama ada di posisi Daisy, Mama juga pasti akan marah jika dibohongi seperti ini. Kenapa kamu tidak memikirkan, sebelum melakukan sesuatu? Seharusnya kamu itu banyak pertimbangan, bagaimana perasaannya!" jawab bu Ratih karena, ia juga pasti akan marah, jika di posisi Daisy dibohongi oleh suaminya.

__ADS_1


"Aku tidak mau dia merasa sedih dan terpuruk, ketika mengetahui bahwa dia lah sumber masalah, kita tidak memiliki anak. Hanya inggak mau membuat dia sedih " ucapkan pakan dengan raut wajah yang sedih m


"Iya Mama tahu, kamu itu sangat sayang sekali dengan istri kamu, tapi tidak dengan cara berbohong, juga, antara suami dan istri itu, tidak harus ada yang disembunyikan, apapun, itu, karena kalian berdua akan saling melengkapi dan saling menguatkan, jika salah satu di antara di antara Kalian ada yang tidak baik baik saja. Mama juga tidak bisa menyalahkan kamu begitu saja, mungkin alasan kamu karena terlalu sayang sama Daisy tapi sebagai perempuan sebagai istri juga Daisy tidak mau dibohongi seperti itu, paham kan! maksud Mama " kata bu Ratih dengan nada bicara yang lembut. Ia tidak ingin ada permasalahan di dalam rumah tangga sang Putera, sudah cukup kehidupan mereka terlalu rumit jadi saat nya sekarang untuk bahagia.


"Iya, aku tahu aku salah, tapi aku tidak mau jika harus menikah dengan perempuan lain. Menuruti keinginannya seperti itu, menurutku itu ide yang sangat gila. Mama kasih pengertian sama dia nanti, ada ataupun tidak seorang anak, aku tidak akan pernah sanggup untuk mengkhianati cintanya. " ucap Faklan.


Cintanya terhadap Daisy begitu besar, karena dia selalu memposisikan perempuan adalah segalanya. Dia selalu berpikir Daisy itu perempuan yang luar biasa, yang harus di sayangi, dan harus dia cintai, sampai kapanpun, ia tidak akan pernah membuat hati perempuan itu merasa terluka, meskipun ketidaksengajaan nya saat ini ia telah melukai perasaan istrinya. Sungguh itu tidak ada niatan untuk menyakiti hatinya, hanya saja rasa cinta dan sayangnya terhadap sang istri sampai ia bisa nekat melakukan dan memalsukan sebuah kebenaran yang seharusnya tidak ia lakukan.


"Nanti besok akan Mama beri pengertian sama dia, tapi mulai saat ini, tidak akan ada lagi yang kamu sembunyikan dari istri kamu, Mama tahu, perasaan Daisy saat ini, pasti sakit dan kecewa sama kamu, dengan teganya kamu melakukan itu!sekarang kembalilah ke kamarmu temui istrimu. Peluklah dia walaupun perempuan itu sangat marah dan kecewa, ketika berada di dalam pelukan suaminya, itu, jauh lebih tenang. Pergilah! " perintah bu Ratih terhadap sang Putera.


Seharusnya laki-laki itu lebih peka terhadap perasaan seorang perempuan, meskipun sang istri sedang marah dan kecewa terhadap suami, jangan pernah sedikit saja seorang suami meninggalkan sang istri. Bahkan saat istri sedang marah seharusnya laki-laki ada di sampingnya, memeluk tubuhnya dan mengusap kepalanya. Marah nya perempuan itu ingin di mengerti di perhatikan. Bagi sebagian kaum laki-laki tidak memahami akan hal itu.


Lihatlah wajah perempuan yang sedang marah, ketika berusaha untuk tidur, dan memejamkan mata, pasti itu adalah hanya sebuah alasan untuk tidur, padahal hatinya masih menangis dan menjerit kesakitan, hanya sebagian laki-laki yang paham wkan hal itu .


Setelah mendapatkan perintah dari sang Mama untuk kembali ke kamarnya, akhirnya faklan pun bangun dari duduknya lalu melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari dalam kamar sang Mama.


Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di kamarnya, dengan perlahan tangan nya bergerak membuka pintu kamar lalu pintu sudah terbuka terlihat dengan jelas perempuan yang sangat ia cintai sedang tertidur dan menutup sebagian tubuhnya dengan selimut.


Faklan melangkah kan kakinya dengan perlahan, mendekat ke arah sang istri. Ia tatap lekat wajah perempuan itu, dan benar saja, apa yang dikatakan sama, ternyata di balik tidurnya itu, ada air mata yang terus mengalir.


Faklan duduk di sisi tempat tidur sambil memperhatikan wajah sang istri lalu ia gerakan tangannya dan mengusap air mata itu.


"Sayang, berhentilah menangis, Maafkan aku atas semua kesalahan, aku berjanji tidak akan pernah membuatmu menangis seperti ini lagi." Faklan menghapus air mata sang istri lalu ia mengusap rambut , faklan mengecup kening nya, Lalu naik ke atas tempat tidur, ia peluk tubuh kecil. Sungguh ia merasa sangat bersalah terhadap sang istri.

__ADS_1


Ia terus mendekap tubuh sang istri, hingga pada akhirnya ia juga tertidur pulas.


__ADS_2