Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 151


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, kejadian demi kejadian yang membuat ke salah faham terselesaikan. Mereka hidup dengan damai, dan saling mengasihi antara satu dengan yang lainnya.


Hari yang mereka tunggu sudah tiba, saatnya mereka datang ke tempat acara, di mana mereka akan mengadakan pesta peresmian hotel, yang sudah direncanakan sejak lama.


Persiapan yang dilakukan oleh Adnan dan beserta orang-orang yang dipercayainya untuk mengurus pesta adalah sudah sempurna.


Seluruh anggota keluarga akan datang ke tempat ini menghadiri hati dan cintanya untuk acara ini, karena ia akan melamar gadis pujaannya di acara Puncak nanti malam, makanya ia mengundang seluruh anggota keluarga, dan kerabat terdekatnya untuk menghadiri acara tersebut, agar menyaksikan dirinya melamar seorang gadis yang selama ini ia impikan.


" Aku akan pergi terlebih dahulu, dengan sopir. Kalian nanti menyusul saja menggunakan kendaraan yang berbeda! "ucap dan sambil terburu-buru keluar dari rumah, meninggalkan Radit dan juga anggota keluarga yang lainnya.


"Kenapa harus pergi terlebih dahulu, kita kan satu keluarga barang-barang. Jadi kita hanya menggunakan dua kendaraan saja, untuk pergi ke sana, kalau semua orang menggunakan kendaraan bikin macet jalanan saja" jawab Radit terhadap sang kakak.


Karena tidak seharusnya juga menggunakan kendaraan yang banyak, hanya menambah kemacetan di jalanan saja, itu yang ada di pikiran Radit.


"Bukan seperti itu, Aku masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, jika berangkat bersama kalian nanti susah. Pulangnya juga nggak mungkin bareng dengan kalian, Makanya lebih baik kalian menggunakan kendaraan yang berbeda. Dan saya menggunakannya sendiri " Adnan menimpali ucapan sang adik sambil terus berjalan cepat untuk segera keluar rumah.


" Biarkan saja sih Mas, lagi pula kan biasanya kita juga pergi masing-masing. Untuk apa juga kamu memaksakan kak Adnan untuk bersama kita, dia Mungkin saja mau menjemput Mayang terlebih dahulu untuk datang ke acara itu. Kamu ini kayak nggak pernah jatuh cinta saja" ucap Farwa Sambil menatap lekat wajah suaminya yang menatap kepergian sang kakak begitu saja.


"Dasarnya saja, dia itu selalu mempersulit diri sendiri" jawab Radit sambil merapikan pakaiannya. mereka semua menggunakan pakaian dengan warna yang Senada.


Semua itu sudah dipersiapkan oleh Adnan, Entah mengapa laki-laki itu menyiapkan seluruh pakaian anggota keluarganya. Bahkan Farwa saja merasa heran, mengapa sang kakak mempersiapkan ini semua. Padahal ini hanyalah sebuah pesta, Mereka juga mempunyai gaun yang akan digunakan di sana. Kenapa juga sang kakak harus mempersiapkan ini semua, dengan warna yang Senada. Termasuk juga keluarga Faklan, Ia yang menyiapkannya. Mereka semua bertanya tanya. Ada apakah ini? sehingga Adnan mempersiapkan ini dengan sempurna.


Radit pun sudah selesai bersiap, Begitu juga dengan Farwa, terlihat sangat cantik, dengan balutan gaun yang diberikan oleh sang kakak, dengan riasan tipis di wajahnya. Karena selama ini Farwa tidak suka berdandan, ketika berdandan dia terlihat sangat cantik dan paling sekali.


" Kenapa kamu itu terlihat sangat cantik sekali hari ini? andai saja Setiap hari aku menatapmu seperti ini, maka aku tidak akan pernah mau keluar rumah, meninggalkan Istriku yang cantik bagaikan bidadari. " Radit berkata sambil mendekati sang istri, lalu merangkul pinggang nya yang rampung.


Radit merayu sang istri dengan kata-kata manisnya


" Jadi, selama ini, aku tidak terlihat cantik di matamu? " jawab parwa sambil mengejutkan bibirnya, ia merasa aneh dengan perkataan sang suami, karena selama ini Radit jarang sekali mengucapkan kata kata cinta, dan memuji dirinya, bahwa ia adalah cantik, Entah mengapa hari ini ia menjadi laki-laki yang suka menggombal.


" Bukan tidak cantik, hanya saja hari ini tampilanmu lebih cantik dari biasanya. Sehingga aku tidak rela membawamu pergi keluar rumah, dan dilihat banyak laki-laki di sana.!" jawab Radit, sambil tersenyum manis, dan menatap sang istri dengan penuh cinta dan kasih sayang. Lalu ia mendekatkan wajahnya terhadap wajah sang istri


"Gombalanmu itu mas, tidak mempan bagiku. Siapa juga yang mau melirik istri orang, yang sudah punya anak pula. Jangan aneh aneh deh! " Farwa berkata sambil mendorong tubuh suaminya agar menjauh, sebab ini sudah menunjukkan sinyal bahaya.


"Justru istri orang itu, selalu terlihat cantik di mata laki-laki lain. Makanya aku tidak rela, wajah cantik mu di nikmati banyak orang" ucap Radit, setelah itu ia mencium bibir sang istri sekilas. Radit tidak bisa untuk melewati nya, karena terlalu menggoda.


"Astaga, Mas... lipstik ku rusak"


"Ini sebuah vitamin agar nggak ngantuk di perjalanan" jawab Radit sambil tersenyum tipis menatap wajah sang istri.


"Ayo kita cepat berangkat! Nanti terlambat datang ke tempat acara, biasanya kan Jalanan macet jika waktu seperti ini! " ajak Farwa terhadap sang suami untuk segera pergi ke tempat acara.


" Bagaimana kita berangkat, ibu sama ayah saja belum keluar kamar. Sedangkan jagoan kecil masih di belakang, bersama bi Nun Coba panggil dulu mereka!" Radit memerintahkan sang istri, untuk memanggil kedua orang tuanya.


Farwa melangkahkan kakinya meninggalkan sang suami yang masih berdiri di ruang tengah, untuk segera menemui kedua orang tuanya dan mengajak sang jagoan kecilnya untuk segera berangkat ke tempat pesta.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Radit menunggu sang istri memanggil anggota keluarga yang lainnya, akhirnya mereka semua datang dengan tampilan mereka yang paling baik untuk hari ini. Dan semuanya sudah siap untuk segera berangkat.


" Ayo, kita berangkat sekarang!" ajak Radit terhadap semuanya.


" Iya " jawab mereka secara bersamaan.


Akhirnya seluruh anggota keluarga melangkahkan kakinya keluar rumah, dan segera menuju kendaraan yang akan mereka tumpangi, untuk sampai di tempat Acara.


Radit mempersilahkan sang ayah mertua untuk duduk di kursi depan , sedangkan dirinya duduk di belakang kemudi. Istri dan anaknya, beserta ibu mertuanya, duduk di kursi penumpang.


Kali ini mereka tidak menggunakan sopir pribadi, karena Radit sendirilah yang akan mengemudiKannya.


Mereka semua sudah berada di dalam kendaraan, Radit sudah siap melajukan kendaraannya. Lalu Radit menginjak gas dengan perlahan, kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang, dan meninggalkan area pekarangan rumah.


Sepanjang perjalanan pun jagoan kecil selalu banyak tanya ia selalu bertanya apapun yang ia lihat, selama di perjalanan itu bahkan sang Ibu pun merasa capek menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari bibir sang jagoan kecilnya.


Hingga pada akhirnya Farwa terdiam, dan mengarahkan sang putra untuk bertanya kepada Ayahnya.


"Ayah, kenapa sih, ibu itu kalau aku banyak tanya, dia selalu bilang anak cerewet, kan aku pengen tahu"kata Argani kecil, sambil mengerucutkan bibirnya.


" Ibu bilang seperti itu, karena dia tidak mempunyai jawaban atas semua pertanyaanmu, kalau ibu berbicara seperti itu, kamu tanya sama Ayah, pasti Ayah tahu jawaban apa yang kau tanyakan, Syah kan lebih pintar dari ibumu. " Radit sambil fokus ke jalanan, akan tetapi ia selalu menjawab pertanyaan Sang putra.


Hal itu membuat Argani kecil, bertanya terhadap sang Ayah. Karena sang ibu engan untuk menjawab semua pertanyaan nya.


Radit pun selalu punya jawaban dari setiap pertanyaan yang ia keluarkan dari bibir jagoan kecil nya.


"Bukan begitu juga konsepnya. Ibu, hanya malas saja menjawab pertanyaanmu, yang terlalu banyak" jawab Farwa sambil menatap jagoan kecil yang cepat sekali pertumbuhan nya, Argani kecil juga mempunyai kecerdasan yang luar biasa Sehingga akan kewalahan menjawab semua pertanyaan darinya termasuk sang ibu.


...****************...


Di kediaman Faklan


Mereka semua sudah siap untuk berangkat ke tempat tujuan, Daisy dan juga Mayang sudah siap untuk pergi. Begitu juga dengan Ratih yang sudah berdandan rapi, untuk segera berangkat.


Akan tetapi, tiba-tiba Faklan merasa sakit perut, akhirnya mereka menunggu laki-laki itu untuk keluar dari toilet.


"Faklan seleranya bagus juga ya, Mama dibelikan baju seperti ini, dia itu tahu dari mana kalau Mama suka menggunakan baju-baju seperti ini?" tanya bu Ratih, sambil melirik pakaian yang ia kenakan, ternyata memang sangat bagus.


Semua pakaian yang digunakan keluarganya adalah dibelikan oleh Adnan yang dititipkan terhadap Faklan.


Faklan sudah tahu, bahwa malam ini Mayang akan dilamar oleh Adnan hanya saja tidak memberitahu terhadap sang ibu.


Bahwa hari ini adalah hari spesial untuk keluarga mereka. Makanya mereka harus menggunakan pakaian yang Senada, harapan Adnan kedua keluarga akan terlihat sangat sempurna dengan penampilan seperti ini.


"Aku juga tidak tahu Ma, karena Faklan juga tidak mengajakku saat membeli pakaian ini! pas dia pulang, sudah membawa ini semua. Kata dia ada satu untuk mama, makanya aku langsung memberikannya pada Mama, waktu itu, cocok kan Mah, ukurannya?" tanya Daisy terhadap sang ibu mertua.

__ADS_1


"Iya, pas sekali ukurannya di badan mama, nyaman sekali bajunya dipakai. Dia itu beli di mana sih, sehingga Mama langsung jatuh cinta dengan bajunya" jawab sang Mama, Karena ia merasa nyaman sekali memakai baju yang dibelikan oleh sang Putra.


Entah karena bajunya yang memang bagus, atau yang membelikannya orang spesial.


"Kenapa Kakak lama sekali sih di toiletnya, Memangnya dia kenapa? " kata Mayang merasa kesal sekali, dengan sang kakak yang tidak kunjung keluar dari toilet.


Karena sudah terlalu lama menunggu, dari rumah ke tempat acara juga tidak dekat. Sehingga memakan waktu yang begitu lama nantinya di perjalanan, Mengapa sang Kakak lama sekali.


"Iya, Coba lihat dulu suamimu! mengapa dia belum juga keluar! " Ratih memerintahkan sang menantu, untuk melihat suaminya, Mengapa tidak keluar. Ratih khawatir, takut terjadi sesuatu dengan nya.


" Tunggu sebentar! aku akan melihatnya terlebih dahulu. Tidak biasanya juga dia lamalama di toilet seperti ini, seperti ada yang aneh" Jawab Daisy sambil bangkit dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya untuk segera pergi menuju kamar dan melihat keadaan suaminya lagi ngapain terlalu lama di sana.


Dengan langkah kakinya perlahan, Daisy menuju kamar. Di mana sang suami tidak kunjung keluar, hingga beberapa saat, ia sudah sampai di sana, dan mengetuk-ngetuk pintu toilet dan memanggil sang suami.


" Ada apa?" Daisy bertanya terhadap sang suami yang masih berada di dalam.


"perutku sakit "jawab Faklan di balik pintu


"Ya sudah, keluar dulu nanti kamu minum obat, masa iya nggak berangkat ke sana! Kamu sakit perut " ucap Daisy di luar.


"Iya, tunggu sebentar! ini lagi tanggung sakit banget perutnya"


Setelah cukup lama Daisy berdiri di depan pintu kamar mandi, akhirnya sang suami pun keluar dengan langkah tertatih, karena Faklan merasa lemas sekali dan perutnya terasa sakit yang sangat luar biasa.


"Kamu itu habis makan apa sih Mas? Bisa sakit seperti ini perutnya atau jangan-jangan kamu minum kopi nya terlalu banyak hari ini?" Daisy Bertanya terhadap sang suami, sambil menatap lekat wajah pucat-Nya.


"Bukan minum kopi, tapi makanan Rujak aku pengen makan itu dengan rasanya yang asam pedas" jawab Faklan, sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit.


"Sejak kapan kamu itu suka makan rujak, Mas? aneh aneh saja, sudah dibilangin jangan makan sembarangan."


"Ayo, sekarang kita berangkat, nanti mereka menunggu kedatangan kita di tempat acara" Falan berusaha untuk berjalan keluar dari kamarnya.


"Kalau kamu masih merasa sakit seperti ini, kita jangan pergi ke acara itu. Bilang saja sama kak Adnan kalau kamu lagi sakit, nggak mungkin juga ke sana, dengan keadaanmu seperti ini" Daisy tidak mau berangkat ke sana, jika keadaan suaminya seperti itu.


"Minum obat saja dulu nanti, setelah itu kita berangkat! ada sopir juga kan di sini, aku nggak harus mengemudikannya." jawab Faklan sambil mengajak sang istri untuk keluar dari kamar.


Ia segera pergi keluar kamar, Di sana ada obat-obatan juga yang sudah disediakan, untuk keadaan darurat seperti ini


Faklan meminum obat terlebih dahulu sebelum berangkat, Setelah itu mereka semua langsung bersiap dan berangkat ke sana.


Daisy mengingatkan sang suami untuk tidak berangkat ke sana kalau masih terasa sakit. akan tetapi Faklan terus memaksa untuk tetap hadir di acara tersebut. karena ia merasa tidak enak kepada Adnan kalau tidak hadir di acara tersebut. Padahal alasannya bukan itu, yaitu adik semata wayangnya akan dilamar oleh seorang laki-laki yang sudah tidak lagi muda. Akan tetapi mereka semua setuju jika Mayang menikah dengan Adnan.


Bagi mereka Adnan adalah sosok laki-laki yang bertanggung jawab dan penyayang. Meskipun pernah gagal di pernikahan yang pertamanya, itu semua bukan karena kesalahannya tetapi. Starla yang haus akan kekuasaan, Adnan yang tidak suka akan keserakahan, dan kekuasaan harta. Ia lebih memilih menceraikan starla, dan meninggalkan semua yang berhubungan dengan masa lalunya.


Adnan lebih memilih mengembangkan perusahaan yang ada di kota ini, dan melupakan bayang-bayang yang terjadi di masa lalu, Adnan berusaha hidup di masa sekarang. Tanpa ada lagi masa lalu, hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Mayang yaitu bawahannya yang bekerja di kantor pada saat itu ia sudah tertarik terhadap mayang pada pandangan pertama. Dari situlah ia mulai memberikan perhatiannya terhadap Mayang, meskipun selalu diabaikan oleh perempuan itu Adnan terus berusaha dan berjuang untuk mendapatkan hati gadis yang jauh berbeda umurnya.

__ADS_1


Bagi mereka semua perbedaan usia bukanlah halangan untuk menjadikan Mayang dan Adnan sebagai pasangan suami istri.


Walaupun Mayang tidak pernah menjawab kata-kata Cinta dari Adnan, akan tetapi perempuan itu juga tidak pernah menolak apa yang dikatakan oleh Adnan. Mereka bisa menyimpulkan bahwa Mayang juga memiliki rasa terhadap Adnan, akan tetapi gengsi untuk mengakuinya atau Mayang juga punya alasan lain untuk tidak memperlihatkan rasa cinta dan sayangnya kepada Adnan.


__ADS_2