Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 111


__ADS_3

Di kota lain.


Hadi dan Mayang sedang menemui seseorang, yaitu Kakak nya yang selama ini tidak di ketahui keberadaan nya.


Akhirnya mendapatkan titik terang, ini semua berkat bantuan dari Hadi.


Hari ini mereka akan menemui nya, dan mereka juga sudah membuat janji akan bertemu dan di sepakati oleh kedua belah pihak.


Mayang dan Hadi sudah berada di dalam kendaraan, di mana mereka akan pergi ke suatu tempat yang sudah di janjikan oleh mereka.


Hadi membawa sopir, Ia dan Mayang duduk di kursi penumpang sambil menikmati perjalanan yang di penuhi kecemasan. Mayang masih ragu dengan orang yang akan di temui nya. Ia takut orang tersebut hanya memanfaatkan sang ibu yang sangat merindukan sosok anak yang selama ini ia cari.


Selama di perjalanan pun mereka hanya saling diam, Hadi tidak berani untuk mengajak Mayang bicara. Ia hanya mencuri pandang, di mata Hadi. Mayang seorang perempuan mandiri dan pekerjaan keras, tapi Mayang juga hanya seorang perempuan yang terkadang berada di titik rapuh yang ingin ada seorang lelaki yang mampu menampung semua beban yang ada di hatinya. Jika di lihat sepintas, tidak ada kurang apapun dari Mayang. Akan tetapi di balik semua itu tersimpan banyak luka, ia pernah di hianati oleh seorang lelaki yang sangat ia percaya. Bahkan laki-laki itu sangat di cintai oleh Mayang, dan orang tersebut rela pergi meninggalkan Mayang setelah mendapat apa yang dia mau. Bahkan tabungan yang sudah mereka siapkan untuk pernikahan, malah di bawa pergi oleh orang tersebut. Bahkan Mayang juga yang telah mengangkat laki-laki itu di saat ekonomi nya terpuruk sampai berada di titik normal kembali, Mayang memberikan sebagian gajinya untuk laki-laki yang sangat ia cintai bahkan ia juga yang membantu laki-laki itu terlepas dari lilitan hutang. Akan tetapi laki-laki itu tidak tahu terimakasih, malah menyakiti Mayang dengan begitu kejam. Mayang terpuruk pada saat itu, akan tetapi ia masih mampu berfikir dengan baik. Bahwa semua yang terjadi atas kuasa Tuhan jadi ia tidak mampu menolak nya, hanya bisa menerima nya dengan ikhlas.


Setelah saat itu, Mayang menutup hatinya untuk siapa pun yang mendekat ke arahnya. Bahkan saat ini saja dekat dengan Hadi sebisa mungkin ia tidak mau membuka hatinya untuk laki-laki itu, akan tetapi Hadi selalu memberikan perhatian nya. Terkadang pendirian Mayang juga hampir goyah dengan perlakuan Hadi yang selalu memperlakukan nya bagaikan Ratu, meskipun selalu di lakukan secara sembunyi sebab di kantor Mayang hanyalah karyawan biasa.


Tanpa terasa waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang membawa mereka sudah berada di tempat yang di tuju.


Hadi turun terlebih dahulu, lalu ia membuka pintu dan mempersilakan Mayang untuk keluar. Kedua nya sudah berdiri di hadapan gedung, dengan penuh harapan ini adalah nyata bukan sebuah drama seperti yang sudah terjadi.


Hadi mengajak Mayang untuk segera masuk ke dalam ruangan, di mana mereka sudah memesan ruangan VVIP.


Setelah berada di dalam, Hadi dan Mayang langsung di arah kan ke sebuah ruangan. Dengan langkah perlahan, Mayang mengikuti Hadi dari belakang. Hingga pada akhirnya, mereka sudah berada di sebuah ruangan. Akan tetapi belum ada siapa pun di ruangan tersebut, bahkan Mayang merasa takut. Ia sempat berfikir bahwa ini hanya akal-akalan Hadi saja.


"Kenapa belum ada orang di tempat ini, apa jangan-jangan kamu membohongi ku? " tanya Mayang sambil menatap tajam wajah Hadi.


"Tunggu sebentar, mungkin terjebak macet. Ini di kota b bukan kota a yang tidak ada kemacetan, jadi perempuan itu harus sabar" jawab Hadi.


"Aku pernah jadi perempuan paling sabar, dan selanjutnya tidak akan lagi! " kata Mayang sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Setelah berbicara seperti itu, kedua nya pun saling diam. Tidak ada lagi yang mereka bicara kan karena bingung harus memulai nya dari mana.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya orang tersebut datang juga.


Berapa terkejut nya Faklan saat melihat orang yang berada di hadapan nya pada saat ini.

__ADS_1


"Kak, Adnan kenapa ada di sini? " tanya Faklan terhadap Adnan.


"Aku menemani nya untuk menemui seseorang, ia takut di terkam orang itu. Menurut kabar orang tersebut adalah buaya liar yang belum bisa di taklukkan" kata Adnan sambil tertawa kecil.


Akhirnya Mayang mempersilakan Faklan untuk duduk di tempat yang sudah tersedia, minuman dan makanan juga sudah tersedia di hadapan mereka.


"Kalau boleh tahu, ada permasalahan apa sehingga meminta ku untuk datang ke tempat ini. Menurut janji yang sudah kita sepakati, bahwa Nona Mayang tertarik ingin bekerja sama dengan perusahaan kami? " tanya Faklan sambil menatap Mayang.


"Sebenarnya ada hal yang lebih penting dari sebatas kerja sama, coba abang liat ini! Mungkin setelah itu akan mengerti dari pertemuan kita kali ini" jawab Mayang sambil menyerahkan amplop berwarna coklat di mana semua bukti sudah terkumpul dengan jelas di sana. Pahkan surat adopsi pun di sertakan di sana, bahwa Faklan memang bukan anak kandung dari pasangan Kardiman dan Komariah.


Faklan pun mengulurkan tangannya mengambil amplop tersebut, lalu dengan perlahan ia membuka amplop tersebut.


Setelah melihat isinya, Faklan terkejut dengan apa yang ada di dalam nya.


"Apa ini? ko photo aku waktu kecil ada di sini dan ini juga siapa yang sedang menggendong ku? tapi kenapa baru melihat nya, tapi photo ini persis banget dengan yang aku simpan tapi tidak ada mereka berdua hanya ada perempuan tua yang tidak terlihat jelas wajahnya karena sedang melihat ke arah lain!" kata Faklan sambil memperhatikan lembaran demi lembaran kertas bergambar tersebut, yang sudah pudar tapi masih bisa di kenali dengan baik.


"Itu adalah photo kakak ku waktu kecil dan ada juga photo ayah dan ibu di sana, coba di ingat apakah pernah bertemu atau mengingat orang tersebut? " tanya Mayang sambil memperhatikan raut wajah Faklan yang berusaha untuk mengingat sesuatu.


"Aku nggak ingat apapun, aku hanya punya photo yang mirip dengan ini! dan aku juga pernah mengalami kecelakaan yang sangat hebat pada saat itu usia ku baru lima tahun, cedera parah di bagian kepala sehingga aku tidak mampu mengingat kejadian sebelum kecelakaan" jawab Faklan sambil terus memperhatikan itu semua, bahkan perasaan Faklan seperti pernah berada di antara orang-orang yang ada di gambar tapi ia tidak mampu mengingat apapun.


"Ibu kandung, maksudnya apalagi lagi? "


"Jadi kita datang ke sini untuk memastikan bahwa kakak kandung Mayang yang selama ini di cari yaitu kamu, jadi ikut lah bersama Mayang untuk bertemu dengan ibunya. Mungkin dia yang akan menjelaskan nantinya, besok penyerahan resmi perusahaan di hadapan notaris. Mayang tidak mau, perusahaan itu jatuh ke tangan yang bukan haknya. Jadi dia memohon kepadamu agar bisa ikut bersama kami ke kota B" kata Adnan, ia berusaha menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya.


"Jadi aku harus ikut bersama kalian? bagaimana bisa aku meninggal kan Daisy sendirian di sini! " jawab Faklan.


"Abang bisa membawa kakak ipar untuk ikut, pasti Ibu juga sangat senang bisa bertemu dengan kalian. Sebab itu harapan sejak lama" kata Mayang dengan nada bicara penuh permohonan.


"Bagaimana bisa aku percaya dengan omongan kalian, sedangkan bertemu sama kamu aja baru bertemu. Aku belum bisa percaya dengan ini semua" jawab Faklan.


"Aku minta tolong banget untuk kali ini, bertemu dulu dengan ibu! setelah itu terserah mau percaya atau tidak. Jika masih ragu, bisa tes DNA nantinya untuk membuktikan keraguan abang. Aku sangat berharap kali ini saja minta tolong" kata Mayang dengan nada bicara penuh permohonan.


"Ayolah, aku minta sama kamu bantulah Mayang untuk membuktikan bahwa Marwan itu bukan kakak kandungnya" kata Adnan sambil melirik ke arah Mayang.


"Maksudnya, Marwan siapa? "

__ADS_1


"Ya siapa lagi kalau bukan Marwan si curut itu, dia berpura-pura menjadi Kakak nya Mayang dan ingin menguasai perusahaan nya. Dan besok pengalihan asetnya, kali ini masa depan perusahaan keluarga Mayang ada di tangan mu. Jika kamu tidak mau ikut bersama kami dan menghentikan kebohongan Marwan maka perusahaan itu akan jatuh ke tangan yang salah. Padahal perusahaan itu hak kamu bukan dia" kata Adnan.


"Ya sudah kalau begitu aku mau ikut bersama kalian, tapi tidak bisa sekarang soalnya masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan. Lagian harus ijin Daisy dulu, apakah dia mau ikut atau tidak" jawab Faklan.


"Tidak masalah, kita bisa berangkat jam tiga pagi karena perjalanan naik pesawat tidak terlalu lama. Jadi masih ada waktu untuk menyelamatkan semua nya" jawab Adnan.


"Kakak menginap di mana? apakah di rumah lama? " tanya Faklan.


"Tidak! aku nginap di hotel, dan setelah pulang dari sini mau ke makam Papa sama Mama dulu. Sudah lama aku tidak mengunjungi nya" jawab Adnan.


"Baiklah, kalau begitu sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan! saya pamit terlebih dahulu" kata Faklan sambil bangkit dari duduknya.


"Terimakasih atas waktunya, sampai bertemu besok di bandara" ucap Mayang sambil tersenyum tipis.


"Sama-sama, Kak. Aku pamit pulang, apa nggak mau mampir ke rumah ku? " tanya Faklan terhadap Adnan.


"Iya, lain kali saja! sampai kan salam ku untuk istri mu"


"Siap, aku permisi! " kata Faklan sambil melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari ruangan VVIP, entah mengapa makan yang tersaji di meja tidak ada yang memakannya. Sayang sekali, pada di luaran masih banyak orang yang membutuhkan makan.


Setelah kepergian Faklan, tinggal lah mereka berdua. Mayang menyandarkan tubuh nya di kursi, sambil menarik nafas.


"Bagaimana perasaan mu setelah bertemu dengan nya? apakah kamu yakin bahwa Faklan abang mu? " tanya Adnan.


"Aku sangat yakin, soalnya dia mirip banget sama Papa" jawab Mayang.


"Makan dulu! setelah itu kembali ke hotel tapi aku mau pergi ke tempat orang tua ku dulu! " kata Adnan.


"Boleh kah aku ikut dengan mu, aku sangat asing di kota ini. Takut untuk kembali ke sana sendirian" jawab Mayang.


"Baiklah, tapi sebelum itu harus makan dulu! "


"Iya, lagian pesan makanan seperti mau ada acara satu kelurahan saja. Lain kali di pikir dulu sebelum melakukan sesuatu" kata Mayang sambil menarik satu piring makanan kedukaan nya.


Akhirnya mereka berdua makan, seketika hening. Tidak ada pembicaraan di antara mereka sampai selesai makan.

__ADS_1


__ADS_2