
Farwa dan Yeyen sudah berada di pusat perbelanjaan, mereka berkeliling mencari sesuatu yang ingin mereka beli.
Sesekali Farwa bertanya tentang Radit yang di kenalnya, Yeyen pun menjawab sesuai dengan yang dia tahu.
Tidak banyak informasi yang di dapatkan dari Yeyen, Farwa juga sempat bingung harus bertanya kepada siapa lagi dan apa yang di sembunyikan oleh suaminya.
Padahal jika saja Radit jujur, sudah pasti Farwa akan menerima apapun yang terjadi pada diri Radit.
Farwa mengajak Yeyen untuk makan di salah satu tempat yang ada di sana, setelah cukup lama berkeliling dan ternyata capek juga. Keduanya duduk saling berhadapan sambil menunggu makan yang sudah mereka pesan.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pesanan pun datang.
Keduanya menikmati makanan yang mereka pesan cukup lahap, karena sudah capek berkeliling tapi tidak ada satu barang pun yang Farwa beli. Entah apa yang di cari perempuan itu, sehingga tidak ada satu pun yang di sikainya. Padahal di tempat ini barang-barang keperluan perempuan itu bagus-bagus tetapi tidak menarik di mata Farwa.
Waktu bergulir begitu cepat, Farwa dan Yeyen sudah menyelesaikan makan nya. Lalu Farwa mengajak Yeyen untuk segera pulang ke rumah sebab ia juga sudah terlalu lama meninggalkan Argani kecil, pasti anak itu rewel kalau di tinggal terlalu lama oleh ibunya.
"Ibu mau langsung pulang, atau ke tempat lain? " tanya Yeyen terhadap Farwa.
"Pulang saja lah, apa kamu mau ikut dengan ku atau mau ke mana? " Farwa balik bertanya terhadap Yeyen.
"Maunya sih ikut ibu, kangen sama jagoan kecil. Semenjak pindah ke rumah Pak Radit, Yeyen belum bertemu lagi sama jagoan kecil" jawab Yeyen, ia kangen sekali dengan Argani kecil.
"Ya sudah kalau begitu, ayok ikut aku! " Farwa mengajak Yeyen untuk pulang bersama nya, karena sekarang Farwa sudah tinggal bersama Radit dan banyak kendaraan yang bisa di gunakan pergi pun di antar oleh sopir pribadi yang sudah di siapkan oleh Radit, jadi Farwa dengan mudah mau pergi ke mana pun.
Farwa dan Yeyen pun sudah berada di dalam kendaraan, mereka sudah siap untuk segera pulang. Sopir pun melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan Yeyen dan Farwa selalu mengobrol ada aja topik pembicaraan mereka. Dari gosip dan yang lainnya selalu mereka bahas, karena itu kebiasaan perempuan tidak kenal tempat selalu ada saja yang di bahas tidak pernah kehabisan topik bahan ghibah.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya kendaraan pun sudah berhenti dengan sempurna di halaman rumah yang super mewah. Ini pertama kali Yeyen datang ketempat ini, karena yang dia tahu Radit hanya tinggal di kontrakan kecil dan tidak memiliki rumah mewah seperti ini. Nyatanya banyak yang di sembunyikan oleh laki-laki itu, ternyata dia orang yang sangat kaya. Pantas saja, sering menghilang tanpa kabar ternyata ini alasan Radit.
"Bu benar ini rumah nya, Pak Radit...? wah besar sekali! " kata Yeyen takjub melihat rumah megah yang ada di hadapan nya pada saat ini.
"Kalau bukan rumah dia, lalu punya siapa Masa iya kami tinggal di rumah orang, kan nggak mungkin" jawab Farwa sambil tersenyum tipis melihat wajah Yeyen yang kaget seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa selama ini, dia mau tinggal di kontrakan sempit. Kalau aku sih ogah tinggal kontrakan sempit kalau punya rumah se besar ini" jawab Yeyen.
"Sudah lah, ayok kita masuk dulu pasti Argani kangen juga sama kamu! " Ajak Farwa terhadap Yeyen untuk segera masuk ke dalam rumah mewah yang berada di hadapan nya pada saat ini.
Yeyen pun mengikuti langkah Farwa untuk segera masuk ke, dalam rumah mewah, yang baru pertama kali Yeyen ke tempat ini. Rasa takjub yang luar biasa.
Setelah sampai di dalam, kedatangan mereka di sambut oleh jagoan kecil yang di rindukan oleh Yeyen.
"Tanteu..! " teriak Argani kecil sambil berlari ke arah Yeyen yang berdiri tak jauh dari anak kecil itu, wajah Argani terlihat sangat bahagia ketika melihat Yeyen datang. Ia sebetulnya merasa bosan setiap hari bermain dengan sang nenek, atau kedua orang tuanya. Ia juga ingin pergi ke luar, akan tetapi Radit belum mengijinkan untuk hal itu. Akibat kecelakaan yang pernah di alami Argani waktu di tempat bermain.
"Hai jagoan, tante kangen kamu loh... sudah berapa lama kita tidak bertemu" Yeyen berkata sambil memeluk tubuh anak kecil yang ia rindukan.
"Ayok ke kamar ku! banyak mainan loh" Argani menarik tangan Yeyen untuk mengikuti nya.
"Tante Yeyen baru datang, biarkan dia istirahat dulu. Masa langsung di ajak main, masih capek " kata Farwa sambil menatap wajah jagoan kecilnya.
"Ngakak apa-apa, bu... lagian aku sudah kangen juga main bersama nya" jawab Yeyen.
Zulaikha yang melihat putrinya seperti itu, lalu duduk di samping nya dan bertanya.
"Ada yang kamu sembunyikan dari ibu? " tanya Zulaikha dengan nada bicara yang lembut.
"Tidak ada bu! hanya saja aku lelah, setelah berkeliling di pusat perbelanjaan" bohong Farwa terhadap sang ibu.
"Yakin hanya itu, jika ada sesuatu tolong cerita ke ibu siapa tahu bisa meringankan atau kita cari solusinya bersama" kata Zulaikha, ia tahu betul dengan sifat putri sulung nya. Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan.
"Ia aku tidak apa-apa, ibu jangan khawatir"
"Syukur lah kalau begitu, semoga benar dengan apa yang kamu ucapkan" jawab Zulaikha.
"Iya, bu. "
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, ibu temuin Yeyen dulu takutnya anak mu bikin dia repot"
Setelah berbicara seperti itu, Zulaikha berjalan dengan perlahan meninggalkan Farwa yang masih duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Setelah cukup lama Farwa duduk, akhirnya ia pun bangkit dan segera menuju kamarnya.
...****************...
Di tempat lain
Radit sedang berada di ruangan ia bertemu dengan salah satu dokter yang ahli di bidangnya, ia memberi tahu apa yang terjadi pada dirinya selama ini.
Dan dokter juga menyarankan untuk menjalani pengobatan yang rutin, agar yang di alami Radit segera sembuh. Dan di komunikasi kan dengan sang istri karena itu juga bisa mempercepat penyembuhan nya.
Penyakit yang di alami Radit, di akibatkan dari obat-obatan yang di konsumsi dalam jangka yang lama sehingga itu terjadi dan melumpuhkan syarafnya.
"Jadi ini bisa di sembuhkan, dok? " tanya Radit terhadap dokter yang memeriksa nya pada saat ini.
"Bisa, asal ada kemauan untuk sembuh. Dan segera komunikasi kan dengan istri, karena itu juga bisa mempercepat penyembuhan nya" jawab dokter dan memberi saran terhadap Radit.
"Tapi saya belum siap untuk itu"
"Bagaimana nanti kalau istri anda salah faham, dan mengira sudah tidak membutuhkan nya lagi bahkan lebih parah nya dia mengira anda punya perempuan simpanan" kata sang dokter.
Perkataan dokter sontak membuat Radit berfikir, memang betul yang di katakan nya.
Pasti Farwa mengira seperti itu, karena ia tidak menyentuh nya selama ini.
"Baiklah, dok. Terimakasih banyak atas waktunya, kalau begitu saya permisi" kata Radit, lalu berdiri.
"Sama-sama, semoga lekas sembuh! " jawab dokter.
__ADS_1
Radit pun berjalan keluar ruangan dokter, dan tujuan nya untuk segera pulang ke rumah dan membicarakan hal itu kepada sang istri.