Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
127


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, malam hari telah tiba.


Radit dan Farwa sudah berada di atas tempat tidur, mereka akan mengistirahatkan tubuh nya setelah seharian bekerja.


"Besok kita akan bertemu dengan orang yang akan mengerjakan rumah makan mu, dan kakak menyarankan untuk menggunakan jasa perusahaan PT Panci penyok, karena mereka sudah teruji kwalitas nya dan perusahaan itu juga sudah terkenal di kalangan kontruksi" kata Radit sambil menatap wajah sang istri yang sedang mengelus rambut sang putra, karena Argani kecil tidak mau tidur terpisah.


"Kenapa harus mereka, dan aku pernah sih bekerja di perusahaan itu. Memang sangat bagus, dan mereka mengutamakan kwalitas. Meskipun jasa mereka lebih mahal, tapi sangat puas para pelanggan nya" jawab Farwa, sambil terus mengelus sang putra.

__ADS_1


"Iya, kah... berarti benar yang kakak bilang, ya sudah kalau begitu kita sepakati saja untuk bekerja sama dengan mereka, kalau memang bagus. Untuk apa menunggu lama, toh kalau mencari yang baru juga belum tentu mempunyai kwalitas yang bagus" kata Radit.


"Iya, aku sih ngikut saja apa yang menurut mu yang terbaik, toh kamu juga tidak akan mengambil keputusan jika bukan yang terbaik" jawab Farwa sambil melepaskan tangannya dari sang putra, sebab anak kecil itu sudah tertidur pulas.


"Tidur lah, ini sudah malam. Biar besok bangun lebih segar, dan memulai aktivitas penuh semangat" kata Radit sambil mengusap lembut rambut sang istri.


Akhirnya Farwa juga mulai menutup mata, dan mengistirahatkan tubuh dari lelahnya pekerjaan. Padahal Radit sudah berbicara terhadap Farwa, agar dia mencari orang yang pandai memasak. Agar Rumah makan tersebut menggunakan tenaga ahli di bidang itu, Radi tidak ingin sang istri merasakan kelelahan akibat memasak. Radit mau, Farwa hanya fokus ke pertumbuhan sang putra. Lagi pula, rumah makan tersebut bukan sumber utama untuk menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena Radit juga sudah memberi nafkah lahir yang sesuai dengan kebutuhan, bahkan yang di kasih Radit lebih dari cukup. Akan tetapi permintaan dari sang suami belum juga di terima oleh Farwa, dan Radit pun dengan sabar menunggu sampai waktunya Farwa siap untuk melepaskan itu. Bagi Radit sukses tidak harus terjun langsung, cukup mempekerjakan mereka yang pintar dan ahli di bidang nya. Dan sudah bisa di pastikan akan berjalan dengan lancar dan sukses.

__ADS_1


Akan tetapi Farwa, masih ingin mengerjakan itu semua secara sendiri. Padahal Radit juga sudah mampu memberi nya nafkah, sedangkan Zulaikha juga sudah sering sakit dan ia merasakan kelelahan jika harus menjaga Argani kecil sepanjang hari.


Itu semua karena Argani kecil kurang suka main bersama pelayan, jadi anak kecil itu selalu ingin bermain dengan sang nenek.


Makannya Mahad meminta Faklan dan Daisy tinggal di kota ini, karena mereka sudah tidak lagi muda dan ingin berkumpul bersama anak dan cucu. Mengingat mereka juga sudah tidak lagi muda, dan sudah seharusnya ada di antara mereka. Dan menghabiskan masa tua, bersama anggota keluarga yang lain.


Waktu bergulir begitu cepat, semua orang sudah berada di alam mimpi. Malam pun begitu hening, karena sebagian penghuni nya sudah mengarungi mimpi indah.

__ADS_1


Begitu juga Radit dan Farwa, sudah tertidur pulas.


__ADS_2