Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 145


__ADS_3

"Kita bertemu lagi di sini, ternyata dunia ini sempit" ucap orang tersebut sambil tersenyum tipis.


"Kenal, Mas? " Farwa bertanya terhadap sang suami.


"Pernah bertemu di taman, kebetulan anak kita berteman dengan anaknya. Jadi anda adalah dokter,ternyata profesi Anda sangat luar biasa" jawab Radit.


"Iya, bertemu sekali. Oh Iya, mau menjenguk siapa? " tanya Riyan terhadap Radit.


"Ada janji sama dokter Ricard" jawab Radit dengan ragu, pastinya Riyan tahu bahwa dokter Ricard itu spesialis apa.


"Owhh" ucap Riyan sambil tersenyum tipis.


Pintu lift sudah terbuka dan dokter Riyan pun pamit terlebih dahulu, karena lantai yang mereka tuju tidak sama.


Setelah beberapa menit, akhirnya lift sudah berhenti di lantai yang mereka tuju. Keduanya melangkah kan kakinya untuk keluar dari lift dan segera menuju ruangan dokter Ricard.


Mereka berdua sudah berada di depan ruangan dokter Ricard di sambut oleh asisten nya, dan di persilahkan untuk segera masuk ke dalam ruangan karena dokter sudah menunggu nya.


Mereka sudah berada di dalam ruangan dan di persilakan untuk duduk di kursi yang sudah tersedia


Kedatangan mereka di sambut dengan senyuman oleh dokter Ricard.


"Bagaimana kabarnya untuk hari ini? " tanya dokter terhadap Radit sambil tersenyum tipis.


"Kedaan nya sudah lebih baik, hanya saja tidak mampu 3r3ksi terlalu lama, dan itu membuat saya hampir putus asa apa yang di sarankan oleh dokter sudah saya lakukan" jawab Radit, ia langsung pada inti pertemuan mereka pada kali ini.


"Kalau untuk penyembuhan memang butuh kesabaran dan perjuangan yang keras. Pola hidup sehatnya juga di terapkan, pikiran tenangin karena stress juga bisa menghambat penyembuhan" jawab dokter.

__ADS_1


"Iya, dok kalau saya yang bilang agar berhati-hati dan selalu terapkan hidup bersih dan sehat. Bilang nya cerewet, dia masih malas untuk olahraga" Farwa menimpali ucapan dokter.


"Usaha kan olahraga minimal tiga puluh menit dalam satu hari, itu bukan termasuk olahraga di atas tempat tidur yah! Kalau itu untuk terapi penyembuhan saja" ucap dokter sambil memperhatikan wajah Radit.


Percakapan di antara pasien dan dokter pun sudah cukup lama, dan dokter memberikan resep obat yang harus Radit konsumsi.


Mungkin Radit sudah merasa bosan dengan obat-obatan yang di konsumsi nya tiap hari.


Bahkan ia juga bisa melupakan sebagian ingatan nya karena ulah sang kakak, sekarang ia harus mengkonsumsi obat ini lagi untuk penyembuhan.


Ya mau tidak mau ia harus melakukan ini semua karena sejati nya seorang lelaki yang bisa memberi nafkah lahir dan batin terhadap sang istri.


Pemeriksaan pun sudah selesai dan mereka segera pamit untuk segera keluar dari ruangan dokter Ricard.


Setelah berpamitan mereka langsung keluar dari ruangan dan segera menuju apotek yang yang masih berada di gedung tersebut, akan tetapi di lantai yang berbeda.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, pasti iri bagi setiap orang yang melihat nya. Karena mereka terlihat sangat bahagia dan harmonis.


"Mas, lihat ke sebelah sana! bukankah itu Alfi, ternyata dia masih berada di kota ini. Ko aku ngeri sih " ucap Farwa sambil menunjuk ke salah satu tempat di mana ia melihat seseorang yang mirip sekali dengan Alfi, mungkin Radit tidak mengingat siapa itu Alfi.


"Mana, di sana tidak ada orang... siap itu Alfi? " tanya Radit.


"Orang yang berambisi ingin di nikahin sama kamu" jawab Farwa sambil cemberut, ia kesal jika ingat waktu dulu.


"Iya kah, berarti aku jadi rebutan para gadis jaman dulu ya" ucap Radit sambil tertawa kecil.


"Dih ngeselin, eh kalau Alfi ada di kota ini pasti ada sesuatu yang mereka rencana kan. Ingat kan beberapa waktu lalu, si Marwan yang ngaku-ngaku anak nya bu Ratih. Nah itu suaminya si Alfi, kita mesti hati-hati dari mereka! " kata Farwa, ia memberi tahu suaminya bahwa Alfi orang yang jahat dan rela melakukan apapun demi mencapai tujuan nya.

__ADS_1


"Oh iya, aku ingat kalau yang itu. Tapi aku tidak melihat apapun"


"Tadi jalan ke arah luar sambil menggendong anak kecil" Farwa meyakinkan Radit, bahwa memang betul itu Alfi. Berarti mereka masih berkeliaran di kota ini, pasti nya ada bahaya yang menganintai keluarga Farwa.


"Sudah lah, biarkan saja. Mungkin di tempat ini ada keperluan, nggak mungkin juga mengikuti kita" jawab Radit.


Setelah beberapa saat, akhirnya nama Radit di panggil dan ia langsung mengambil obat tersebut dan mereka segera keluar dan menuju lift untuk mengantarkan mereka ke tempat parkir.


Waktu bergulir begitu cepat, kedua nya sudah sampai di tempat parkir. Tanpa berlama-lama lagi sepasang suami-istri langsung masuk ke dalam kendaraan setelah sang sopir membuka pintu dan mempersilakan kedua nya untuk masuk.


Kendaraan yang mereka tumpangi sudah keluar dari gedung perkantoran dan, mereka akan segera menuju sekolah yang di saran kan oleh dokter Riyan pada saat itu. Semoga saja Farwa cocok menyekolahkan Argani kecil di sana, kebetulan juga tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka dan itu semua akan memudahkan Farwa ketika mengantar jagoan kecil nya ke sekolah.


"Mas... kita mampir dulu yuk ke pusat perbelanjaan, ada keperluan yang mau di beli! " Farwa mengajak suami untuk mampir terlebih dahulu.


"Aku ikut saja, kalau nggak kita nonton yuk! belum pernah kan kita nonton, pasti nya seru. Selama ini kita selalu sebuk dengan berbagai hal hingga lupa untuk meluangkan watu dengan melakukan hal kecil tapi sangat asik kalau di lakukan" jawab Radit sambil menatap wajah sang isrti.


"Memangnya mau nonton apaan, kan di rumah juga bisa melakukan nya. Kenapa harus di bioskop" Farwa kurang suka jika harus menonton dan berada di ruangan banyak orang.


"Kamu nggak suka berada di antara mereka, aku bisa pesan ruangan VVIP dan hanya ada kita berdua di sana"


"Astaga, Mas... untuk apa di rumah juga kita setiap detik selalu bersama. Dan pergi ke manapun kita selalu bersama, aku hanya ingin pergi belanja bukan nonton! "


"Iya deh, aku ikut saja"


Akhirnya Radit memberi tahu sopir untuk mampir terlebih dahulu ke pusat perbelanjaan yang ada di kota ini, tidak perlu membutuhkan waktu yang cukup lama.


Kendaraan yang mereka tumpangi sudah sampai di depan gedung yang menjulang tinggi, di sanalah mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus ke tempat lain. Karena semua sudah tersedia di dalam gedung yang sama.

__ADS_1


Farwa dan Radit juga langsung melangkah kan kakinya untuk segera masuk ke tempat tersebut, akan tetapi tiba-tiba ada orang yang menabrak nya.


Tidak pernah terbayang kan oleh Farwa akan bertemu lagi dengan orang itu bahkan di tempat seperti ini.


__ADS_2