
"Perempuan seperti dia tidak pantas berada di tempat ini, nggak pantas! " kata orang tersebut dengan nada bicara penuh penekanan.
Argani yang tidak terima mendengar orang lain berkata seperti itu terhadap sang istri, langsung bangun dari duduknya dengan tatapan mata sangat tajam.
"Hentikan! tidak ada hak kamu berbicara seperti itu terhadap istri ku! " jawab Argani dengan tatapan mata sangat tajam terhadap orang tersebut.
Ia tidak akan pernah terima siapa pun menghina Farwa seperti itu, termasuk juga perempuan yang sekarang sedang berada di hadapan nya.
"Kenapa kamu marah, toh emang kenyataan bahwa perempuan kelas menengah seperti dia tidak pantas berada di tempat mewah seperti ini, lagipula tidak cocok di lidah orang miskin menu makan di sini. Dia itu pantasnya makan terasi sama rebus daun singkong" kata Alfi dengan nada bicara penuh ejekan.
Alfi adalah seorang wanita yang ingin di jodohkan dengan Argani akan tetapi Argani tidak menyukai perempuan itu, ia lebih memilih Farwa wanita sederhana yang menurut Argani perempuan paling cantik yang pernah di temui nya di dunia ini.
Alfi juga sering menginap di rumah Argani untuk mendapatkan perhatian oleh nya, akan tetapi tidak sedikit pun Argani tertarik dengan perempuan seperti Alfi. Entah mengapa di mata Argani, Alfi hanya seorang perempuan yang tidak ada harga dirinya. Mengejar orang yang tidak pernah cinta kepadanya, bahkan menggunakan kekuasaan orang tua agar bisa menikah dengan Argani. Kedua keluarga sudah sepakat mereka akan bertunangan meskipun Argani tidak menyetujui nya.
"Jaga bicara mu! jangan pernah berkata seperti itu terhadap Farwa, dia itu istri ku tidak ada seorang pun yang bisa merendahkan harga dirinya termasuk juga kamu! " kata Argani sambil menunjuk wajah Alfi.
"Owhh dia itu istri mu, kenapa aku tidak tahu pernikahan kalian. Pasti perempuan ini yang sudah menjebak mu, paling juga kalian kumpul kebo. Perempuan seperti dia bisa melakukan apapun asal tercapai keinginan nya" kata Alfi sambil tertawa nengejek Farwa.
Farwa yang mendengar itu semua hanya diam saja, ia tidak punya kekuatan untuk melawan kata orang. Ia malas berdebat atau meladeni orang-orang seperti mereka, waktu Farwa terlalu berharga untuk orang seperti Alfi. Lebih baik Farwa pura-pura tidak mendengar dan melihat apa yang terjadi di hadapan nya. Toh Argani juga tidak mau mendengarkan apa yang di katanya, jadi lebih baik diam dan pura-pura buta saja. Mungkin itu lebih baik.
"Hentikan omong kosong mu" kata Argani sambil mengangkat tangan, ia ingin menampar Alfi. Kali ini Farwa tidak menghentikan Argani, ia tetap membiarkan itu semua. Akan tetapi Argani menahan nya, ia mengepalkan tangan nya dengan kuat. Emosinya sudah tidak bisa di kuasai. Sungguh Alfi sudah berhasil memancing amarah Argani.
"Stop, jangan lakukan ini di tempat umum, tidak enak di liatin banyak orang" kata Faklan menghentikan Argani agar tidak melakukan kekerasan terhadap orang lain.
Bagi Faklan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, lagipula tidak akan pernah menang jika berurusan dengan orang seperti Alfi. Setelah berkata seperti itu Faklan menghentikan aktifitas makamnya, ia merasa terganggu sekali dengan kehadiran Alfi di tempat ini. Awalnya Faklan tidak mau ikut campur dengan apa yang terjadi pada saat ini, akan tetapi ini semua sangat mengganggu pemandangan nya.
"Hentikan, saya tidak suka ada keributan! " ucap Farwa, sambil menatap lekat wajah Argani. Kali ini ia mengeluarkan suaranya, karena melihat suaminya melakukan kekerasan terhadap orang lain dan itu sangat bertentangan dengan hukum.
__ADS_1
Argani pun menghentikan aksinya, amarahnya sedikit mereda.
"Ternyata kamu takut sama dia, memangnya apa yang sudah kamu dapatkan dari perempuan murahan seperti dia! Argani yang di kenal tidak mau mengalah atau nurut sama siapa pun, sekarang tunduk di bawah ketiak perempuan sampah seperti dia" kata Alfi dengan nada bicara penuh penekanan sambil menunjuk wajah Farwa.
"Hentikan! " kata Argani sambil melayangkan tangan nya, kali ini Alfi sudah keterlaluan ia tidak bisa membiarkan siapa pun menghina Farwa. Kesabaran Argani sudah habis, meskipun Farwa tidak suka ia melakukan ini. Kali ini Argani memberikan pelajaran terhadap Alfi.
Dan tangan kekar itu sudah berhasil mendarat di pipi mulus milik Alfi, Farwa yang melihat itu tidak menyukai nya. Farwa kecewa dengan apa yang di lakukan oleh suaminya. Begitu juga dengan Faklan, ternyata Argani mudah sekali untuk terpancing emosinya.
"Sekarang kamu sudah berani menamparku demi perempuan sampah seperti dia, aku akan adukan ini semua kepada orang tua mu, bahwa kamu telah melakukan kekerasan terhadap ku" kata Alfi sambil mengelus pipinya yang terasa sakit akibat di tampar oleh Argani.
"Itu baru peringatan, aku akan memberikan lebih dari itu jika berani menghina nya lagi. Camkan itu baik-baik! " kata Argani dengan nada bicara penuh penekanan, sambil menunjuk wajah Alfi.
Ia tidak suka siapa pun menghina sang istri seperti itu, siapa pun yang berani menghina Farwa itu berarti berurusan dengan nya. Argani akan menjadi benteng pertahanan bagi Farwa, ia akan melindungi perempuan yang sekarang sudah menjadi istrinya. Bahkan ia sudah berani menentang orang tuanya demi hidup bersama Farwa.
"Tunggu pembalasan ku, perempuan murah! " kata Alfi, dengan nada bicara penuh penekanan. Ia tidak terima di perlakuan seperti ini oleh Argani, karena Argani lebih memilih perencanaan yang levelnya di bawah dirinya. Bagi Alfi kali ini Argani benar-benar sudah menghancurkan harga dirinya.
Laki-laki itu tidak bisa membiarkan siapa pun mengejek Farwa.
"Dia sudah menghina kamu, tapi kenapa melarang ku untuk menamparnya untuk yang kedua kakinya. Bahkan perempuan seperti dia berhak mendapatkan tembakan dariku biar dia merasakan bagaimana sakitnya peluru bersarang di otaknya, mungkin setelah itu akan membuat nya sedikit lebih waras"
"Aku tidak menghina nya, tapi itu kenyataan" jawab Alfi tanpa merasa bersalah sedikit pun dengan apa yang dia lakukan di tempat ini.
Semua pengunjung yang hadir di tempat ini memperhatikan mereka.
Farwa tidak berkata apapun, Ia langsung melangkahkan kakinya untuk segera pergi keluar dari restoran itu. Ia keluar begitu saja di ikuti oleh Faklan, sungguh suasana makan terganggu oleh kehadiran Alfi di tempat ini. Faklan juga tidak menyukai kehadiran Alfi di tempat ini. Memang perempuan ini pembawa onar dan tidak tahu malu, memang pantas mendapatkan ganjaran yang setimpal.
Setelah kepergian Farwa, akhirnya Argani juga menyusul sang istri keluar dari restoran itu. Meninggalkan Alfi yang masih berdiri menatap kepergian mereka.
__ADS_1
"Sayang tunggu, kenapa kamu meninggal kan Aku! " kata Argani sambil mengejar sang istri yang sudah berjalan cepat menuju kendaraan mereka yang sudah terparkir.
Farwa dan Faklan menghentikan langkah nya saat sudah berada di dekat kendaraan mereka.
"Sepertinya apa yang di katakan perempuan tadi itu memang benar, lebih pantas kamu bersanding denganmu nya daripada dengan ku" kata Farwa dengan raut wajah yang sangat sedih.
Bohong jika Ia tidak kepikiran dengan apa yang di katakan Alfi tadi. Ia juga punya hati dan perasaan yang akan merasakan sakit hati jika ada orang yang menghina nya seperti tadi.
Akan tetapi waktu di hadapan Alfi, Farwa berusaha untuk tetap tenang dan tidak menunjukkan rasa sedih nya. Jika Alfi tahu, pasti perempuan itu merasa bahagia dengan apa yang di rasakan oleh Farwa pada saat ini.
"Mengapa kamu berbicara seperti itu? Aku sudah menikah dengan kamu dan level kita sekarang sudah setara jadi siapapun tidak ada yang bisa merendahkan mu termasuk juga perempuan tadi, kamu tahu kan aku sangat mencintaimu tidak akan pernah ada yang bisa merebut posisi kamu di hatiku" kata Argani sambil menatap wajah Farwa dengan penuh cinta.
"Tapi aku meresa tidak pantas ada di samping mu, apalagi status sosial kita sangat jauh berbeda. Apa yang di katakan perempuan tadi semuanya benar"
"Yang membuat kamu pantas bersamaku bukan lah menurut mereka tapi aku yang memilih mu untuk pantas berada di dekat ku, siapa pun tidak berhak menentukan itu " jawab Argani.
" Tapi aku hanyalah orang miskin, bagi mereka hanyalah sampah tidak berguna " kata Farwa dengan raut wajah yang sangat sedih.
"Bagiku kamu adalah berlian"
"Sudah lah ayo kita pulang! " Ajak Faklan.
Di saat mereka ingin masuk ke dalam kendaraan yang akan mereka tumpangi, tiba-tiba kendaraan mewah berhenti tepat di samping mereka.
Lalu orang yang berada di dalam kendaraan itu keluar, berapa terkejut nya mereka saat melihat orang tersebut. Mengapa dunia ini sempit sehingga di penuhi orang seperti itu.
"Kau....! " kata Argani dengan raut wajah yang sangat kaget.
__ADS_1