Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 17


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, Farwa sudah selesai di kamar, tinggal menunggu beberapa saat lagi untuk pergi ke acara pernikahan itu. Sebentar lagi status Farwa akan berubah menjadi istri, ia terlihat sangat cantik. Memang Argani tidak salah jatuh cinta terhadap Farwa, perempuan ini sangat memabukkan bagi kaum pria yang melihatnya. Tampilannya yang sangat sederhana namun sangat memancarkan aura yang khas, membuatnya memiliki kelebihan dibandingkan perempuan lainnya. Selalu tampil sederhana tanpa make-up, hari ini ia dibalut dengan tatanan rias yang sederhana tapi justru semakin terlihat cantik. Orang yang sedang merias wajah Farwa tidak hentinya memuji perempuan itu, sehingga menjadikan Farwa bosan dengan kata-kata pujian. Sebab ia juga bukan orang yang suka akan hal itu.


Akhirnya, Farwa dan anggota keluarga sudah siap untuk berangkat ke tempat acara, sebab Argani sudah memperingatkan mereka untuk tidak datang terlambat. Farwa dan yang lainnya sudah siap dan mereka sudah berada di luar rumah. Kendaraan yang disediakan oleh Argani khusus untuk menjemput Farwa sudah datang. Farwa naik ke dalam kendaraan itu, sedangkan anggota keluarga yang lain menggunakan kendaraan mereka sendiri. Hanya Farwa saja yang berada di dalam kendaraan itu. Akhirnya mereka semua berangkat menuju tempat acara dengan menggunakan kendaraan yang berbeda. Mahad berjalan terlebih dahulu, sedangkan kendaraan yang ditumpangi Farwa berada di belakang.


Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai. Keluarga Farwa disambut bahagia oleh Argani. Akan tetapi mengapa kendaraan yang ditumpangi Farwa belum juga muncul, padahal tadi berangkat beriringan. Lagipula Mahad mengendarai dengan kecepatan sedang, mengapa Farwa belum sampai juga?


"Ayah, di mana Farwa?" tanya Argani kepada Mahad.


"Tadi mereka ada di belakang, mungkin terjebak macet," jawab Mahad.

__ADS_1


Akhirnya, mereka semua duduk di tempat yang sudah disediakan. Sedangkan Argani tidak bisa tenang, ia mondar-mandir seperti setrikaan yang belum panas. Malik yang melihat itu merasa tidak nyaman dan akhirnya membuka suara.


"Bisakah duduk dan tenangkan dirimu? Mungkin sebentar lagi dia akan sampai," kata Malik.


"Bagaimana bisa aku tenang sedangkan dia belum datang?" kata Argani.


Perasaannya semakin tidak karuan, setelah cukup lama menanti kehadiran Farwa tapi tak kunjung datang. Argani mencoba menghubungi Farwa, panggilan terhubung tapi perempuan itu tidak menjawabnya. Argani pun tidak menyerah, ia mencoba menghubungi Farwa lagi tapi tetap tidak dijawab. Argani berusaha menepis rasa takut yang dimilikinya, tapi rasa tersebut semakin tidak karuan. Pikirannya melayang ke mana-mana.


"Hallo dengan tuan Argani, telah terjadi kecelakaan kendaraan yang membawa calon istri anda," kata seseorang di sebrang teleponnya.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Argani saat mendengar pernyataan itu, dan keluarga Farwa pun ikut terkejut, terutama Zulaikha. Seketika tubuhnya lunglai, kakinya sudah tidak mampu menopang bobot tubuhnya, sehingga terjatuh di saat mendapatkan kabar seperti itu. Argani menanyakan tempat kejadian kecelakaan itu, tanpa pikir panjang laki-laki itu berlari langsung menuju di mana kendaraannya terparkir, begitu juga dengan Mahad yang langsung mengejar Argani untuk segera cek tempat kejadian.


Ada sebuah ekspresi dari wajah Malik yang sulit diartikan. Di saat yang lain merasa sedih, ia merasa sangat bahagia. Setelah Argani dan Mahad pergi, Malik menjawab panggilan telepon dari seseorang. Wajah laki-laki yang sudah tidak lagi muda itu berubah seketika menjadi bahagia.


"Malik, ada apa denganmu? Jangan bilang ini semua rencanamu?" tanya Ambar, yang sejak kemarin sudah mencurigai suaminya akan melakukan hal yang di luar batas. Sekarang terjadilah kecelakaan Farwa, apakah ini juga bagian dari rencana Malik untuk menjauhkan Farwa dari kehidupan Argani.


"Jangan sembarangan bicara. Ini semua tidak ada hubungannya dengan aku," jawab Malik sambil terus menatap layar ponselnya.


"Boleh kamu berkata seperti itu, tapi aku yakin ini semua ada campur tanganmu," kata Ambar sambil bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan untuk segera menuju di mana Zulaikha sedang tertunduk lemah tak berdaya. Sungguh tidak bisa dipercaya bahwa hal ini bisa terjadi, jika saja Argani tidak menyuruh Farwa menggunakan kendaraan yang berbeda, sang anak pasti sampai dalam keadaan selamat.

__ADS_1


Argani sudah sampai di tempat kejadian, betapa terkejutnya ia saat melihat kendaraan yang ditumpangi Farwa berada di bawah jurang dengan posisi sudah terbakar. Di tempat kejadian sudah banyak pihak kepolisian, sehingga terlihat sangat ramai karena orang-orang berhenti dan menyaksikan itu semua. Argani meronta ingin masuk ke dalam jurang dan mencari tahu keberadaan sang istri, tapi polisi menghalanginya karena terlalu berbahaya untuk melakukannya.


"Farwa...," teriak Argani. Meskipun ia berteriak dan berontak, ia tidak mampu melawan para petugas kepolisian. Tenaga mereka lebih kuat dibandingkannya.


__ADS_2