
Mayang dan Ardan pergi ke kantor bersama dengan naik kendaraan milik Ardan, mereka berdua duduk di kursi penumpang karena Ardan di antar oleh sopir.
Sepanjang perjalanan Ardan selalu mencuri pandang terhadap Mayang, ia terus memperhatikan gadis yang duduk di sampingnya.
Hati Ardan terus bergetar ketika dekat dengan perempuan itu, entah ini yang di namakan cinta atau sebuah obsesi untuk mendapatkan sesuatu yang belum menjadi miliknya.
Kali ini Ardan berusaha dengan sepenuh hati untuk mendapatkan Mayang, karena perempuan muda yang sekarang ada di samping nya susah sekali untuk di taklukkan. Beda dengan kebanyakan perempuan yang ada di luar sana, mereka dengan mudah nya jatuh ke tangan laki-laki apalagi orang seperti Ardan yang memiliki segalanya.
Mayang perempuan yang sangat aneh, terlihat seperti menyukai akan tetapi ketika di ajak menjalani suatu hubungan yang di namakan sebuah janji untuk melangkah ke hal yang serius. Perempuan itu hanya menjawab belum saat nya untuk menuju ke sana.
Mungkin juga perempuan itu masih trauma dengan kisah cinta nya yang terjadi di masa lalu, makanya ia belum siap untuk menjalani suatu hubungan. Lagian kenal dengan Ardan juga belum terlalu lama, mungkin bagi Mayang masih butuh waktu untuk mengenal nya dan belajar beradaptasi dengan keadaan.
"Kenapa diam terus, nggak suka aku jemput atau lagi memikirkan sesuatu? " tanya Ardan terhadap Mayang yang selalu menatap ke arah luar.
"Hamm, nggak juga. Pemandangan pagi yang sangat indah dan menyejukkan sayang sekali untuk di lewatkan" jawab Mayang sambil melirik sekilas ke arah Ardan.
"Aku menjemput mu, karena ingin ada teman ngobrol saat dalam perjalanan. Ini mah sama saja saat berangkat sendiri, tetap sepi nggak ada percakapan apapun" ucap Ardan.
"Ya, memangnya mau ngobrolin apaan, toh biasanya juga kita ngobrol hanya seputar pekerjaan. Jadi nggak terbiasa juga membicarakan sesuatu hal yang tidak penting jadi lebih baik diam" jawab Mayang sambil menatap wajah Ardan. Dan tatapan Mayang sungguh membuat Ardan semakin jatuh cinta dengan perempuan yang selama ini ia berusaha untuk mendapatkan nya namun sulit sekali.
"Soal masa depan kita, apa setidak menarik itu untuk membicarakan nya dengan ku" ucap Adnan sambil menatap Mayang dengan penuh cinta.
Mungkin bagi Adnan menikah dengan Mayang adalah impian nya untuk saat ini, ia juga tidak mudah keluar dari masa lalunya bersama Starla yang dulu sangat ia cintai. Akan tetapi ia berusaha untuk keluar dari itu semua dan Mayang lah alasan Adnan untuk tidak mengingat apapun yang pernah terjadi di masa lalunya.
"Masa depan tidak perlu di bicarakan dari sekarang, karena itu semua belum tentu terjadi meskipun sudah di bicarakan dan di rencana kan dengan matang, jika memang semesta merestui kita untuk tetap bersama dalam satu ikatan maka akan ada jalan nya kita tidak perlu terlalu memaksa kan akan sesuatu hal yang memang belum tentu terjadi, aku nggak mau kejadian di masa lalu terulang lagi di masa depan. Jika memang kamu sudah yakin dengan apa yang ada di hati dan pikiran mu maka lakukan itu tanpa perlu untuk berbicara panjang lebar, karena itu tidak membuktikan bahwa kamu serius dengan apa yang di katakan" kata Mayang dengan nada bicara pelan akan tetapi sudah berhasil menyentuh hati Adnan.
Mungkin yang di katakan Mayang ada benarnya, jika memang Adnan menginginkan nya untuk menjadi pendamping nya maka langsung lamar saja di hadapan keluarga nya, buka masa nya lagi pacaran dan menjalani hubungan yang lama dan ujung-ujungnya pisah. Hal itu yang sangat di takuti oleh Mayang.
"Setidaknya aku harus tahu, maunya kamu itu apa? aku juga bukan cenayang yang bisa menebak isi hatimu. Makanya kita butuh berbicara untuk hal yang serius"
"Harus berapa kali aku bilang, tidak perlu ada yang di bicarakan"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu" jawab Adnan sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
Akhirnya mereka pun kembali saling diam, hingga tak terasa kendaraan yang mereka tumpangi sudah berhasil parkir dengan sempurna di area perkantoran.
Keduanya turun dari kendaraan, lalu Mayang mengikuti langkah Adnan untuk segera masuk ke dalam gedung perkantoran.
Sepanjang hari mereka menghabiskan waktunya di dalam gedung, tanpa terkena sinar matahari akan tetapi menguras otak dan pikiran sehingga membuat perkembangan perusahaan jadi lebih baik.
Mereka sudah berada di dalam gedung, akan tetapi Mayang menuju lift khusus untuk karyawan tidak mengikuti Adnan. Dan hal itu di biarkan karena ia juga tidak mau membuat Mayang merasa tidak nyaman berada di perusahaan ini, jadi ia membiarkan nya.
Setelah beberapa saat Ardan sudah berada di ruangan nya, lalu ia duduk di kursi kebesaran nya dan di suguhi dokumen yang menumpuk di hadapan nya.
Beberapa pekerjaan yang sempat tertunda belum di kerjakan, sekretaris nya juga masih cuti. Sehingga ia kerepotan menyelesaikan semua pekerjaan yang seharusnya bukan dia yang mengerjakan. Padahal sudah di sarankan untuk mencari sekretaris baru, akan tetapi Adnan menolak nya untuk hal itu.
...****************...
Di tempat lain.
Faklan sudah berada di ruang meeting, kali ini ia sendiri yang langsung memimpinnya.
Selama ini mereka di pimpinan oleh seorang perempuan, dan kali ini oleh laki-laki ganteng. Sehingga menambah semangat mereka untuk terus bekerja dan melakukan yang terbaik untuk kemajuan perusahaan.
Dengan senyuman mengembang di bibirnya, ia membuka acara dan mulai pada inti pembicaraan yang akan mereka bahas pada kali ini.
Dengan gagah nya ia memaparkan rencana untuk kedepan nya di perusahaan ini, dan ide nya juga di terima oleh orang-orang yang hadir di dalam meeting tersebut. Dan mereka sangat takjub dengan ide yang keluar dari pimpinan mereka yang sekarang, bahkan Faklan akan menambah gaji karyawan bagi mereka yang sudah mengabdikan diri di perusahaan ini terlalu lama. Dan hal ini bentuk apresiasi Faklan terhadap karyawan nya untuk menambah semangat mereka dalam bekerja.
Waktu bergulir begitu cepat, meeting pun telah selesai.
Beberapa orang telah keluar dari ruangan, hanya ada Faklan dan Lidya sang sekretaris.
"Pak, ini catatan yang di minta oleh bapak tadi. Dan ada beberapa yang harus di perbaiki dari yang sebelum nya! " kata Lidya sambil menyerahkan map berwarna biru terhadap Faklan.
__ADS_1
"Kamu selesaikan saja dulu, dan setelah itu baru di serahkan ke saya. Oh iya jangan lupa hubungi pak Jaya Beton bahwa pertemuan hari ini di batalkan karena ada urusan keluarga hari ini, jadi saya harus pulang cepat" kata Faklan sambil bangkit dari duduknya.
"Iya, pak"
Setelah berbicara seperti itu, Faklan langsung pergi ke luar sambil melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk segera menuju ruangan kerjanya.
Faklan sudah berada di ruang kerja nya, lalu duduk di kursi kebesaran nya dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
Lalu ia menatap ke atas langit-langit yang ada di ruangan tersebut, beberapa saat ia terdiam lalu sekilas pikiran nya ingat terhadap sang istri.
Dengan gerakan cepat ia mengambil ponsel nya dan mengirim pesan singkat untuk sang istri.
"Sayang...kamu lagi ngapain ko tiba-tiba aku kangen kamu sih padahal baru setelah hari nggak bertemu dengan mu" tulis Faklan melalui pesan yang di kirim olehnya terhadap sang istri.
Faklan tersenyum sambil menatap ponsel nya, biasanya sang istri langsung membalas pesan yang di kirimnya. Akan tetapi setelah beberapa menit, belum juga ada jawaban dari istri tercinta.
"Kenapa belum ada balasan, padahal tidak biasanya dia seperti ini. Apakah ketiduran atau lagi ngapain" Faklan berbicara dalam batinnya. Ia tahu betul bahwa sang istri suka sekali tertidur dengan mudah dan dalam keadaan apapun, bahkan perempuan itu bisa tertidur dalam kondisi berisik sekalipun.
Setelah cukup lama tidak ada balasan juga dari sang istri, ia pergi ke luar ruangan untuk mencari kopi karena sudah waktunya juga istirahat. Biasanya ia habiskan untuk meminum kopi dan makan siang, setelah berada di luar ruangan ia bertemu dengan Lidya.
"Lid, boleh kah aku minta tolong! " kata Faklan saat, bertemu dengan Lidya di depan pintu ruangan nya.
"Iya, Pak! ada yang bisa di bantu" jawab Lidya sambil tersenyum tipis.
"Bawakan aku kopi ke ruangan, sekarang! " perintah Faklan terhadap Sekretaris nya.
"Bukan kah, bapak suka minum kopi sambil nongkrong di kantin bersama karyawan. Mereka sangat suka dengan kehadiran bapak, dan mereka sangat salut dengan atasan yang mau duduk bareng sama karyawan nya" jawab Lidya, memang selama ada di kantor ini. Faklan selalu menyempatkan diri untuk ngopi bareng beserta karyawan. Tujuan nya untuk mengenal mereka lebih dekat, agar tidak ada kecanggungan antara karyawan dan bos.
"Untuk kali ini, saya ingin menyelesaikan semua pekerjaan lebih cepat jadi tolong bawakan saja ke ruangan! " ucap Faklan.
"Baik, pak. Tunggu sebentar saya akan segera kembali" jawab Lidya, setelah itu ia langsung melangkahkan kakinya untuk segera mencari kopi yang di minta oleh sang bos.
__ADS_1
Meskipun baru satu bulan Faklan ada di perusahaan ini, Lidya sudah banyak tahu tentang Faklan karena sudah menjadi kewajiban nya untuk tahu semua hal tentang bos nya dan itu juga bagian dari pekerjaan nya sebagai sekretaris pribadi sang bos.
Faklan pun kembali ke ruangan nya, lalu ia mulai kembali pekerjaan nya. Seharusnya waktu di gunakan untuk istirahat, akan tetapi ia sibuk menyelesaikan semuanya hanya karena ingin segera pulang dan bertemu dengan sang istri tercinta. Bagi Faklan sehari berada di kantor itu sudah membuat ia menahan rindu untuk istri nya, yang selalu setia menunggu nya pulang bekerja dan selalu menyambut kedatangan nya dengan senyuman.