
Adnan dan Mayang sudah berada di dalam ruangan, di sana sudah ada Shafira dan seorang laki-laki. Adnan juga baru melihat orang tersebut, baru kali ini ia melihat nya.
"Kami telat, ya. Mbak? " ucap Adnan sambil tersenyum tipis.
"Nggak, ko. Lagipula saya juga baru selesai merapikan payet-payetnya, semoga setelah ini pas" jawab Shafira sambil tersenyum tipis.
"Saya kira sudah lama menunggu" ucap Adnan.
Setelah itu, Shafira mempersilakan sepasang calon pengantin untuk duduk.
Mereka ngobrol terlebih dahulu, hingga pada akhirnya. Mayang mencoba gaunnya. Semoga setelah ini nggak perlu di rapikan lagi, karena tinggal sedikit lagi waktunya.
Gaun pengantin pun sudah melekat di tubuh Mayang, Adnan yang menyaksikan itu sangat terpesona. Ternyata calon istrinya terlihat sangat cantik menggunakan kebaya modern, hasil dari goresan tangan Shafira. Memang perempuan itu sudah bisa di andalkan soal pakaian, dari pakaian resmi hingga untuk pesta pernikahan. Shafira bisa memberikan solusi, bagi orang-orang yang kurang mengerti soal fashion.
" Apakah ini sudah pas, atau ada yang perlu diperbaiki? kita masih ada waktu tiga hari lagi, untuk merapikan ini semua, jangan sampai nanti pas dikenakan, merasa tidak nyaman? " tanya Shafira sambil menatap lekat gaun pengantin, yang sudah melekat di tubuh Mayang, aura Mayang terpancar dengan mengenakan gaun tersebut, padahal baru gaun belum di padukan dengan make-up. Bagaimana nanti jika sudah di atas pelaminan, pasti perempuan ini terlihat bagaikan bidadari.
"Sepertinya ini sudah lebih dari cukup, nyaman, bagus, tidak perlu ada tambahan apapun lagi! aku sangat suka, simple, tapi sangat sangat mewah " jawab Mayang sambil tersenyum bahagiaan Karena ia merasa puas dengan gaun rancangan Shafira sesuai dengan keinginannya .
"Syukurlah kalau memang Nyonya suka, sekarang tinggal coba jas yang akan dikenakan oleh calon suami." ucap Shafira sambil melirik ke Adnan yang masih mengobrol dengan Rian, sepertinya mereka mendapatkan kecocokan untuk bertukar cerita.
 Biasanya Riyan hanya diam sambil menatap Shafira bekerja, kali ini, laki-laki itu terlihat sedang mengobrol entah apa yang dibicarakan, sehingga Riyan tidak fokus kepada Shafira yang sedang bekerja.
__ADS_1
Adnan pun bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan mendekat ke salah satu pelayan yang akan membantu Adnan mencoba jas yang akan dikenakannya pas acara pernikahannya nanti.
Sementara itu Mayang melepaskan gaun pengantin yang baru saja dicobanya, menurut dia semuanya sudah sesuai dengan apa yang diinginkannya tidak ada kurang suatu apapun. Bahkan ia sudah tidak sabar lagi ingin memakai gaun pengantin yang selama ini ia impikan, Mayang tidak henti-hentinya tersenyum sambil membayangkan mereka bersanding di pelaminan.
Adnan pun mencoba jas yang akan dikenakannya nanti, Menurutnya semua ini sudah sesuai apa yang diinginkannya pas dan cocok sekali ukurannya tidak meleset sedikitpun.
Akhirnya Adnan pun melepaskan kembali, lalu berjalan perlahan mendekat ke arah Shafira Dan juga sang istri, yang sedang berbincang, entah apa yang dibicarakan kedua perempuan itu.
"Jika masih ada yang kurang, tinggal bilang saja, kita bisa rapikan sekarang? " tanya Shafira lagi karena Iya takut kliennya tidak puas dengan hasilnya.
"Sangat cocok, dan puas sekali dengan hasilnya, jadi tidak perlu khawatir akan hal itu. "jawab Safira Adnan
"Kenapa kami datang ke butik ini, karena kami punya alasan yang kuat, bahwa, boutique Shafira b bisa menyelesaikan masalah kami, yang mempunyai waktu hanya sedikit untuk melangsungkan pernikahan, dan betul saja, mampu menyelesaikannya dengan baik dan sempurna, sebelum waktunya tiba"ucap Mayang
Belum tentu juga di tempat lain, mampu menyelesaikan gaun pengantin sesuai dengan yang diinginkannya, akan tetapi shafiralah mampu menyelesaikan itu dengan waktu yang sangat singkat.
"Bisa menyelesaikan ini semua tepat waktu, karena berkat bantuan dari para karyawan, dan kerjasama yang kompak, makanya aku dapat menyelesaikan ini semua " jawab Shafira sambil tersenyum tipis.
"Tetap saja, bu Shafira orang yang hebat" ucap Mayang.
"Kalau semuanya sudah selesai dan tidak perlu ada yang dirapikan kembali, hari sudah hampir malam kita pulang sekarang ! " ajak Adnan sambil melirik ke arah sang istri.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, lagian di sini juga sedang ada tamu, sepertinya kehadiran kita di sini, mengganggu" jawab Mayang sambil melirik ke arah dokter Ryan yang masih duduk santai di sofa yang ada di ruangan tersebut, sambil memainkan ponsel dan berpura-pura tidak melihat keberadaan Mayang dan juga Adnan yang sedang berbicara dengan Shafira.
"Mengganggu apaan toh saya juga di sini bekerja dan Sebentar lagi kita juga akan pulang "jawab Shafira sambil tersenyum lalu menatap ke arah dokter Ryan, sang Pujaan hatinya.
Apa sekarang Safira sudah mampu memberikan hatinya untuk dokter Ryan, bahkan sekarang ia merasa sangat bahagia bisa berada di antara dokter Ryan dan juga si kembar.
Awalnya Shafira tidak pernah menyangka bahwa dokter yang pernah merawatnya di saat ia dalam keadaan terpuruk dan tidak memiliki siapapun.
Di saat itulah dokter Riyan berusaha menguatkan Shafira agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan di kala ia kehilangan calon anaknya dan ternyata Tuhan memiliki rencana lain sehingga bisa berada di dalam hati Shafira untuk saat ini.
" Baiklah, kalau begitu saya dan Mayang Permisi terlebih dahulu."ucap Adnan, Lalu setelah itu ia berpamitan kepada Shafira dan juga dokter Ryan yang masih berada di ruangan itu.
Sepasang calon suami-istri itu berjalan perlahan keluar ruangan, itu setelah selesai dengan urusannya bersama Shafira.
Adnan dan Mayang pun ingin segera pulang ke rumah, dan mengistirahatkan tubuh nya.
Mereka juga mulai besok sudah tidak masuk ke kantor, karena pernikahan nya akan di laksanakan tiga hari lagi.
Kedua nya, sudah berada di dalam kendaraan. Seperti biasa Adnan selalu memutar musim lagu-lagu romantis, lewat semua lagu itu ia mengungkapkan rasa cinta nya terhadap perempuan yang duduk di sampingnya pada saat ini, pemenang hati Adnan yaitu Mayang. Begitu juga dengan Mayang, Adnan lah yang menyembuhkan rasa trauma nya terhadap seorang lelaki, karena ia pernah di khianati. Berkat kerja keras dan ketulusan Adnan, sehingga mampu meluluhkan hati Mayang. Dan sekarang mereka sepakat, dan sebentar lagi akan menjadi suami istri.
Sebagian orang ada yang merasa bahagia dengan pernikahan mereka, ada juga yang merasa cemburu karena Mayang bisa mendapatkan laki-laki seperti Adnan yang sebelum nya seperti tidak tertarik dengan perempuan. Bahkan laki-laki ini tidak pernah melirik perempuan cantik yang menjadi karyawan nya.
__ADS_1