Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 86


__ADS_3

"Jangan mendekat, siapa yang mengijinkan kalian masuk ke rumah ini. Untuk apa kalian datang ke sini? " teriak Starla.


Seketika langkah kaki mereka terhenti, dan seluruh pandangan tamu yang hadir tertuju pada mereka.


"Kami pikir rumah ini terbuka untuk semua orang yang ingin mendoakan kepergian Tuan Malik" jawab Mahad dengan nada bicara yang lembut.


"Terbuka untuk orang lain tetapi tidak dengan kalian, apalagi kamu jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini" kata Starla sambil menunjuk wajah Farwa.


"Eh tunggu dulu, saya juga tidak sudi datang ke rumah ini kalau bukan untuk menghormati nya sebagai orang tua dari Argani." jawab Farwa dengan tatapan mata tajam.


Adnan yang mendengar keributan tanpa terlihat orang nya, sebab terhalang oleh banyak orang yang mulai memenuhi ruangan.


Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan untuk mencari tahu apa yang terjadi, sebab ia tidak menginginkan ada keributan seperti ini.


Hingga beberapa saat, akhirnya Adnan sudah berdiri di belakang Starla.


"Ada apa ini? kenapa ribut-ribut? " tanya Adnan.


"Ini keluarga yang tidak tahu malu, siapa juga yang mengijinkan nya untuk masuk" jawab Starla dengan angkuh nya.


"Hak kamu apa bicara seperti itu terhadap mereka? " Adnan balik bertanya terhadap Starla.


"Karena mereka bukan bagian dari keluarga ini atau sahabat, mereka hanya ingin memastikan bahwa kita sedih lalu setelah itu tertawa"


"Stop! hentikan omong kosong mu, selama ini aku diam dan menerima setiap perlakuan buruk mu. Bahkan saat aku masih tinggal di rumah ini, kamu selalu menghina ku. Akan tetapi sekarang kamu tidak bisa melakukan nya, aku akan melawan siapa pun yang bersikap seperti kamu. Ingat satu hal kesombongan mu akan menghancurkan dirimu sendiri" ucap Farwa sambil menunjuk wajah Starla.


"Om, Tante, Farwa, Maaf atas ketidaknyamanannya. Saya mohon maafkan semua kesalahan Papa, mungkin itu sulit akan tetapi saya mohon maat atas nama Papa" ucap Adnan dengan nada bicara yang lembut dengan penuh permohonan.


"Apa-apa ini, yang salah itu mereka kenapa kamu minta maaf. Jadi besar kepala dia" Starla tidak terima Adnan meminta maaf.


Adnan yang merasa terganggu dengan sikap Starla yang seperti itu, ia memberi isyarat terhadap petugas keamanan yang ada di sana untuk membawa paksa Starla dan menjauh.


Starla berontak sambil berteriak, ia tidak terima di perlakuan seperti itu, ia sangat jengkel mengapa sang suami lebih memilih orang lain di banding dengan dirinya yang status nya sebagai istri.


Setelah Starla di bawa pergi oleh petugas keamanan.

__ADS_1


"Ayok masuk? sekali lagi saya mohon maaf atas apa yang telah di lakukan Papa terhadap kamu? " ucap Adnan sambil menatap lekat wajah Farwa yang terlihat sangat pucat sekali.


"Saya sudah memafkan nya, maka dari itu saya bisa datang ke sini untuk mendoakan nya" jawab Farwa dengan ekspresi datar.


"Terimakasih banyak, kalian memang orang-orang yang sangat luar biasa. Pantas saja Argani sangat mencintai mu, ternyata kamu itu manusia yang berhati malaikat" kata Adnan.


Akhirnya mereka semua berjalan masuk setelah di ajak oleh Adnan dan biang rusuh sudah di amankan.


Waktu bergulir begitu cepat, jenazah Malik sebentar lagi akan di bawa ke pemakaman.


Sebab prosesi pemakaman akan di lakukan jam empat sore, Farwa akan ikut mengantar ke area pemakaman sekaligus mengunjungi suaminya.


Sekarang tiba saat nya, jenazah akan segera di makamkan.


Tamu dan para kerabat sudah bergegas untuk mengantar Malik ke tempat peristirahatan yang terakhir.


Starla masih di kurung di dalam kamar, sebab Adnan tidak ingin di hari ini ada keributan lagi.


Adnan ingin ketenangan, salah satunya yaitu harus menjauhkan istrinya dari Farwa. Karena Adnan sangat menginginkan kehadiran Farwa sampai sang Papa di kebumikan.


Setelah cukup lama seluruh kerabat dan para tamu yang hadir di kediaman Malik, akan ikut mengantar ke tempat peristirahatan terakhir, sebab prosesi pemakaman akan segera dilakukan.


Adnan merasa sangat lega, karena Farwa bersedia untuk hadir di acara pemakaman itu.


Meskipun begitu banyak kesalahan yang sudah dilakukan oleh Malik terhadap Farwa, akan tetapi perempuan itu masih mau menginjakkan kakinya di rumah ini dan mendoakan sang Papa.


Beda lagi dengan sang istri yaitu Starla, hanya keributan yang ia ciptakan di rumah ini.


Bahkan tidak menghargai dirinya sebagai sang suaminya.


Mereka semua sudah tiba di area pemakaman, saatnya peti jenazah akan segera dimasukkan ke liang lahat.


Semua yang hadir menyaksikan itu Semua, terlihat Erick dan juga Alfi juga hadir di pemakaman.


Akan tetapi Farwa tidak memperdulikan apapun yang ada di sekitarnya, ia hanya fokus menatap peti yang sudah masuk ke dalam tanah dan perlahan itu sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


Prosesi pemakaman pun sudah selesai dilakukan, semua orang sudah mulai meninggalkan tempat ini dengan cara perlahan.


Termasuk keluarga Farwa juga, mereka akan menunggu di tempat parkir.


Orang Tua Farwa memberi nya waktu untuk lebih lama berada di sana.


Hati Farwa merasa berat untuk melangkahkan kakinya meninggalkan tempat ini, ia terus menatap gundukan tanah yang ada di hadapannya pada saat ini.


"Ayok pulang cuaca sedang tidak bagus! " ajak Adnan terhadap adik iparnya.


"Pulang saja dulu, aku masih ingin di tempat ini" jawab Farwa sambil terus menatap ketiga makam yang ada di hadapan nya pada saat ini.


"Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu" kata Adnan sambil melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat ini.


Farwa merasa bahwa Argani saat ini berada di sampingnya, ia merasakan kehangatan sentuhan suaminya.


Makanya ia tidak ingin segera pulang dari sini tanpa ia sadari ternyata ada seseorang yang terus memperhatikannya sedari tadi.


Erick terus memperhatikan Farwa dari tadi, akan tetapi belum ada kesempatan untuk mendekat ke arah Farwa.


Setelah Farwa berhenti bekerja dari kantor milik Erick ia tidak pernah bertemu lagi dengan laki-laki muda dan sukses itu.


Erick bukan hanya tampan dia juga mempunyai hati yang sangat baik.


"Masih betah di sini? " sekarang sudah waktunya pulang, keluargamu sudah menunggu di sana! " kata Erick sambil berdiri di samping Farwa.


Farwa pun melirik ke arah seseorang yang berdiri di sampingnya, ia tidak menyangka bahwa orang itu adalah Erick.


Ternyata mantan Bosnya itu tidak sombong seperti Alfi dan juga Starla meskipun sekarang Farwa sudah tidak bekerja lagi di kantornya, akan tetapi orang kaya seperti Erick itu masih mau menyapa orang miskin seperti dirinya.


"Sebentar lagi, aku masih ingin di sini" jawab Farwa sambil terus menatap gundukan tanah yang ada di hadapannya. "


Apa kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu" tanya Erick.


"Aku baik-baik saja, gimana kabarnya Bapak? "

__ADS_1


"Baik seperti yang terlihat, oh iya jangan panggil aku Bapak sebab sekarang kamu bukan karyawan ku lagi. Panggil saja nama, mungkin itu akan lebih akrab" kata Erick sambil tersenyum.


Setelah cukup lama Erick berdiri di samping Farwa dan akhirnya Farwa pun memutuskan untuk segera pulang. Sebab keluarga nya sudah menunggu di tempat parkir, Daisy sudah pulang terlebih dahulu bersama Faklan.


__ADS_2