Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 141


__ADS_3

"Om....!" teriak anak kecil, sehingga membuyarkan lamunan Adnan.


"Eh, jagoan om ternyata sudah datang" jawab Adnan sambil tersenyum menatap wajah anak kecil yang sudah ada di hadapan nya pada saat ini.


"Iya, Ayah tuh lama sekali di jalannya. Mana banyak mampir, padahal aku ingin segera sampai di sini dan bertemu sama tante Daisy. Eh tapi, kenapa om ada di sini? " tanya anak kecil itu.


"Om, lagi nunggu jagoan. Kan kita di undang ke rumah ini, jadi nanti kita bisa main bersama di sini" jawab Adnan.


"Oh iya, aku lupa"


"Eh besan sudah sampai" kata bu Ratih menyambut kedatangan keluarga Daisy.


"Maaf, telat" kata Zulaikha


"Nggak, ko. Mereka juga baru pada pulang, ayok langsung saja masuk! " Ratih mempersilakan semuanya untuk segera masuk ke dalam rumah super luas, dan memang rumah ini hampir setara dengan rumah nya Radit.


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah dan duduk di tempat yang ada di ruangan tersebut, Ratih pun memberi perintah terhadap pelayan yang bekerja di rumah ini untuk segera membawa minum dan beberapa makan yang sudah di siapkan olehnya.


Di antara mereka juga bercerita tentang mereka masing-masing, bu Ratih juga banyak bercerita tentang perjuangan nya selama mencari anak kandung nya sehingga bisa bertemu dengan Faklan.


Dan perjuangan nya selama ini untuk selamat dari orang-orang jahat, bahkan ia harus merelakan perusahaan peninggalan suami untuk menyelamatkan nyawa Mayang karena orang-orang jahat terus mengancamnya akan menghabisi seluruh anggota keluarga nya, jika Ratih tidak mengikuti apa yang mereka minta.


Dan mereka yang mendebarkan sangat prihatin dengan apa yang di alami oleh bu Ratih, Faklan juga sekarang semakin mengerti mengapa ia di titipan di panti asuhan dan itu semua demi keselamatan nyawanya.


Andaikan ia tidak ti titipkan, mungkin sekarang ia tidak ada di dunia ini.


Setelah cukup lama mereka saling bertukar cerita, dan mereka semua lanjut ke meja makan.


Mereka semua sudah duduk bersama dan menikmati makan malam bersama, ini pertama kali mereka duduk bersama sambil menikmati makanan seperti ini.


Mahad dan Zulaikha merasa tidak pantas untuk berada di antara keluarga menantunya, karena ia berasal dari keluarga biasa sedangkan menantunya itu orang kaya.


Bahkan kedua putrinya mendapatkan jodoh nya orang kaya, tidak pernah terbayang kan sebelum nya jika ia akan mempunyai besan orang-orang seperti mereka.

__ADS_1


Meskipun kedua menantunya orang yang memiliki banyak harta, akan tetapi mereka sangat menyayangi mereka berdua.


"Seharusnya ibu Ratih tidak perlu melakukan ini semua, saya merasa tidak pantas berada di antara kalian. Dari status sosial saja kita sangat jauh" kata Zulaikha dengan wajah sendu, ia merasa sangat tidak pantas untuk hadir di antara semuanya.


"Kenapa bicara seperti itu, ibu itu yang melahirkan Daisy dan Daisy menantu saya, itu artinya kita keluarga. Di sini tidak ada status sosial yang membedakan kita semua sama" jawab Bu Ratih.


"Bu, kita sekarang sudah menjadi keluarga jangan pernah berkata seperti itu lagi" Faklan pun menimpali ucapan sang Mama.


"Sudah kita jangan membahas ini lagi ya, itu makanan nya di makan. Oh iya jagoan kecil kamu suka makanan yang mana? " tanya bu Ratih sambil tersenyum menatap Argani kecil yang sudah duduk rapi di samping Farwa.


"Aku mau ayam nya upin ipin omah" jawab Argani kecil.


"Waduh, itu harus nunggu terlebih dulu. Nanti minta ayahmu pergi ke negeri tetangga untuk minta ke ka rose" jawab Bu Ratih.


"Kenapa harus nunggu, itu di piring ada" Argani heran dengan jawaban omah Ratih.


"Lah, itu bukan ayam nya upin ipin tapi ayam goreng buatan Omah" jawab Ratih sambil tertawa kecil dan yang lainnya pun ikut tertawa meliat wajah Argani kecil yang terlihat seperti bingung.


Akhirnya Farwa pun mengambil ayam goreng yang di minta oleh Argani kecil, dan mereka semua menikmati makan malam dengan penuh kehangatan .


Kebahagiaan pun terpancar dari wajah semua anggota keluarga, terlihat saling menyayangi antara satu dengan yang lainnya.


Ratih juga terlihat sangat sayang terhadap Daisy dan memperlakukan nya dengan baik, dan hal itu membuat Zulaikha tenang karena putrinya berada di tempat yang tepat yang bisa menerima kehadiran Daisy dan menerima setiap kekurangan yang ada pada Daisy.


Zulaikha selalu khawatir terhadap Daisy, karena putri bungsu nya tidak bisa melakukan pekerjaan rumah bahkan tidur itu menjadi hoby nya Daisy.


Waktu bergulir begitu cepat, acara makan bersama sudah selesai.


Mereka sudah kembali ke ruang keluarga, di mana mereka berbagi cerita antara satu dan yang lainnya.


Farwa dan Daisy, begitu juga Mayang. Mereka juga bercerita tentang keseharian nya, sedangkan Bu Ratih dan kedua orang tua Daisy bercerita dengan topik yang lain.


Sedang kan ketiga lelaki, mereka lebih memilih berada di teras belakang rumah. Karena di sana lebih nyaman dan bisa menghisap tembakau dengan bebas, Adnan dan Faklan belum bisa terlepas dari itu sedangkan Radit sudah tidak mengkonsumsi itu setelah ia di nyatakan impoten.

__ADS_1


Karena itu juga salah satu penyebab yang membuat Radit menderita itu, dan gaya hidup kurang baik juga yang terjadi di masa lalunya.


"Aku ingin bicara serius dengan kalian berdua" kata Adnan sambil menatap dua laki-laki yang berada di hadapan nya pada saat ini secara bergantian.


"Ada apa? " tanya kedua nya secara bersamaan.


"Pekan depan, aku akan mengadakan peresmian hotel yang di bangun di pinggir pantai sekaligus serah terima dari kontraktor, dan arsitek hotel itu kan Mayang, bagaimana kalau aku melamarnya di sana anggap saja itu kejutan untuk nya" Adnan berkata dengan wajah yang serius.


"Aku sih setuju, tapi entah lah dengan Faklan, sekarang kan dia kakaknya Mayang. Aku nggak tahu dia setuju atau tidak bahwa kamu melamar adiknya" jawab Radit.


"Kalau kak Adnan ingin menjadikan Mayang istri mu, aku setuju asalkan Mayang juga suka. Aku percaya sama kak Adnan bahwa bisa menjadi suami yang baik yang bisa membimbing Mayang" Faklan juga ternyata setuju akan hal itu.


"Kalau begitu kalian berdua yang menyiapkan semua nya" kata Adnan.


"Enak saja, usaha sendiri dong. Masa iya nggak ada usahanya" jawab Faklan.


"Bantuin lah, mau minta tolong ke siapa lagi kalau bukan sama kalian berdua" jawab Adnan dengan raut wajah penuh permohonan.


"Nggak, aku banyak pekerjaan jadi nggak bisa juga menyiapkan itu semua dalam waktu satu minggu. Nyari orang yang ahli di bidang nya saja, itu untuk memudahkan semua nya" kata Radit.


Ya memang betul lebih baik mencari orang yang ahli di bidang nya, karena sudah pasti mereka melakukan yang terbaik untuk klien nya.


Setelah cukup lama perdebatan di antara mereka, dan Adnan pun setuju dengan yang di katakan Radit dan Faklan.


Waktu bergulir begitu cepat, mereka semua sudah kembali berkumpul di ruang keluarga sedangkan Argani kecil sudah tertidur pulas di pangkuan Farwa.


Dan kedua orang tua Daisy pun memutuskan untuk segera pulang, karena waktu juga sudah malam.


"Terimakasih atas jamuannya, lain kali gantian. Aku yang masak untuk besan! " kata Zulaikha.


"Tinggal kita atur lagi waktunya, dan bisa kumpul semua seperti ini" jawab Bu Ratih.


Akhirnya mereka semua berpamitan dan segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2