
Mayang dengan terburu-buru melangkahkan kakinya untuk segera menuju ruangan di mana ia akan bertemu dengan orang yang mengirimkan nya pesan, padahal ia ingin sekali mengistirahatkan tubuhnya. Akan tetapi ia juga sangat sadar bahwa ia bekerja di bawah kendali orang, bukan dirinya sebagai bos akan tetapi hanya karyawan biasa. Mau tidak mau ia juga harus mentaati aturan yang ada di perusahaan tersebut, meskipun Mayang capek ia harus datang ke kantor karena akan ada meeting bersama orang-orang penting perusahaan.
Setelah sampai di depan pintu ruangan, tangan nya mendorong pintu. Setelah beberapa saat pintu sudah terbuka, di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu dirinya.
Ia pun minta maaf terhadap semua orang karena sudah menunggu dirinya, setelah Mayang duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Akhirnya Meeting pun di mulai, kali ini Adnan langsung memimpin langsung. Semua orang yang ada di ruangan tersebut menyimak apa yang di sampai kan oleh pemimpin perusahaan tersebut, dan perencanaan untuk pembangunan gedung yang ada di daerah selatan. Mayang sangat berperan penting untuk pembangunan tersebut, karena ia sebagai arsitektur di kantor ini dan ia juga sebagai kepala team jadi ia harus hadir untuk kali ini. Biar ia juga tahu apa yang di inginkan klien mereka, biar tidak salah dan menghasilkan sebuah gedung yang sangat bagus dan berkualitas.
Waktu bergulir begitu cepat, dua jam telah berlalu. Seluruh pembahasan soal perusahaan telah selesai, semua orang yang berhubungan dengan proyek tersebut satu persatu keluar dari dalam ruangan tersebut. Hanya tinggal Adnan dan sekretaris nya beserta Mayang yang ada di ruangan tersebut karena ada yang masih ingin di tanyakan terhadap Adnan ia memilih keluar terakhir dari ruangan tersebut.
"Oh iya, bu Mayang soal perencanaan tadi seperti yang sudah di jelaskan, tolong segera kirimkan cetak biru nya. Biar saya pelajari terlebih dahulu apakah itu sesuai atau perlu di perbaiki. Saya kasih waktu satu minggu dari sekarang, saya yakin Ibu dan team bisa melakukan ini! " kata Adnan sambil menatap wajah Mayang dengan serius.
"Iya, Pak. Tapi itukan untuk pembangunan tahun depan, saya kira masih ada waktu yang cukup. Tapi ada proyek yang sedang kita kerjakan dan menurut saya kita fokus saja dulu terhadap apa yang sedang kita kerjakan, bukan nya bapak yang meminta saya untuk cek proyek pembangunan hotel. Mumpung belum rampung takut nya ada yang tidak sesuai jadi bisa di perbaiki nya" jawab Mayang.
"Apa yang kamu katakan itu memang betul, meskipun untuk pembangunan tahun depan. Akan tetapi perencanaan butuh dari sekarang, jadi biar kita itu tidak keteteran jadi kita harus mempersiapkan nya dengan matang, kita juga harus cek bahan bangunan yang cocok untuk di gunakan di tempat tersebut. Waktu itu singkat, jadi sudah seharusnya di rencana kan dari sekarang! " kata Adnan.
"Iya, tapi kan Saya tidak bisa Pak jika dalam waktu satu minggu harus menyelesaikan itu. Mungkin kasih waktu sepuluh hari lah, untuk saya berfikir dan menyelesaikan semuanya" jawab Mayang.
"Baiklah, masih ada yang ingin di bicarakan? " tanya Adnan.
"Tidak Pak! terimakasih banyak, kalau begitu saya permisi ke ruangan terlebih dahulu" kata Mayang sambil menunduk hormat terhadap Adnan.
__ADS_1
"Silakan"
Akhirnya Mayang bangkit dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk keluar dari ruangan tersebut.
Setelah beberapa saat, Mayang sudah tiba di ruangan kebesaran nya. Di sana ada beberapa orang juga yang satu team dengan nya.
"Bagaimana hasilnya bu? " tanya teman satu divisi dengan Mayang.
"Soal pembangunan gedung baru, yang akan di laksanakan tahun depan. Oh iya, Pak Bos minta cetak biru dalam waktu dekat. Tadinya dia memberi waktu 1 minggu, dan aku minta tambahan sepuluh hari" jawab Mayang sambil menjatuhkan tubuh nya di atas kursi kebesaran nya.
"Eh yang benar saja, kita itu manusia loh bukan robot yang bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat" jawab Nanda salah satu orang yang ada di ruangan tersebut, sekaligus sahabat Mayang.
"Iya, juga sih" jawab Nanda sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
Beberapa saat mereka saling diam, hingga pada akhirnya waktu istirahat pun telah tiba. Nanda mengajak Mayang untuk makan siang di luar, meskipun rasa lelah masih menguasai dirinya. Akan tetapi tubuh Mayang juga butuh asupan gizi agar tidak sakit.
"May, kita makan di luar yuk? katanya ada rumah makan baru tapi masakan nya enak, tempat nya sederhana tapi pengunjung nya ramai di sana terkenal yang punya nya sangat ramah. Menyediakan masakan rumahan tapi rasanya itu loh mantap" kata Nanda sambil mendekat ke arah Mayang.
"Tahu darimana kamu, memangnya pernah makan makanan nya? " tanya Mayang.
"Astaga Mayang, masa iya kamu itu lupa. Bukan kah bos pernah berbagi makan terhadap kita saat ada acara di panti asuhan itu loh. Pas sedekahkan untuk memperingati hari meninggal nya ibu nya Pak bos, bukankah semua karyawan juga di kasih termasuk kamu" jawab Nanda.
__ADS_1
"Kan waktu itu aku kasih ke kamu semua" kata Mayang sambil menatap lekat wajah sahabat nya itu.
"Oh iya aku lupa" jawab Nanda sambil menepuk jidatnya.
"Ya sudah ayok kalau mau makan di sana! tapi aku nggak kembali ke kantor yah setelah itu. Jam dua ada tinjau pembangunan hotel yang tidak jauh dari rumah makan tersebut, apa mau kembali ke kantor atau ikut bersama ku. Pak Rizki sudah berangkat ke sana tinggal kita yang menyusul kalau kamu mau ikut ya hayu! " ajak Mayang.
"Tapi yang lainnya bagaimana? " tanya Mayang sambil menunjuk ke arah rekan kerja nya yang lain.
"Ya sudah kamu pergi saja temanin bu Mayang, kan kita satu team harus saling membantu untuk sukses pekerjaan kita. Kita bisa menyelesaikan semuanya, kalian pergi saja" jawab salah satu dari mereka yang masih fokus di layar monitor nya.
"Kalau begitu, terimakasih banyak. Kami pergi dulu tapi mau makan siang bukan kerja, oh iya jangan lupa makan siang juga nanti kalian sakit terus meninggal yang rugi kita. Perusahaan nyari karyawan baru" kata Nanda sambil menatap mereka yang masih fokus dengan pekerjaan nya.
"Nanda... " panggil Mayang dengan nada bicara penuh penekanan.
"Ih bener kan yang aku katakan"
"Ya sudah, kita pergi sekarang. Semuanya kita pergi duluan yah, jangan lupa istirahat! " kata Mayang sambil menarik tangan Nanda untuk segera keluar dari ruangan nya.
Setelah beberapa saat mereka sudah berada di tempat parkir, Mayang juga sudah meminta pak sopir untuk mengantarkan kendaraan untuknya. Ia juga lebih nyaman membawa kendaraan sendiri daripada harus menggunakan sopir, ia tidak terlalu suka jika di tunggu.
Kedua perempuan sudah berada di dalam kendaraan dan Mayang sudah siap melajukan kendaraan nya untuk segera menuju tempat, yang menurut Nanda itu makan yang tersedia di sana sangat enak. Entah pada saat itu keadaan Nanda lagi laper atau memang enak rasanya. Makanya ia ketagihan untuk makan makanan nya lagi.
__ADS_1