
Waktu begitu cepat berlalu, satu minggu telah berlalu.
Selama itu juga Argani terus berusaha untuk mencari pekerjaan, akan tetapi tidak ada satu perusahaan pun mau menerima dirinya.
Hari ini ia akan datang ke suatu tempat di mana ia mendapatkan panggilan untuk wawancara, begitu juga dengan Farwa.
Argani juga sudah mengijinkan istrinya untuk bekerja, ia tidak mau mengekang istrinya. Lagian niat Farwa juga baik, ingin membantu suaminya. Agar beban nya sedikit ringan, ketika mereka berdua sama-sama bekerja.
Farwa juga sekarang semakin dekat, sekarang sudah tidak canggung lagi saat bersama Argani.
"Ini kemeja nya, baru aku setrika" kata Farwa sambil menyerahkan kemeja yang baru saja di setrika.
"Nggak perlu repot seperti ini, aku bisa melakukan sendiri" ucap Argani sambil mengulurkan tangan terhadap sang istri, ia mengambil kemeja tersebut.
"Ini salah satu tugas istri terhadap suami" jawab Farwa.
"Tapi aku belum bisa menjadi suami yang sesuai dengan keinginan mu"
"Tidak perlu menjadi seseorang seperti yang ku inginkan, cukup jalani apa yang terjadi pada saat ini. Jangan pernah melakukan apapun demi orang lain, lakukan lah segala sesuatu karena Allah. Dan jangan lupa patuhi semua perintah-Nya dan jauhi larangan nya, jangan pernah melakukan apapun sesuai keinginan ku" kata Farwa sambil menatap lekat wajah suaminya.
"Aku akan belajar lebih baik, yang sesuai dengan syariat"
"Ayok, cepat ganti bajunya. Sarapan sudah siap, nanti kalau telat bagaimana! " kata Farwa mengajak, Argani untuk segera bersiap sebab waktu sudah semakin siang.
Harini ini semoga keberuntungan ada di pihak mereka.
"Iya" jawab Argani.
Setelah itu Argani memakai kemeja yang sudah di siapkan sang istri, sekarang ia merasakan seperti sudah membuat Farwa sedikit membuka hatinya untuk Argani.
Farwa selalu memperhatikan kebutuhan Argani walau sekecil apapun, dan Farwa juga selalu menghormati Argani meskipun mereka menikah dengan cara paksa.
Begitu juga dengan Farwa, hari ini ia menggunakan pakaian yang sangat pas, senada dengan kemeja yang di kenakan Argani.
Farwa selalu menutup Aurat nya, perempuan ini selalu rapi meskipun saat di rumah.
Bahkan Argani saja tidak pernah melihat Farwa tanpa menggunakan penutup kepala.
Memang Farwa di besarkan dari keluarga sederhana dan menjungjung tinggi Agama yang di anutnya.
__ADS_1
Kebalikan dengan Argani, ia tidak pernah melakukan riual keagamaan.
Bahkan ia melihat Farwa selalu membungkus tubuh nya dengan kain, ia seperti gerah.
Seiring berjalan nya waktu, ia juga Faham. Bahwa memang seharusnya perempuan berpakaian seperti itu.
Sepasang suami istri yang di pertemukan dengan cara yang tidak di sangka, Argani menikahi Farwa dengan cara paksa.
Kali ini mereka sedang menikmati sarapan bersama, Farwa sudah mulai berdamai dengan keadaan.
Walau bagaimana pun, apa yang terjadi pada dirinya atas kehendak sang naha kuasa.
Mereka menikmati sarapan dengan menu sederhana, meskipun Argani berasal dari keluarga kaya. Akan tetapi saat ini ia sudah melepaskan semuanya, demi cinta nya terhadap gadis sederhana. Dan ternyata cinta nya jatuh terhadap Farwa itu tidak lah salah, hanya saja orang tua Argani tidak bisa membedakan mana orang yang benar-benar tulus dan mana orang yang pura-pura baik.
Waktu bergulir begitu cepat, mereka sudah selesai.
Farwa dan Argani sudah siap untuk berangkat.
"Aku antara kamu terlebih dahulu, dan setelah itu baru akan Berangkat ke tempat yang akan di datangi oleh ku" ucap Argani.
"Jika itu susah, ngakak perlu biar aku naik ojek atau bajaj" jawab Farwa.
"Sekarang kita belum punya uang untuk membayar angkutan umum, jadi aku harus mengantarkan mu terlebih dahulu dan memastikan bahwa kamu dalam keadaan baik dan selamat sampai tujuan"
Meskipun kendaraan ini sudah tua, akan tetapi sangat berguna sekali untuk mengantarkan kemanapun mereka akan pergi.
Argani melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang, Farwa sudah tidak ragu lagi untuk berpegangan terhadap pinggang suaminya.
Mereka menikmati perjalanan di keramaian pagi, semua kendaraan berlalu-lalang memadati jalan. Mereka semua mempunyai tujuan yang berbeda tetapi ada di jalan yang sama, hanya saja ada yg menggunakan motor, sepeda ,mobil, bahkan berjalan kaki.
Itu semua tidak mengurangi semangat mereka untuk sampai di tempat kerja dengan harapan, hari ini akan lebih baik dari hari sebelumnya.
Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang yang membawa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
"Jika sudah selesai dengan urusan ku, Maka. Aku akan menghubungi mu" kata Farwa.
Sekarang Argani sudah memiliki ponsel kembali, ia di kasih pinjam oleh sabarnya.
Awalnya Argani menolak nya, akan tetapi Faklan memaksanya. Walau bagaimana pun jaman sekarang sangat membutuhkan nya, hingga pada akhirnya Argani mau menerima nya.
__ADS_1
"baiklah, semangat istri ku! sekarang pergi yah" ucap Argani sambil tersenyum, memang terlihat sangat ganteng jika seperti ini. Bahkan hati Farwa sudah mulai menghangat saat di perlakuan seperti ini.
"Iya, kamu juga hati-hati! " pesan Farwa terhadap suaminya.
Setelah beberapa saat, Argani sudah pergi meninggalkan sang istri yang masih berdiri di depan gedung perkantoran.
Argani sudah tidak terlihat dan, ia melangkahkan kaki dengan perlahan untuk segera masuk ke dalam gedung. Dengan hadapan ia bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang di harapkan nya, padahal tidak usah khawatir juga. Farwa masuk ke tempat ini juga atas dasar rekomendasi dari sang Paman, jadi wawancara juga hanya sebuah pormalitas.
Setelah beberapa saat, Farwa sudah berada di dalam ruangan di mana ia sedang berhadapan dengan bos besar.
Farwa akan menjadi sekretaris pribadi nya.
"Silakan duduk! " perintah seorang pria dewasa yang sedang berada di hadapan nya pada saat ini.
"Baik, Pak. Terimakasih banyak" jawab Farwa sambil duduk kurus yang berada di hadapan nya pada saat ini.
"Apa sebelum pernah bekerja? "
"Saya belum pernah bekerja, akan tetapi saya akan belajar menjadi karyawan yang sesuai dengan peraturan yang ada di perusahaan ini" jawab Farwa dengan ragu, ia sangat takut jika salah menjawab nantinya.
"Amir bilang, kamu itu mempunyai potensi yang bagus dan pernah juga menjadi dosen di universitas terkenal di kota ini? " tanya Erik.
Kali ini Farwa langsung berhubungan dengan CEO perusahaan, sebab dia melamar sebagai sekretaris nya Erik.
"Itu sebelum saya menikah" jawab Farwa.
"Owhh, jadi kamu sudah menikah. Saya sudah membaca SV kamu dan seperti nya kamu memang sangat berpotensi, baiklah mulai besok kamu sudah mulai masuk ke kantor dan menjadi sekretaris peribadi ku, dan untuk mempelajari nya, nanti saya meminta Alina untuk bertemu dengan mu. Gaji pokoknya yang bakal kamu terima sebesar lima juta rupiah dan itu hanya gaji pokok, belum lembur dan lain nya" kata Erik, ia sangat tertarik dengan apa yang di lihat nya pada saat ini.
Seperti nya Farwa orang yang sangat baik, dan bisa membawa nama baik perusahaan juga
"Terimakasih banyak, Pak. Saya tidak pernah menyangka bisa bergabung di perusahaan ini" jawab Farwa.
"Bekerja dengan baik, jangan membuat malu orang yang telah merekomendasikan mu di tempat ini, sebab Amir terkenal karyawan paling teladan di kantor ini, makanya ku acc lagi untuk pindah ke kantor pusat lagi" kata Erik.
"Saya akan bekerja dengan baik, dan bertanggungjawab dengan tugas Saya" jawab Farwa.
"Baiklah, sekarang kamu boleh pergi. Jangan lupa besok mulai bekerja dan datang tepat waktu, jangan sampai kamu datang setelah Saya! "
Farwa mengerti apa yang di katakan atasan nya, setelah itu.
__ADS_1
Farwa melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari ruangan, lalu memberi tahu suaminya bahwa ia sudah bisa bekerja mulai besok.
Suatu kebahagiaan bagi Farwa, bisa membantu suami dalam mencari nafkah.