
Di tempat lain.
Argani juga sangat bahagia, dan ternyata dirinya di terima di sebuah perusahaan. Memang tempat Argani bekerja tidak seperti perusahaan di mana Farwa bekerja.
Perusahaan itu juga hanya mampu membayar Argani dengan gaji 3 juta, mungkin posisi Argani di perusahaan itu juga hanya staf biasa jadi gaji segitu sesuai dengan upah minimum yang di tetap kan oleh pemerintah setempat.
Bagi Argani berapa pun gajinya tidak masalah, yang terpenting ia bisa bekerja.
Ini pertama kalinya ia harus bekerja tanpa menggunakan marga keluarga nya, sekarang Argani hanyalah orang biasa jadi perusahaan pun menerima nya bukan karena orang tua Argani.
Tetapi mereka melihat potensi yang ada pada diri Argani, hanya saja butuh proses untuk semua itu.
Argani langsung pulang, ia tidak hentinya tersenyum sepanjang jalan.
Ia tidak menyangka bahwa akan di terima bekerja, sebab perusahaan yang sebelumnya. Menganggap Argani hanyalah anak manja tidak bisa apapun, dan keahlian nya menghabiskan uang orang tua.
Ia janji akan bekerja dengan sungguh-sungguh, dan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
Agar kehidupan nya bersama Farwa menjadi lebih baik, dan membuktikan pada keluarga nya. Bahwa ia juga bisa hidup dengan baik bersama orang yang sangat di cintainya.
Waktu bergulir begitu cepat Argani sudah sampai di depan gedung yang menjulang tinggi di hadapan nya, ia merogoh ponsel yang ada di sakunya.
Lalu ia mengusap layar ponsel untuk menghubungi sang istri.
Tanpa membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Farwa sudah menjawab panggilan dari sang suami.
Ternyata Farwa sudah berada di luar gedung dan menunggu suaminya untuk segera pulang.
Akhirnya Farwa berjalan dengan perlahan mendekati suaminya di mana Argani menunggu nya, dan ia tidak turun dari motor yang di kendarai nya.
"Bagaimana lancar? " tanya Farwa terhadap sang suami, sambil tersenyum tipis.
"Semuanya berjalan sesuai dengan rencana, ini semua berkat dari doa mu juga" jawab Argani.
"Alhamdulillah, akhirnya kita mempunyai pekerjaan" ucap Farwa.
"Bagaimana dengan mu? " tanya Argani.
"Aku juga di terima? "
"Baiklah, ayok kita pulang sekarang tapi sebelum itu. Kita mampir ke rumah ibu dulu ya! " Ajak Argani terhadap Farwa.
Farwa tidak menyangka bahwa Argani yang sekarang itu sudah berubah.
"Baiklah" jawab Farwa sambil naik ke atas kendaraan yang akan mengantarkan mereka ke manapun pergi.
Akhirnya mereka berdua pulang, sepanjang perjalanan mereka di penuhi kebahagiaan.
Setelah ini mereka akan menata hidup baru bersama lingkungan baru, kali ini Argani benar-benar berada di lingkungan baru.
Waktu bergulir begitu cepat, Argani sudah berhasil menghentikan kendaraan nya di halaman rumah mertua nya.
Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, di sana terlihat sang ibu sedang duduk sambil menikmati acara televisi kesukaan nya.
Mereka berdua langsung mendekat ke arah sang ibu dan mencium tangan nya, Zulaikha mulai membuka hati untuk Argani.
Sebab ia menemukan sisi lain dari laki-laki itu, yang sudah menunjukkan perubahan nya.
Argani dan Farwa duduk di hadapan sang ibu.
__ADS_1
"Bagaimana kabar ibu sekarang? " tanya Argani terhadap sang mertua.
"Sekarang sudah lebih baik" jawab Zulaikha.
"Syukur lah, Maaf yah Bu...nggak bisa tiap hari mengunjungi ibu" kata Farwa sambil menatap lekat wajah sang ibu.
" Ngakak apa-apa,ibu baik ko. Hanya saja belum bisa beraktivitas seperti biasa, kalau mau minum ambil saja yah! " kata Zulaikha.
" Iya, Ibu"
Farwa pun pergi ke dapur untuk membuat teh manis untuk sang suami.
Setelah beberapa saat Farwa sudah kembali dengan membawa cangkir yang berisi teh di tangan nya. Lalu Farwa meletakkan nya di hadapan Argani, dan beberapa makan ringan juga ia bawa dari dapur.
Lalu Farwa duduk kembali di samping Argani.
"Apa Ayah belum pulang, Daisy juga ya? " tanya Farwa terhadap sang ibu.
"Ayah mu beberapa hari ini ada kelas malam, jadi selalu pulang di jam sembilan malam. Daisy seharusnya sudah pulang, tapi kenapa dia belum pulang juga yah. Nggak ada menghubungi Ibu juga" jawab sang ibu.
Waktu bergulir begitu cepat, Argani sudah mulai menunjukkan sikap yang baik terhadap ibu mertua nya.
Dan mereka juga mengobrol ringan, sehingga Zulaikha tidak merasakan kesepian saat tidak ada orang di rumah.
Datang Farwa dan suaminya itu sudah membuat hati Zulaikha merasa sangat senang dengan kehadiran anak dan menantunya.
Sekarang Zulaikha sudah tidak merasakan ketakutan lagi saat bertemu dengan Argani, malah ia menemukan sosok lain dari laki-laki itu.
Sudah hampir satu jam mereka mengobrol dan Zulaikha bertanya terhadap sang putru
"Kalian mau menunggu Ayah pulang" tanya sang ibu.
Sebab keputusan ada di tangan suaminya.
"Kalau aku tergantung Farwa, ngikut aja" jawab Argani.
"Apa kalian sudah makan? "
"Tadi pagi sudah" jawab Farwa.
"Tapi ini sudah sore, bahkan sebentar lagi malam, kalau begitu bisa nggak kamu masak dulu sebelum pulang, nanti kita makan malam bersama. Ibu akan meminta Ayah mu agar dia cepat pulang"
Zulaikha meminta sang putri untuk memasak terlebih dahulu sebelum pulang.
"Iya ibu" jawab Farwa.
"Kalau begitu siapkan makan malam, biar ibu di temani suami mu" kata sang ibu dengan nada bicara yang lembut, sungguh membuat hati Argani merasakan ketenangan saat berada di tengah keluarga Farwa.
Tidak pernah berbicara soal kedudukan harta dan reputasi, Argani baru merasakan ternyata kebagian yang sesungguhnya seperti ini. Tidak hanya soal harta dan kekuasaan.
"Ya sudah aku pergi ke dapur dulu" jawab Farwa sambil bangkit dari duduknya.
Lalu berjalan dengan perlahan meninggalkan suami dan ibunya yang masih asik ngobrol.
"Bu terimakasih banyak, sudah menerima ku menjadi bagian dari keluarga kalian. Entah harus membalas nya dengan cara apa" kata Argani sambil menatap lekat wajah sang ibu mertua.
"Untuk apa bilang terimakasih, kita sekarang sudah menjadi keluarga. Mulai lah kita menata masa depan lupakan apa yang telah terjadi di masa lalu, aku nggak perduli cara kamu mendapatkan Farwa seperti apa, harapan ku saat ini. Kamu bisa menjadi suami yang baik untuk nya dan menjadi Ayah yang bisa di bangga kan oleh anak-anak mu kelak, karena aku berfikir bahwa segala sesuatu yang terjadi pada hidup kami itu sedah di takdirkan oleh sang kuasa. Jadi aku hanya bisa menerima semua ini dengan ikhlas, maka itu akan lebih baik" jawab Zulaikha terhadap Argani.
Sungguh keluarga Farwa itu memiliki hati yang lapang, menerima semua kesalahan Agani di masa lalu. Dan mereka berharap bahwa kedepan nya akan lebih baik.
__ADS_1
"Aku akan berusaha menjadi suami dan Ayah yang baik untuk anak-anak ku nanti" jawab Argani.
"Nggak perlu berjanji, cukup jalani saja dan melakukan kebaikan" ucap Zulaikha.
"Iya, Bu... bolehkah aku pergi ke dapur membantu Farwa? " Argani meminta ijin terhadap ibu mertua nya.
"Untuk apa? Farwa sudah terbiasa memasak tanpa bantuan" jawab Zulaikha.
"Hanya ingin membantunya saja"
"Ya, Sudah pergi sana! " Akhirnya Zulaikha mengijinkan Argani untuk pergi ke dapur menyusul sang istri.
Setelah beberapa saat Argani sudah berada di dapur, terlihat sang istri sedang memotong sayuran.
Lalu ia mendekati Farwa" apa aku bisa membantu mu? " tanya Argani terhadap sang istri.
Betapa terkejut nya Farwa saat melihat suaminya berdiri di hadapan nya pada saat ini.
"Memangnya kamu bisa melakukan ini? " tanya Farwa terhadap sang suami.
"Gampang hanya memotong doang kan! " jawab Argani.
Akhirnya Farwa mempersilakan Argani untuk membantunya. Farwa terus memperhatikan suaminya saat memotong sayuran dan ternyata kentang yang di potong nggak di kupang terlebih dahulu.
"Kenapa nggak di kupas terlebih dahulu kentang nya? " tanya Farwa terhadap Argani yang sedang memotong kentang.
"Kentang tidak hanya bisa dikonsumsi dagingnya, namun juga kulitnya. Justru, dalam kulit kentang, kandungan seratnya dinilai lebih banyak, sehingga sangat baik dikonsumsi bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Kulit kentang sangat bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung banyak nutrisi. Berikut adalah segelintir kandungan kulit dari sebuah kentang besar (50 gram). Tidak hanya itu, kulit kentang banyak mengandung vitamin, seperti vitamin A, beberapa jenis vitamin B, vitamin C, vitamin K. " jawab Argani sambil terus melanjutkan memotong kentang.
Farwa terkejut dengan apa yang di katakan suaminya, selama ini dirinya tidak pernah tahu kandungan gizi yang terdapat pada kulit kentang tersebut.
"Kamu tahu darimana hal itu? "
"Pernah membacanya di sebuah artikel, jadi bukan hal yang buruk ketika masak kentang dengan kulit nya" jawab Argani sambil tersenyum menatap lekat wajah sang istri.
Farwa sudah mulai terpesona dengan senyuman Argani.
"Ternyata kamu cerdas juga, malah aku nggak pernah tahu loh soal itu. Jadi nggak bahaya berarti jika kita makan sama kulit nya? " tanya Farwa terhadap sang suami.
"Kulit kentang mengandung serat yang tinggi. Ada juga kandungan zat antioksidan, polifenol, dan glikoalkaloid, di mana telah terbukti menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Akibatnya, orang yang ingin mendapatkan manfaat kesehatan dari kulit kentang harus makan kentang yang tidak dikupas. Malah banyak manfaat nya jika kita konsumsi dengan kulit nya" jawab Argani.
"Terus kandungan zat apa saja yang ada di kulit kentang, aku ingin tahu lebih jelas? " tanya Farwa lagi.
"Kulit kentang mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks yang keduanya berperan sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh" jawab Argani sambil menatap lekat wajah Farwa.
Farwa semakin kagum dengan jawaban yang di berikan suami, selama ini ia tidak pernah tahu zat yang terkandung di dalam kulit kentang. Selama ini is selalu mengupas nya jika mau memasak itu.
"Woww ternyata sangat bermanfaat sekali yah" kata Fara.
Dan Farwa melanjutkan masaknya di bantu oleh sang suami, kali ini mereka terlihat sangat dekat seperti layaknya pasangan lain.
Waktu bergulir begitu cepat, Farwa dan Argani sudah selesai memasak.
Ada rasa bahagia yang di dapatkan Argani saat bersama Farwa di dapur.
Makanan sudah tertata di meja, mereka berdua kembali ke ruang tengah di mana sang ibu masih setia bersama acara televisi kesukaan nya.
Terdengar suara kendaraan berhenti di depan rumah, Farwa pikir itu sang Ayah.
Ia bangkit dari duduknya untuk menyambut kedatangan sang Ayah, akan tetapi yang datang bukan lah sang Ayah.
__ADS_1
"Kau! " kata Farwa, ia terkejut dengan orang yang berdiri di hadapan nya pada saat ini.