Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 67


__ADS_3

Di kediaman keluarga Malik.


Acara prosesi pemakaman sudah selesai di lakukan, seluruh anggota keluarga sudah kembali ke rumah.


Begitu juga dengan Malik, laki-laki yang sudah tidak lagi muda itu belum bisa menerima kenyataan bahwa Ambar akan pergi secepat ini.


Malik terus duduk di kamar sambil menatap gambar sang istri yang menempel di dinding, ia tidak ingin beranjak sedikit pun dari dalam kamar dan melepaskan pandangan nya dari gambar sang istri.


"Kenapa begitu cepat kamu pergi meninggalkan ku ini, sekarang aku bagaimana? Mana bisa aku melakukan semua nya tanpa mu" batin Malik sambil menatap lekat gambar sang istri, dengan air mata yang keluar begitu saja tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu.


Sungguh ia belum bisa menerima kenyataan bahwa hari ini ia telah kehilangan orang yang telah berjuang bersama selama puluhan tahun, hari ini takdir telah memisahkan mereka.


Seketika pikiran Malik terlintas nama Malawar yaitu seseorang yang telah ia bayar mahal untuk membunuh Farwa akan tetapi semua itu gagal.


Malik bangkit dari duduknya lalu mengambil ponsel nya lalu menghubungi seseorang dan segera meminta orang tersebut untuk segera menemuinya di ruang bawah tanah.


Karena ada hal penting yang harus mereka bicara kan.


Setelah berbicara di telepon, Malik langsung keluar dari kamar untuk segera pergi ke ruang rahasia nya.


Di ruang tengah ia bertemu dengan Adnan, anak sulung yang selalu taat dan patuh menerima setiap aturan yang di berikan olehnya.


Tidak seperti Argani anak pembangkang.


"Pa... mau pergi ke mana? ini sudah malam, keadaan papa juga sedang tidak baik-baik saja. Aku tidak akan pernah mengijinkannya untuk pergi! " kata Adnan sambil menatap lekat wajah sang Papa.


"Hanya pergi sebentar, jangan khawatir aku pasti baik-baik saja. Lagi pula aku hanya pergi ke tempat di mana aku merasakan ketenangan" jawab Malik sambil pergi berlalu begitu saja.


Ruang bawah tanah berada tidak jauh dari rumah utama.


"Tapi keadaan Papa sedang tidak baik, lebih baik istirahat. Sejak kemarin Papa belum istirahat" kata Adnan, ia tidak mengijinkan sang Papa untuk pergi ke manapun.


"Hanya sebentar, lagian perginya juga di temani jay" jawab Malik sambil pergi meninggalkan Adnan yang masih berdiri di ruang tengah.


Adnan pun tidak bisa melakukan apapun, sebab ia sangat faham bahwa sang Papa tidak bisa di cegah selain membiarkan nya pergi.


Akhirnya Adnan pun kembali ke kamar setelah kepergian sang Papa.


Waktu bergulir begitu cepat, Malik sudah berada di ruang bawah tanah.


Di ruangan tersebut terdapat banyak senjata dari berbagai jenis, sehingga menambah seram berada di ruangan tersebut bagi orang yang pertama kali datang ke tempat ini.

__ADS_1


Malik pun duduk di kursi sambil memegangi senjata yang menjadi kesayangan nya.


Orang yang di tunggu nya belum datang juga, ia hanya berdua bersama Jay berada di ruangan ini.


"Mengapa dia belum datang juga? " tanya Malik terhadap Jay, yang sedang berdiri di sisi Malik.


"Mungkin sebentar lagi akan segera sampai" jawab Jay.


Hingga beberapa saat Malik menunggu dan sudah terdengar tanda-tanda akan kedatangan orang yang akan masuk.


Setelah beberapa saat orang tersebut sudah ada di dalam dan di hempaskan di hadapan Malik.


Siapa lagi kalau bukan Malwar yang di paksa oleh anak buahnya Malik.


"Ini Tuan orang nya" kata orang tersebut, sambil menghempaskan Marwan, sehingga tersungkur di lantai.


Malik bangun dari duduknya lalu berjalan dengan perlahan untuk segera mendekat ke arah Malwar, setelah itu Malik jongkok dan mencengkram kuat rahang Malwar.


"Karena kebodohan mu, yang tidak bisa membunuh perempuan sialan itu. Aku telah kehilangan istri dan anak mu, sekarang aku bisa saja meledakkan senjata ini di kepala mu. Akan tetapi aku tidak akan melakukan itu, sekarang ada kesempatan terakhir untuk mu. Lakukan apa yang telah aku perintahkan untukmu, jika masih gagal makan aku sendiri yang akan meledakkan ini di kepala mu" Malik berkata sambil mencondongkan senjata di kepala Malwar.


"Aku tidak bisa melakukan itu, jika ingin membunuh ku maka lakukan" kata Malwar, ia sekarang sudah tidak merasakan ketakutan lagi di ancam oleh Malik.


Sekarang Malwar sudah berjanji pada Argani dan Farwa bahwa tidak akan pernah melakukan kejahatan lagi.


Akan tetapi Malwar tidak berontak sedikit pun, ia sudah pasrah menerima setiap perlakuan Malik.


"Lakukan apa yang membuat mu puas, Tuan Malik" jawab Malwar sambil menahan rasa sakit akibat di cengkraman kuat oleh Malik.


Akhirnya Malik pun merasakan kesal sendiri saat Malwar pasrah seperti itu.


"Aku akan membuat perhitungan terhadap kamu dan semua anggota keluarga, saat ini aku membiarkan mu hidup agar kamu bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kamu cintai dan aku kan membunuh mu secara perlahan lewat orang-orang yang kamu cintai" kata Malik dengan nada bicara penuh penekan.


Lalu melepaskan cengkraman tangan nya.


Setelah itu Malik meminta orang kepercayaannya untuk membawa Malwar keluar dari ruangan tersebut.


Setelah kepergian mereka tinggal lah Malik yang masih berada di dalam ruangan, amarah nya masih menguasai hatinya.


Ia menganggap semua yang terjadi adalah kesalahan Malwar, andaikan laki-laki itu berhasil membuat Farwa meninggal mungkin Ambar tidak akan pergi meninggalkan mereka pergi.


Ia tidak bisa membiarkan hidup Malwar dan juga Farwa bahagia setelah apa yang di rasakan nya pada saat ini.

__ADS_1


Malik mengepakkan tangan nya .


"Aku akan menuntut balas pada kalian semua, aku bersumpah demi nama Ambar akan membuat kalian menderita" Malik berkata dalam batin sambil mengepakkan tangan nya.


Setelah cukup lama, Malik berada di ruangan itu dan amarah nya sudah mulai mereda.


...****************...


Waktu bergulir begitu cepat.


Pagi hari telah tiba, kali ini Farwa belum bersiap untuk pergi ke kantor.


Ia menghargai suaminya bahwa Argani sedang berduka, Farwa tidak akan membiarkan suaminya larut dalam kesedihan.


"Hai, mengapa belum ganti baju? ini sudah siang" kata Argani terhadap sang istri.


"Menang nya kita mau pergi ke mana? " tanya balik Farwa.


"Bukan kah kita harus pergi ke kantor"


"Tapi sekarang kita sedang berduka, bagaimana bisa pergi ke kantor sedangkan suasana hati kita sedang tidak baik" kata Farwa sambil menatap lekat wajah suaminya.


"Aku baik-baik saja, kita baru beberapa hari di terima bekerja jadi jangan mengecewakan nya. Ayok cepat bersiap! " jawab Argani terhadap sang istri.


"Iya"


Akhirnya mereka berdua berganti pakaian, untuk segera pergi ke kantor.


Setelah beberapa saat, mereka berdua pergi ke kantor dengan bersama.


Waktu bergulir begitu cepat, Argani telah mengantarkan Farwa pergi ke kantornya.


Akan tetapi sebelum pergi ke kantor ia akan mengunjungi sang Mama.


Setelah cukup lama Argani menempuh perjalanan akhirnya ia sudah sampai di pemakaman, lalu ia menghentikan kendaraan nya.


Argani berjalan perlahan untuk segera sampai di makam sang Mama.


Tanpa membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Argani sudah sampai di makam sang Mama.


Lalu Argani bersimpuh di hadapan pusara sang Mama.

__ADS_1


"Kemarin aku datang menemui mu, Ma... tapi Papa tidak mengijinkan aku untuk bertemu Mama untuk yang terakhir kalinya, tapi tidak akan ada yang bisa melarang ku untuk datang ke tempat ini. Maafkan aku ya Ma...belum bisa membahagiakan mu bahkan Papa menganggap bahwa aku yang menyebabkan kematian Mama, padahal tidak ada sedikit pun di hati ku untuk menyakiti hati siapa pun. Aku hanya memperjuangkan cinta ku, oh iya Ma...sekarang Farwa sudah bisa membuka hatinya untuk ku. Do'ain aku ya Ma...bisa hidup bahagia bersama nya. Aku pulang ya Ma...besok pasti aku kembali lagi sebelum pergi ke tempat kerja pasti aku akan menyempatkan untuk datang mengunjungi Mama. Aku pamit ya Ma..m" batin Argani sambil menatap gundukan tanah yang ada di hadapan nya.


Setelah itu Argani bangkit lalu berbalik dan berjalan perlahan untuk segera pergi dari makam sang Mama.


__ADS_2