
Betapa terkejut nya Argani saat mengetahui orang yang datang ke rumah nya pada saat ini.
"Untuk apa kamu datang ke sini? " tanya Argani terhadap orang yang berdiri di hadapan nya pada saat ini.
"Untuk membunuh istrimu" jawab orang tersebut.
"Jangan gila kamu...jika masih berani mengusik istri ku, maka urusan nya dengan ku" kata Argani dengan tatapan mata tajam
"Aku di suruh Ayah mu untuk membunuh Farwa, tapi aku nggak bisa melakukan itu. Sudah cukup aku menjadi orang jahat,dan selama itu juga selalu di penuhi rasa takut di dalam diri"
"Lebih baik masuk dulu, kita bicarakan di dalam!" ajak Argani terhadap Malwar.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam rumah, Farwa yang melihat itu sangat ketakutan dan bersembunyi di balik punggung sang suami.
"Kenapa dia ada di sini, untuk apa juga di perbolehkan masuk. Dia itu ingin membunuh ku" kata Farwa sambil gemetaran, ia sangat takut ketika melihat wajah Malwar.
"Kan ada aku bersama mu, untuk apa juga takut "
"Aku datang ke tempat ini dengan tujuan ingin membunuh mu, akan tetapi. Setelah melihat kalian berdua seperti ini aku tidak bisa melakukan itu, Tuan Malik mengancam ku akan membunuh anak dan istri ku jika tidak berhasil membunuh mu. Tapi aku sadar ketika sudah berada di sini, dosa ku sangat banyak bahkan sempat mencoba membunuh mu. Akan tetapi Tuhan masih menyelamatkan mu, dan kehidupan ku selalu di tekan oleh Ayah mu karena tidak berhasil menyelesaikan tugasku dengan baik. Walaupun seluruh anggota keluarga ku harus mati di tangan Ayah mu, maka. Aku ikhlas menerima nya, mungkin ini balasan atas semua dosa ku" kata Malwar.
Ia sangat menyesal dengan apa yang telah di lakukan nya di masa lalu. Meskipun harus kehilangan anggota keluarga nya, sekarang Malwar tidak perduli. Ia akan merubah hidupnya menjadi orang yang lebih baik, ia tidak akan pernah membunuh lagi demi menyelamatkan anggota keluarga nya.
" Memang nya kamu tidak sayang dengan anak dan istri mu, sehingga tidak menjalankan tugas mu" ucap Farwa dengan nada bicara yang sedikit gemetaran.
"Justru karena aku sayang sama mereka, tidak mau mereka yang menjadi korban dan menerima balasan dari Tuhan atas kesalahan yang selama ini aku perbuat. Aku juga bisa merasakan apa yang di rasakan Ayah mu dan juga suamimu saat mereka sudah tidak lagi bisa memeluk mu, dan itu sangat menyakitkan. Berapa banyak di luar sana yang sudah kehilangan anak nya itu karena aku" jawab Malwar.
"Astaga kamu sering membunuh orang?" tanya Argani dengan raut wajah terkejut.
__ADS_1
"Sering banget, bahkan saya sampai lupa sudah berapa Ayah yang kehilangan anak mereka. Itu karena ulah ku, dan sekarang aku menemui kalian untuk minta maaf. Meskipun dosa ku terlalu banyak dan tidak layak untuk di maafkan, rasa nya lega setelah bertemu dengan kalian dan meminta maaf. Saya tidak bisa lama di tempat ini, mungkin sebentar lagi akan ada polisi yang mencari ku ke tempat ini. Semoga kalian bahagia" kata Malwar.
Karena ia sudah mendengar suara bel berbunyi sudah pasti itu orang- orang yang di perintahkan oleh Malik.
Farwa dan Argani sungguh terkejut dengan apa yang baru saja di dengar nya, Argani hanya tahu bahwa Malik hanya ingin membunuh Farwa.
Tapi kenyataannya lain terungkap, bahwa banyak orang tua kehilangan anak mereka karena ulah Malik.
"Sekarang kamu pergi lewat pintu belakang!" perintah Argani terhadap Malwar.
Walau bagaimanapun ia tidak mau Malwar di tangkap oleh orang suruhan Malik, justru Argani sangat berterimakasih terhadap nya. Telah berkata jujur dengan apa yang di lakukan nya selama ini, ternyata sang Ayah tidak sebaik apa yang di lihat nya selama ini.
Argani tidak akan membiarkan Malik menyakiti Farwa, dia akan melindungi Farwa sampai nafas terakhirnya.
Malwar pun pergi dari rumah Argani lewat pintu belakang.
Dan ternyata dua polisi sedang berdiri di pintu gerbang rumah mereka.
" Ada perlu apa?" tanya Argani terhadap dua polisi terdekat.
"Kami sedang mencari tahanan yang kabur, menurut informasi yang di dapat. Dia masuk ke rumah ini, boleh kami periksa ke dalam?" kata salah satu di antara mereka.
"Silakan!"
Argani mempersilakan orang tersebut untuk masuk dan menggeledah rumah nya.
Argani kembali duduk di samping sang istri yang masih melamun, dan membiarkan dua orang itu menggeledah rumah nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mereka mencari nya dan tidak menemukan orang yang di carinya.
"Terimakasih Tuan, telah memberikan ijin terjadi kami untuk memeriksa rumah nya. Kami permisi" kata mereka secara bersamaan.
Akhirnya kedua polisi itu pergi meninggalkan rumah mereka.
Tinggal lah Argani dan Farwa.
Argani sudah mengepal kan tangannya dan amarah sudah menguasai nya, ia berniat akan datang ke rumah orang tuanya dan memberi peringatan terhadap nya.
" Kamu ingat kan, Ayah ku sangat tidak suka dengan mu. Akan tetapi, karena kita sering mengunjungi nya dan menunjukkan pada mereka bahwa kita sangat sayang dengan nya. Sekarang dia sudah mau menerima kehadiran mu di keluarga ku, menurut ku. Terlalu bahaya jika kita menentang Ayah mu, lebih baik kita mengalah" kata Farwa dengan nada bicara sangat hati- hati.
"Papaku beda dengan Ayah mu, jika tidak di peringati maka akan melakukan apapun sesuka hatinya. Lebih baik kita melawan nya, daripada membiarkan semua kejahatan nya. Agar dia tahu bagaimana rasanya ketika yang mengibarkan bendera perang itu anak nya sendiri " jawab Argani.
"Jangan lakukan itu, walau bagaimanapun dia itu tetap Papa mu yang harus kita hormati " ucap Farwa sambil menatap lekat wajah suaminya yang sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya.
" Bagaimana bisa aku membiarkan orang yang akan membunuh mu" jawab Argani.
Setelah itu ia bangkit dari duduknya lalu pergi ke kamar untuk mengambil kunci motor nya, kali ini Argani akan pergi ke rumah orang tuanya. Ia tidak akan pernah membiarkan ini semua.
Farwa yang melihat ini tidak setuju dengan tindakan yang di lakukan oleh suaminya, akan tetapi Argani tidak memperdulikan Farwa yang melarang nya.
Laki-laki itu terus berjalan ke luar dan mengemudi dengan kecepatan tinggi, Farwa khawatir jika terjadi sesuatu dengan Argani bagaimana.
Setelah Argani pergi Farwa tidak tenang, lalu ia mengambil ponselnya dan menghubungi Faklan dan memberi tahu apa yang terjadi.
Farwa sangat berharap terhadap sahabat suami nya, agar bisa menyusul Argani ke rumah orang tuanya. Agar tidak melakukan hal yang tidak di inginkan.
__ADS_1
Setelah sambungan telepon terputus, Farwa mondar-mandir di ruang tengah dengan rasa khawatir menguasai dirinya.