Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 155


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, hari berganti dengan minggu. Begitu juga dengan minggu telah berganti dengan bulan.


Pernikahan pernikahan Adnan dan Mayang. tinggal menghitung hari.


Semua persiapan udah hampir selesai, Adnan sudah tidak sabar lagi untuk segera bersanding di pelaminan, dengan seorang gadis yang sangat ia impikan yaitu Mayang. Mereka akan mengadakan pesta besar-besaran, dan menghadirkan seluruh kerabat dan juga rekan bisnis. Pernikahan pun akan di adakan di hotel yang Adnan punya, karena itu juga sudah di persiapkan. Bahwa hotel tersebut menjadi salah satu mahar yang ia berikan untuk Mayang.


Keluarga Adnan juga bukan hanya memiliki satu hotel, akak tetapi hampir di setiap kota mereka punya. Termasuk yang akan di jadikan mahar untuk Mayang, mungkin bagi Adnan itu belum seberapa.


Seiring berjalannya waktu, penyakit Radit pun sudah bisa disembuhkan.


Farwa sudah di nyatakan hamil keduanya, Radit juga sudah tidak mengizinkan farwa untuk melakukan aktivitas apapun.


Meskipun itu hanya mengerjakan pekerjaan rumah. Radit benar-benar menjaga sang istri, agar sang istri tidak mersa capek, ia sangat bahagia telah sukses membuat Farwa hamil.


Mereka sudah berhasil memberikan adik untuk Argani kecil, agar tidak kesepian lagi berada di rumah.


Betapa bahagianya laki-laki itu, mempunyai istri seperti Farwa, yang selalu menjaga dan melindungi keluarganya, bahkan perempuan itu selalu setia mendampinginya di saat ia masih belum sembuh.


Hingga bisa sembuh seperti ini berkat bantuan dari sang istri, juga, mereka sempat berlibur ke beberapa kota. Dan menghabiskan waktu bersama tanpa ada gangguan dari siapapun, termasuk juga Argani kecil. Mungkin itu salah satu terapi yang dilakukan oleh Farwa terhadap sang suami. Sehingga bisa sembuh dengan cepat apa yang dialami oleh Radit pada saat itu.


Pagi ini Farwa masih asik di atas tempat tidur ia merasa malas untuk bangun dan melakukan aktivitas apapun Bahkan sang suami pun ikut bermalas-malasan di atas tempat tidur.


"Bangunlah, tolong lihatin Argani kecil, dia kan hari ini harus sekolah, apa mas tidak mengantarnya untuk pergi ke sekolah? " tanya Farwa terhadap sang suami, akan tetapi ia tidak membuka matanya, Karena rasa kantuk yang masih menguasai dirinya.


" Biarkan saja, dia sekolah, kan ada Bibi yang menjaganya, kamu nggak perlu khawatir soal hal itu. Jagoan, kita pasti Aman kok bersamanya. " jawab Radit sambil mengeratkan tangannya di pinggang ramping milik sang istri.

__ADS_1


"Bukan seperti itu, Argani itu kan anak kita, nggak bisa kita percayakan sepenuhnya sama pengasuh. Kalau kamu ada waktu, antarkan dia untuk pergi ke sekolah sebentar saja. Andaikan aku tidak pusing seperti ini, dan ngantuk, mungkin aku sudah bangun dari jam 05:00 pagi, dan mempersiapkan semuanya untuk keperluan anak dan suamiku." ucap Farwa sambil terus terpejam.


Akhir-akhir ini Iya sering mengantuk di pagi hari, bahkan rasa makanan atau aroma makanan ia merasa mual ketika menciumnya. Padahal sebelumnya ia sangat suka berada di dapur dan memasak makanan yang disukai anggota keluarganya yang lain, akan tetapi akhir-akhir ini ia tidak suka dengan aroma masakan apapun itu jenisnya.


Mungkin karena Farwa saat ini sedang hamil muda, makanya ia tidak menyukai aroma masakan sehingga ia lebih suka berada di kamar dalam keadaan tertidur dan menghabiskan waktunya di dalam kamar. Karena kalau keluar sudah pasti ya mencium aroma masakan atau sejenisnya untuk, menghindari itu, Farwa lebih baik berada di dalam kamar terus. Sehingga ia merasa nyaman dan aman ketika berada di dalam.


Meskipun seperti itu Radit tetap memaksa Farwa untuk keluar dari kamar meskipun itu hanya sesekali, karena tidak baik juga ibu hamil terus berdiam diri. Lebih baik berjalan-jalan olahraga ringan atau berjalan di sekitar rumah karena kesehatan itu lebih penting, meskipun sedang hamil muda, bukan berarti harus tertidur dan tidak bergerak sama sekali.


" Aku nggak akan bangun, kalau kamu masih tidur seperti ini. Kita bangun yuk! kamu juga mesti sarapan pagi kalau masih mual bisa makan roti atau minum susu " ajak Radit, sambil mengusap usap rambut sang istri, agar perempuan itu merasa terganggu, dan mengikutinya untuk bangun.


"Bisa nggak sih, Mas...nggak usah mengganggu aku, pagi ini saja? Mataku berat nggak bisa dibuka ngantuk berat, ngerti nggak sih! " Farwa, kesal karena sang suami tidak mengerti dengan keadaan diri nya.


Padahal tujuan Radit itu baik, agar sang istri makan agar tidak lemas karena itu juga untuk kebaikan janin yang di kandung sang istri.


" Ya sudah kalau begitu aku bangun, setelah itu antar Argani ke sekolah, tapi ingat, kamu juga harus bangun dan minum susu. Nanti aku minta Bibi untuk membawakannya ke sini, kalau kamu nggak mau keluar! " ucap Radit, setelah itu ia bangun, lalu meninggalkan sang istri yang masih berada di atas tempat tidur.


Waktu bergulir begitu cepat Radit sudah keluar dari kamar mandi lalu ia menuju lemari untuk berganti pakaian terlebih dahulu sang istri pun masih berada di atas tempat tidur dengan nyenyaknya cukup lama, Radit berganti pakaian, lalu ia berjalan dengan perlahan, menghampiri sang istri yang masih tertidur.


 " Sayang, aku berangkat dulu ya, jangan lupa, nanti minum susunya, dan makan juga! " bisik Radit di telinga sang istri, setelah itu, lalu Radit melangkahkan kakinya untuk segera pergi ke luar kamar, dan menemui jagoan kecilnya untuk segera pergi ke sekolah.


Tidak perlu membutuhkan waktu yang sangat lama, Radit sudah berada di ruang makan di mana seluruh anggota keluarga sudah berada di sana.


Sang putra sudah rapi dan siap untuk segera berangkat ke sekolah, sedangkan anggota keluarga yang lain juga sarapan bersama di meja makan. Begitu juga dengan Adnan tidak pernah melewatkan sarapan pagi bersama anggota keluarga yang lain


"Ayah apa Ibu nggak pernah makan bersama kita lagi di sini? Apakah ibu sudah tidak sayang lagi padaku?" tanya Argani kecil sambil menatap lekat wajah sang Ayah.

__ADS_1


" Ibu lagi tidak enak badan, nanti juga kalau sudah sembuh, pasti dia sarapan bersama kita lagi, kamu kangen disuapin Ibu, Ya? sini, Ayah Yang menggantikan nyuapin." "jawab Radit sambil menarik piring yang berisi makanan, lalu ia mengambil sendok, dan disuapkan kepada jagoan kecilnya yang terlihat sangat murung.


Akan tetapi Argani kecil menolak nya.


" Memangnya ibu sakit apa? Aku itu kangen, Ibu, bukan mau disuapin Ayah. Sekarang, ibu sudah tidak mau lagi antar aku ke sekolah, nemenin aku bobo, bacain buku cerita?" kata Argani kecil dengan raut wajah yang sedih


" Argani pernah sakit nggak ?"


" Oernah " jawab Argani kecil dengan singkat


"Nah, bagaimana rasanya? kalau sakit? Apakah Argani pengen makan, atau suka tempat ramai atau apa? " tanya Radit terhadap jagoan kecilnya.


"Kalau aku sakit, kepalaku suka pusing, terus maunya tidur, nggak mau kemana-mana. "jawab anak kecil itu dengan wajah polosnya.


"Nah, itu jagoan Papa tahu, kalau sakit itu nggak mau ngapa-ngapain, sekarang ibu kan sedang sakit. Jadi nggak bisa nemenin dulu ya, biar sama Ayah saja. Yok Ayah suapin " ucap Radit, sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan ke mulut Sang putra.


Akhirnya Argani kecil pun mau mengikuti apa yang dikatakan oleh sang Ayah, ia mengerti bahwa sang Ibu sedang sakit, bukan karena tidak sayang terhadap dirinya.


Acara sarapan pagi pun berjalan dengan lancar setelah banyak drama akhirnya mereka semua. Melakukan pekerjaan sesuai dengan kerjaannya masingmasing. Begitu juga dengan Adnan pergi ke kantor. sedangkan Radit mengantar Argani kecil untuk berangkat ke sekolah.


Mungkin setelah mengantar Argani, Radit akan pergi ke toko sembako yang sudah lama tidak ia kunjungi.


Meskipun Rahmat selalu memberikan laporan keuangan dan yang lainnya. Akan tetapi ia sangat kangen dengan suasana yang ada di toko sembako tersebut.


Di situlah ia bisa bertemu dengan Farwa, dan menemukan kembali keluarga yang sesungguhnya.

__ADS_1


Radit jatuh cinta dengan Farwa untuk yang kedua kalinya, karena jatuh cinta yang pertama ia tidak mengingat nya. Bagi Radit cinta pertama nya yaitu Farwa yang sekarang, meskipun seperti itu tidak mengurangi kebahagiaan Farwa untuk tetap jadi istri nya Radit. Meskipun seluruh ingatan nya yang pernah ada di masa lalu di lupakan oleh Radit, akan tetapi itu bukan sebuah masalah. Bagi Farwa yang terpenting raganya ada bersama nya, karena Farwa tahu bahwa batin mereka saling terikat.


__ADS_2