
"Andaikan kamu tahu, apa yang terjadi pada ku saat ini. Apakah kamu masih mau mempertahankan ku sebagai suami kamu, aku ini laki-laki yang mempunyai kekurangan bahkan untuk memberimu nafkah batin pun aku tak mampu" batin Radit sambil menatap wajah Farwa yang sudah tertidur.
Setelah cukup lama Radit menatap wajah perempuan yang sudah tertidur pulas, akhirnya ia pun memejamkan matanya dengan posisi memeluk Farwa.
Waktu bergulir begitu cepat, semua orang sudah berada di alam bawah sadarnya.
Kecuali Adnan, ia baru saja sampai di rumah setelah seharian bekerja, dan harus menyelesaikan pekerjaan yang beberapa hari terhambat akibat ada masalah dengan lahan yang mereka bangun sengketa.
Dan akhirnya Adnan yang harus turun tangan sendiri untuk menyesuaikan masalah tersebut, cuaca juga lagi kurang bagus Sehingga ia terlambat untuk pulang.
Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya untuk segera masuk ke dalam kamar, untuk segera mengistirahatkan tubuh nya. Keadaan rumah sudah sangat sepi, penghuni nya sudah berada di alam mimpi.
Setelah beberapa saat, akhirnya Adnan sudah tiba di ruangan pribadi yang menjadi saksi setiap hari dan mengistirahatkan tumbuh nya dari lelahnya setelah beraktivitas di luar yang menguras tenaga dan pikiran.
Adnan langsung menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur, dengan posisi kaki menggantung ia tatap langit-langit kamar.
__ADS_1
"Ternyata hidup seperti ini tidak nyaman, umurku sudah tidak lagi muda. Apa harus tetap seperti ini" batin Adnan.
Di saat Adnan sedang memikirkan nasibnya untuk saat ini, tiba-tiba ponsel nya terdengar notifikasi pesan masuk.
Lalu Adnan mengambilnya dari saku celana yang ia gunakan.
Terlihat dengan jelas nama kontak nya Mayang.
"Pak bos, maaf sebelumnya saya meminta izin lewat pesan. Besok pagi saya berangkat ke kota untuk menyusul Mama karena akan melakukan tes DNA, dia meminta di temani. Bukan saya tidak menghormati Bapak, ini waktunya sangat sempit kalau harus ke kantor terlebih dahulu, nanti saya telat. Mohon pengertiannya"
Dan akhirnya Adnan pun menjawab pesan tersebut.
"Baiklah, apa perlu aku antara? " balas Adnan terhadap pesan yang di kirim Mayang.
"Tidak perlu, saya berangkat sendiri saja pak. Terimakasih banyak atas pengertian nya, met istirahat pak Bos"
__ADS_1
"Sama-sama"
Akhirnya percakapan lewat aplikasi hijau pun berakhir, Adnan bangkit. Lalu meluahkan kakinya untuk segera menuju tempat untuk membersihkan tubuh nya setelah seharian berada di luar ruangan. Meskipun rasa dingin sudah menguasai dirinya, akan tetapi ia tetap harus membersihkan tubuh sebelum memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh nya yang sudah terasa lelah.
Waktu bergulir begitu cepat, malah telah berakhir.
Cahaya bulan pun sudah tergantikan oleh sinarnya sang Fajar.
Farwa pun perlahan membuka matanya, karena merasakan tangan yang pegal dan ternyata posisi di pakai bantal oleh sang suami.
Mengapa sekarang posisi jadi terbalik, ia ingat betul pas waktu ia tertidur dirinya yang memeluk kaki sang suami tapi mengapa berubah posisi.
Ia tersenyum sambil menatap wajah laki-laki yang selalu ia rindukan dan di sebut namanya di setiap hembusan nafas yang Farwa keluarkan.
Setelah cukup lama menatap wajah sang suami, ia menarik tangan nya dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur nyenyak sang suami.
__ADS_1
Akhirnya Farwa bisa terlepas dari sang suami, ia pun segera bangun dan memulai aktivitas paginya sebagai seorang ibu rumah tangga pada umumnya.