Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 42


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat, Argani sudah menghentikan kendaraan nya di sebuah rumah mewah.


Lalu ia turun terlebih dahulu dan membuka pintu, dan mempersilakan sang istri untuk turun.


Mereka berdua berjalan dengan perlahan untuk segera masuk ke dalam rumah, setelah beberapa saat ia sudah berada di dalam dan ternyata Malik dan anggota keluarga yang lain sedang berada di ruang tengah.


" Darimana kalian? "tanya Malik sambil menatap tajam wajah Argani, ia terlihat jelas bahwa tidak suka akan kehadiran perempuan yang bersama Argani pada saat ini.


" Dari rumah sakit, ibu nya parwa baru saja di operasi dan aku ingin bertanya sama Papa. Kemarin bilang pada ku dan berkata bahwa Ayah Farwa datang menemui mu dan meminta banyak uang, akan tetapi malam itu juga ibu Farwa di larikan ke rumah sakit karena serangan jantung, setelah mendengar kabar dari suaminya dan menceritakan apa yang terjadi dengan kalian. Mengapa ibunya Farwa sampai kena serangan jantung jika mereka yang menekan Papa untuk mendapatkan banyak uang? " tanya Argani, ia mulai meragukan sang Papa, sebab yang ia dengar dari sang Papa beda dengan apa yang terjadi.


Walaupun keluarga Farwa tidak bercerita apapun, akan tetapi Argani mampu menyimpulkan apa yang terjadi.


"Sekarang kamu tidak mempercayai Papapu, dan lebih percaya mereka yang baru saja di kenal" kata Malik dengan raut wajahnya yang sangat marah.


"Tapi Ayah ku bukan orang yang seperti itu" Farwa menimpali Malik.


"Stopp, kamu di sini tidak ada hak untuk bicara. Ketika aku sedang berbicara tidak ada seorang pun yang boleh memotongnya, dengar kan dan perhatikan baik-baik. Dan kamu sudah menuduh Papua berbohong" Malik berkata dengan nada bicara yang tinggi di penuhi amarah, ia tidak terima Argani berkata seperti itu.


"Anda mempang Papaku akan tetapi jangan pernah berkata dengan nada bicara yang tinggi terhadap istriku, aku tidak menyukai nya. Ingat dia itu istriku bukan orang asing" jawab Argani dengan nada bicara penuh penekanan.


Setelah berbicara seperti itu, Argani langsung menarik paksa tangan Farwa untuk segera pergi meninggalkan Malik yang masih berada di ruang tengah bersama anggota keluarga yang lain.


Setelah kepergian Argani, Ambar pun bertanya terhadap suaminya.


"Apa benar kamu telah melakukan sesuatu hingga ibunya Farwa kena serangan jantung dan itu semua ulah mu? " tanya Ambar terhadap suaminya.

__ADS_1


"Kamu lagi ikut-ikutan Argani" jawab Malik, ia tidak suka terhadap apa yang di tanyakan oleh sang istri.


"Bukan ikut Argani akan tetapi aku tidak suka kamu melakukan sesuatu yang membuat orang lain kesusahan" jawab Ambar.


"Sudah lah, aku pusing" kata Malik, sambil bangkit dari duduk lalu pergi meninggalkan mereka semua.


Di kamar Argani.


"Apa yang kamu ketahui tentang semua ini, jangan pernah ada yang di sembunyikan dari ku. Ayo katakan jika tidak maka aku akan murka terhadap dirimu, bahkan aku akan mengubah rasa cinta ini menjadi benci jika anda berkata bohong atau membalikkan keadaan" kata Argani dengan nada bicara penuh penekan dengan tatapan mata tajam.


"Apa anda akan percaya terhadap saya, jika bicara yang sejujurnya. Apakah saya hanya orang asing bagi kalian, yang pasti kamu akan lebih percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Papamu" jawab Farwa, ia juga tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Toh itu semua tidak akan pernah mengubah kenyataan, bahwa saat ini ibu Farwa sudah menderita kesakitan akibat ulah dari ayah dari Argani.


"Katakan dengan jujur apa yang terjadi! " kata Argani lagi.


Argani merasa kesal dengan apa yang di ucapkan sang istri akhirnya, kesabaran nya pun habis. Ia mencengkram kuat rahang Farwa, meskipun perempuan itu meronta merasakan sakit yang luar biasa akan tetapi Argani tidak mau melepaskan nya.


"Masih belum mau mengatakan nya, harus kah aku berbuat kasar terlebih dahulu agar mau mengatakan yang sesungguhnya! " kata Argani dengan nada bicara penuh penekanan.


"Ok aku akan katakan yang sejujurnya, Papamu meminta Ayah ku untuk membawa ku pergi jauh dari kota ini dengan imbalan uang yang sangat banyak, jika Ayah ku tidak mau makan akan membunuh ku. Karena sampai kapan pun dia tidak akan pernah menerima ku jadi menantunya, makanya dia meminta Ayah ku untuk membawa ku pergi jauh dari hidup mu. Ibu langsung jatuh pingsan setelah mendengar kabar tersebut,ibi mana yang tidak mengkhawatirkan anaknya, di saat putrinya dalam keadaan terancam seperti itu. Sekarang kamu puas! " jawab Farwa, dengan nada bicara terbata-bata karena rahangnya di cengkeram kuat oleh Argani.


Seketika tubuh Argani mersa lemas, dan tangan nya terlepas dari rahang Farwa.


Farwa setelah di lepaskan oleh Argani, ia langsung pergi ke kamar mandi dan mengurung diri di sana sambil menangis.


Argani membayangkan semua yang telah terjadi pada kehidupan dirinya dan juga Farwa, ternyata ulah dari Ayahnya sendiri.

__ADS_1


Mengapa begitu besar rasa benci yang di miliki Malik terhadap Farwa, padahal perempuan itu tidak bersalah sedikit pun. Hanya karena Farwa gadis biasa mengapa Malik begitu membencinya.


Malik sangat membenci Farwa bukan hanya karena itu, akan tetapi ia berfikir bahwa Farwa sudah berhasil membuat Argani menjadi anak yang menentang kedua orang tuanya.


Selama ini ia mampu mengendalikan kehidupan Adnan dan juga Argani akan tetapi, setelah mengenal Farwa. Argani berubah menjadi anak pembangkang.


Argani masih duduk dan mematung berpikir jauh kebelakang, ternyata semua ini sudah di rencanakan. Hatinya menolak untuk percaya terhadap apa yang di ucapkan oleh Farwa, akan tetapi otaknya percaya terhadap apa yang baru saja di dengar nya.


Akhirnya setelah cukup lama Argani berpikir dan ia ingin tahu kejelasan nya seperti apa, ia langsung bangkit dari duduknya langsung berjalan dengan cepat untuk segera bertemu dengan sang Papa. Ia ingin meminta penjelasan dengan apa yang telah terjadi pada saat ini, sungguh ia tidak bisa memaafkan kelakuan sang Papa jika semua yang di dengarnya adalah sebuah kebenaran.


Setelah beberapa saat ia sudah berada di depan pintu kamar orang tuanya, ia mengutuknya terlebih dahulu.


Hingga beberapa saat ia menunggu, dan setelah itu pintu sudah terbuka.


Terlihat seorang perempuan yang sudah tidak lagi muda yang membuka pintu, akan tetapi Argani melewatinya begitu saja.


Ia langsung berjalan dengan cepat langsung menuju di mana sang Ayah sedang duduk sambil memegang ponsel.


Argani langsung bertanya terhadap sang Ayah tentang kebenaran yang baru saja di dengar nya.


Akan tetapi tidak semudah itu bagi Malik untuk mengakui apa yang di lakukan di belakang Argani, ia juga ingin selalu terlihat baik di mata Argani dan selalu membalikkan pakta. Bahwa keluarga Farwa lah yang bersalah di mata semua orang, padahal ini semua rencana nya.


"Jika Papa tidak melakukan itu semu, maka aku ingin mengadakan resepsi pernikahan kami. Biar semua orang tahu bahwa Farwa itu istriku dan bagian dari keluarga ini" kats Argani dengan sorot mata tajam.


Deg hati Malik saat mendengar pernyataan Argani seperti itu, tidak pernah terbayang sebelum nya jika Argani akan meminta hal ini.

__ADS_1


__ADS_2