Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 140


__ADS_3

Daisy sudah berada di lantai bawah, ia dukuk di sofa yang berada di ruang tamu sambil menunggu kedatangan suaminya.


Waktu juga sudah menunjukkan jam tujuh malam, kenapa juga Suami dan keluarga nya belum datang juga.


Setelah cukup lama ia merasa bosan, lalu ia bangkit dari duduknya ingin pergi ke ruang keluarga dan menonton acara televisi mungkin saja ada berita terbaru atau drama yang mungkin ia sukai.


Baru saja ia akan melangkah kan kakinya, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.


Dengan singkat ia segera membuka pintu, dan ternyata yang datang adalah sang adik ipar beserta Adnan.


"Aku pikir suamiku, ternyata kalian. Silakan masuk! " Daisy mempersilakan keduanya untuk masuk.


"Terimakasih" jawab Adnan sambil tersenyum.


"Memangnya, kak Faklan belum pulang. Kenapa dia menyuruh ku untuk segera pulang ternyata dia sendiri belum di rumah" jawab Daisy.


"Mungkin sedang dalam perjalanan"


"Oh iya, Pak. Silakan duduk dulu, aku permisi dulu mau bersih-bersih terlebih dahulu! " kata Mayang, setelah berbicara seperti itu. Ia langsung pergi meninggalkan Adnan yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Astaga, dia mau bersih-bersih. Bagaimana dengan ku yang belum mandi dan ganti baju, dasar perempuan kenapa dia tidak membiarkan aku untuk pulang terlebih dahulu. Dasar perempuan! " namun kata itu hanya mampu Adnan ucapkan di dalam hati.


"Bang, kapan melamar Mayang? " tanya Daisy, ia sengaja berkata seperti itu terhadap Adnan.


"Kamu itu ngomong apa sih, aku mau nya sekarang! bagaimana kalau dia tidak mau menerima ku. Apa kamu tanggungjawab? " jawab Adnan.


"Abang paksa saja, seperti kak Radit nikahin kak Farwa" jawab Daisy sambil tertawa kecil.


"Eh aku nggak punya nyali seperti Radit, tapi ide kamu bagus juga sih" ucap Adnan, ia berpikir sejenak. Bagaimana jadi nya, jika ia menikahi Mayang memakai cara yang sama dengan Radit saat menikahi Farwa.


Mungkin Mayang bukan Farwa, yang terdiam seperti dulu karena tidak ada pilihan lain. Lagian sekarang jamannya sudah tidak seperti dulu lagi, mereka sudah berada di dunia kedamaian tidak seperti dulu saat orang tua Adnan masih hidup. Pasti banyak aturan dan pertentangan saat anak-anak nya menentukan pilihan nya untuk pendamping hidup.


"Ya sudah kalau begitu langsung lamar saja, sama Mama. Lagian nunggu apa lagi, emangnya abang mau kalau nanti Mayang di lamar orang lain. Lagian itu uban juga sudah tambah banyak, mau semua rambut jadi uban baru lamar Mayang? " kata Daisy, sebetulnya tidak terlihat uban di rambut Adnan hanya saja ia sengaja berbicara seperti itu, agar Adnan secepatnya melamar Mayang.

__ADS_1


Lagian mereka juga sudah sama-sama dewasa, sudah sepantasnya menjalani hubungan yang serius.


Mungkin Adnan belum tahu perasaan Mayang seperti apa, tapi Daisy faham betul apa yang di rasakan oleh Mayang. Bahwa perempuan itu juga suka dengan Adnan hanya saja, berusaha untuk menyembunyikan di hadapan orang lain dan Mayang juga belum yakin bahwa itu cinta untuk Adnan atau hanya kasihan atau apalah.


"Masa sih ada ubannya, tadi pagi Faklan bilang juga ada uban. Perasaan nggak ada deh, apa iya aku se tua itu di mata kalian" jawab Adnan dengan raut wajah yang melas.


Daisy tertawa meliat wajah Adnan seperti itu, ternyata ia sudah berhasil mengerjai nya.


"Kenapa malah tertawa, ada yang lucu kah?" tanya Adnan terhadap Daisy.


"Nggak ko, bang... wajah mu seperti Argani kecil yang tidak di kasih beli mainan" jawab Daisy lalu tertawa puas.


"Astaga kamu itu yah...sudah jadi istri juga tetap aja usil nya nggak hilang, awas saja nanti pasti aku balas perbuatan jahil kalian" ucap Adnan.


"Oh iya, hampir lupa nawarin minum. Mau minum apa? "


"Apa sekarang sudah bisa membuat kopi, terakhir aku datang ke rumah mu di kasih kopi yang nggak enak. Jadi mending air putih saja " jawab Adnan sambil tertawa kecil, mungkin ini pembalasan Adnan untuk Daisy.


"Ogah aku kopi tanpa gula"


Tiba-tiba terdengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinga mereka.


"Sayang... aku pulang! "


Akhirnya Daisy melihat ke arah sumber suara, dan memang betul orang yang di tunggu nya sudah datang.


Lalu Daisy menyambut kedatangan suami tercinta nya dengan senyum.


"Kenapa pulang telat, katanya mau pulang cepat? " tanya Daisy terhadap sang suami.


"Bilang nya sudah di rumah dan meminta Mayang untuk segera pulang, sehingga dia tidak mengijinkan ku untuk pulang terlebih dahulu. Dasarnya saja kamu itu senang membuat ku terjebak dalam keadaan seperti ini" Adnan menimpali pertanyaan Daisy terhadap suaminya.


"Eh, Kak. Aku kan meminta pulang sama Mayang, kenapa juga harus nurut sama dia mamang nya dia siapa mu? " tanya Faklan terhadap Adnan.

__ADS_1


"Ya, dia calon istri ku" jawab Adnan dengan nada bicara pelan.


"Benarkah dia calon istri mu, kenapa aku nggak tahu ya sebagai kakak nya. Wah pelanggaran ini" kata Faklan.


"Yah, ini juga baru keinginan belum ada keberanian untuk memintanya menjadi calon istri" jawab Adnan sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Sudah lah, mas... kasian dia. Dari tadi di isengin mulu. Ayok bersih-bersih dulu, katanya Mama juga sebentar lagi sampai! " Daisy mengajak suaminya untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.


"Pergi sana, kalian! katanya mau buatin minuman tapi ternyata itu hanya basa-basi saja, padahal aku sudah lama duduk di sini haus pula" kata Adnan sambil memegang tenggorokannya.


"Tinggal panggil pelayanan, minta ke mereka pasti langsung di bawakan. Aku ke kamar dulu ya, kak"


"Pergi sana kalian! "


Menang antara Adnan dan Faklan hubungan mereka dulu dekat, meskipun tidak seperti dengan Radit.


Makanya Faklan sudah tidak canggung lagi kalau isengin Adnan, apalagi sekarang mereka sudah tidak ada jarak lagi.


Hubungan antara Adnan, Radit, dan Faklan pun sudah semakin dekat dan mereka selalu berbagi keluh kesah.


Bahkan Faklan juga banyak belajar dari Adnan tentang pengelolaan perusahaan, karena Adnan senior di dalam dunia bisnis.


Akan tetapi ketika bukan di area meja diskusi atau pembicaraan yang serius.


Faklan bisa bercanda seperti dengan Radit, begitu juga dengan Adnan tidak pernah marah.


Setelah kepergian Faklan dan Daisy, ia hanya duduk sendiri di ruang tamu.


Mayang juga belum kembali.


"Kenapa perempuan itu kalau mandi lama sekali, apa bedanya coba sama laki-laki. Bahkan laki mandi cukup satu menit dan perempuan satu jam, hadehhh" Adnan bergumam.


"Om....!" teriak anak kecil, sehingga membuyarkan lamunan Adnan.

__ADS_1


__ADS_2