Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 125


__ADS_3

Di tempat lain.


Ratih sedang berada di sebuah tempat, dan ia mendatangi Faklan di kota A. Ia meminta anak itu untuk mengikuti tes DNA, karena Faklan belum juga yakin bahwa Ratih itu adalah ibunya.


Ratih menyempatkan diri untuk datang menemui sang anak dan menghilangkan keraguan nya.


Ratih sedang duduk di ruang tengah di temani seorang perempuan yang masih muda.


"Ayok, bu... Silakan di minum tehnya! " kata Daisy.


"Terimakasih banyak" jawab Ratih sambil meraih cangkir teh yang berada di hadapan nya.

__ADS_1


"Ibu datang ke sini sendiri atau di temani Mayang? " tanya Daisy terhadap ibu mertua nya, meskipun Faklan belum menerima kehadiran sang ibu. Akan tetapi Daisy sangat yakin bahwa Ratih itu orang baik dan tidak memiliki niat jahat terhadap suaminya.


"Datang sendiri, karena Mayang sedang sibuk jadi tidak bisa untuk menemani untuk datang ke sini. Oh iya, kamu setiap hari ada di rumah atau bebeja juga? " tanya Ratih sambil menatap lekat wajah mertua nya.


"Untuk saat ini tidak mempunyai pekerjaan yang tetap, hanya saja suka datang ke galery untuk menyalurkan hobby" jawab Daisy sambil tersenyum tipis.


"Owh jadi kamu itu seorang pelukis, kebetulan ibu juga suka mengoleksi lukisan. kalau ada waktu boleh ajak ibu ke tempat yang memamerkan karya seni! " kata Ratih, ia sangat berharap bahwa bisa lebih dekat dengan menantunya.


"Boleh juga tuh"


Di saat mereka sedang bercerita tentang kesukaan masing-masing, datang lah seorang laki-laki. Siapa lagi kalau bukan Faklan, laki-laki itu selalu datang sebelum matahari terbenam karena ia tidak bisa meninggalkan sang istri sendirian di rumah.

__ADS_1


Sebetulnya Daisy juga sudah ingin sekali mendapatkan keturunan, jadi ia bisa sibuk di rumah dan anak-anak nya ketika sang suami lagi bekerja, akan terapi Tuhan belum mempercayakan itu semua terhadap nya.


Ia juga hanya mampu terus bersabar dan menunggu kapan waktunya tiba, apakah ia di beri kepercayaan untuk mengurus buah hati mereka atau harus lebih bersabar untuk menunggu nya.


"Ibu... untuk apa datang ke sini? bukankah kita sudah tidak mempunyai urusan lagi, dan saya sudah menyelesaikan apa yang di minta oleh ibu" Faklan berkata sambil duduk di samping dang istri .


"Ibu datang ke sini hanya untuk menemui mu, kalau kamu masih ragu dengan bukti yang ada. Kita tes DNA! " kata Ratih sambil menatap wajah Faklan dengan penuh cinta, ia sangat berhadap bahwa Faklan akan menerima nya tanpa harus tes DNA terlebih dahulu.


"Jika memang ibu ingin menganggap ku sebagai anak ibu, kenapa baru sekarang untuk mencari keberadaan ku. Harusnya Ibu datang di saat aku sangat membutuhkan sosok pelindung seperti seorang ibu, akan tetapi di saat aku terus berharap bahwa orang itu akan datang, akan tetapi semua penantian ku sia-sia" kata Faklan sambil menatap wajah sang Mama dengan hadapan Ratih menceritakan sedikit saja alasan nya, ia meninggalkan Faklan di panti asuhan.


"Ibu selalu mencari keberadaan mu, setelah kehidupan kita kembali normal dan aman. Akan tetapi panti asuhan yang ibu titipkan waktu itu, tidak mengetahui alamat nya di mana. Menurut kabar, bahwa pada saat kamu di bawa pergi dari tempat itu dan hal naas terjadi mereka mengalami kecelakaan"

__ADS_1


__ADS_2