
Hadi membawa Farwa dan Radit ke sebuah ruangan di mana di sana, menjelaskan bahwa Radit memang itu Argani sedangkan Mahad dan Zulaikha menunggu. Meskipun mereka orang tuanya tapi yang menentukan itu hanya diri Farwa mau memaafkan atau tidak, yang jelas harapan kedua orang yang terbaik untuk anaknya. Mereka tidak mau keluarga nya terpecah belah, karena sejatinya yang di namakan keluarga itu harus rukun dan saling memaafkan. Jika ada yang salah dari salah satu, yaitu wajib untuk mengingat kan.
Radit terus menata layar yang tersedia di ruangan tersebut, menampilkan photo-photo dirinya waktu dulu bersama Farwa, bahkan pernikahan mereka yang di adakan secara paksa.
Radit tidak mengira bahwa dia adalah orang yang sangat jahat, akan tetapi meskipun sudah melihat semuanya dia belum mampu mengingat apapun.
Farwa pun tidak memaksakan Radit untuk mengingat apapun, Hadi juga meminta sang adik untuk melepaskan gigi dan rambut palsunya agar Farwa yakin bahwa yang ada di hadapan nya benar itu suaminya.
Farwa yang menyaksikan itu benar-benar tidak bisa berkata apapun, pantas saja selama ini ia menganggap bahwa suaminya masih hidup. Bahkan ia di anggap sudah gila karena terus berharap bahwa Argani masih hidup, ternyata perasaan nya selama ini sudah membuktikan bahwa memang suaminya masih ada di dunia ini.
"Aku sudah mengatakan semuanya terhadap kamu, sekarang aku siap menerima apapun dari kalian berdua. Aku orang jahat dan tidak pantas untuk di maafkan, keputusan ada di tangan kalian berdua Rumah ibu adalah hak kalian. Dan sudah seharusnya di tempati oleh kalian, dan semua aset yang di miliki Papa setelah nya sudah atas nama Farwa. Lusa pengacara akan datang menemui kalian karena waktu itu Farwa tidak menerima nya. Karena sekarang Argani berada di hadapan mu, tidak ada penolakan lagi untuk hal itu. Aku akan kembali ke kota A, ada hal yang perlu di selesai kan. Sungguh aku sangat minta maaf terhadap kalian berdua, tidak ada maksud lain, selain untuk keselamatan mu pada saat itu" kata Hadi dengan raut wajah yang sendu, ia juga sangat sadar bahwa kesalahan nya sangat fatal dan tidak bisa di maafkan dengan mudah.
"Aku sangat berterima kasih kepada, mu, Kak. Ternyata selama ini kamu memperhatikan keselamatan ku, hanya saja kenapa kamu menyiksa ku selama dua tahun. Kakak tahu kan betapa tersiksa nya aku bertarung melawan rasa yang tidak bisa di artikan, sakit. Kak, bahkan aku sudah di anggap orang gila karena terus berfikir dan selalu melihat Argani di mana pun. Kenapa pada saat itu kamu tidak datang kepada ku bahwa dia masih hidup, aku menderita Kak" kata Farwa.
"Aku tahu, itu bahkan aku juga karena pada saat itu aku takut dia meninggalkan makannya aku membuat dia tidak mengingat apapun. Aku memang manusia yang sudah tidak memiliki hati nurani" jawab Hadi.
Radit yang melihat Farwa seperti itu, ia mendekat lalu merangkul bahu Farwa sambil berkata.
"Jika memang yang aku lihat pada saat ini benar, maka bantulah aku untuk mengingat semuanya. Meskipun tidak ingat semua yang terjadi, minimal aku bisa mengingat siapa kamu dan berapa besar rasa cinta mu untuk ku. Dan tidak ada gunanya juga menangis untuk hal yang telah berlalu, itu semua tidak akan pernah mengubah kenyataan. Mungkin semua yang terjadi kedalam hidup kita, itu juga bagian takdir Tuhan yang harus kita jalani" kata Radit dengan nada bicara yang lembut, memang dari sifat dan perlakuan tidak beda dengan Argani yang dulu sangat mencintai Farwa.
Yang membuat Farwa sakit hati dari perbuatan sang Kakak yaitu Argani sampai melupakan apa yang terjadi di masa lalunya yaitu termasuk dirinya.
"Tapi dia yang sudah memisahkan kita" jawab Farwa sambil menunjuk Hadi.
"Iya, tapi karena dia juga kan. Sekarang aku masih ada di hadapan mu, meskipun tidak ingat siapa kamu, tapi di setiap aku berada di dekat mu ada rasa yang tidak bisa di ucapkan. Seperti kita terikat satu sama lain, aku mohon lupa yang terjadi di masa lalu. Terimalah aku yang sekarang dengan segala kekurangan ku, dan terima juga dia sebagai Kakak mu. Aku tidak memiliki apapun, selain kalian kita mulai semua nya dari awal" kata Radit, sekarang ia lebih bijak dalam berkata.
__ADS_1
"Iya, aku terimakasih banyak sekali telah menjaga mu dengan baik. Tapi aku kecewa dengan semua yang di lakukan nya"
"Iya, aku Faham. Aku tahu kamu itu orang baik, pasti bisa menerima semua ini mungkin butuh waktu. Dan aku memberikan mu waktu untuk berdamai dengan keadaan" kata Radit sambil mengelus bahu Farwa.
"Aku minta maaf, belum bisa nerima kebohongan yang telah dia ciptakan"
"Iya, aku faham dengan apa yang kamu rasakan. Tapi aku sangat yakin bahwa kamu adalah perempuan yang istimewa yang di pilih Tuhan untuk menerima ini semua, Tuhan tidak akan pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan umat-Nya. Tuhan memilih mu karena kamu perempuan yang hebat dan istimewa, nggak perlu juga menyimpan amarah terlalu lama karena itu hanya menyakiti diri kita sendiri. Bukan aku mengurui, tapi kita belajar untuk memperbaiki diri dan iklhas menerima setiap kehendak yang sudah di takdirkan sang kuasa" kata Radit dengan nada bicara perlahan, tapi sudah berhasil membuat hati Farwa sedikit tenang.
Farwa tidak menjawab apapun, ia hanya terdiam begitu juga Hadi. Karena ini semua atas kesalahan nya di masa lalu. Argani juga tidak ingin menyakiti kedua orang yang ada di hadapan nya pada saat ini, menjadi keluarga yang rukun dan bahagia mungkin itu harapan nya pada saat ini. Ia juga sangat Faham dengan keadaan Farwa pada saat ini, tidak mudah juga menjadi Farwa, setelah melewati banyak luka. Sekarang di hadapkan dengan kenyataan seperti ini, mungkin ia belum siap untuk menjadi orang yang legowo dengan apa yang terjadi.
"Jika boleh aku meminta terhadap kalian berdua, aku hanya mempunyai satu permintaan untuk kalian yaitu. Selama aku tidak mengingat apapun, dan selama itu aku selalu berharap mempunyai keluarga yang utuh dan rukun. Andaikan kalian bisa mengabulkan permintaan ku, betapa bahagianya aku jika itu terjadi. Tinggal bersama keluarga yang sangat di cintai dan menghabiskan sisa hidup bersama mu" Radit berkata sambil menatap lekat wajah Farwa.
"Aku sangat berharap kamu mau tinggal di rumah ini bersama Argani dan anak kalian, begitu juga dengan Paman dan Bibi. Kalian bisa hidup bersama, biarkan aku yang pergi. Maaf kan aku, jika itu mungkin untuk di maafkan" kata Hadi dengan nada bicara penuh permohonan.
"Kita belajar menerima kenyataan ini, yah. Kamu pasti bisa, sayang kan terhadap suami mu. Jika iya maka buktikan agar aku bisa mengingat mu dengan cepat" kata Radit dengan sorot mata yang sudah membuat hati Farwa merasa teriris, berada di dekat orang yang sangat di cintai nya akan tetapi orang itu tidak mengingat nya.
"Jika yang kamu katakan itu benar, maka lakukan! kita mulai semuanya dari awal"
Mungkin ini juga ujian cinta mereka, apakah Farwa mampu membuat Radit mengingat kembali apa yang terjadi di masa lalunya.
Hadi pun keluar dari ruangan tersebut begitu saja, tanpa permisi terlebih dahulu. Ia juga kembali ke ruang tengah di mana orang tua Farwa menunggu mereka. Di dalam ruangan rahasia hanya ada Farwa dan Radit, di sini Radit lebih dewasa dalam menyikapi masalah tidak seperti Argani waktu dulu yang Arogan sekarang seperti orang asing yang baru di kenal oleh Farwa. Ternyata waktu juga yang sudah mampu mengubah Argani menjadi seorang Radit yang pemaaf dan bijak sana, hal ini juga membuat hati Farwa merasa senang. Ternyata di balik ini semua ada kebaikan yaitu telah menjadi Argani menjadi Radit yang luar biasa mempunyai hati seperti malaikat yang bisa memaafkan kesalahan sang kakak dengan mudah dan menganggap ini semua adalah ketetapan Tuhan yang harus mereka terima dengan iklhas dan lapang dada. Sungguh sudah tidak ada lagi sifat Argani di dalam dirinya yang sekarang yaitu sebagai Radit, benar-benar telah berubah seratus delapan puluh derajat.
"Jika kamu tidak mau tinggal di rumah ini bersama ku, maka aku yang akan ikut tinggal bersama mu. Dengan cara itu mungkin ingatan ku akan cepat kembali" kata Radit.
"Tapi rumah ku sangat kecil, nggak mungkin juga ikut tinggal di sana. Ada Argani kecil juga, bagaimana bisa! " jawab Farwa dengan pelan.
__ADS_1
"Dia juga kan anak ku, jadi kita akan tinggal bersama tidak baik juga sebagai suami istri tinggal terpisah" kata Radit sambil tersenyum tipis menatap wajah perempuan yang terlihat sembab matanya karena dari tadi menangis terus. Farwa menangis antara bahagia dan kecewa, akan tetapi lebih banyak bahagia nya karena di pertemukan kembali dengan orang yang sangat di rindukan nya.
"Ayok kita keluar pasti Ibu sama Ayah sudah menunggu kita, Argani juga pasti mencari keberadaan ku. Sudah terlalu lama kita berada di sini! " Farwa berkata sambil bangkit dari duduknya, lalu di ikuti oleh Radit.
Laki-laki itu menggandeng Farwa untuk segera keluar dari ruangan, mereka berjalan perlahan. Hingga pada akhirnya sampai di ruangan di mana kedua orang tuanya menunggu.
Setelah berada di sana Farwa dan Radit duduk berdampingan.
"Boleh kah aku memanggil kalian Ayah dan Ibu? " tanya Radit sambil menatap kedua nya secara bergantian.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, ya jelas boleh lah kamu itu menantu kami" jawab Mahad dan Zulaikha secara bersamaan.
Radit pun seketika hatinya menghangat saat ada dua orang tua di hadapan nya yang ia panggil sebagai Ayah dan Ibu, hal ini yang sangat ia rindukan sejak lama. Hari ini menjadi kenyataan, bahwa ada dua orang yang ia panggil sebagai Ayah dan ibu.
Waktu bergulir begitu cepat, kebenaran sudah terbongkar. Radit mampu memaafkan apa yang telah di lakukan oleh sang Kakak, meskipun Farwa masih membutuhkan waktu untuk berdamai dengan keadaan.
Malam ini Farwa pulang di antar oleh Radit, untuk pertama kalinya Radit berada di dalam kendaraan yang sama dengan kedua orang tua dari Farwa.
Kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang, mereka sangat menikmati nya selama di perjalanan. Hingga tidak terasa sudah menghabiskan waktu yang cukup lama, kendaraan sudah berhasil terparkir di depan rumah Farwa.
Akan tetapi Radit bingung harus kah ia ikut turun dan menginap di rumah itu, atau kah pulang kembali ke rumah kontrakan miliknya.
Semuanya sudah turun dari kendaraan, hanya Radit yang merasa bingung tiba-tiba ia di kagetkan dengan suara Farwa.
"Apakah kamu tidak akan turun, mau terus berada di dalam kendaraan sepanjang malam? " tanya Farwa terhadap Radit.
__ADS_1
Dan pertanyaan itu sudah berhasil membuat hati Radit berpacu lebih kencang dari sebelum nya.