
Marwan sudah di bawa oleh pihak kepolisian, Alfi juga mengikuti sang suami. Karena ia juga akan di mintai keterangan, Ratih masih duduk di kursi yang ada di ruangan meeting sambil tertunduk lemas.
Ia tidak menyangka bahwa ia di tipu oleh Marwan, yang ia kira sebagai anak yang dulu sempat terpisah. Dan ternyata Marwan dan sahabatnya telah mengambil kesempatan ini untuk menguasai harta yang di miliki oleh Ratih. Untung saja Mayang meragukan itu semua sehingga ia mencari bukti akan kebenaran yang ada.
Benar saja yang di khawatirkan oleh Mayang adalah terjadi, bahwa Marwan itu memang betul bukan kakak kandung nya. Dan yang sebenar anak kandung dari Ratih adalah Faklan.
Akhirnya Mayang meminta maaf terhadap para tamu undangan agar ketidaknyamanannya, dan ia juga meminta semuanya untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Di dalam ruangan hanya, ada Mayang Ratih, dan juga Faklan.
Adnan tidak berani ikut masuk ke dalam ruangan, karena ia tidak punya hak untuk ikut campur terlalu jauh. Tugasnya juga sudah selesai mencari tahu yang di minta oleh Mayang, setelah memastikan semuanya dalam keadaan baik. Dan Marwan sudah di bawa ke kantor polisi, Adnan pun pergi dari tempat tersebut tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Mayang dan Faklan yang masih berada di dalam ruangan.
"Apa aku harus percaya, bahwa kamu itu putra ku tapi wajahmu sangat mirip sekali dengan Papamu! " kata Ratih sambil menatap lekat wajah Faklan.
"Aku tidak meminta mu untuk percaya pada ku, dan aku datang ke tempat ini hanya menggagalkan rencana orang jahat yang ingin menguasai harta yang bukan milik nya" jawab Faklan sambil menatap ke arah lain. Ia belum berani untuk menatap wajah perempuan yang berada di hadapan nya pada saat ini.
"Kak, aku sangat yakin bahwa kamu itu memang benar anaknya Mama yang dulu di titipkan di panti asuhan miliknya bu Fatimah" kata Mayang sambil menatap wajah Faklan.
__ADS_1
"Itu semua tidak membuktikan bahwa aku memang benar anaknya bu Ratih, dan aku juga sudah nyaman dengan kehidupan yang sekarang. Bagiku anak nya atau bukan itu tidak akan pernah mempengaruhi semuanya" jawab Faklan.
"Bagaimana kalau kita melakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa kamu itu memang betul anak saya! " kata Ratih.
"Terserah kalian, tapi waktu ku tidak banyak untuk melakukan semua permintaan kalian. Dan aku juga punya banyak pekerjaan yang terabaikan gara-gara harus datang ke sini! " jawab Faklan dengan pandangan lurus ke depan.
"Aku Mohon kak, lakukan tes DNA ini agar kamu juga bisa menerima kehadiran kami bahwa kita ini satu keluarga" jawab Mayang dengan tatapan penuh permohonan.
"Apa saja yang di butuhkan untuk tes DNA itu, karena besok saya sudah kembali ke kota A tugas saya sudah selesai. Sekarang juga tidak bisa berlama-lama tinggal di sini, istri saya sudah menunggu dia tidak terbiasa jauh dari saya. Maaf jika sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, saya famit undur diri! " kata Faklan sambil bangkit dari duduknya.
"Maaf, Bu. Jangan terlalu berharap bahwa saya ini anak kandung mu, sebab jika hasil tes DNA tidak membuktikan bahwa saya ini anak mu maka akan menyakiti perasaan mu" jawab Faklan dengan nada bicara yang lembut. Ia juga tidak tega melihat wajah perempuan yang sudah tidak lagi muda terlalu berharap bahwa dia adalah anaknya, biar tes DNA lah yang membuktikan bahwa mereka itu adalah ibu dan anak.
Akhirnya Faklan pun keluar dari ruangan dan meninggalkan dua orang perempuan yang masih saling diam berada di ruangan.
"Aku bilang juga apa? Ma... pasti itu semua tidak benar, Mama tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Dan pasti ini semua rencana teman Mama itu, mulai sekarang jangan mudah percaya dengan siapa pun, karena kita tidak tahu apa yang ada di dalam hati manusia. Mama anggap dia teman, tapi dia telah membohongi Mama dengan memberikan informasi palsu bahkan dia yang merencanakan ini semua. Untuk saja Pak Hadi mau membantu ku untuk membuktikan bahwa Marwan itu bukan anak Mama, melainkan seorang penipu dan dua melakukan itu semua demi harta" kata Mayang sambil menatap lekat wajah sang Mama yang masih terlihat kusut.
"Iya, Mama Minta Maaf. Mama pikir Della itu memang teman yang baik, dan ternyata dia bisa melakukan ini terhadap Mama. Setelah ini akan lebih hati-hati, apalagi terhadap orang yang tidak bertemu setiap hari. Tolong Maafkan atas kecerobohan Mama" kata Ratih dengan nada bicara penuh permohonan.
__ADS_1
"Iya, nggak ada gunanya juga minta maaf toh tidak akan pernah mengubah apapun, hanya saja aku sedikit kecewa apa yang telah di lakukan Mama. Lain kali jangan melakukan hal yang ceroboh seorang yang sudah terjadi, jangan mudah percaya juga terhadap orang yang belum di kenal dengan baik. Bahkan orang yang setiap harus bertemu, bisa saja orang tersebut mengkhianati kita. Ya sudah lebih baik kita pulang, aku butuh istirahat setelah perjalanan jauh. Apakah mau tetap di sini? " tanya Mayang terhadap sang Mama.
"Pulang lah, dan istirahat. Jangan lupa makan, Mama akan pulang nanti. Tapi sebelum itu akan ke kantor polisi terlebih dahulu untuk mengunjungi Marwan" jawab Ratih.
"Untuk apalagi datang menemuinya? dia itu tidak ada hubungan apapun dengan kita jadi jangan buang tenaga Mama hanya untuk orang seperti dia. Pak Hadi sudah menyiapkan pengacara yang terkenal untuk menangani kasus ini, jadi nggak perlu repot-repot Ma... pasti akan segera selesai" kata Mayang, ia tidak suka saat mendengar sang Mama akan datang menemui orang yang sudah membohongi nya.
"Hanya ingin melihat nya saja! " jawab Ratih sambil menunduk.
Sungguh ia belum percaya dengan semua ini, ia berharap bahwa ini hanyalah mimpi buruk yang akan berakhir setelah tiba waktu pagi dan terbangun dari tidur nya.
"Terserah Mama saja lah, aku pulang sekolah. Hati-hati jangan sampai terjebak air mata palsu dan Mama mencabut gugatan itu, karena aku telah susah payang untuk melakukan ini dan menjebloskan orang itu ke penjara! " kata Mayang dengan nada bicara pelan tapi penuh penekanan.
"Iya"
Akhirnya Mayang pun bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan untuk segera keluar dari ruangan tersebut. Setelah beberapa saat ia baru ingat bahwa datang ke tempat ini bersama Hadi, dan sekarang orang tersebut sudah tidak ada lagi di tempat ini. Mayang pun melihat ke sekeliling untuk memastikan bahwa orang tersebut masih ada di tempat ini atau sudah pergi.
Mayang mengambil ponsel nya untuk menghubungi sopir agar menjemput dirinya, akan tetapi ia melihat pesan dari seseorang yang meminta dirinya untuk datang ke suatu tempat.
__ADS_1