
Ratih menatap lekat wajah sang Putera dengan penuh permohonan, ia sangat berharap bahwa Faklan mampu menerima kehadiran nya.
"Mama punya alasan yang kuat, ketika menitipkan mu di panti asuhan bukan berarti tidak menyanyi mu. Justru itu bentuk cinta dan sayang ku untuk kelangsungan hidup mu, andai kan Mama punya kekuatan untuk melawan nya. Maka semua itu tidak akan pernah terjadi, apa kamu pikir selama ini Mama bahagia? Nggak! Justru batin Mama tersiksa dan selalu berharap bahwa suatu saat keadaan nya berubah, Mama selalu mencari keberadaan mu. Akan tetapi semua itu belum ada hasilnya, sampai percaya terhadap orang yang mengaku itu anak ku. Itu semua karena aku sangat merindukanmu, bahkan sepanjang malam kerap sekali aku menangis dan selalu membayangkan mu mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain" kata Ratih dengan nada bicara yang lembut, dan ia juga sudah tidak sanggup untuk membendung cairan bening yang begitu saja meleleh tanpa bisa di ajak kompromi.
__ADS_1
"Semua yang di pikirkan Mama itu benar terjadi, mereka menganggap ku sebagai anak pembawa sial. Karena ibu angkat ku kecelakaan saat pulang menjemput ku dari panti asuhan, dan setelah itu Ayah angkat ku selalu menyiksa ku dan menganggap ku yang telah membunuh istrinya. Dan aku juga tidak mampu mengingat apapun sebelum kejadian itu, betapa tersiksa nya hidup di antara mereka yang tidak pernah menganggap ku ada. Bahkan saat itu aku terus berdoa agar Tuhan mengambil nyawa ku, karena pada saat itu aku terlalu kecil untuk menanggung beban sebesar itu, dan ternyata masih ada orang baik yang menolong ku. Meskipun itu secara sembunyi, dan itu istri baru Ayah angkat. Dia juga yang membujuk Ayah angkat ku agar aku bisa sekolah, dan dia tidak bisa melihat ku seperti saat ini. Dia lah yang banyak berkorban agar aku bisa hidup sebagaimana orang pada umumnya, dan mendapatkan kehidupan yang layak tidak seperti saat bersama nya. Aku tersiksa Ma... hati ini sakit, di saat melihat ibu angkat ku di siksa karena dia memberi ku uang jajan. Semua itu terekam jelas di ingatan ku" Faklan menjelaskan bahwa ia sangat tersiksa dengan keadaan seperti itu.
"Iya, Mama Minta maaf! apa dengan kamu memperlakukan ini terhadap Mama bisa mengubah segala nya, nggak kan! keadaan Mama sudah tidak lagi muda. Hanya mempunyai satu keinginan yaitu hidup bahagia bersama keluarga" kata Ratih sambil terisak.
__ADS_1
"Mungkin semua itu tidak akan terjadi, akan tetapi sudah pasti kamu tidak akan hidup sampai sekarang. Karena mereka tidak akan pernah membiarkan kamu hidup, alasan Mama menitipkan mu ke panti karena ingin melindungi mu. Kalau bukan karena terpaksa, tidak akan pernah ada seorang ibu yang mau di pisahkan dari anaknya. Nanti juga kamu aku tahu jika sudah memiliki seorang anak, sebab bagi seorang ibu tidak ada harga nya selain nyawa anaknya" kata Ratih dengan nada bicara yang lembut, karena pada dasarnya ia tidak bisa berbicara kasar.
Daisy yang menyaksikan itu semua hanya diam, kalau pun ia berbicara pasti Faklan akan menolak apapun yang di katakan nya.
__ADS_1
Jadi lebih baik ia diam, nanti jika ada waktu yang tepat akan mengajak nya bicara secara perlahan dan dari hati ke hati.