Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
BAB 149


__ADS_3

"Terimakasih gaunnya, tapi lain kali nggak usah! aku pun masih ada beberapa gaun yang belum di pakai" Mayang merasa tidak enak hati, dengan perlakuan Adnan seperti ini.


"Kamu itu bicara apa, sih? kalau bukan untuk acara kantor nggak mungkin juga aku mau belikan kamu baju" jawab Adnan, ia sengaja berbicara seperti itu untuk menutupi rasa gengsi nya karena sudah memperlakukan Mayang dengan cara seperti ini.


"Apapun itu alasannya, tetap saja aku nggak enak" ucap Mayang, lalu ia mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Sedangkan Adnan fokus kejalan, ia mengemudi dengan santai tanpa terburu-buru karena memperlihatkan untuk segera sampai di rumah.


Sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan apapun, mereka hanya saling diam.


Kendaraan pun terhenti, saat lampu pengatur lalu lintas berwarna merah.


Mereka tetap tidak ada yang bicara, akan tetapi Adnan membuka kaca kendaraan nya saat ada seorang anak kecil mengantuk nya.


"Ada apa? " tanya Adnan terhadap anak kecil yang membwa dagangan nya.


"Om, bunga nya bagus. Mungkin cocok untuk di berikan terhadap sang istri" ucap anak kecil itu sambil memperlihatkan beberapa buket bunga yang di jual nya.


Beberapa saat Adnan berfikir, akhirnya Adnan membeli bunga tersebut, karena menurut nya ide anak itu bagus.


"Terimakasih, om. Semoga istrinya suka"


"Sama-sama"


"Ini bunga nya untuk mu! " Adnan menyerah kan bunga yang baru saja di beli nya.


Mayang menerima nya lalu berkata " lain kali nggak perlu membeli dagangan mereka! "


Lampu pengatur lalu lintas sudah berubah warna, lalu Adnan melanjutkan kembali kendaraan nya dengan kecepatan sedang.


Hari sudah mulai gelap, jalan pun terlihat semakin ramai dari sinar lampu yang di keluarkan oleh berbagai kendaraan. Hal itu menambah keindahan jalanan, Mayang pun terus menatap ke arah luar jendela.


Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa kendaraan yang mereka tumpangi sudah memasuki area perumahan.


Dan Adnan menghentikan kendaraan nya saat tiba di salah satu rumah mewah yaitu tempat tinggal Mayang.


Adnan turun terlebih dahulu, lalu membuka pintu dan mempersilakan Mayang untuk keluar.


Mayang keluar, tak lupa juga ia membawa paper bag dan bunga yang Adnan beli untuk nya.

__ADS_1


"Terimakasih sudah mengantarkan pulang" ucap Mayang sambil tersenyum tipis menatap wajah lelaki yang sudah tidak lagi muda yang ada di hadapan nya pada saat ini.


Meskipun Mayang ingin menolak apapun yang di berikan oleh Adnan, akan tetapi hatinya tidak bisa berkata tidak.


"Besok aku jemput yah? "


"Iya" jawab Mayang, percuma juga menolak toh pada akhirnya akan tetap di jemput.


"Aku pulang sekarang! sampai jumpa besok" ucap Adnan lalu masuk kembali ke dalam kendaraan, dan melajukan kembali kendaraan nya.


Mayang terus menatap kepergian Adnan sampai kendaraan nya tak terlihat lagi.


Setelah itu ia menatap bunga yang ada di tangan nya, lalu tersenyum."Ternyata bunga nya indah juga" Mayang berkata dalam batin.


Setelah itu, ia melangkah kan kaki nya untuk segera masuk ke dalam rumah.


Dan ternyata kedatangan nya sudah di sambut oleh sang Mama.


"Di antar siapa? kenapa nggak di ajak masuk? " tanya bu Ratih terhadap sang putri.


" Sudah malam juga, Ma... lagian pasti dia juga capek kan baru pulang kerja juga" jawab Mayang terhadap sang Mama.


"Iya, Ma..."


Setelah berbicara seperti itu, Mayang langsung melangkahkan kaki nya untuk segera masuk ke dalam kamar dan membersihkan tubuhnya. Meskipun berada di dalam ruangan terdapat pendingin dan tidak terkena sinar matahari tetap saja ia merasa lengket.


...****************...


Di tempat lain.


Faklan sudah sampai di rumah keluarga istrinya, lebih tepatnya rumah Radit.


Ia langsung masuk ke dalam rumah, di sana juga terlihat dengan jelas keluarga istrinya sedang mengontrol bersama di ruang keluarga.


Karena mereka akan selalu menyempatkan waktu untuk kumpul bersama saat ada di rumah, bagi mereka kebersamaan dan ngobrol itu sangat penting untuk keharmonisan sebuah keluarga.


Faklan pun di persilakan untuk duduk di salah satu tempat yang ada di sana, lalu di suguhin minuman oleh pelayan yang bekerja di rumah ini.


Percakapan ringan pun terjadi di antara mereka, akan tetapi Faklan heran mengapa istrinya tidak ada di antara anggota keluarga yang lain. Padahal seharusnya ada bersama mereka, hingga pada akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya terhadap ibu mertua nya.

__ADS_1


"Bu, Daisy ke mana? " tanya Faklan dengan ragu.


"Oh, itu di kamarnya. Paling juga tidur, susulin saja ke sana! " jawab Zulaikha, mempersilakan Faklan untuk ke kamar.


"Baiklah, kalau begitu. Aku temuin dia dulu"


Akhirnya Faklan bangkit dari duduknya, lalu berjalan untuk segera menju kamar dan meninggalkan anggota keluarga yang masih berada di ruang tamu.


Faklan sudah berada di depan pintu kamar, lalu mengetuk nya. Akan tetapi tidak ada jawaban dari dalam, setelah itu tangan nya memutar gagang pintu dengan perlahan.


Pintu sudah terbuka, ia melihat ke sekeliling kamar akan tetapi tempat itu terlihat seperti seperti tidak orang.


Faklan pun mencari keberadaan sang istri ke setiap sudut ruangan, bahkan sampai ke kamar mandi. Dan tidak ada di sana, bahkan semua kemari ia buka karena ia pikir, Daisy sembunyi di dalam lemari. Akan tetapi tidak ada apapun yang ia temukan di dalam kamar. Ia terus memanggil nama sang istri, hasil nya pun tetap sama. Faklan semakin panik karena istrinya tidak di temukan, lalu ia berjalan dengan sedikit berlari.


Setelah beberapa saat ia sudah berada di ruang keluarga, dan memberi tahu anggota keluarga yang lain bahwa Daisy tidak ada di rumah.


"Pergi ke mana? tadi pamit sama Mama mau istirahat di kamar"


"Tapi nggak ada, Ma... " jawab Faklan sambil mengusap wajahnya dengan kasar, ia merasakan semakin bersalah terhadap sang istri.


"Coba di cek lagi! " siapa tahu di kamar mandi.


"Nggak ada"


Akhirnya mereka semua pergi ke kamar Daisy untuk memastikan, dan hasilnya tetap sama Daisy tidak ada di kamar.


Dan salah satu dari mereka pun mencoba menghubungi Daisy, aktif namun tidak di jawab.


"Mama dengar nggak, itu dering ponsel nya Daisy" kata Farwa sambil mencari tahu dari mana asal suara itu.


"Iya , benar suara nya ada di kamar ini. Coba cek ke luar siapa tahu sembunyi di luar jendela" jawab Zulaikha sambil terus mencari tahu suara ponsel.


Hingga pada akhirnya, Faklan menemukan ponsel sang istri di bawah bantal.


"Dia pergi ke mana? Maafkan aku, Ma... sudah membuat nya pergi" kata Faklan sambil duduk di sisi tempat tidur dan menundukkan kepala.


"Kita coba cek kamera pengintai yang terpasang di seluruh rumah ini, siapa tahu ada petunjuk dari sana! " Radit mempunyai ide untuk mencari tahu lewat CCTV yang terpasang.


"Ide bagus" jawab Faklan, ia bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Lalu mereka pergi ke ruangan yang bisa melihat rekaman tersebut, dengan harapan bisa menemukan keberadaan sang istri.


__ADS_2