Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 122


__ADS_3

Radit dan Farwa sudah berada di dalam kendaraan, Radit melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang.


Radit mengajak Farwa untuk ikut bersama nya, ke toko sembako yang di kelola nya. Sebab selama ini Farwa belum tahu di mana layaknya, setiap pagi hanya orang kepercayaan Radit lah yang selalu mengantarkan pesanan nya, karena Farwa juga belum tahu betul kota ini, selama tinggal di sini ia juga jarang pergi ke mana pun.


"Apa ingin mampir ke suatu tempat untuk membeli sesuatu? mungkin kita akan lama di toko nanti" kata Radit sambil terus Fokus ke jalan.


"Aku hanya sedikit lapar, tapi di sana ada makanan kan? " tanya Farwa terhadap sang suami.


"Adanya bahan makan" jawab Radit sambil melirik ke arah sang istri.


"Yaaah"


"Ya sudah kita cari makan dulu, maunya makan apa? " tanya Radit terhadap sang istri.


"Apa aja yang penting bisa di makan"


"Oh iya, di depan ada penjual makan khas kota ini. Apakah ingin mencoba nya? "tanya Radit.


" Boleh"


Akhirnya mereka saling diam kembali, setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di tempat penjual makan yang di katakan oleh Radit tadi. Dan Radit turun dari kendaraan tersebut dan meminta sang istri untuk menunggu nya, setelah berkata seperti itu ia langsung masuk ke dalam tempat yang berjualan makan itu. Dengan setia Farwa menunggu sang suami kembali, hingga cukup lama menunggu akhirnya terlihat juga suaminya keluar dengan membawa kantong di tangan nya dan minuman.


Radit sudah berada di dalam kendaraan dan menyerahkan terhadap sang istri.


"Ini makanan nya, semoga suka. Ini minuman nya juga sangat enak, terbuat dari bahan alami dan gula nya asli dari pengrajin yang ada di kota ini jadi bukan buatan pabrik" kata Radit sambil menyerahkan nya terhadap sang istri.


"Iya enak, aku juga pernah datang ke tempat ini bersama Daysi pada saat itu, dan ingin datang lagi ke tempat ini. Baru ke sampean sekarang makan makanan di sini lagi" jawab Farwa.


"Baiklah kalau begitu kita berangkat lagi, pasti Rahmat juga sudah menunggu kita. Katanya dia ada urusan keluarga makanya meminta ku untuk datang ke toko" kata Radit sambil menginjak gas dengan perlahan dan kendaraan pun melaju meninggalkan area tersebut.


Farwa pun membuka makanan tesebut karena memang perutnya sudah terasa lapar, ia menguapkan makan ke mulutnya dan rasanya sangat enak.


"Enak loh, apa mau? " tanya Farwa terhadap sang suami.


"Nggak! untuk kamu saja. Lagian sambil nyetir mana bisa sambil makan" jawab Radit sambil terus fokus ke jalanan.


"Aaa, buka mulut nya aku yang suapin! " kata Farwa sambil mendekatkan makanan tersebut ke mulut suaminya.


Dan akhirnya Farwa pun makan bersama suaminya, dan Radit pun sangat menikmati suapan demi suapan yang di berikan oleh sang istri dan ternyata itu sangat enak. Memang rasa masakan itu akan terasa lebih nikmat jika di berikan nya dengan cinta, seperti makanan yang di nikmati nya pada saat ini.


Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang mereka tumpangi sudah sampai di tempat yang di tuju. Akhirnya mereka berdua turun dari kendaraan tersebut dan berjalan dengan perlahan untuk masuk ke dalam toko sembako milik Radit, dan mereka berdua di sambut kedatangan nya oleh Rahmat. Dia adalah orang kepercayaan Radit yang mengelola toko ini, Radit hanyalah pemilik akan tetapi meskipun sebagai bos, Radit tidak pernah gengsi untuk mengantarkan pesanan para pelanggan. Maka dari itu para karyawan pun sangat senang bekerja bersama nya, meskipun dalam waktu singkat Rahmat mengenal Radit akan tetapi sudah mampu membuat Rahmat menjadi orang yang sangat beruntung, bisa menyekolahkan adiknya dan membiayai pengobatan sang ibu yaitu hasil kerja bersama Radit, Radit juga bukan orang yang pelit terhadap karyawan.


"Mau pergi ke mana sih? sehingga aku harus datang ke tempat ini, kasian istri ku di sini tidak ada tempat untuk istirahat" kata Radit sambil menatap Rahmat.


"Maklum lah, Bos anak muda. Oh Iya mohon doa restu nya hari ini mau bertemu dengan calon mertua semoga lancar" jawab Rahmat sambil tersenyum canggung.

__ADS_1


"Eh tunggu dulu! Yeyen juga minta ijin untuk pulang katanya ada urusan keluarga, apa jangan-jangan kalian" ucap Farwa sambil menatap Rahmat, ia meminta penjelasan atas apa yang terjadi.


"Hehhe, Ia bu...hari ini saya mau ke rumah Yeyen melamarnya" jawab Rahmat.


"Eh, dudulz... kenapa nggak bilang kalau mau melamar Yeyen, kan aku juga bisa ikut bersama kalian. Apa sekarang sudah tidak menganggap ku lagi? " tanya Radit sambil menatap tajam wajah Rahmat, ia tidak terima jika Rahmat melamar Yeyen sedangkan ia tidak di beri tahu.


"Bukan seperti itu, bos... sekarang kan lagi sibuk dengan keluarga. Saya tidak enak hati jika harus merepotkan, kalau mau datang nanti saja pas acara pernikahan sekaligus menjadi sponsor biar kami hemat biaya nikah" kata Rahmat.


"Enak aja, minta sponsor! lamaran saja tidak memberi tahu ku, pokoknya aku kecewa sama kamu" jawab Radit.


"Jangan begitu lah, Bos... tujuan ku itu baik, karena tidak mau merepotkan mu" jawab Rahmat dengan raut wajah melasnya.


"Pergi lah, nanti telat. Biar aku yang menjadi sponsor di pernikahan mu dengan Yeyen, bos mu ini tidak mempunyai uang yang cukup. Jadi biar aku saja" ucap Farwa sambil melirik ke arah suaminya.


"Yang bener bu, kalau begitu terimakasih banyak" kata Rahmat lalu ia mendekat ke arah Farwa ingin memeluk nya, itu semua atas rasa syukur karena Farwa bersedia menjadi sponsor di pernikahan. Awalnya Rahmat hanya bercanda, akan tetapi kenapa tidak menerima nya jika itu datang dari orang terdekat nya, dan Rahmat juga mengabdikan hidup nya terhadap mereka.


"Eh, apa-apaan ini" Radit menghadap Rahmat yang ingin memeluk sang istri.


"Yaelah, bos. Posesif amat"


"Mau di getok, sudah sana pergi. Hati-hati di jalanannya! " kata Rahmat, ia mempersilakan Rahmat untuk cepat pergi.


Akhirnya Rahmat pun pergi meninggalkan mereka setelah berpamitan, sekarang tinggal mereka berdua dan beberapa karyawan yang bekerja di toko ini. Menang tempat ini menjual sembako dan sayuran tapi tempat nya sangat rapi bahkan sudah seperti super market, tempat nya sangat nyaman jadi tidak seperti di pasar biasa.


"Ayok masuk, tempat nya tidak terlalu luas akan tetapi ada ruangan kecil mungkin itu cukup untuk kamu istirahat!" Radit mengajak sang istri untuk segera masuk.


"Dulu kamu pernah bekerja di tempat seperti ini, dan berapa bahagia nya kamu saat menerima gaji pertama lalu kamu juga membawa ku pergi untuk makan di luar ke restoran yang mahal dan ternyata uang nya tidak cukup untuk makan berdua, akhirnya kita hanya pesan satu porsi dan makan bersama. Tapi bagiku itu sangat menyenangkan" kata Farwa sambil memperhatikan di setiap sudut yang ada di toko tersebut, memang tersusun sangat rapi. Bahkan cara penyimpanan sayuran pun sangat bagus sehingga menjadikan sayuran awet dan tidak cepat layu.


"Aku kan sudah bilang, jangan pernah berbicara soal apa yang terjadi di masa lalu. Karena itu percuma aku tidak mampu mengingat nya" kata Radit sambil melangkahkan kakinya lebih dulu dan meninggalkan Farwa begitu saja.


Farwa pun merasa bersalah telah berbicara seperti itu, akhirnya ia pun mengejar suaminya dan meminta maaf atas kekhilafan nya.


Di tempat lain.


Antara Argani kecil dan juga Adnan beserta Mayang. Mereka sedang menikmati es cream kesukaan masing-masing, tidak hentinya anak kecil itu membuat kekonyolan sehingga ada aja yang membuat mereka tertawa dan kehadiran Argani kecil sudah menciptakan kebahagiaan untuk Mayang dan Adnan.


Setelah selesai menikmati es cream, akhirnya Adnan mengajak kedua nya untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Mungkin hari ini, mereka akan terus berkeliling mencari apa yang mereka mau.


Jika di lihat oleh orang yang tidak mengenal mereka, sudah pasti mengira bahwa mereka adalah keluarga kecil.


Setelah sampai di tempat yang menjual pakaian anak kecil, Argani menarik Mayang untuk segera masuk karena ia melihat sebuah baju yang menurut nya itu sangat menarik. Karena Argani kecil suka dengan ultraman, dan ia langsung meminta Mayang untuk mengambil baju tersebut. Baru saja Mayang akan mengambilnya, melainkan sudah di dahulu oleh seseorang.


"Maaf, mbak itu punya ku" kata Mayang sambil menunjuk baju yang sudah di ambil oleh orang yang tidak di kenalnya.


"Tapi saya yang duluan mengambil nya, toh ini tempat umum siapa saja boleh berbelanja di tempat ini. Jadi ini punya ku, kamu juga tidak ada hak melarang ku untuk mengambil ini" kata perempuan itu dengan nada bicara sinis.

__ADS_1


Adnan pun menghampiri Mayang yang terlihat dari kejauhan sedang berbicara dengan seorang perempuan, tapi Adnan seperti nya kenal dengan perempuan itu.


"Tante aku sudah memilih nya lebih dulu, jadi itu punya ku" kata Argani sambil menatap wajah perempuan yang terlihat judes itu.


"Ada apa ini? " tanya Adnan sudah berdiri di samping Mayang.


"Ini loh, Mas... dia mengambil baju itu padahal itu pilihan Argani tapi dia tiba-tiba mengambil nya" kata Mayang sambil menunjuk baju yang sudah di pegang orang lain.


Betapa terkejut nya, saat melihat perempuan yang ada di hadapan nya. Dua tahun tidak bertemu dan sekarang bertemu di tempat seperti ini, bahkan Adnan tidak pernah berharap akan bertemu dengan perempuan yang sekarang ada di hadapan nya.


"Oh kalian sudah punya anak, jadi selama ini kamu selingkuh dengan nya. Dan anak kalian sudah besar, pantas saja pada saat itu kamu dengan mudah menceraikan ku ternyata ada dia sudah mengandung anak mu! " kata Starla dengan nada bicara yang sinis.


"Jaga bicara mu! " kata Adnan sambil menunjuk wajah Starla.


"Untuk apa aku menjaga bicara, toh ini sebuah kebenaran bahwa dia adalah pelakor yang sudah kamu hamili dan selamat untuk mu telah berhasil membuat ku di buang olehnya" kata Starla sambil menatap tajam wajah Mayang.


Mayang tidak mengerti dengan apa yang di katakan perempuan yang ada di hadapan nya, pada saat ini. Dalam hatinya bertanya, apakah mereka pernah bertemu sebelum nya dan mengapa perempuan itu bisa berkata seperti itu.


"Maaf, Mbak... apakah kita pernah bertemu sebelum nya, kenapa tiba-tiba bicara seperti itu. Apakah saya pernah merugikan mbak, tapi seperti nya itu tidak pernah terjadi" kata Mayang dengan nada bicara yang lembut, memang Mayang perempuan yang sangat luar biasa tidak pernah terpancing oleh omongan orang yang tidak bermutu.


"Justru kamu yang telah merugikan saya, sehingga saya di cerai olehnya dan semua itu gara-gara kamu, karena kehadiran anak sialan ini" kata Starla sambil menunjuk Argani kecil yang sudah mulai takut, karena perdebatan orang dewasa yang ada di hadapan nya pada saat ini.


"Mungkin Mbak salah orang, saya tidak mengerti dengan apa yang mbak bicara kan. Karena saya tidak merasa jadi pelakor"


"Sudah hentikan, ayok kita pergi ke tempat lain. Di sini banyak sampah jadi tidak seharusnya datang ke tempat ini" kata Adnan sambil meraih tangan Mayang dan mengajaknya untuk keluar dari tempat ini.


"Ada apa sih sayang, ini anak kita rewel dari tadi dan kamu ternyata ada di sini! " kata seorang lelaki sambil menenangkan anaknya yang terlihat rewel.


Betapa terkejut nya, Mayang saat mengetahui laki-laki yang berada di hadapan nya sambil menggendong anak kecil itu. Dan orang itu pun terkejut ketika melihat Mayang berdiri di hadapan nya pada saat ini.


"Hebat yah, dirinya yang pelakor malah berteriak terhadap orang lain. Memang manusia jaman sekarang sudah tidak mempunyai rasa malu, dan ternyata selera kamu itu perempuan seperti dia. Memang kalian sangat cocok, sama-sama murah" kata Mayang dengan nada bicara penuh penekan.


"Maksud kamu apa bicara seperti itu? " tanya Starla sambil menarik tangan Mayang yang sudah berbalik badan untuk pergi meninggalkan mereka.


Karena bagi Mayang tidak ada waktu untuk meladeni orang gila yang ada di hadapan nya pada saat ini.


"Kalau bukan murah, lalu sebutan apa yang pantas untuk kalian berdua. Bahkan kamu tega menghancurkan impian perempuan lain demi kebahagiaan mu sendiri dan orang yang kamu hancurkan itu aku, dan kamu telah mengambil nya dariku. Tapi aku sangat berterimakasih pada mu telah menghancurkan ku dan menjadikan ku perempuan kuat dan tahu sifat dia yang sesungguhnya" kata Mayang dengan nada bicara penuh penekanan.


Setelah berbicara seperti itu, Mayang langsung pergi sambil membawa Argani kecil untuk pergi meninggalkan tempat itu. Sedangkan Adnan mengikuti nya dari belakang.


Sungguh hari yang sangat buruk, tidak di sangka tenyata yang melukai Mayang adalah Starla.


Mayang sangat kesal, mengapa juga ia harus bertemu kembali dengan orang-orang seperti mereka. Ternyata dunia ini tak seluas yang Mayang kira, mereka bertiga sudah berada di tempat parkir. Sebetulnya, ia kasian terhadap Argani kecil.


Harus nya anak kecil itu tidak melihat perdebatan orang dewasa yang seharusnya tidak di lihat.

__ADS_1


__ADS_2