Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 148


__ADS_3

Di gedung perkantoran.


Fakkan seketika lupa terhadap sang istri yang lagi ngambek, ia di sibukkan dengan beberapa pekerjaan dan bertemu dengan klien barunya.


Semenjak di kelola oleh Faklan, keadaan perusahaan pun kemajuan nya semakin pesat.


Seperti hari ini ada beberapa investor yang mengajak kerja sama dengan perusahaan, akan tetapi Faklan juga orang yang sangat hati-hati dalam melakukan sesuatu.


Hari ini waktunya di habiskan untuk mereka semua, sehingga ia melupakan sejenak istri di rumah.


Faklan menyandarkan tubuh nya di kursi kebesaran setelah beberapa orang yang menemuinya sudah pada pulang.


Ia memijat pelipis nya karena kepala nya terasa berat, lalu ia mengambil gagang telepon untuk menghubungi office girls.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya panggilan di jawab, dan Faklan meminta kopi agar di bawa ke ruangan nya.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya seseorang yang di perintah nya sudah datang dengan membawa nampan yang berisi cangkir kopi.


Orang tersebut meletakkan kopi di meja yang ada di hadapan sang bos, setelah itu ia pamit kembali untuk keluar dari ruangan.


Faklan meraih cangkir yang berisi kopi, lalu ia meminum nya.


Kedukaan nya terhadap jenis kopi apapun, memudahkan orang yang bekerja dan membuat kannya kopi.


Waktu bergulir begitu cepat, seluruh karyawan sudah mulai keluar dari ruangan masing-masing karena sudah waktunya mereka mengakhiri pekerjaan nya untuk hari ini dan memulai nya esok hari.


Faklan pun bangkit dari duduknya lalu berjalan perlahan keluar ruangan untuk segera pulang, akan tetapi sebelum itu akan mampir ke rumah mertua nya dan menjemput istri tercintanya.


Ia tidak ingin ke salah paham ini terlalu malam, jadi sebelum pulang ia akan mampir ke suatu tempat dan membelikan perhiasan atau bunga untuk sang istri. Biasanya perempuan itu akan mudah berbaikan jika di perlakukan dengan baik, atau sering di kasih hadiah. Mungkin ini juga sebuah permintaan maaf dari Faklan untuk sang istri tercinta.


Ia pun bergegas untuk segera pergi dan mulai menyalakan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, perjalanan yang sangat menyebabkan karena pada waktu seperti ini akan mengalami kemacetan.


Sepanjang perjalanan, Faklan terus mencari tempat yang akan ia kunjungi untuk membeli barang yang akan ia hadiahkan untuk istrinya.


Setelah cukup lama ia menempuh perjalanan dari kantornya untuk segera menjemput sang istri. Ia melihat salah satu tempat pusat perbelanjaan yang ada di pinggir jalan, Fakan langsung masuk ke area pusat perbelanjaan tersebut.


Lalu memarkirkan kendaraannya dengan sempurna di area yang sudah tersedia di tempat itu. Faklan langsung turun dari kendaraan itu, berjalan dengan langkah penuh semangat ia langsung masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut.


Tujuan utamanya yaitu toko perhiasan, karena ia ingin membelikan set perhiasan untuk sang istri sebagai bentuk ucapan permintaan maafnya. Langkah demi langkah kakinya melewati lorong-lorong yang ada di sana, hingga pada akhirnya sampailah di sebuah toko perhiasan yang ia tuju.


" Mbak tolong berikan saya set perhiasan model terbaru untuk istri saya! " kata Faklan terhadap salah satu pelayan yang menjaga toko perhiasan tersebut.


"Tunggu sebentar ya Pak! biar saya ambilkan model terbaru," jawab pelayan tersebut sambil tersenyum ramah menyambut kedatangan sang pembeli.


Pelayan itu mengambil set perhiasan yang tertata rapi di etalase belakangnya, setelah beberapa saat ia membawa set perhiasan model terbaru yang dijual di toko ini.


"Ini model terbaru yang kami punya, berlian ini adalah hope Diamond, jenis berlian paling terkenal dan mahal di dunia. Bagi sebagian orang pecinta berlian mereka pasti suka, karena ini juga tidak bisa di miliki oleh semua oramg" ucap Pelayan toko sambil menyerahkan set berlian termahal di dunia.


"Satu setnya dengan harga berapa? Apakah bisa dibawa sekarang atau ini hanya sebuah sampel dan harus melalui pemesanan terlebih dahulu" Faklan balik bertanya sambil melihat set perhiasan yang ada di hadapannya pada saat ini.

__ADS_1


Jangankan kaum perempuan ia saja baru melihat set perhiasan tersebut langsung jatuh cinta apalagi kaum perempuan yang notabena adalah pecinta perhiasan.


" Kebetulan untuk jenis yang ini harus pesan terlebih dahulu, karena harganya yang terlalu mahal, ada juga dari model yang lain yang bisa dibeli sekarang. Kalau bapak mau yang ini tinggal pesan saja 3 hari barang tersebut sudah siap antar ke rumah bapak. Dan pembayarannya bisa DP terlebih dahulu dan pelunasannya setelah barang diterima, jika mau yang lain juga ada. Tinggal Bapak pilih saja dan sudah siap untuk dibawa sekarang barangnya " ucap Pelayan toko tersebut sambil memperlihatkan beberapa jenis berlian yang terlihat sangat cantik-cantik, akan tetapi hati Faklan sudah jatuh cinta sama berlian yang pertama.


"Kalau Boleh saya tahu berapa harga satu set yang ini? " Faklan bertanya soal harga berlian yang pertama kali diberikan oleh pelayan toko.


" Kalau harga yang ini satu setnya mencapai 3,5 triliun, makanya barang yang itu harus pesan terlebih dahulu dikarenakan harganya yang terlalu mahal " jawablah yang tersebut.


"Ternyata harga berlian melebihi harga rumah yang saya tempati rupanya " jawab Faklan Sambil tertawa kecil, ia tidak tahu jika harga berlian itu semahal ini. Rupanya perhiasan yang dipakai perempuan itu mahal-mahal, pantas saja Perempuan itu suka dikasih perhiasan dan barang-barang branded lainnya. Ternyata harganya sangat membengongkan.


" Baiklah kalau begitu saya saya ambil yang ini saja! "jawab Faklan sambil mengambil sebuah cincin berlian, ia tidak jadi membeli set perhiasan yang pertama padahal ia sangat menyukainya.


Ia juga berpikir uang 3,5 triliun itu terlalu banyak hanya untuk dikeluarkan untuk membeli set perhiasan. Karena masih banyak keperluan yang lain yang akan menghabiskan uang nantinya, bukan berarti ia tidak menyayangi sang istri.


Perhitungan soal uang yang dikeluarkan untuk membeli sebuah perhiasan.


" Baiklah...yang ini ya Pak? kalau yang ini harganya hanya 500 juta bapak bisa membayarnya melalui rekening" ucap pelayan tersebut sambil mengambil cincin yang akan dibeli oleh Faklan lalu di kemas, setelah selesai lalu di serahkan terhadap si pembeli.


Faklan pun sudah menyelesaikan pembayarannya dengan mode transfer ke rekening yang sudah disediakan oleh toko.


Setelah beberapa saat pengemasan barang dan pembayaran pun sudah selesai, Faklan mengucapkan banyak terima kasih kepada pelayan toko yang sudah bersedia dan melayaninya dengan baik. Ia mengambil perhiasan yang sudah dibelinya lalu berjalan kembali keluar dari gedung tersebut, hingga pada akhirnya ia sudah berada di area parkir. lalu ia masuk kembali ke dalam kendaraannya untuk segera menuju ke rumah di mana ia akan menjemput sang istri terlebih dahulu ke rumah Ibu mertuanya. mungkin cincin berlian yang ia bawa akan meluluhkan hati sang istri, agar tidak marah lagi terhadap dirinya dan tidak akan pernah membahas soal program kehamilan dan pemeriksaan kesehatan.


...****************...


Di tempat lain.


Sedang duduk di sebuah ruangan, di mana ia sedang berbicara dengan beberapa orang yang ada di hadapannya.


Dalam acara tersebut Adnan berencana Ingin Melamar Mayang.


"Coba kamu bikin konsep yang lebih menarik daripada ini, apa-apaan ini ini kan acaranya bukan hanya peresmian Hotel akan tetapi sebuah lamaran. pastinya harus lebih elegan dan mewah daripada ini! " kata Adnan terhadap salah satu orang yang mengurus pestanya nanti.


Karena adik dan sahabatnya tidak mau mengurus, mereka membiarkan Adnan melakukan itu semua sendiri.


Bagi mereka sudah waktunya Adnan mempersiapkan untuk masa depannya sendiri tanpa melibatkan orang lain, sekalipun itu adalah sebuah perencanaan untuk pesta lamaran atau apapun itu yang berhubungan dengan masa depannya.


Akhirnya Adnan pun mencari orang yang ia percaya untuk mengurus semuanya.


"Ini sudah termasuk mewah dan elegan Pak! lagi pula ini konsepnya Lamaran di atas peresmian Hotel, jadi ini sudah yang paling bagus dan paling mewah. Mungkin selera bapak yang terlalu tua sehingga tidak tahu konsep model zaman sekarang, yang bagusnya itu seperti apa " jawab asisten Adnan yang berada di hadapannya karena ia yang merekomendasikan orang tersebut untuk mengurus pesta mereka.


"Jangan bilang saya itu terlalu tua, sehingga tidak tahu konsep acara yang bagus seperti apa" jawab Adnan sambil menatap tajam ke arah asistennya tersebut.


"Saya tidak mengatakan bapak itu tua, hanya saja terlalu kolot sehingga tidak tahu model zaman sekarang itu seperti apa" jawab asisten tersebut sambil mengalihkan tatapannya ke arah lain.


"Tetap saja, kamu itu salah"


" Bapak kan Ingin Melamar Bu Mayang, jadi Sudah seharusnya cari tahu apa yang menjadi kesukaannya. Yaitu melalui orang-orang terdekatnya, seperti Tuan Faklan Atau ibunya. Agar pesta yang diselenggarakan nantinya disukai olehnya dan tidak salah kita memilih konsep seperti itu" kata asisten yang duduk tidak jauh dari Adnan.


Memang betul sih apa yang dikatakan olehnya, ia tidak mencari tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Mayang.

__ADS_1


" Ya sudah tunggu dulu, jangan langsung diputuskan mengambil yang ini karena saya mau cari tahu terlebih dahulu terhadap faklan apa yang menjadi kesukaan Mayang. Saya tidak mau di acara saya melamarnya berantakan gara-gara usul kalian yang tidak jelas ini " jawab Adnan, setelah itu ia bangkit dari duduknya, lalu meninggalkan mereka berdua di dalam sebuah ruangan pertemuan mereka.


Karena bagi Adnan tidak ada satupun konsep yang ia sukai untuk di acara nantinya. Entah karena dia itu tidak terlalu mengetahui soal acara seperti itu, atau memang konsep yang mereka tawarkan itu terlalu di mata Adnan.


Adnan berjalan dengan cepat, karena ia tahu bahwa Mayang sebentar lagi akan pulang. Setelah beberapa saat, ia sudah berdiri di depan pintu ruangan Mayang. Ia baru saja akan mengetuk nya, akan tetapi pintu sudah terbuka.


"Ada apa, pak? " tanya Mayang saat melihat Adnan berdiri di hadapan nya pada saat ini.


"Aku lagi membutuhkan bantuan mu, minggu depan kita akan mengadakan peresmian hotel sekaligus pesta kecil lah. Itu bentuk ucapan syur dengan apa yang kita raih untuk saat ini, dan saya bingung mau pake konsep seperti apa. Nah ini ada beberapa contoh, kamu bisa liat! " kata Adnan sambil menyerahkan ponsel nya dan terlihat layar nya menampilkan beberapa gambar.


"Semua nya juga bagus, tapi kalau saya lebih suka yang model seperti ini. Bisa pesta di luar ruangan, nggak harus menggunakan aula hotel untuk acara itu. Mungkin itu akan lebih seru dan pasti nya mereka tamu undangan juga santai, biasanya kalau di dalam ruangan dan seperti konsep dari beberapa gambar itu, kurang cocok" jawab Mayang, dan ia menjelaskan dengan detail apa alasan nya ia memilih yang itu.


Dan ternyata memang betul apa yang di katakan oleh asisten nya, bahwa pemikiran nya lah yang terlalu kolot sehingga tidak mengetahui mana yang bagus atau tidak. Lagian untuk pertama kalinya ia harus menentukan hal yang seperti ini tanpa bantuan dari Radit dan Faklan.


"Owh, jadi yang ini lebih bagus ya. Saya pikir tidak ada yang bagus dari semua gambar ini" ucap Adnan sambil tersenyum tipis, menatap perempuan cantik yang ada di hadapan nya pada saat ini.


"Semua nya juga bagus, hanya saja di antara gambar yang lain tidak cocok jika di gunakan untuk peresmian tempat. Lebih cocok di gunakan untuk acara seperti lamaran atau pesta sebuah pertimbangan" jawab Mayang.


"Ternyata kamu lebih mengerti hal seperti ini"


"Masih ada yang perlu di tanyakan? " tanya Mayang terhadap Adnan.


"Tidak! ini sudah cukup, terimakasih sudah membantu saya" jawab Faklan.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi" kata Mayang.


"Eh tunggu dulu, sebagai ucapan terimakasih maka untuk kali ini saya yang akan mengantarkan mu pulang! " Adnan berkata sambil menatap lekat wajah Mayang dengan penuh cinta.


"Tidak perlu! saya membawa kendaraan sendiri, jadi bapak nggak perlu repot melakukan itu"


"Saya tidak menerima penolakan apapun, jadi biarkan kendaraan mu di sini. Dan besok juga aku akan menjemput mu untuk berangkat ke kantor" jawab Faklan dengan nada bicara perlahan tapi penuh dengan penekanan.


"Tapi... pak"


"Nggak ada tapi-tapian, ayok sekarang aku yang antar! " Adnan mengajak Mayang.


Akhirnya Mayang pun terdiam dan mengikuti langkah kali Adnan untuk segera keluar dari gedung perkantoran dan segera menuju tempat, di mana Adnan menyimpan kendaraan nya.


Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, tidak ada topik pembicaraan apapun.


Hingga pada akhir mereka sudah berada di tempat parkir, dan kedua nya sudah masuk ke dalam kendaraan yang akan mengantarkan mereka pulang.


"Oh iya, nanti pas acara peresmian hotel saya ingin kamu memakai gaun ini" kata Adnan sambil menyerahkan paper bag yang sudah di siapkan di dalam mobil nya.


"Apa selera bapak itu cocok untuk ku? "


"Pasti kamu suka, saya membeli nya di boutique milik nya Shafira. Pastinya cocok itu kan tempat paling bagus di kota sebelah" jawab Adnan.


Mayang pun melihat isi yang ada di paper bag itu, dan setelah mengetahui apa yang ada di dalam. Ia sangat terpesona, dan ternyata sangat bagus.

__ADS_1


"Ini siapa yang memilih nya?"


"Yang punya boutique, saya cuma memberi tahu kamu dan menunjukkan photo mu. Dia langsung tahu selera kamu" jawab Adnan, dan setelah itu Adnan langsung melakukan kendaraan nya dengan perlahan.


__ADS_2