
Di dalam ruangan masih ada Radit dan juga Farwa, sejenak mereka hanya saling diam. Argani kecil juga mengapa belum kembali, padahal sudah cukup lama anak itu di ajak pergi oleh orang yang di perintahkan oleh Adnan untuk menjaga keponakan kesayangan nya.
"Apa nggak sebaiknya kalian pindah rumah, Paman sama Bibi juga mungkin akan lebih nyaman kalau tempat yang di tempat inya luas dan anak kalian juga butuh tempat yang luas agar dia lebih leluasa dalam bergerak, tahu sendiri anak kalian itu aktif nya seperti apa. Aku khawatir akan terjatuh, secara tempat tinggal kalian di lantai atau. Kalian bisa pindah ke rumah yang seharusnya di tempati dan di sana khusus untuk rumah makan, jadi tempat nya lebih luas dan pelanggan juga lebih nyaman jika datang ke tempat itu. Kalian bisa minta bantuan mayang untuk mendesain tempat tersebut agar lebih menarik, sekarang persaingan lebih ketat kita harus pintar menarik perhatian para konsumen, nggak bisa juga kita hanya mengandalkan rasa, sebab yang di cari orang jaman sekarang yaitu untuk tempat selfie, terkadang rasa tidak enak pun kalau tempat nya ada spot untuk photo pasti banyak di minati, terkadang manusia jaman sekarang itu mengutamakan selfie di banding dengan rasa. Jadi sudah saatnya kamu mengubah tempat itu dengan yang lebih menarik dan tinggal di rumah kita" kata Adnan dengan nada bicara penuh permohonan.
"Kalau aku sih ok saja, tinggal Farwa mau atau tidak tinggal di sana! Ayah sama Ibu juga mesti di ajak bicara, karena ini bukan hanya aku dan Farwa tapi ada mereka juga dan aku membutuhkan persetujuan dari mereka juga" jawab Radit.
"Kamu itu kepala keluarga, jadi apapun yang menjadi keputusan mu aku akan ikut dengan mu selama ini hal yang baik dan tidak merugikan siapa pun" Farwa ikut menimpali, ia juga tidak tega melihat Radit tidur di atas sofa dengan alasan tempat tidur nya sempit dan takut mengganggu kenyamanan Argani kecil. Mungkin dengan cara seperti ini, Farwa bisa lebih leluasa untuk bisa mendekatkan diri terhadap suaminya, sudah cukup tercipta jarak di antara mereka. Sekarang saatnya Farwa memperjuangkan haknya sebagai seorang istri mengikuti apa yang sebetulnya di lakukan.
"Kalau begitu kita tinggal bicara sama mereka, untuk merencanakan kepindahan kita ke tempat baru" jawab Radit.
"Kalau bisa jangan terlalu lama, sebab aku hanya tinggal sendiri di rumah itu. Masa setiap hari ngomong sama para pelayanan yang bekerja di sana apalagi saat makan aku hanya sendiri, mereka nggak ada yang mau menemani ku saat makan" kata Adnan sambil menatap lekat dua orang yang berada di hadapan nya pada saat ini.
"Nggak, aku pasti secepatnya pindah. Oh iya kakak juga sudah seharusnya mencari pendamping agar tidak kesepian lagi dan mendapatkan orang yang selalu ada bersama mu, sebab satu-satunya orang yang terus ada bersama kita itu bukan adik, kakak, atau orang tua melainkan pasangan kita yang selalu menemani sampai ajal yang memuaskan nya" kata Radit, ia berbicara seperti itu memang sudah seharusnya Adnan itu mencari pendamping, bukan saatnya lagi pilih-pilih saat masih muda yang terpenting mencari pasangan itu menerima dari setiap kekurangan dan dia lah yang menjadi pelengkap dari kekurangan itu, untuk apa cantik seperti starla kalau dia tidak memiliki rasa hormat terhadap suami.
"Apa kakak masih belum bisa melupakan kak ipar? " tanya Farwa, ia sangat tahu betul meskipun hanya tinggal sebentar akan tetapi ia tahu bahwa Adnan sangat mencintai Starla dan menjadi budak nya pada saat itu.
"Di saat aku memutuskan untuk melepaskan nya, di sana aku sudah lupa bahwa pernah mencintai perempuan yang salah. Untuk pendamping, kalian jangan khawatir karena sebentar lagi aku akan melamar nya, hanya saja belum ada yang tepat waktunya. Mungkin saat peresmian hotel baru kita" kata Adnan.
"Kenapa harus menunggu nanti, mungkin sekarang lebih baik. Jadi kakak ada yang mengurus dan tidak merasakan kesepian lagi, oh iya apakah sekarang dia sudah punya keluarga baru? " tanya Farwa terhadap kakak iparnya.
"Dia sudah berkeluarga menurut info yang di dapat, sekarang dia sudah memiliki satu anak perempuan dan laki-laki itu mengkhianati pacar nya demi Starla" jawab Adnan sambil tersenyum tipis, sungguh ia juga tidak percaya pada saat itu ketika mendapatkan laporan dari salah satu orang kepercayaan bahwa Starla mempunyai hubungan dengan pria lain padahal saat itu masih sah menjadi istrinya. Padahal saat itu Adnan sangat mencintai nya, karena alasan itu juga Adnan melepaskan Starla, bukan hanya tidak patuh terhadap suami Starla juga orang yang tidak bisa setia terhadap satu laki-laki, ketika ia bosan pasti akan mencari yang baru yang bisa memuaskan hasratnya.
"Saat nya sekarang kamu kak, tunjukkan pada mereka bahwa bisa bahagia dan mendapatkan perempuan yang lebih baik dan bisa menerima mu apa adanya" kata Farwa sambil tersenyum.
"Starla itu siapa? " tanya Radit, karena ia baru mendengar nama itu, selama ia tinggal bersama sang kakak tidak pernah mendengar nama itu.
"Itu mantan istri ku, yang sudah pergi jauh dan sekarang dia sudah mempunyai kehidupan baru" jawab Adnan sambil menatap lurus kedepan, jika ia ingat kejadian dulu di mana Starla tidak menganggap nya sebagai suami dan selalu di jadikan budak olehnya, dan lebih parah nya Starla selingkuh.
"Owhh" hanya itu yang keluar dari bibir Radit, karena ia memang tidak tahu Starla itu siapa.
Setelah bebrapa saat mereka mengobrol di dalam ruangan, dan terdengar pintu ruangan terbuka dan ternyata itu adalah anak laki-laki kecil yang selalu ia rindukan.
__ADS_1
"Aih jagoan Ayah sudah kembali, bagaimana bermainnya? " tanya Radit terhadap anak kecil yang langsung lari dan memeluknya.
"Ayah aku nggak mau main lagi bersama tante itu, katanya nggak boleh ini nggak boleh itu. Untuk apa aku di ajak pergi ke sana kalau tidak di perbolehkan apapun, mau pergi sama Ayah saja! " kata Argani kecil sambil menatap lekat wajah dang Ayah, meskipun anak kecil akan tetapi Argani kecil memiliki kecerdasan yang luar biasa sehingga mampu berkomunikasi dengan baik layaknya orang dewasa, mungkin ini yang di sebut dewasa sebelum waktunya. Jadi Argani kecil itu ketika berbicara seperti orang dewasa.
Radit menatap seorang perempuan yang berdiri tidak jauh dari mereka, terlihat ketakutan saat di tatap seperti itu oleh Radit.
"Maaf Tua, dia suka nya permainan yang ekstrem, jadi saya takut terjadi sesuatu lebih baik melarang nya daripada terjadi hal yang tidak di inginkan" kata seorang perempuan yang terlihat pucat karena ia takut di marahin oleh Adnan karena telah membuat keponakan nya merajuk seperti itu.
"Apa benar seperti itu? " tanya Radit terhadap sang putra, dengan nada bicara yang lembut. Sedangkan Farwa dan Adnan hanya diam sambil memperhatikan interaksi anak dan ayah itu.
"Aku kan bisa melakukan itu, pastinya aman nggak akan terjadi sesuatu" jawab Argani kecil, karena anak seperti Argani selalu ingin mencoba hal yang baru dan pastinya akan terus penasaran jika belum mencoba nya.
"Tapi itu permainan untuk orang yang sudah gede dan memiliki cukup umur, untu kamu jadi belum bisa melakukan itu. Jika sudah besar pasti bisa melakukan apapun" Radit memberikan pengertian agar sang putra bisa mengerti, bahwa tidak semua hal bisa di lakukan karena semua ada batasan nya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, jadi lebih baik di hindari.
"Apakah tidak ingin memeluk Om?" tanya Adnan terhadap anak kecil yang sangat menggemaskan itu.
"Aku mau memeluk mu tapi ada syaratnya! " jawab Argani kecil.
"Ajak aku makan es cream, tapi jangan ajak mereka berdua. Kalau ikut, pasti tidak boleh makan banyak" jawab Argani kecil sambil menatap kedua orang tuanya secara bergantian.
"Astaga, sekarang mulai curang yah.. sehingga hanya ingin pergi berdua saja, ya sudah kalau begitu Ayah dan Ibu akan pulang dan membuat dede bayi agar kami nggak kesepian saat kamu main bersama Om" kata Radit sambil menggelitik sang putra, dan terjadilah tertawa bersama di antara mereka. Ternyata untuk hidup bahagia itu tidak terlalu sulit, dengan melihat anak dan suaminya tertawa saja sudah berhasil membuat Farwa bahagia dan merasa mempunyai keluarga yang seutuhnya.
"Ya sudah, Ibu sama Ayah pulang sekarang. Kamu boleh pergi sama, Om tapi ingat nggak boleh nginap ya.. " kata Farwa sambil tersenyum tipis.
Di saat Argani kecil sudah merasa bahagia dengan persetujuan kedua orang tuanya, dan Adnan akan membawa pergi keponakan nya itu. Datang lah seorang perempuan, dengan membawa berkas di tangan nya. Pikiran Argani kecil langsung tertuju pada gagalnya kepergian mereka untuk makan es cream bersama.
"Tante, jangan ganggu Om. Karena aku mau pergi bersama ku, jadi pekerjaan nya simpan saja di sana! " kata Argani kecil sambil menunjuk ke arah meja kerja Adnan.
"Oh Iya, kenalin. Dia itu Mayang" kata Adnan.
Farwa dan Mayang pun saling bersalaman dan memperkenalkan diri masing-masing.
__ADS_1
"Jagoan om yang paling ganteng, mau kah kita pergi bertiga dengan nya? " tanya Adnan sambil melirik ke arah Mayang yang berdiri di hadapan Adnan pada saat ini.
"Aku sih tidak masalah, asal jangan melarang ku makan banyak" jawab Argani kecil.
"Bersedia kah kamu ikut bersama kami? " tanya Adnan terhadap Mayang, entah mengapa ia juga tidak bisa menolak ajakan dari atasan nya itu, padahal ia sedang banyak pekerjaan yang harus di selesai kan.
"Iya, tapi-" jawab Mayang.
"Ya sudah, kita berangkat sekarang! " ajak Adnan terhadap mereka, dengan mudahnya Mayang pun mengikuti Adnan sedangkan Argani kecil sudah lebih dulu berjalan.
Sedangkan di dalam ruangan hanya ada Farwa dan Radit, mereka di tinggal kan begitu saja oleh pemilik ruangan.
"Untuk apa kita masih tinggal di sini, lebih baik kita pulang! " ajak Farwa terhadap sang suami.
Akan tetapi bukan menjawab ajakan dari sang istri melainkan Radit mendekat ke arah Farwa, dan menatap nya dengan lekat. Dan Farwa faham betul tatap itu.
"Aku tertarik padamu dari pertama bertemu, akan tetapi bukan sebagai suami mu. Pada saat itu aku sangat ingin menjadikan mu istri ku dan ibu dari anak-anak ku, apakah kamu bersedia menerima ku akan tetapi bukan seseorang yang pernah ada di masa lalu mu, melainkan orang yang akan hidup bersama mu dari sekarang dan selamanya? " tanya Radit terhadap perempuan yang masih duduk di kursi, sedangkan dirinya duduk di atas meja. Sambil menatap lekat wajah perempuan yang di cintai nya, dari pertama bertemu.
"Kenapa bertanya seperti itu? seharusnya kamu sudah tahu jawaban nya"
"Aku tahu nya kamu mencintai Argani bukan Radit" jawab Radit.
"Tapi mereka orang yang sama yaitu kamu, meskipun nama mu berubah akan tetapi itu semua tidak akan pernah mengubah rasa yang ku miliki untuk mu, dan semua rasa itu akan tetap sama sekarang dan selamanya" jawab Farwa dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, sungguh ia tidak pernah menyangka sebelum nya bahwa ia akan bisa hidup bersama dengan orang yang ia cintai dan cinta itu di mulai dari keterpaksaan, karena sering bersama dan perjuangan Radit untuk membuat dirinya lebih baik dan cinta itu hadir tanpa di minta.
"Apakah kamu bisa mencintai ku dengan keadaan ku saat ini, dan jangan pernah menginginkan ku tetang apa yang terjadi di masa lalu. Karena bagiku tidak ada yang lebih indah di bandingkan dengan masa depan, karena masa lalu tidak perlu di ingat hanya boleh di kenang" kata Radit sambil menggenggam kuat tangan perempuan yang ada di hadapan nya.
"Aku sangat mencintaimu, dan akan aku lakukan apapun agar kamu bahagia. Aku hanya ingin hidup bersama mu dan dan keluarga kecil kita, jangan pernah tinggalkan aku dalam keadaan apapun. Jika kamu pergi untuk yang kedua kalinya, aku takut tidak bisa kuat seperti waktu itu" kata Farwa dengan nada bicara yang lembut, dan air matanya sudah tidak bisa di ajak kerjasama.
"Aku janji tidak akan pergi ke manapun! kita akan menghabiskan sisa umur kita bersama dan menjaga buah hati kita bersama dan membedakan nya dengan penuh cinta, dan jangan pernah keluarkan air mata seperti ini lagi, karena aku merasa bersalah ketika melihat mu seperti ini" kata Argani sambil mengusap air mata itu dengan ibu jaringan, dan perempuan itu rangkul di bawa ke dalam dekapan nya, rasa nyaman itu di rasakan oleh Farwa. Ia merasa di lindungi saat berada di dalam pelukan sangat suami.
Akhirnya mereka berpelukan cukup lama, hingga pada akhir nya mereka memutuskan untuk segera pulang. Karena mereka takut mereka tidak bisa mengendalikan nya ketika terus berada di sini, sedangkan ini ruangan milik sang kakak jika melakukan nya di sini pastilah terlihat di kamera pengaman yang ada di ruangan ini.
__ADS_1
Mereka berdua keluar dari ruangan dengan bergandengan tangan, Farwa merasakan kebahagiaan dengan cara seperti ini. Bisa di pertemukan kembali dengan orang yang sangat ia cintai, dan ia tidak akan pernah membuang kesempatan yang sudah di berikan oleh Tuhan.