Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 139


__ADS_3

Faklan niatnya hanya ingin merapikan semua pekerjaan yang sempat tertunda, akan tetapi itu semua sangat membutuhkan waktu yang cukup lama.


Keadaan kantor sudah semakin sepi, bahkan Lidya juga sudah memberi tahu Faklan bahwa hadri sudah semakin sore, akan tetapi ia menjawab nya tanggung.


Hanya ada beberapa dokumen lagi yang belum ia periksa, akhirnya Lidya pulang terlebih dahulu dan semua karyawan juga satu demi satu keluar dari gedung perkantoran. Mereka akan kembali ke rumah mereka dan segera bertemu dengan keluarga tercinta, setelah seharian berada di tempat kerja mereka selalu rindu akan rumah yaitu tempat ternyaman.


Faklan masih memeriksa pekerjaan yang tersisa, karena ia ingin menyelesaikan hari ini. Biar esok hari lebih ringan dan tidak numpuk pekerjaan yang seharusnya sudah di selesaikan dari kemarin.


Tanpa ia sadari waktu terlalu cepat berlalu, keadaan kantor sudah sepi. Dan ia pun sudah menyelesaikan pekerjaan nya, lalu ia bangkit dari duduknya dan menyimpan semua dokumen yang telah ia selesaikan.


Dengan perlahan ia melangkah kan kakinya untuk segera keluar dari ruangan kebesaran nya, dengan langkah gontai ia keluar dan suara derap langkah kakinya pun terdengar dengan jelas karena suasana kantor pun sudah sangat sepi, tidak ada orang hanya ada petugas keamanan yang masih menjalankan tugasnya di kantor ini.


Setelah beberapa saat ia sudah berada di area parkir, di mana ia memarkirkan kendaraan nya.


Di saat ia hendak masuk ke dalam kendaraan ia di kagetkan dengan suara yang menyapa nya.


"Malam, pak. Baru pulang? " tanya orang yang Faklan tidak tahu muncul dari mana, hal itu membuat ia sedikit kaget.


"Iya, kamu jaga malam" jawab Faklan sambil berbalik badan, dan menatap orang yang berdiri di dekatnya pada saat ini.


"Iya, pak. Hati-hati di jalan, sampai jumpa besok" kata petugas keamanan, sok ramah terhadap sang Bos padahal baru kali ini mereka berpapasan.


"Iya, terimakasih banyak. Selamat bekerja, sayang pulang dulu! " ucap Faklan sambil masuk kembali ke dalam kendaraan nya yang akan mengantarkan nya sampai di tempat tujuan.


Kendaraan pun melaju dengan perlahan, setelah beberapa saat kendaraan yang di tumpangi oleh Faklan sudah berhasil keluar dari area kantor.

__ADS_1


Kendaraan melaju dengan kecepatan sedang, jalanan terlihat sangat padat merayap. Pada jam seperti ini memang saat nya jalanan di penuhi oleh kendaraan, sebab banyak orang juga yang baru pulang dari tempat mereka bekerja, jadi harus bisa lebih sabar saat berada di jalan.


Faklan pun dengan santainya mengemudi, ia terus fokus ke jalan yang di penuhi oleh kendaraan dari berbagai jenis.


Sehingga menambah keindahan jalanan pada saat ini.


Di tempat lain


Ratih sudah sibuk menyiapkan segala sesuatu karena untuk pertama kalinya sang besan akan datang ke rumah mereka, baginya ini sebuah kehormatan untuknya.


Selama ini ia tidak pernah dekat dengan keluarga Daisy, karena baru beberapa bulan ini Ratih mengetahui kebenaran bahwa Faklan adalah anak kandung nya.


Semua sudah tertata rapi di meja, Ratih memasak sendiri.


Waktu juga sudah menunjukkan pukul lima sore, mengapa Faklan belum juga pulang. Padahal ia sudah berjanji akan pulang cepat, akan tetapi mengapa belum sampai di rumah juga.


"Ma... tidak seharusnya melakukan ini, bagaimana kalau nanti sakit karena lelah sudah menyiapkan ini semua. Aku nggak mau Mama capek" kata Daisy sambil menata piring di atas meja, sesuai dengan intruksi yang di berikan oleh ibu mertua nya. Memang jika urusan dapur Daisy belum menguasai nya, akan tetapi ia tidak bosan untuk belajar.


"Kamu itu bicara apa sih, justru Mama sangat bahagia karena akan kedatangan tamu istimewa di rumah ini, mereka sudah memberikan kebahagiaan bagi anak Mama. Bagaimana bisa tidak menyambut kedatangan mereka dengan semua ini" jawab Ratih sambil tersenyum menatap sang menantu yang berada di hadapan nya pada saat ini.


"Nggak harus berlebihan juga, ma... ini terlalu banyak jika hanya untuk makan kita. Nanti mubadzir kalau makanan nya nggak habis" ucap Daisy sambil menatap menu makanan yang begitu banyak tersaji di meja.


"Astaga kamu ini, kita tinggal di rumah ini saja banyak orang, bagaimana bisa semua makanan ini mubadzir" jawab sang mertus sambil tersenyum tipis.


"Iya sih, Ma..."

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, kamu mandi dulu Mama juga mau mandi. Mungkin sebentar lagi Faklan akan pulang, dan orang tua kamu juga sebentar lagi akan sampai di sini. Masa tampilan kita masih belum mandi saat mereka datang! " Ratih meminta Daisy untuk mandi terlebih dahulu, sebelum semuanya datang.


"Iya, Ma... " jawab Daisy.


"Cepat sana! " kata Ratih.


Setelah mendapatkan perintah dari sang mertua akhirnya, Daisy pun melangkah kan kakinya untuk segera pergi ke kamarnya dan memberikan tubuh nya terlebih dahulu.


Daisy sudah berada di dalam kamar, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh nya.


Meskipun ia hanya membantu, akan tetapi rasanya lelah sekali berada di dapur. Selama ini ia tidak pernah menghabiskan waktu yang cukup lama di dapur, ini untuk pertama kalinya ia mengikuti mertua nya.


Memasak berbagai menu, dan ternyata cukup lelah juga padahal ia juga hanya memotong sayuran dan menerima perintah dari ibu mertua nya.


Setelah cukup lama ia bersama ritualnya di dalam kamar mandi, ia sudah terlihat segar dengan rambut basah nya ia keluar dari kamar mandi.


Dengan santai nya ia berganti pakaian karena sang suami belum juga pulang, kalau saja suaminya ada ia juga tidak bisa sesantai ini. Pastinya Faklan akan usil terhadap nya.


Daisy sudah berganti pakaian, lalu ia berdiri di jendela kamar sambil menatap ke arah luar. Terlihat dengan jelas indah nya pemandangan luar, ternyata jika di lihat saat hari sudah gelap ternyata semakin indah lampu yang mulai menyala dari gedung sekitar tempat tinggal menambah keindahan malam.


"Kenapa aku baru sadar sekarang jika ada pemandangan seindah ini, sungguh membuat ku nyaman berada di sini" batin Daisy sambil menghirup udara yang sudah terasa dingin.


Setelah cukup lama, ia merasakan keindahan alam. Ternyata alam itu sangat indah jika kita menikmati nya dengan cinta, ternyata tidak ada satu tempat pun di dunia ini tanpa keindahan. Hanya saja, terkadang kita fokus ke tempat yang jauh sehingga lupa bahwa alam yang ada di sekitar kita pun jauh lebih indah.


Jiklka di pandang dengan mata dan hati yang penuh dengan cinta kita terhadap sang Pencipta. Dengan rasa syukur yang kita miliki, bahwa kita sangat beruntung bisa hidup di tempat ini dengan semua keindahan nya.

__ADS_1


__ADS_2