
Waktu bergulir begitu cepat, satu minggu telah berlalu.
Sepasang suami-istri semakin lengket, yaitu antara Radit dan Farwa. Mereka sering pergi bersama tanpa Argani kecil karena yang mereka lakukan bagian dari terapi untuk penyembuhan Radit. Hal itu juga di dukung oleh seluruh anggota keluarga, termasuk juga Adnan sang kakak. Ia, mempersiapkan semua nya agar Radit dan Farwa bisa mengunjungi tempat yang mereka suka dan merasakan kebahagiaan yang seutuhnya. Mungkin hal itu membuat penyembuhan Radit cepat.
Dan mereka berdua juga setuju dengan ide yang di berikan oleh sang kakak, dan ini bisa di lakukan sebelum Argani masuk sekolah dan Adnan menikah dengan Mayang.
Untuk persiapan pernikahan Adnan, sudah ada ahlinya yang mengurus di bidang itu.
"Kita jadi berangkat minggu ini ke kota itu? " tanya Farwa terhadap sang suami.
"Pasti jadi dong, sayang. Anggap aja ini bulan madu kita" jawab Radit sambil mendekat ke arah sang istri.
"Tapi aku sulit ninggalin anak kita, pastinya kangen saat di sana. Lagian selama ini nggak pernah ninggalin dia dalam waktu yang cukup lama seperti ini! " Farwa bahagia bisa pergi dengan suami, karena selama pernikahan dengan Radit banyak sekali rintangan nya.
"Aku ngerti, tapi kita juga butuh waktu berdua"
"Iya, semoga semuanya lancar. Ya, Mas... " ucap Farwa sambil melingkar kan tangan nya di pinggang suami.
Setelah berbicara, serius dengan suami tentang rencana mereka untuk pergi berlibur. Keduanya keluar dari kamar dan segera bertemu dengan anggota keluarga yang lain, seperti biasa. Mereka akan menyempatkan waktu untuk sarapan bersama karena saat pagi hari lah mereka mempunyai waktu untuk bersama.
Pagi hari yang selalu menampilkan suasana ceria, dan kehangatan anggota keluarga mereka. Bahkan pasti orang selalu iri dengan keharmonisan keluarga mereka. Suasana seperti ini jarang sekali ada di dalam keluarga yang lain, saling memahami dan melengkapi satu sama lain.
__ADS_1
Suasana sarapan pun cukup hangat, mungkin lebih seru lagi jika sudah resmi Mayang menjadi bagian dari keluarga ini. Apalagi di tambah dengan anak nya Daisy, hanya saja belum ada kabar juga tentang hal itu.
"Jadi berangkat? " tanya bu Zulaikha terhadap anak dan menantunya.
"Jadi, bu...aku titip Argani kecil ya! " kata Radit sambil tersenyum menatap ibu mertua nya.
"Jangan khawatir, jagoan kecil akan aman di tangan ibu, berbahagia lah kalian. Semoga pulang bawa kabar baik, doa ibu selalu bersama kalian"
"Iya, bu... terimakasih banyak. Maaf ngerepotin"
"Argani kecil itu, cucu ku. Sudah sepantasnya aku menyayangi nya"
"Sudah lah, kalian ini bicara apa" Mahad menyela pembicaraan di antara mereka.
"Aku berharap kalian bisa menikmati waktu bersama, dan nanti Aku yang akan pergi berbulan madu. Giliran kalian yang akan mengurus perusahaan" ucap Adnan sambil mengelap bibirnya dengan tissue.
"Kenapa harus kami yang harus mengurus perusahaan, kan masih ada karyawan dan orang kepercayaan. Nggak bisa seperti itu dong! " jawab Radit.
"Sudah lah, Aku pergi dulu sekarang. Mau menjemput calon istri " Adnan berkata, lalu bangkit dari duduknya dan meninggal kan semua anggota keluarga yang masih berada di ruang makan.
"Iya, Hati-hati jangan sampai pindah ke lain hati" jawab Farwa. Sambil tersenyum menatap kepergian sang kakak ipar.
__ADS_1
Setelah kepergian Adnan, kasih dengan cerita reseh mereka di meja makan. Sesekali mereka tertawa dan hal itu semakin hanya yang terjadi.
Argani kecil pun sudah selesai sarapan nya, dan anak itu kembali ke ruangan di mana ia bisa bermain dengan puas di temanin pengasuh. Sekarang Argani kecil sudah mulai terbiasa main bersama pengasuh, dan bu Zulaikha hanya mengawasi nya saja.
Waktu bergulir begitu cepat, acara sarapan sudah selesai dan mereka pergi dari ruangan tersebut. Sebelum pergi berlibur, Farwa dan Radit akan meninjau pembangunan gedung untuk restoran Farwa.
Radit juga akan menemani sang istri, mungkin bangunan tersebut akan segera selesai dan keduanya sudah mempersiapkan koki untuk menggantikan Farwa nanti, karena Radit tidak mau jika sang istri ke lelehan karena harus memasang m. Dan Radit juga tidak ingin, waktu Farwa di habiskan untuk bekerja. Bagi Radit, cukup seorang suami yang bekerja dan istri di rumah mengurus anak dan suami. Dan tanpa di duga, Farwa setuju dengan apa yang menjadi permintaan sang suami.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, akhirnya Radit dan Farwa akan pergi dan ia juga akan bertemu dengan Erick seorang pengusaha muda yang mempunyai perusahaan di bidang kontruksi, kali ini. Erick mengerjakan proyek besar pertama pembangunan hotel milik keluarga Radit yang di kelola oleh Adnan. Kali ini, ia di percaya untuk mengerjakan rehab rumah makan milik Fara. Meskipun ini masuk dalam kategori kecil, Erick tidak menolak nya karena ia takut tidak bisa bekerjasama lagi dengan dengan perusahaan yang mereka punya. Sebab, jika kerjasama dengan mereka berakhir itu tanda nya perusahaan Erick sedang tidak baik-baik saja.
Lagian ia juga tidak bisa menolak nya, sebab Farwa orang yang pernah bekerja dengan nya. Dan memberikan kemajuan untuk perusahaan nya, meskipun itu tidak lama. Erick juga tidak bisa melupakan jasa yang di berikan oleh keluarga Radit.
Di tempat lain.
Seorang lelaki yang terlihat masih muda, akan tetapi sukses dalam berkarier. Siapa lagi kalau bukan Erick, laki-laki ini banyak du kenal oleh masyarakat luas karena prestasi yang di dapat ketika usianya masih muda. Akan tetapi ia tidak berhasil dalam urusan percintaan, ia pernah berusaha untuk mendekati Farwa saat kabar meninggal nya Radit tersebar. Akan tetapi ia tidak berhasil mendapatkan nya, malah perempuan itu menjauh dan pindah ke luar kota. Akhirnya Erick pun menyerah, karena ia yakin bahwa cinta Farwa hanya untuk Radit.
Ia sudah cukup lama duduk di sebuah tempat yang mereka sepakati untuk bertemu, karena merasakan kejenuhan terlalu lama menunggu. Akhirnya Erick bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan untuk melihat ke sekeliling kafe tersebut, untuk menghilangkan kejenuhan nya. Bahkan ia sudah menghabiskan kopi satu cangkir.
Di saat ia sedang berdiri di sudut ruangan, dari sana bisa menikmati indahnya pemandangan kota. Karena ia sengaja memesan tempat paling atas, sebab pemandangan kota yang luar biasa. Bari Erick si pecinta alam ini sungguh pemandangan yang luar biasa
Di saat Erick sedang asik menatap lingkungan sekitar, ada yang nenepuk bahu nya. Sontak Erick menoleh " Untuk apa kamu ada di sini? " tanya Erick dengan raut wajahnya yang kaget.
__ADS_1