Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 23


__ADS_3

Betapa terkejut nya Mahad saat mendengar suara orang yang menelpon nya.


"A-ayah ini aku"


"Benarkah ini kamu, tidak sedang bermimpi kan Ayah! " kata Mahad sambil berderai air mata.


Sungguh ia tidak percaya akan semua ini, gadis kecil yang sangat ia rindukan sekarang bisa terdengar kembali suaranya. Bahkan seluruh dunia mengira bahwa Farwa telah meninggal, sebab kendaraan yang di tumpangi nya pada saat itu terbakar.


Dan ternyata keajaiban sudah berhasil menyelamatkan Farwa.


"Iya, Ayah... ini anak mu" jawab Farwa di sebrang sana, sungguh ia juga tidak kuasa menahan kesedihan dan kerinduan terhadap keluarga nya.


Farwa menceritakan semuanya lewat sambungan telepon itu, bahwa dirinya ada di sebuah kota kecil. Yang jauh dari keramaian kota, ia sampai di kota tersebut berkat bantuan seseorang yang merasa kasihan saat melihat Farwa terluka parah akibat kecelakaan itu. Betapa beruntung nya Farwa ada orang yang menolong nya dengan ikhlas.


Setelah cukup lama percakapan antara Ayah dan anak yang saling merindukan, akan tetapi tidak bisa saling bertemu. Mahad juga berpesan terhadap Farwa, biarkan ia hidup dengan tenang di tempat yang sekarang ia tinggal. Tidak masalah dunia menganggap Farwa sudah tiada yang penting keluarga tahu bahwa anak mereka masih hidup.


Percakapan di antara keduanya sudah lumayan lama, sehingga Farwa dan Mahad mengakhiri sambungan telepon nya.

__ADS_1


Setelah sambungan telepon terputus, Mahad akan segera pulang ke rumah dan memberi tahu kabar bahagia ini terhadap Zulaikha.


Waktu bergulir cepat Mahad ingin segera pulang dan segera berbagi cerita dengan istri tercinta bahwa putri mereka masih hidup, sepanjang perjalanan tidak hentinya Mahad mengucap syukur terhadap sang kuasa yang telah memberikan kesempatan hidup terhadap Farwa.


Setelah cukup lama di perjalanan, akhirnya Mahad sudah sampai di rumah. Dengan gerakan cepat, ia langsung keluar dari kendaraan dan berjalan cepat untuk segera masuk ke dalam rumah.


Ketika sudah berada di dalam rumah, ia langsung memanggil sang istri.


"Bu... cepat ke sini, ada kabar baik! " panggil Mahad terhadap sang istri.


"Coba duduk dulu di sini, Ayah punya kabar baik" kata Mahad sambil menepuk sofa di samping dirinya.


Zulaikha pun duduk di samping suaminya.


"Kabar baik apa sih, sehingga membuat Ayah seperti ini? "


"Putri kita masih hidup" kata Mahad dengan sangat antusias.

__ADS_1


"Jangan bercanda, ini tidak lucu" jawab Zulaikha, ia tidak percaya dengan apa yang di katakan suaminya itu.


"Ini tidak bercanda, tadi Farwa menelpon ku. Di saat pulang dari tahanan ketika mengunjungi Marwan, dan Marwan juga sudah di bebaskan. Keluarga Malik mencabur gugatan nya, sekarang kebahagiaan kita berlipat. Farwa masih hidup dan dia tinggal di kota kecil di ujung timur negara ini" Mahad menjelaskan semuanya terhadap sang istri.


Akhirnya Zulaikha pun percaya dengan apa yang di ucapkan suaminya.


Di tempat lain.


Argani sudah siap untuk berangkat pergi ke luar negeri.


"Ketika sudah sampai di sana jangan lupa kabari Mama... " kata Ambar dengan raut wajah sedih, sungguh ia tidak bisa jauh dari anak nya. Apalagi setelah satu bulan dalam keadaan koma, dan baru beberapa hari pulih harus di tinggal kan dengan cara seperti ini.


Argani pun hanya mengangguk tanpa berkata apapun.


Laki-laki itu membawa koper nya untuk segera ke luar dari rumah, saat ini sopir akan mengantarkan nya ke sebuah penerbangan yang ada di kota ini. Akan tetapi Argani menolak untuk di antar oleh sopir, ia lebih memilih di antar oleh sahabatnya yaitu Faklan. Yang selalu menemaninya dalam keadaan apapun.


Setelah beberapa saat Argani menunggu dan akhirnya Faklan datang. Ia pamit terhadap sang Mama untuk segera pergi.

__ADS_1


__ADS_2