
Keesokan harinya Farwa dan keluarganya sudah bersiap untuk pulang ke rumah mereka, sebab tidak ada gunanya lagi bersembunyi. Sebab laki-laki itu akan menemukan mereka kemanapun pergi, jadi sudah tidak ada alasan untuk mereka bersembunyi dari orang seperti dia.
Farwa juga tidak mau melibatkan banyak orang, membawa semuanya ke dalam masalah-masalah yang dihadapi dirinya sendiri.
Mungkin dengan dia menikah dengan Argani semua masalah keluarganya akan berakhir, sebab Argani pernah berkata bahwa akan melindungi Farwa dan anggota keluarga nya jika mereka sudah menikah nantinya.
Dewi merasa sedih ketika ia tidak bisa melindungi keluarganya, akan tetapi ini adalah besar lawan nya bukan lah orang sembarangan Melainkan orang yang sangat berpengaruh di negara ini bahkan bagi mereka nyawa tidak ada harganya lagi.
"Maafkan aku Kak tidak bisa menjaga kalian, Seharusnya aku bisa melindungi keluargaku yang berada dalam kesusahan. Akan tetapi aku tidak bisa melakukan itu" kata Dewi sambil menatap lengkap wajah Zulaikha.
" Tidak masalah, ini bukanlah salahmu, kami yang seharusnya tidak membawa semua masalah ini ke dalam rumahmu " jawab Zulaikha ia yang merasa bersalah telah membawa adiknya ke dalam semua ini.
" Tolong maafkan kami sudah merepotkan kalian semua di sini" kata Mahad.
"Ayah Ayo kita bersiap untuk segera berangkat, lagi pula perjalanan kita terlalu jauh mumpung masih pagi" ajak Farwa pada sang ayah. kesedihan terlihat jelas di wajah Dewi ketika melihat seluruh anggota keluarga Zulaika akan pergi ke rumah mereka, Padahal semua ini sangat membahayakan baginya. akan tetapi ia juga tidak bisa melindungi.
Akhirnya mereka semua membawa barang-barang mereka ke dalam bagasi kendaraan, sebab akan segera berangkat.
Setelah berpamitan dan saling maaf-maafkan antara dua keluarga itu, Farwa dan juga keluarganya sudah berada di dalam kendaraan dan akan melanjutkan perjalanannya.
Dewi terus menangis ketika melihat keluarganya akan segera pergi, ia merasa bahwa bahaya sedang mengancam Kakak dan keluarganya itu.
...****************...
__ADS_1
Di tempat lain Argani dan sang Ibu sudah mempersiapkan semuanya untuk acara pernikahannya, begitu juga dengan seserahan semuanya sudah lengkap tidak akan ada yang tertinggal lagi. Laki-laki ini sibuk dengan semua persiapan pernikahannya, selama mempersiapkan semuanya, Ia terus tersenyum dan dipenuhi dengan rasa haru dan bahagia. Ternyata tidak disangka esok hari ia sudah menikah dengan Farwa, Gadis sederhana yang sudah mengalihkan dunia nya.
"Apakah ini semua sudah tidak ada yang tertinggal, Ma...lengkap kan ini? " tanya Argani terhadap sang Nama.
"Mama rasa ini sudah lengkap semuanya, coba saja kamu cek lagi barangkali masih ada yang tertinggal " jawab sama mama.
Meskipun ia belum sepenuhnya menerima pernikahan Argani dan juga Farwa, akan tetapi mau bagaimana lagi kebahagiaan anaknya adalah yang terpenting bagi dirinya.
"Baiklah jika semuanya sudah selesai, aku akan menyuruh mereka untuk segera mengantarkannya ke rumah Farwa. Eesok hari sudah melaksanakan acara pernikahan, aku tidak mau ada sedikitpun yang kurang. Karena ini acara yang sangat penting di dalam hidupku" kata Argani terhadap sang Mama sambil menatap lekat wajah wanita yang sudah melahirkannya itu dengan penuh cinta.
Setelah beberapa saat, Argani menyuruh para pengawalnya untuk memasukkan seluruh barang-barang ini ke dalam kendaraan, lalu nantinya mereka akan mengantarkan semua ini ke rumah Farwa sebelum acara pernikahan itu tiba
Argani berpamitan terhadap sang Mama untuk pergi ke rumah Faklan, ia meminta sahabatnya itu untuk mengurus acara pernikahannya.
Catering dan semuanya, diurus oleh Faklan, jadi sekarang ia akan memastikan bahwa tidak ada sedikitpun kekurangan nantinya di acara pernikahan antara Argani dan juga Farwa.
Setelah berada di luar ia langsung naik ke atas kendaraannya dan menyalakan mesin, lalu menginjak gas dengan kasar, sebab ini adalah kebiasaannya sehari-hari.
Selalu mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Waktu bergulir begitu cepat, tidak membutuhkan waktu yang sangat lama bagi Argani untuk sampai di rumah Faklan.
Kendaraan nya sudah terparkir di depan rumah sahabatnya itu, seperti biasa tanpa menunggu sang tuan rumah untuk mempersilahkannya untuk masuk. Karena ini sudah menjadi kebiasaannya ketika datang ke rumah ini langsung masuk dan menuju kamar di mana sahabatnya itu berada.
__ADS_1
Setelah beberapa saat ia sudah berada di dalam kamar milik Faklan, sang tuan rumah pun sedang mempersiapkan acara untuk pernikahan dirinya.
"Apakah semuanya sudah siap, apa masih ada yang perlu ditambah lagi?" tanya Argani di saat sudah berada di dalam kamar sahabatnya itu.
"Aku rasa semuanya sudah siap, penata rias gaun pernikahan makanan yang akan disediakan nanti Begitu juga dengan konsep pernikahannya sudah tersusun rapi" kata Faklan sambil menyerahkan kertas kecil terhadap Argani, ia meminta sang calon pengantin untuk melihat kembali persiapan pernikahannya.
" Baiklah sepertinya ini sudah cukup, hanya perlu menambahkan beberapa menu makanan lagi" sambil menatap catatan kecil yang ada di tangannya.
Laki-laki ini terlihat sangat sibuk sekali disaat, mempersiapkan pernikahannya besok hari.
"Yakin kamu akan melakukan ini? "tanya Faklan terhadap Argani.
Ia belum percaya jika sahabatnya itu bisa melakukan ini semua.
"Maksud kamu apa? bertanya seperti ini" jawab Argani sambil menatap lekat wajah sahabatnya.
" Jujur aku berkata dari dalam hati, sangat kasihan dengan keluarga Farwa dengan tekanan yang kita berikan. Apakah kamu tidak bisa mendekatinya dengan secara halus dan perlahan, mungkin saja hati Farwa dan keluarganya akan luluh saat kau memperlakukan mereka dengan cara yang lebih baik tidak dengan cara seperti itu. Mungkin akan lebih baik ketika kamu menikahi seorang wanita, dan wanita itu sangat mencintaimu. Pasti itu sangat membanggakan bagimu. Apa artinya sekarang kamu bisa menikahinya tapi tidak bisa mendapatkan cintanya " ucapan Faklan sambil menatap lekat wajah sahabatnya itu.
Seketika wajah Argani berubah yang tadinya berseri sekarang menjadi suram.
" Maksud kamu apa bicara seperti itu? mungkin sekarang Farwa belum bisa mencintaiku. Akan tetapi Seiring berjalannya waktu rasa cinta yang kumiliki, Akan merubah rasa benci yang di rasakan pada saat ini. Mungkin saja di saat menyadari cintanya terhadap diriku dan aku sudah tidak ada lagi di dunia ini " jawab Argani dengan tatapan mata lurus ke depan.
"Perkatan mu semakin ngawur, apa coba maksudnya sudah tidak ada lagi di dunia" aku cuma mengingatkan apa gunanya kamu memiliki raganya tapi tidak memiliki hatinya" kata Faklan sambil menatap heran kepada sahabatnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mereka saling diam, akhirnya Argani mengajak Faklan untuk pergi ke rumah Farwa dan mengantarkan semua barang yang akan mereka antarkan.
Faklan pun tidak bisa menolak dan mereka pergi ke tempat Farwa.