Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 73


__ADS_3

Hari pertunangan Daisy dan Faklan.


Seperti bisa Farwa selalu bangun lebih pagi, akan tetapi entah mengapa ia merasa sangat malas untuk bangun.


Argani membiarkan istrinya untuk bermalas-malasan di tempat tidur, sekarang Argani sudah bisa menggunakan peralatan memasak. Jadi kalau Farwa sedang capek atau malas masalah, dia lah yang menggantikan peran sang istri seperti pagi ini.


Argani sudah menyiapkan untuk sarapan.


Setelah semuanya selesai, Argani pergi ke kamar untuk memanggil sang istri untuk menikmati sarapan.


"Sayang... bangun sarapan sudah siap, dan kita juga akan pergi ke rumah Ibu. Hari ini kan Daisy bertunangan" kata Argani dengan suara yang lembut dan penuh cinta.


Sungguh Farwa merasakan kebahagiaan mempunyai suami seperti Argani, sekarang Argani sudah berhasil membuat rasa benci yang di miliki Farwa berubah menjadi cinta.


Meskipun Farwa belum pernah mengatakan bahwa dia mencitai Argani, akan tetapi dari tindakan Farwa sudah bisa di simpulkan bahwa cinta Argani sudah terbalas.


Omongan Argani telah menjadi kenyataan, bahwa rasa cinta dan ketulusan yang di milikinya bisa merubah rasa benci.


"Tunggu sebentar, masih pusing" jawab Farwa dengan suara serak khas bangun tidur, bahkan ia tidak membuka matanya sedikit pun.


Mungkin karena terlalu lelah bekerja sehingga membuat Farwa merasa pusing dan malas untuk bangun pagi, karena hari libur juga.


"Ya sudah kalau masih ngantuk, ku tinggal mandi yah" kata Argani sambil bangkit dari sisi sang istri lalu pergi ke kamar mandi.


"Hmm"


Hanya itu yang keluar dari bibir Farwa.


Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya Farwa pun sudah bangun setelah di ganggu oleh suaminya.

__ADS_1


Dan perempuan itu sudah rapi, dan sudah siap untuk segera pergi ke rumah orang tua nya.


Mereka akan menghadiri acara pertunangan orang yang sangat mereka sayangi, apalagi Faklan.


Orang yang sangat berjasa di dalam hidup Argani, dan laki-laki itu juga rela keluar dari perusahaan keluarga Argani.


Sekarang Faklan merintis usaha kecil dengan modal seadanya, untung saja waktu masih bekerja bersama Argani ia tidak pernah menghamburkan uangnya.


Jadi sekarang ia memiliki modal untuk usaha, meskipun itu tidak terlalu besar.


"Yuk kita berangkat! " ajak Farwa terhadap sang suami.


"Tunggu sebentar, Faklan belum datang juga" jawab sang suami sambil menatap ke luar.


"Memangnya kita akan pergi bersama nya? "


"Kita akan menemani nya, Faklan kan sudah tidak memiliki orang tua jadi kita yang mewakili orang tuanya" jawab Argani.


"Nggak apa-apa, kan Daisy masih ada ibu sama Ayah. Bibi sama Paman juga ada, jadi nggak perlu khawatir"


"Ya sudah" jawab Farwa sambil menyandarkan tubuh nya di sofa.


Akhirnya mereka berdua menunggu kedatangan Faklan yang tidak kunjung datang.


"Coba mas, hubungi dia... kenapa lama sekali" kata Farwa.


"Iya"


Argani pun mengambil ponsel nya lalu ia menghubungi sahabatnya, tanpa menunggu lama panggilan pun sudah di jawab dan ternyata Faklan baru masuk ke halaman rumah Argani.

__ADS_1


"Itu dia datang" kata Argani.


Setelah beberapa saat Faklan masuk ke dalam rumah.


"Aku lama yah, maklum gugup" kata Faklan.


"Ya sudah ayok kita berangkat sekarang! " kata Argani sambil meraih tangan sang istri di ajak bangun sebab perempuan itu terlihat sangat lemas sekali.


Akhirnya mereka pun segera pergi dengan menggunakan kendaraan Faklan, kali ini yang menjadi sopir adalah Argani.


Argani ingin membalas kebaikan sahabatnya dengan hal kecil.


Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang mengantar mereka sudah berhasil parkir dengan sempurna.


Faklan sangat gugup, meskipun ini baru acara pertunangan akan tetapi sudah membuat Faklan sangat ketakutan.


Entah mengapa yang membuat ia takut, padahal anggota keluarga Daisy itu orang baik semua.


"Ayok turun! jangan bengong saja" kata Argani sambil menatap wajah sahabatnya yang terlihat sangat pucat.


"Ini minum dulu, lalu tarik nafas. Tenangkan pikiran, ngapain gugup " kata Farwa sambil menyerahkan botol air mineral.


Faklan pun meraih botol tersebut, lalu meminum air nya sampai tandas tak tersisa.


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah, kedatangan Faklan juga di sambut hangat oleh anggota keluarga Farwa.


Dan orang tua Farwa juga menggunakan pakaian yang senada dengan mereka, ternyata mereka sangat menyukai pakaian yang di pilih menantunya.


Ketika Farwa hendak berdiri, entah mengapa seketika kepalanya puyeng pandangan nya buram.

__ADS_1


Seketika orang yang berada di ruangan itu kaget dengan Farwa seperti itu.


__ADS_2