Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 144


__ADS_3

Faklan langsung masuk ke dalam kendaraan, ia akan segera mencari keberadaan sang isrti. Untuk pertama kalinya Daisy seperti ini, ia langsung melajukan kendaraan nya.


Perlahan kendaraan pun keluar dari pekarangan rumah dan sudah tidak terlihat lagi.


Daisy keluar dari tempat persembunyiannya, lalu ia mengambil ponsel dari dalam tas dan memesan kendaraan secara online yang akan mengantarkan nya ke rumah orang tuanya. Ia ingin bercerita terhadap sang ibu dan berbagi keluh kesah nya, jika sudah berada di dekat sang ibu pasti hatinya juga akan lebih tenang.


Setelah beberapa saat ia menunggu, akhirnya kendaraan yang di pesan oleh Daisy pun sudah datang. Lalu perempuan itu masuk ke dalam kendaraan yang akan mengantarkan nya ke rumah sang Ibu.


Daisy sudah berada di dalam dan meminta sopir kendaraan itu untuk segera melajukan kendaraan nya. Akhirnya kendaraan pun perlahan meninggalkan area perumahan milik Faklan.


Sepanjang perjalanan Daisy hanya diam dan memikirkan apa yang terjadi pada dirinya, apakah ia terlalu berlebihan sehingga sampai marah seperti ini terhadap sang suami. Ataukah ia pantas melakukan ini untuk memberi pelajaran terhadap sang suami agar bisa lebih peka dan mengerti ape yang menjadi keinginan sang istri.


Waktu bergulir begitu cepat.


Faklan sudah sampai di rumah sang mertua, ia langsung turun dari kendaraan dan masuk.


Setelah sampai di dalam ia bertanya terhadap pelayan yang bekerja di rumah itu.


"Bi, ibu di mana? " tanya Faklan terhadap pelayan itu.


"Oh, ibu di kamar tuan muda" jawab pelayan itu.


"Baiklah, terimakasih"


Setelah itu, ia langsung berjalan dengan cepat dan menuju ke kamar Argani kecil.


Setelah beberapa saat, ia sudah berdiri di depan pintu kamar lalu mengetuk nya dengan perlahan.


Terdengar suara dari dari dalam yang mengijinkan nya untuk segera masuk, lalu Faklan melangkahkan kakinya dengan ragu. Ia juga bingung harus berkata apa terhadap ibu mertua nya.


Faklan menarik nafas lalu membuang nya dengan perlahan, ia memberanikan diri untuk masuk dan bertanya terhadap ibu mertua nya tentang keberadaan sang istri.


"Bu... " panggil Faklan saat sudah berada di dalam, ia mendekati ibu mertua nya yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar Argani.

__ADS_1


"Apa nggak ke kantor, ini masih pagi kenapa datang ke sini apa ada masalah? " tanya Zulaikha terhadap sang menantu yang terlihat kebingungan.


"Daisy ada ke sini nggak? " tanya Faklan.


"Nggak, memang nya dia pergi ke mana? " tanya balik Zulaikha.


"Aku juga nggak tahu, tadi pagi ada kesalahpahaman yang membuat dia marah dan pergi entah ke mana" Faklan menceritakan apa yang terjadi pagi ini dengan sang istri.


"Coba kamu hubungi ponsel nya! "


"Nggak bisa bu, coba pake ponsel ibu siapa tahu bisa" jawab Faklan, memang betul sang istri tidak bisa di hubungi mungkin no ponsel Faklan di blokir oleh Daisy.


"Ibu, coba dulu ya"


Zulaikha mengambil ponsel nya, lalu mengusap layar dan menghubungi putri bungsu nya. Akan tetapi panggilan sang ibu pun di abaikan, mungkin Daisy tahu bahwa Faklan sudah sampai di rumah ibunya makanya ia tidak menjawab panggilan meskipun itu dari nomor sang ibu.


"Bagaimana, bu? " tanya Faklan.


"Tidak ada jawaban" jawab Zulaikha sambil menggelengkan kepala nya.


"Nggak perlu khawatir, dia sudah biasa seperti itu. Nanti juga kalau sudah adem pulang sendiri, memang itu sifat buruk nya dari dulu kalau lagi kesal suka kabur nanti juga pulang sendiri" Zulaikha memberi tahu Faklan bahwa itu salah satu kebiasaan putrinya, jadi nggak perlu di cari nanti juga pulang dengan sendiri nya.


"Tapi aku merasa bersalah terhadap nya, dia marah pada ku"


"Nggak perlu merasa bersalah seperti itu, kalau mau pergi ke kantor pergi saja. Nanti ibu kabari kalau dia sudah ada di sini"


"Ya sudah kalau begitu, aku cari tempat lain"


"Mau mencari di mana? lagian di sini dia tidak punya teman paling sebentar lagi sampai di sini. Pergilah urus saja pekerjaan mu, biar Daisy aku yang urus" kata Zulaikha.


"Ya sudah kalau begitu aku ke kantor dulu ya, bu... kabari kalau Daisy sampai "


"Iya, pergilah.... Hati-hati di jalan"

__ADS_1


Akhirnya faklan pun berpamitan, dan ia langsung melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari rumah sang mertua dengan tujuan akan pergi ke kantor akan tetapi hati dan pikiran nya tertuju pada sang istri. Ia merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada pagi ini, ia melangkah kan kakinya dengan gontai.


Waktu bergulir begitu cepat, Faklan sudah meninggalkan rumah mertua nya.


Lalu ada kendaraan yang berhenti tepat di depan rumah, dan ternyata itu adalah Daisy. Perempuan itu langsung keluar dari kendaraan yang mengantarkan nya. Dengan langkah perlahan ia masuk ke dalam rumah, setelah sampai di dalam rumah langsung ia menuju kamarnya. Karena ia memiliki kamar juga di rumah ini, setelah barang nya tersimpan ia keluar lagi untuk segera menemui sang ibu.


"Bi, ibu di mana? " Daisy bertanya terhadap pelayan yang sedang menyapu lantai.


"Ibu tadi ada di kamar tuan muda, coba nyonya cek di sana! " pelayan itu memberi tahu keberadaan majikan nya.


"Oh iya, terimakasih"


"Non, tadi tuan mencari mu. Memang nya habis dari mana, terlihat sangat panik loh " kata pelayan itu.


"Tadi suami saya datang ke sini? "


"Iya, tapi cuma sebentar dan setelah itu pergi lagi. Tapi wajahnya murung" pelayan itu memberi tahu Daisy apa yang di ketahui nya.


"Oh" hanya itu jawaban Daisy. Ia juga sudah tahu bahwa suaminya akan datang ke rumah ini.


Daisy pun pergi meninggalkan pelayan itu yang sedang menjalankan tugas nya di rumah ini.


...****************...


Di tempat lain.


Kendaraan yang membawa Farwa dan Radit, sudah sampai di rumah sakit yang mereka tuju. Kendaraan tertarik dengan sempurna di antara kendaraan yang berjejer di tempat itu.


Akhirnya, mereka berdua keluar dari kendaraan itu bergandengan tangan untuk segera masuk ke kedung rumah sakit yang menjulang tinggi di hadapan nya pada saat ini.


Akhirnya mereka sampai di tempat ini dengan tepat, dengan langkah yang sama mereka dengan perlahan masuk ke dalam dan melewati lorong demi lorong.


Karena tempat yang mereka tuju berada di lantai paling atas, sehingga mereka harus menggunakan lift untuk sampai di sana.

__ADS_1


Sepasang suami-istri langsung masuk ke dalam lift dan ternyata di dalam ada orang yang tidak asing lagi bagus Radit.


"Kita bertemu lagi di sini, ternyata dunia ini sempit" ucap orang tersebut sambil tersenyum tipis.


__ADS_2