Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 33


__ADS_3

Argani sudah berada di luar rumah ia langsung masuk ke dalam kendaraannya. untuk segera menuju pusat perbelanjaan, ia akan membeli ponsel untuk sang istri dan kebutuhan yang lainnya.


Ia sudah berada di dalam kendaraannya, langsung menyalakan kendaraan itu lalu menginjak gas dengan kencang.


Sebelum berangkat ke tempat yang ia tuju, akan tetapi mampir terlebih dahulu ke rumah sahabatnya.


Sebab selama ia menjadi suami Farwa, belum mengucapkan terima kasih kepada Faklan yang sudah membantunya menjalankan rencananya selama ini.


Seperti biasa, Argani selalu menguasai jalanan, ia menginjak gas dengan sangat kuat.


Tanpa membutuhkan waktu yang sangat lama, akhirnya ia sudah sampai di halaman rumah yang ia tuju.


Setelah memarkirkan kendaraannya, Akhirnya langsung turun dari kendaraan itu, lalu berjalan dengan cepat untuk segera masuk ke dalam rumah sahabatnya itu.


Tanpa membutuhkan izin terlebih dahulu, ia berjalan dengan cepat langsung menuju kamar di mana sahabatnya itu berada.


Setelah berada di depan pintu kamar ia langsung membuka pintu tersebut dengan cepat, setelah berada di dalam kamar langsung ia duduk di atas sofa yang ada di sana di mana sahabatnya itu sedang duduk dan memandang acara televisi yang disajikan pada pagi hari ini.


"Tumben kamu datang kemari, bagaimana kabarnya kakak ipar saat ini?" tanya Faklan terhadap sahabatnya.


"Aku akan pergi ke pusat perbelanjaan, tolong antar pergi ke sana. Kabar dia tidak baik-baik saja, selama tinggal di rumahku dia tidak pernah menyentuh makanan ataupun minuman yang ada di sana Aku harus bagaimana agar dia mau makan dan melakukan aktivitas lainnya" kata Argani sambil menatap lekat wajah sahabatnya itu.


"Coba kamu ikuti apa yang dia mau, siapa tahu dengan membuat hatinya bahagia Mungkin dia bisa mendengarkan apa yang kamu inginkan termasuk juga makan dan minum" kata Faklan.


"Dia tidak menginginkan apapun kecuali pulang ke rumah orang tuanya, mana bisa aku membiarkan itu semua" jawab Argani.


Ia tidak mau istrinya kembali ke rumah orang tuanya.


"Bukan membiarkannya dia pulang ke rumah orang tuanya, setidaknya ajaklah dia mengunjungi orang tuanya. Tidak mudah bagi seorang perempuan untuk berpisah dari kedua orang tuanya, meskipun itu sudah menikah. Kamu sebagai suami harus mengerti dan memahami apa yang diinginkan oleh istri" Faklan menasehati Argani, meskipun ia belum menikah akan tetapi ia sangat memahami apa yang dirasakan Fahwa pada saat ini.


Walaupun cara Argani menikahi Farwa dengan cara seperti itu akan tetapi ia berharap mereka akan menjadi jadi sepasang suami istri yang saling mencintai dan bahagia sampai maut memisahkan.


Faklan sangat tahu pastinya perempuan itu sangat tertekan, dan belum bisa beradaptasi dengan anggota keluarga barunya, apalagi Faklan sangat mengetahui bahwa keluarga Argani tidak menyetujui pernikahannya dengan Farwa. Itu sangat sulit sekali bagi Farwa untuk berada di rumah itu.


"Apa aku harus membawanya berkunjung ke rumah orang tuanya, apa dengan cara itu Farwa bisa menerimaku"


"Coba kamu lakukan hal-hal kecil yang membuat dia bahagia, mungkin membawanya ke rumah orang tuanya atau setiap saat membiarkan Farwa menghubungi keluarganya" kata Faklan.


Sejenak Argani berpikir, memang betul apa yang dikatakan sahabatnya itu.

__ADS_1


Mungkin saja jika hati Farwa merasa terobati ketika ia membawanya berkunjung ke rumah orang tuanya.


Bisa saja perempuan itu dengan perlahan membuka hatinya dan mencintai dirinya dengan perlahan.


"Cepat kamu ganti pakaian, kita akan pergi keluar dan membeli sesuatu di sana! " Argani meminta Faklan untuk menemaninya pergi keluar.


"Mau apa lagi sih, malas pergi ke mana-mana" jawab Faklan berusaha menolak ajakan dari sahabatnya itu.


"Oh sekarang kamu sudah berani menolak ajakanku, baiklah aku tidak akan pernah mau berteman lagi dengan mu. Jika kali ini tidak mengikuti apa yang aku mau" ancam Argani.


"Baiklah Tunggu sebentar aku akan ganti baju terlebih dahulu, tapi nggak ganti baju juga nggak apa-apa ini juga sudah rapi kok. Orang ganteng mah pakai pakaian apa aja juga tetap ganteng nggak akan mempengaruhi" kata Faklan sambil berdiri dan melirik ke kanan kiri tubuhnya.


Bahwa menurutnya ia tidak usah berganti pakaian, sebab yang ia kenakan pada saat ini juga sudah sopan dan bagus menurut dirinya.


" Bagaimana nanti kalau ketemu dengan wanita cantik, apa kamu tidak malu hanya menggunakan Boxer Doraemon seperti itu" kata Arani Sambil tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya itu hanya mengenakan Boxer.


Memang sangat nyaman digunakan, akan tetapi tidak pantas jika dipakai ke tempat umum.


"Nggak masalah, aku tidak akan turun dari dalam kendaraan. Kamu saja yang pergi ke dalam dan membeli sesuatu aku akan menunggunya di parkiran" jawab Faklan.


" Nggak seru ah masa seorang Argani yang ganteng seperti ini dan idola banyak perempuan, berteman dengan seorang yang menggunakan Boxer Doraemon. Kamu pasti lucu, menjadi bahan bullyan perempuan-perempuan di sana" kata Argani.


Sebab ia lagi ada pekerjaan yang harus diselesaikannya, memang yang ia kerjakan juga adalah berhubungan dengan Argani.


Sebab selama ini ia bekerja di bawah perintah argani.


Setelah beberapa saat, Argani menunggu sahabatnya itu berganti pakaian.


Akhirnya selesai juga, Argani dan Faklan berjalan perlahan untuk segera keluar dari kamar mereka.


Setelah beberapa saat Argani menyerahkan kunci mobilnya terhadap sahabatnya itu.


Kali ini ia mempercayakan terhadap Faklan bahwa yang mengendarai mobil adalah sahabatnya itu.


Ia duduk manis dan menikmati perjalanan yang akan mereka tempuh, perjalanan kali ini sangat menyenangkan dan membuat Argani merasa sangat bahagia.


Karena setelah ini ia akan membuat sang istri merasa disayangi olehnya, ia akan membelikan perempuan itu sebuah ponsel dan membiarkan yang menghubungi anggota keluarganya.


Untuk mengobati rasa rindunya kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Waktu bergulir begitu cepat, kendaraan yang mereka tumpangi sudah berhasil berhenti di depan gedung yang sangat tinggi.


Akhirnya kedua laki-laki itu turun dari dalam kendaraan dan segera masuk ke dalam gedung, mencari apa yang mereka butuhkan.


Setelah beberapa saat mereka berkeliling airnya menemukan apa yang mereka inginkan.


"Apakah model seperti ini Farwa akan suka?" tanya Argani terhadap Faklan.


"ini model terbaru sudah pasti dia sangat menyukainya, tapi menurutku dia bukanlah orang yang suka terhadap bawa barang yang mahal seperti ini. Alangkah baiknya kamu belikan yang biasa saja" kata Faklan sambil menunjuk salah satu ponsel yang ada di sana harganya pun tidak terlalu mahal dan terlihat sangat sederhana.


"Tapi aku ingin membelikannya yang ini cuma Sekarang kan lagi musim menggunakan ponsel macam ini" kata Argani sambil meneliti ponsel yang sedang dipegangnya.


"Itu terserah kamu lagian kamu yang akan membelikan untuk istrimu"


"Baiklah aku ambil yang ini saja"


Akhirnya selesai sudah, Argani dan Faklan keluar dari gedung tersebut. Akan tetapi sebelum pulang ia akan membeli sesuatu untuk membuat sang istri bahagia.


Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya selesai sudah mereka.


Akhirnya Argani memutuskan untuk segera pulang, ia sudah tidak sabar ingin segera memberikan ponsel yang di belinya.


Faklan mengantarkan Argani terlebih dahulu, sebab sahabat nya tidak mau mengantarkan nya. Biarkan Faklan membawa sendiri nanti, kendaraan nya.


Kendaraan sudah berhasil mendarat dengan sempurna di halaman rumah yang super mewah


"Apa kamu tidak mampir terlebih dahulu? "


"Lain kali saja, nitip salam saja untuk kaka ipar" ucap Faklan.


"Baiklah aku akan sampai kan"


Akhirnya Argani turun dari kendaraan itu, lalu berjalan dengan cepat untuk segera masuk ke dalam rumah.


Setelah beberapa saat, Argani sudah berada di dalam kamar melihat istrinya bersandar di tempat seperti biasa sambil menghadap ke arah luar. Lalu ia berjalan perlahan mendekat ke arah sang istri.


"Sayang aku datang, ini ponsel baru untuk mu. Dan sudah bisa di gunakan jika ingin menghubungi keluarga mu!" kata Argani.


Akan tetapi ia heran, mengapa tidak ada jawaban dari Farwa lalu ia melihat makan yang di siapkan nya. Dan ternyata itu masih utuh belum di sentuh sedikit pun.

__ADS_1


Argani menepuk pipi Farwa akan tetapi perempuan itu tidak merespon nya.


__ADS_2