Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 47


__ADS_3

Argani sudah tersungkur di pinggir jalan hingga bagian jidat nya terkena aspal dan mengakibatkan luka ringan, pengendara motor nya juga luka ringan. Dan semua barang belanjaan milik Argani di bawa paksa oleh sekelompok orang tersebut, untung segera datang orang yang menolong sehingga uang yang di pegang Argani masih aman.


"Sial, siapa mereka?"Argani mengepalkan kedua tangan nya, ia kesal dengan orang yang sudah merampas semuanya.


Ia juga masih bersyukur masih ada uang sisa belanja, setidaknya masih bisa membeli lagi keperluan mereka.


Setelah beberapa saat Argani di tolong oleh orang yang melintas dan membawa mereka ke pasilitas kesehatan terdekat.


Ternyata di dunia ini masih ada orang baik, yang mau menolong mereka bedua yang sedang membutuhkan pertolongan.


Waktu bergulir begitu cepat, Argani sudah di obati dan sekarang sudah di perbolehkan untuk pulang begitu juga dengan kang ojek yang bersama Argani ia juga sudah boleh pulang.


Kali ini Argani naik angkot untuk sampai di rumah, akan tetapi sebelum pulang ia mampir terlebih dahulu untuk membeli keperluannya.


Sebab yang tadi di beli sudah di bawa paksa oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Waktu juga sudah menujukan pukul depan malam, sudah pasti Farwa sangat mengkhawatirkan keadaannya.


Makanya Argani ingin segera pulang dan bertemu dengan sang istri.


Argani menekan bel rumah, akan tetapi belum juga ada yang membuka pintu.


Ia terus menekannya berulang kali, hingga pintu gerbang pun terbuka.


Meskipun rumah nya kecil akan tetapi di lengkapi dengan gerbang yang tertutup sehingga tidak bisa melihat ke arah luar.


"Darimana saja sih, aku menghubungi mu beberapa kali kenapa tidak bisa. Itu lagi jidat kamu kenapa? pasti habis berantem yah? " banyak pertanyaan yang di lontarkan Farwa terhadap sang suami.


Akan tetapi Argani melewati Farwa begitu saja, hingga pada akhirnya Farwa merasa kesal dan mengikuti Argani untuk masuk setelah mengunci gerbang terlebih dahulu.


Setelah beberapa saat mereka sudah berada di dalam rumah dan Argani meletakkan barang belanjaannya yang tidak terlalu banyak, sebab jika di belikan semuanya pasti uang mereka akan habis.


"Kenapa diam saja, kamu dari mana? " tanya Farwa sambil menatap lekat wajah suaminya.


"Aku habis dari rumah Faklan, dan meminta nya untuk memberikan pekerjaan" Argani tidak jujur dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Lalu itu kenapa jidak sampai di perban seperti itu, dan ini juga obat apa? "


"Ini hanya luka ringan, tidak sengaja tadi jatuh dari motor" jawab Argani.


"Ini mungkin cukup untuk kebutuhan kita beberapa hari dan ini uang, kamu simpan jika kamu butuh sesuatu gunakan saja uang itu dan aku pegang segini untuk ongkos mencari pekerjaan besok" ucap Argani sambil menyerahkan uang terhadap sang istri.


"Ini uang darimana, bukan nya kamu sudah tidak memakai uang dari Papa? lalu ini dari mana? " tanya Farwa terhadap sang suami.


"Itu hasil jual ponsel" jawab Argani.


"Kenapa kamu melakukan itu, pantas saja tidak bisa di hubungi. Kamu itu sangat butuh ponsel, lalu bagaimana kalau di jual" Farwa kecewa dengan sikap Argani yang menjual ponsel nya.


" Untuk apa juga memegang ponsel, toh tidak ada keluarga yang akan di hubungi " jawab Argani.


"Tapi tetap saja, kamu butuh itu semua" kata Farwa.

__ADS_1


"Aku nggak butuh itu sekarang, besok juga Aku akan membeli nya lagi jika menurut mu penting"


"Jelas penting lah, bagaimana aku bisa menghubungi mu jika terlambat pulang seperti ini. Bikin aku khwatir saja, kamu tahu nggak tadi siang ada beberapa orang yang datang ke tempat ini mencari keberadaan mu. Dan aku sangat takut" kata Farwa memberi tahu sang suami jika tadi siang ada orang yang datang, mereka semua tidak di kenal.


"Iya, aku janji tidak akan pulang telat lagi. Maaf sudah membuat mu takut" jawab Argani dengan nada bicara penuh permohonan.


"Ya sudah, bersihkan dulu tubuh mu. Aku akan siapkan makan untuk mu" kata Farwa sambil membawa kantung belanjaan yang di simpan di atas meja oleh suaminya.


Farwa langsung berjalan pergi ke dapur untuk segera menyiapkan makanan untuk sang suami, sudah pasti laki-laki itu belum makan apapun. Sebab tadi pagi juga Argani tidak makan.


Setelah kepergian Farwa, Argani juga langsung pergi ke kamarnya untuk segera membersihkan tubuh nya terlebih dahulu.


Ia segera melakukan ritualnya di dalam kamar mandi, setelah beberapa saat akhirnya semuanya sudah selesai ia sudah berganti pakaian dengan kaos oblong putih dan celana selutut hingga menambah aura kegantengan laki-laki itu, meskipun menggunakan pakaian santai tetap terlihat sangat menawan dengan rambut basah.


Argani seluar dari kamar lalu Argani berjalan dengan perlahan untuk segera ke ruang tengah.


Setelah besar beberapa saat ia sudah duduk di ruang tamu, lalu ia mengambil koran yang baru saja ia beli dengan tujuan untuk mencari lowongan kerja lewat media cetak itu.


Setelah beberapa saat ia menunggu, akhirnya Farwa datang dengan membawa makanan sederhana sebab yang argani beli hanya itu.


"Makan dulu! " kata Farwa sambil meletakkan piring di atas meja, lalu menatap lekat wajah suaminya.


"Iya, terimakasih. Kamu juga mesti makan, nanti kalau sakit bagaimana" ucap Argani.


"Aku sudah makan, tadi pagi sedangkan kamu belum makan apapun sejak pagi"


"Maaf aku belum bisa memberikan kehidupan yang layak untuk mu" kata Argani sambil menatap wajah Farwa.


Argani yang baru saja akan mengupayakan makanan ke mulut nya tiba-tiba di letakan kembali.


"Harus berapa akali aku bilang sama kamu, bahwa yang aku inginkan hanyalal hidup bersama mu. Jika mereka tidak menerima mu, maka aku akan meninggalkan mereka demi kamu" Argani mersa kesal dengan apa yang di ucapan oleh sang istri.


"Aku hanya tidak bisa memberi mu kehidupan yang layak seperti orang tua mu, aku hanya bisa membuat mu menderita dan kesusahan karena kehadiran diriku" kata Farwa dengan nada bicara yang sangat lembut.


"Aku tidak mau mendengar apapun lagi dari kamu" ucap Argani sambil bangkit dari duduknya dan meninggalkan makan dan juga Farwa.


Setelah kepergian sang suami, Farwa mengambil piring tersebut dan membawa kembali ke dapur untuk di simpan nya.


Setelah beberapa saat ia sudah kembali ke kamar dan hendak tidur, akan tetapi ia belum bisa memejamkan matanya.


ngat dengan sang suami yang belum makan sejak pagi.


Farwa pun bangkit dari tidurnya, lalu berjalan perlahan untuk pergi ke dapur dan mengambil segelas air.


Ia segera pergi ke kamar yang di tempati suami, lalu mengetuk pintu dengan perlahan. Dan ia di persilakan untuk masuk.


"Kalau kamu mau, biarkan aku yang tidur di kamar ini dan kamu bisa menempati kamar depan. Kamu tidak akan pernah bisa tidur ketika tidak ada pendingin ruangan, jadi biarkan aku yang tidur di kamar ini" kata Farwa dengan nada bicara sangat hati-hati.


"Nggak perlu, biar aku saja yang tidur di sini" jawab Argani.


"Ya sudah kalau begitu, ini obat nya jangan lupa di minum, kalau lapar nanti bangunin aku saja, biar di hangatkan lagi makanan nya" kata Farwa sambil menaruh gelas yang berisi air putih serta obat di atas nakas.

__ADS_1


"Iya" jawab Argani singkat.


Setelah itu, Farwa langsung pergi meninggalkan suaminya dan ia juga akan pergi ke kamarnya dan sudah lega ketika sudah memberikan pesan terhadap suaminya, jadi jika Argani merasakan lapar tidak sungkan lagi untuk membangunkan dirinya.


Waktu bergulir begitu cepat, Farwa sudah berada di atas tempat tidur. Ia sudah berusaha untuk memejamkan matanya, setelah cukup lama akhirnya Farwa sudah tertidur pulas.


Farwa sudah masuk ke dalam dunia mimpi.


Argani masih belum bisa memejamkan matanya, entah mengapa ia gelisah.


Waktu berjalan dengan cepat akan tetapi sama sekali ia belum bisa tertidur.


"Kenapa perut ku terasa lapar sekali, ahh mengapa saat lapar mata pun tidak bisa di ajak kerja sama" Argani berkata dalam hati.


Akhirnya Argani bangun dari tempat tidur, lalu ia berjalan dengan perlahan untuk segera pergi ke dapur dan mencari makan untuk mengisi perutnya yang tidak bisa di ajak kerjasama.


Setelah berada di dapur ia mencari makan yang bisa ia makan dan menemukan makanan yang sudah di masak sang istri meskipun itu sudah dingin, ia bawa ke ruang tamu sebab di dapur tidak ada meja.


Di sana Argani menikmati makanan hasil masakan Farwa untuk pertama kalinya, selama ia menikmati makanan tersebut tak henti-hentinya memuji masakan sang istri.


Makanan sederhana yang tidak pernah ia makan sebelum nya dan ternyata rasanya sangat enak.


"Ternyata kamu itu bukan hanya cantik tapi pintar memasak juga" kata Argani dalam batin.


Setelah makanan habis dan perutnya juga sudah terasa kenyang dan ia kembali ke dapur untuk menyimpan nya, hingga beberapa saat ia sudah sampai di dapur dan ternyata ia tidak hati sehingga menimbulkan suara yang sangat keras ketika piring menyentuh wastafel.


Farwa yang sensitif akan suara langsung bangun dari tidurnya, lalu keluar dari kamar dan mengambil sapu.


Setelah itu ia berjalan dengan pelan agar tidak menimbulkan suara, ia akan pergi ke dapur di mana sumber suara itu terdengar.


Setelah sampai di dapur ia akan memukul orang yang sedang sedang berdiri memang tidak terlihat dengan jelas sebab kurang penerangan nya sehingga terlihat dengan buram.


"Hayo mau apa kamu di sini. Kami tidak punya apapun untuk di curi" kata Farwa sambil memukul orang tersebut dengan gagang sapu.


"Awhh, ini aku kenapa kamu memukul ku" kata Argani sambil meringis kesakitan.


"Astaga, lagi ngapain kamu berada di dapur jam segini? " tanya Farwa.


"Aku lapar"


"Kenapa tidak membangunkan ku terlebih dahulu" ucap Farwa.


"Aku nggak mau mengganggu tidur mu"


"Tunggu sebentar biar aku hangat kan dulu makan nya" kata Farwa.


"Ngakak perlu, aku sudah makan. Lebih baik lanjutkan kembali tidur mu" kata Argani.


Setelah berbicara seperti itu, ia langsung pergi meninggalkan sang istri yang masih berdiri di dapur.


Setelah beberapa saat akhirnya Farwa juga pergi ke kamarnya, untuk melanjutkan kembali mimpinya.

__ADS_1


Mereka berdua sudah berada di dunia mimpi di kamar yang berbeda.


__ADS_2