Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 40


__ADS_3

Di saat Alfi mulai memejamkan matanya terdengar suara seseorang yang membuat nya terbangun.


"Astaga, ngapain kamu ada di sini? Nggak tahu malu" kata orang tersebut dengan suara yang tinggi.


Alfi langsung membuka mata, dan ternyata orang tersebut Argani.


"Berisik, ganggu orang saja" jawab Alfi.


"Ngapain kamu datang ke rumah ini, pulang sekarang sebelum aku usir paksa keluar dari rumah ini! " kata Argani dengan nada bicara penuh penekanan.


"Brisik, ganggu orang tidur saja. Saya datang ke rumah ini bersama Kakak ku, kenapa kamu yang keberatan. Bukanya dia juga punya hak di rumah ini. Bukan hanya perempuan sampah saja yang mempunyai hak, Kak Starla juga sama menantu di rumah ini dia bebas mau membawa siapa saja datang ke rumah ini" jawab Alfi tanpa rasa malu sedikit pun.


"Tapi itu tidak berlaku untuk mu"


"Apa sih, berisik! " jawab Alfi.


"Ngeributin apaan sih, ini sudah malam jangan mengganggu kenyamanan orang di rumah ini" Malik berkata sambil berdiri di tangga menatap tajam dua orang yang sedang berada di hadapan nya pada saat ini, ia merasa terganggu dengan sura mereka. Akhirnya Malik keluar dari kamar, padahal ia juga baru pulang dan ingin mengistirahatkan tubuh nya. Akan tetapi terdengar suara orang seperti sedang bertengkar, maknya Malik keluar untuk melihat itu semua dan ternyata benar saja Argani bersama Alfi yang sedang ribut.


"Perempuan yang tidak tahu malu ini, aku suruh pulang malah tidak mau. Nggak seharusnya dia ada di rumah ini" kata Argani sambil menunjuk ke arah Alfi.


Akan tetapi perempuan itu tetap terlihat biasa saja, tanpa merasa takut atau bersalah berada di rumah ini.


"Aku datang ke rumah ini juga di akan Kak Starla, lagian aku di rumah ini punya kamar nggak mungkin juta tidur di kamar mu seperti waktu dulu" kata Alfi tanpa merasa malu sedikit pun terhadap Malik.

__ADS_1


"Diam, berisik sekali kamu. Pulang lah, nggak ada tempat lagi di rumah ini untuk mu! " kata Argani.


"Hentikan semua ini, Alfi sekarang kamu pergi ke kamar mu. Dan kamu juga silahkan tidur kembali ini sudah malam bukan waktunya kalian ribut, mengganggu kenyamanan orang yang sedang istirahat saja" kata Malik.


Setelah berbicara seperti itu, ia langsung kembali ke kamarnya.


Begitu juga dengan Argani, ia pergi meninggalkan Alfi yang masih berada di ruang tengah.


Waktu bergulir begitu cepat, semua orang sudah berada di kamar masing-masing untuk segera mengistirahatkan tubuhnya sete lelah seharian berada diluar rumah. Begitu juga dengan Farwa, ia sudah berada di alam mimpi di atas kasur yang sama bersama Argani. Untuk pertama kalinya ia tidur di tempat yang sama, sebab beberapa hari tinggal bersama Argani selalu di atas sofa. Akan tetapi kali ini Argani tidak membiarkan Farwa tidur di sofa, nyenyak mungkin itu yang di rasakan oleh Farwa saat inj. Apalagi Argani ia merasakan yang sangat luar biasa, bisa tidur di tempat yang sama dengan orang yang sangat ia cintai mungkin ini suatu kebahagiaan bagi Argani.


Alfi si perempuan tidak tahu malu juga sudah berada di dalam kamar dan akan mengarungi indahnya mimpi, selalu berharap untuk menjadi bagian dari keluarga Malik padahal sudah jelas Argani menolak nya.


Keesokan harinya.


Farwa sudah mondar mandir di dalam kamar, sedangkan Argani masih tertidur pulas.


Hari sudah menunjukkan pukul delapan, ingin rasanya ia membangunkan Argani. Rasa takut lebih besar menguasai nya, Farwa mendekat ke arah Argani lalu dia dengan perlahan membuka suara.


"Mas... ini sudah siang, tolong antarkan aku ke rumah sakit" ucap Farwa dengan suara pelan dan penuh dengan rasa takut.


Suara pelan seperti itu mana bisa di dengar oleh orang yang sedang tidur.


Farwa lalu duduk di samping Argani dan mengusap kakinya dan mengulang memanggilnya, meskipun dengan nada yang sangat pelan.

__ADS_1


Argani mengerjakan mata, karena ia merasa ada yang menyentuhnya. Lalu ia menatap dengan samar perempuan yang duduk di samping nya, sebab baru saja ia membuka mata belum jelas penglihatan nya. Setelah beberapa saat ia mengumpulkan perasaan nya lalu berkata.


"Aku selalu mengabulkan setiap keinginan mu, akan tetapi aku cuma minta satu hal darimu mengapa sulit sekali bagimu untuk memberiku cinta" ucap Argani sambil bangkit, lalu turun dari tempat tidur dan pergi begitu saja meninggalkan Farwa yang masih duduk.


Setelah kepergian Argani, Farwa langsung merapikan tempat tidurnya. Setelah semuanya selesai, ia duduk kembali sambil menunggu Argani keluar dari kamar mandi. Dengan harapan Argani akan mengantarkan nya ke rumah sakit.


Waktu bergulir begitu cepat, Argani sudah siap untuk segera berangkat ke rumah sakit.


"Apa yang aku dapatkan jika mengantar mu pergi ke rumah sakit? " tanya Argani terhadap Farwa.


"Kamu sudah mendapatkan diriku, aku tidak punya apa-apa lagi selain itu" jawab Farwa sambil menunduk.


"Tapi kamu belum membriku cinta" ucap Argani sambil menatap lekat wajah Farwa.


"Tidak semudah itu memberikan cinta terhadap orang yang baru di kenalnya, apalagi cara mu yang seperti ini. Bukan mendatangkan cinta akan tetapi rasa takut yang ku miliki untuk mu" jawab Farwa dengan nada bicara lembut.


"Aku memang mendapatkan mu dengan cara seperti itu, tapi itu bentuk rasa cinta ku untuk mu. Setelah aku mengucap janji pernikahan maka saat itu juga, aku berjanji pada diri sendiri bahwa tidak akan pernah membuat mu menangis dan bersedih. Aku akan melindungi dari siapa pun yang berusaha menyakiti mu, bahkan aku tidak akan memberikan orang lain menyentuh keluarga mu. Aku hanya minta satu hal dari mu, belajarlah untuk menerima ku sebagai suamimu. Karena aku menikahi mu untuk selamanya" ucap Argani dengan nada bicara yang lembut.


"Jika melihat mu seperti ini, mungkin aku bisa belajar untuk mencintai mu. Akan tetapi aku sangat takut jika mendengar kamu berteriak dan memaki orang, karena aku tidak terbiasa dengan kekerasan" jawab Farwa.


Setelah cukup lama mereka berbicara dari hati ke hati, dan mengungkapkan apa yang ada di hati mereka masing-masing. Argani juga menginginkan balasan cinta dari Farwa, akan tetapi bagi Farwa tidak semudah itu rasa cinta datang. Sebab ia juga sudah memiliki seorang kekasih dan sebentar lagi mereka akan menikah. Datang lah Argani memaksa kehendak nya, mana bisa dengan cara yang cepat Farwa mengubah rasa benci yang begitu dalam menjadi cinta.


Mereka sudah keluar dari kamar dan meniruni anak tangga satu persatu.

__ADS_1


Di saat mereka sudah di bawah terdengar suara menghentikan langkah mereka, seketika Argani dan Farwa berhenti.


__ADS_2