Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 56


__ADS_3

Betapa terkejut nya Farwa saat melihat sang adik pulang di antar oleh Faklan.


Mengapa mereka sekarang bisa pulang bareng, ada apa di antara mereka.


Begitu juga dengan Daisy dan Faklan, mereka mengira tidak ada Farwa di rumah ini.


Makanya Daisy mau di antar pulang oleh Faklan, ya kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi.


"Mengapa kalian bisa datang bersama? " tanya Farwa terhadap sang Kakak.


"Maaf, Kakak ipar aku yang memaksa untuk mengantarkan nya pulang" jawab Faklan.


"Iya, tapi mengapa? apakah kalian saling mengenal sebelum nya? " tanya Farwa sambil menarik mereka secara bergantian.


"I-iya, kami sudah saling kenal sejak lama" jawab Daisy sambil menunduk.


Akhirnya Farwa mempersilakan mereka berdua untuk masuk, pertama kalinya Faklan masuk ke rumah ini di ajak oleh Daisy.


Meskipun mereka sudah saling kenal sejak lama, akan tetapi Daisy belum berani membawa Faklan ke rumah nya.


Setelah sampai di dalam, Argani juga sangat terkejut dengan kehadiran Faklan di rumah ini.


Dengan gerakan cepat Argani langsung mengajak Faklan kembali ke luar dan mengajaknya untuk berbicara di luar.


Setelah berada di luar, Argani langsung bertanya terhadap sahabatnya itu.


"Bagaimana bisa kamu datang bersama nya? " tanya Argani terhadap Faklan.


"Kenapa tidak, kami sudah berteman sejak lama" jawab Faklan santai.


"Lama, bagaimana bisa, kalian bertemu di mana? " tanya Argani lagi, ia ingin tahu bagaimana perempuan pertama antara Faklan bersama Daisy.


"Kamu tahu sendiri kan, aku suka seni lukis. Pada suatu hari aku datang ke sebuah pameran karya seni, di sana ada Daisy juga kebetulan juga aku suka dengan hasil karya hasil lukisan Daisy. Kamu pernah melihat nya buka, lukisan yang ku pajang di ruang tamu. Nah itu karya nya dia, dari situ aku sering mampir ke galeri di mana dia bekerja. Kami juga sudah semakin dekat dan yang membentengi kami adalah, saat kamu memaksa kakak ipar untuk menikah. Saat itu juga Daisy tidak pernah menjawab telepon ku bahkan nomor ku saja dia blokir, baru hari ini dia mau berbicara lagi dengan ku" kata Faklan, ia jujur terhadap sahabat nya


Bahwa Faklan sudah mengenal Daisy sejak lama, bahkan sebelum Argani mengenal Farwa.


"Kamu suka sama dia? " tanya Argani terhadap sahabatnya.


"Aku menyukai nya saat pertama melihat nya, dia gadis yang sederhana tapi cerewet akan tetapi hal itu membuat aku semakin tertarik untuk bisa mendapatkan nya, dan setelah kejadian itu Daisy tidak mau berhubungan lagi dengan ku, dia sangat madah pada ku. Sempat putus asa juga, namun sekarang semua masalah sudah bisa di atasi. Daisy sudah tidak marah lagi, dan sekarang malah aku di perbolehkan untuk mengantarkan nya pulang" jawab Faklan.


"Aku minta Maaf, karena keegoisan ku. Kamu juga kena imbas nya, kalau memang kamu mencintainya. Kenapa nggak langsung bilang saja sama Ayah mertua bahwa kamu ingin menikah dengan nya" kata Argani.


"Aku sih maunya seperti itu, agar bisa terus bersama nya setiap saat. Tapi aku takut tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua Daisy" jawab Faklan.


Ia juga ingin sekali meng halal kan Daisy, sebab bagi Faklan lebih baik pacaran setelah menikah.


Tapi di antara Daisy dan Faklan juga belum ada ikatan apapun, mereka setatus nya hanya sebagi teman.


Apakah Daisy memiliki perasaan yang sama atau tidak.


"Tunggu apalagi, ayok kamu katakan terhadap Ayah mertua" kata Argani.


"Tapi aku juga nggak tahu, apakah Daisy juga memiliki rasa yang sama adus tidak"


"Aku yakin dia juga memiliki rasa yang sama, kalau tidak. Daisy tidak akan mau di antar pulang oleh laki-laki" kata Argani.


Ia sangat mendung jika Argani menikah dengan Daisy, sebab Faklan juga orang yang sangat baik.

__ADS_1


"Terus kalau di tolak bagaimana? "


"Kamu pakai cara ku" jawab Argani sambil menatap wajah Faklan dengan serius.


"Astaga, ide macam apa itu. Aku nggak mau cara seperti itu"


Akhirnya Argani pun tertawa melihat wajah sahabatnya seperti itu.


Di saat mereka saling diam, ada sebuah kendaraan masuk ke pekarangan rumah dan ternyata itu adalah Ayah mertua yang baru saja pulang dari tempat kerja.


Kedua laki-laki yang sedang duduk di teras, langsung menyambut hangat kedatangan seorang lelaki yang tidak lagi muda. Akan tetapi masih semangat untuk bekerja.


Mahad pun kaget dengan kedua orang yang berdiri di hadapan nya pada saat ini.


"Kalian sedang apa di sini? " tanya Mahad terhadap dua orang yang ada di hadapan nya.


"Aku datang bersama Farwa? " jawab Argani.


"Dan kamu? " tanya Mahad sambil menunjuk Faklan.


"A-aku, mengantar Daisy, Om" jawab Faklan ragu, ia takut untuk menjawab.


"Mengapa kalian di sini, Ayok masuk!" ajak Mahad.


Akhirnya mereka berdua masuk dengan mengikuti Mahad dari belakang, setelah sampai di dalam dan ternyata tidak ada seorang pun yang ada di ruang tengah.


Mahad memanggil sang istri, namun yang datang malah Farwa.


"Ada apa Ayah? " tanya Farwa terhadap sang Ayah sambil berjalan perlahan dan mendekat.


"Ibu mu mana? " tanya Mahad terhadap sang putri.


"Nggak perlu, Ayah ke kamar dulu ya! " kata Mahad sambil berjalan perlahan meninggalkan mereka semua yang berada di ruang tengah.


Argani dan Faklan duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu, begitu juga dengan Farwa.


Ia menatap lekat wajah dua lelaki yang berada di hadapan nya secara bergantian.


"Apa yang kalian bicarakan di luar? " tanya Farwa terhadap mereka berdua.


"Tidak, kita hanya ngobrol bisa saja" jawab Argani santai.


"Yakin hanya itu, lalu hubungan mu dengan Daisy apa? " tanya Farwa terhadap Faklan.


"Hanya teman saja nggak lebih dari itu" jawab Faklan dengan rasa takut.


"Bagus lah kalau hanya itu" kata Farwa.


"Memangnya kamu tidak setuju kalau mereka mempunyai hubungan khusus? " tanya Argani terhadap sang istri.


"Yang harus setuju bukan aku tapi Daisy, meskipun aku tidak setuju kalau Daisy nya mau. Lah aku bisa apa" jawab Farwa.


Akhirnya mereka semua diam.


Setelah beberapa saat kedua orang tua mereka juga keluar dari kamar, begitu juga dengan Daisy.


Zulaikha langsung mengajak mereka untuk menikmati makan makan bersama, begitu juga dengan Faklan.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua sudah berada di meja makan, sudah siap untuk menikmati menu makan malam.


Kali ini mereka makan malam dengan anggota keluarga yang lengkap, hal ini baru mereka rasakan lagi setelah banyak masalah yang terjadi di hidup mereka.


Sekarang anggota keluarga mereka bertambah, suasana hangat pun terjadi di meja makan. Makan yang sederhana tapi sangat enak untuk di nikmati sekarang Argani sudah mulai candu dengan hasil masakan sang istri. Apapun yang di masak nya rasanya selalu enak untuk di nikmati.


Waktu bergulir begitu cepat, acara makan malam bersama sudah selesai.


Farwa dan Daisy merapikan semua nya, sedangkan Argani, Faklan, dan kedua orang tuanya sudah kembali ke ruang keluarga.


Kedua perempuan ini sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah, hanya saja Daisy sulit untuk bangun pagi tidak seperti Farwa yang selalu bangun ketika jam lima pagi.


Mereka berdua sudah menyelesaikan tugas nya dan sudah kembali ke ruang tengah.


Farwa juga mengajak sang suami untuk pulang, sebab hari sudah malam. Mereka juga butuh istirahat sebab besok hari pertama di mereka bekerja.


Farwa dan Argani, begitu juga dengan Faklan.


Mereka semua sudah berpamitan dan siap pulang ke rumah mereka.


Padahal Zulaikha ingin sekali Farwa meninap di rumah ini, akan tetapi ia juga tidak bisa memaksa Farwa.


Bahwa sekarang Farwa sudah memiliki suami, jadi meskipun menginap di rumah orang tua itu juga harus mendapatkan ijin dari suami.


Padahal Argani tidak melarang Farwa untuk menginap, akan tetapi Farwa yang tidak mau.


Ia lebih memilih pulang bersama suaminya.


Argani dan Farwa sudah berada di atas kendaraan yang akan membawa mereka pulang ke rumah, suasana jalan yang sangat ramai dan sinar dari lampu kendaraan yang ada di jalan sungguh menambah indah nya malam.


Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya mereka sudah sampai di rumah mereka.


Tidak terlalu jauh juga jarak rumah orang tua Farwa ke rumah yang mereka tempati pada saat ini.


Argani Farwa langsung masuk ke dalam kamar nya begitu juga dengan Argani sebab mereka tidak tidur di dalam kamar yang sama.


Farwa sudah selesai berganti pakaian dengan gaun tidur begitu juga dengan Argani.


Pendengaran mereka terganggu dengan suara bel yang terus berbunyi.


Farwa keluar dari kamar begitu juga dengan Argani.


"Siapa sih yang datang malam-malam seperti ini, mengganggu saja" gerutu Argani.


"Jangan di buka! bagaimana kalau orang jahat" kata Farwa dengan raut wajah yang mulai khawatir. Pasti ada yang tidak beres, untuk apa coba malam seperti ini orang datang ke rumah ini, nggak mungkin juga anggota keluarga Farwa atau Faklan yang datang ke rumah ini.


"Bagaimana kita tahu siapa yang datang jika tidak membuka nya" jawab Argani.


"Tapi aku takut" jawab Farwa.


"Nggak perlu takut, kan ada aku"


Akhirnya Argani berjalan dengan cepat untuk segera membuka pintu gerbang, agar segera tahu siapa yang datang di waktu makan seperti ini.


Betapa terkejut nya Argani saat mengetahui orang yang datang ke rumah nya pada saat ini.


"Untuk apa kamu datang ke sini? " tanya Argani terhadap orang tersebut.

__ADS_1


"Untuk membunuh istri mu"


__ADS_2