Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 98


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, hari-hari yang di lalui seperti biasa.


Farwa selalu sibuk dengan aktivitas nya, selama satu minggu Radit pun selalu mengantar sayuran karena Rahmat juga belum kembali dengan alasan ibunya sakit parah dan belum bisa kembali bekerja.


Radit pun tidak mempermasalahkan itu semua, hari ini Radit merasakan sakit kepala yang luar biasa.


Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dengan cepat, toko juga di tutup sebelum waktunya.


Ia berniat akan pulang ke rumah sang kakak, sudah satu minggu ia tidak pulang ke sana. Ternyata ia rindu juga dengan sosok sang kakak, akan tetapi ia minta di jemput. Sebab ia tidak mampu jika harus pulang dengan membawa kendaraan sendiri, Radit pun masih berbaring di atas tempat tidur yang ada di rumah kontrakan nya.


Sambil menunggu sang kakak menjemputnya ia akan tertidur sebentar, mungkin hal itu akan membuat kepalanya sedikit ringan.


Di tempat lain.


Hadi sedang berbicara serius dengan seorang perempuan, entah mengapa saat berada di dekatnya. Hadi selalu mersa tidak terima jika waktu cepat berlalu, kali ini Mayang yang mengajak Hadi untuk membicarakan hal yang sangat penting.


Perempuan ini meminta bantuan Hadi untuk menyelidiki tetang Kakak kandung nya yang baru saja mereka temui beberapa waktu lalu, menurut Mayang itu ada yang janggal. Akan tetapi sang ibu tidak menerima masukan dari Mayang, ia terlalu kangen dengan sang anak yang sudah terpisah sangat lama.


"Ada masalah apa? sehingga mengajak bertemu di tempat seperti ini, tertutup lagi. Apakah takut ketahuan pacar kamu kalau di tempat ramai? " tanya Hadi sambil menatap lekat wajah Mayang yang sudah terlihat gelisah.


"Begini pak, jadi waktu saya izin untuk pergi ke kota B untuk menemui kakak kandung saya. Nah setelah sampai di sana dan bertemu dengan orang nya, akan tetapi saya tidak yakin bahwa orang tersebut itu kakak ku. Bisa saja mereka menipu mama, soalnya pas pertama mama bilang bahwa dia anaknya yang sudah terpisah lama. Respon orang tersebut biasa saja tidak menunjukkan reaksi kaget atau apa, cuma bilang akhirnya setelah lama penantian bisa bertemu juga dengan Mama. Itu menurut ku ada hal yang mereka rencana kan, aku mohon bantuan bapak untuk menyelidiki orang tersebut. Mungkin banyak kenalan atau siapa yang bisa di mintai keterangan nya, saya tidak rela jika ada orang yang memanfaatkan ini semua" Mayang pun menjelaskan semuanya apa yang ada di dalam hatinya.


"Jadi kamu mau menyelidiki orang itu, bahwa dia itu bohong atau tidak"


"Iya, seperti itu. Hanya bapak yang bisa membantu saya untuk menghilangkan keraguan di hati saya" kata Mayang dengan penuh harap ia bisa di bantu oleh Hadi.


"Lantas apa yang saya dapatkan jika berhasil mengungkap itu semua? " tanya Hadi.


"Saya tidak punya apa-apa, di sini juga bekerja gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari" jawab Mayang sambil menunduk.


"Bagaimana kalau saya meminta dirimu sebagai bayaran nya? "


"Maksudnya? "


"Apakah kamu bersedia menjadi istri ku ketika berhasil mengungkap itu semua?" tanya Hadi sambil menatap lekat Wajar Mayang yang terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa menikah dengan cara seperti itu, saya akan menikah dengan orang yang mencintai saya bukan dengan perjanjian seperti ini. Maaf kalau itu syarat nya, saya akan mencari orang lain yang akan membantu " jawab Mayang sambil bangkit dari duduknya, ia merasakan perkataan Hadi sudah keterlaluan.


"Bagaimana kalau saya mencintai kamu, bahkan rasa ini muncul di saat aku pertama kali melihat mu" Hadi berkata sambil berteriak.


Hal itu membuat Mayang menghentikan langkah nya.


Hadi bangkit dari duduknya lalu berjalan dengan perlahan, untuk segera mendekat ke arah Mayang.


"Jujur dalam hati ku yang paling dalam, aku sangat mencintaimu dan ingin menjadikan mu istri ku. Hanya saja kemarin belum berani untuk mengungkapkan nya, karena aku takut kamu akan menolak ku. Karena usia kita juga terpaut jauh jadi tidak ada keberanian untuk mengatakan itu semua, entah mengapa hari ini aku bisa mengatakan nya" kata Hadi dengan nada bicara yang lembut.


Seketika hati Mayang menghangat, dengan perkataan Hadi. Ternyata ada juga orang yang mencintainya, akan tetapi ia belum percaya dengan apa yang di katakan oleh Hadi.


"Bagaimana saya percaya dengan semua perkataan mu, Kata-kata seperti itu di gunakan oleh laki-laki untuk menjebak perempuan. Jadi jika itu di tunjukkan untuk ku nggak mempan" jawab Mayang sambil membalikkan badannya dan menatap tajam Hadi.


"Kamu bekerja dengan saya sudah lama, seharusnya kamu tahu dengan kebiasaan nya. Bahkan saya tidak pernah dekat dengan perempuan, d8 kantor saja stafnya kebanyakan laki-laki. Apa kamu pernah melihat saya membawa perempuan ke kantor atau di tempat lain? " tanya Hadi.


"Kalau memang benar mencintai ku buktikan, dan aku akan percaya bahwa mencintai ku setelah semua kebenaran itu terungkap. Kalau tidak! berarti semua kata itu hanya palsu"


"Beri aku waktu satu minggu untuk membuktikan semua keraguan mu terhadap kakak kandung mu, setelah semua itu terbukti dengan jelas dan tidak ada lagi keraguan mu. Maka kamu harus menepati janji mu menikah dengan ku"


Setelah berbicara seperti itu ia melanjutkan langkah nya kembali.


"Aku akan membawa bukti itu semua untuk meyakinkan mu"


Hadi masih berdiri sambil menatap perempuan yang mulai menjauh dan keluar dari ruangan tersebut.


Hadi pun duduk kembali, lalu mengambil ponsel milik nya untuk segera menghubungi seseorang agar segera menyelidiki apa yang terjadi 23 tahun yang lalu.


Apakah benar bahwa Marwan itu kakak kandung dari Mayang atau bukan, Hadi pun mengirimkan beberapa gambar yang di kirim Mayang tentang Marwan dan alamat rumah nya juga.


Mungkin itu akan memudahkan penyelidikan yang akan di lakukan nanti.


Bagi Hadi tidak terlalu sulit untuk melakukan hal yang mustahil termasuk juga membuka kasus 23 tahun lalu, akan tetapi mereka juga manusia yang membutuhkan waktu untuk mengumpulkan semua bukti agar hasil nya lebih akurat dan tidak ada pihak yang di rugikan dari hasil penyelidikan nya.


Setelah cukup ia berbicara melalui sambungan telepon, Hadi pun pergi meninggalkan tempat tersebut untuk segera menjemput sang adik, sebab Radit sudah mengirim banyak pesan agar segera di jemput.

__ADS_1


Hadi di lengkapi dengan kaca mata tebal dengan rambut yang di penuhi uban, sehingga sukses dalam penyamaran nya.


Padahal Hadi masih belum terlalu tua, akan tetapi ia sengaja melakukan ini untuk kenyamanan dirinya juga.


Hadi mengemudikan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di tempat Radit, sebab ia sangat khawatir dengan keadaan nya.


Tanpa terasa kendaraan yang membawa Hadi sudah sampai di depan rumah kecil yang menjadi tempat tinggal Radit pada saat ini, Hadi menghubungi Radit melalui ponsel nya.


Setelah beberapa saat tidak ada jawaban, lalu Hadi turun dari kendaraan itu dan menghampiri rumah tersebut. Ia langsung mengetuk pintu, akan tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Hadi terus mengulangi nya, Hadi sudah cukup lama, berdiri di depan pintu sambil mengetuk-ngetuk.


Suara terdengar-samar ke alam bawah sadar Radit, hingga pada akhirnya ia mencoba untuk membuka mata dengan perlahan.


Radit bangkit dengan perlahan dan berjalan untuk menuju pintu depan. Pintu sudah terbuka namun ia belum begitu jelas melihat orang yang berada di hadapan nya pada saat ini.


"Lama banget sih buka pintunya! " Hadi kesal dengan sang adik.


"Kepala ku pusing" jawabnya.


"Apa kamu sakit? " tanya Hadi sambil memegang jidat Radit.


Radit pun tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepala saja.


Dan ternyata suhu tubuh nya sangat tinggi, hal ini membuat Hadi kaget.


"Kenapa nggak bilang kalau kamu sakit! "


"Kan sudah bilang kalau sakit kepala" jawab Radit dengan suara lemahnya.


"Ayok sudah, kita pergi ke rumah sakit terlebih dahulu" Hadi menggandeng sang adik untuk segera di bawa ke mobil.


"Tunggu dulu! ponsel ku masih di dalam, aku ambil sementara"


"Kamu tunggu di sini! biar aku yang ambil" kata Hadi sambil melangkah kan kakinya untuk segera masuk ke dalam rumah yang tidak terlalu luas, di dalamnya pun hanya ada beberapa perabotan sederhana.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Hadi pun sudah kembali.

__ADS_1


Akhirnya Hadi langsung membawa Radit dan akan segera di bawa ke dokter terlebih dahulu.


__ADS_2