
Argani dan Faklan sudah berada di dalam kendaraan, mereka akan segera pergi ke tempat penerbangan yang ada di kota ini.
"Yakin kamu mau pergi, lalu di sana nanti bagaimana? " tanya Faklan terhadap sahabatnya.
"Aku hanya ingin pergi jauh dari mereka dan bayang-bayang nya" jawab Argani sambil menatap keluar jendela.
"Coba pikir-pikir dulu, aku khawatir jika kamu pergi "
"Tidak perlu khawatir aku sudah dewasa dan bisa menguras diriku sendiri" jawab Argani.
"Tapi selama ini kamu belum bisa melakukan itu"
"Jangan banyak bicara, Fokus saja kamu nyetir, nanti juga aku terbiasa"
Akhirnya Faklan pun diam, ia sebetulnya mengkhawatirkan sahabatnya itu jika jauh dari keluarga. Mengingat laki-laki itu suka melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan nya.
Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya kendaraan yang membawa Argani sudah memasuki area penerbangan.
Faklan menghentikan kendaraan nya dengan sempurna.
__ADS_1
"Maaf aku hanya bisa mengantarkan mu sampai sini, ada pekerjaan yang harus di selesaikan terlebih dahulu. Kabari aku jika sudah sampai" kata Faklan, lalu ia keluar untuk mengambil koper milik Argani yang di simpan di bagasi.
"Tidak masalah, aku bisa sendiri. Kamu juga hati-hati"
Setelah mengeluarkan koper milik Argani, Faklan pun langsung pergi meninggalkan laki-laki itu yang masih berdiri menatap kepergian nya.
Akhirnya Argani melangkahkan kakinya sambil menarik koper untuk segera masuk ke dalam gedung yang ada di hadapan nya, setelah berada di sana ia tidak melanjutkan langkah nya melainkan masuk ke dalam kendaraan online yang sudah di pesannya tanpa sepengetahuan Faklan sahabatnya.
Ternyata ia minta di antar ke tempat ini hanya untuk mengelabui keluarga dan sahabat nya itu, tujuan Argani ternyata bukan lah pergi ke luar negri. Akan tetapi ia juga belum tahu akan pergi ke mana.
Setelah berada di dalam kendaraan, ia memberi perintah terhadap sopir kendaraan online tersebut untuk menuju sebuah stasiun yang ada di kota ini. Akhirnya kendaraan pun melaju dengan kecepatan sedang untuk segera menuju tempat yang sudah di minta oleh sang penumpang.
Lalu laki-laki itu turun dan setelah masuk ke dalam, setelah berada di dalam Argani duduk di ruang tunggu. Sungguh ia juga tidak tahu akan pergi ke mana, lagipula ini pertama kalinya ia menginjak kan kaki di tempat seperti ini.
Biasanya selalu menggunakan jet pribadi atau alat transportasi lainnya. Sebelum nya tidak pernah menggunakan angkutan umum.
Argani masih berfikir akan pergi ke mana, ia juga tidak mau pergi ke tempat kerabat atau orang yang di kenalan.
Kali ini ia ingin menghilang dari seluruh anggota keluarga nya, agar bisa hidup tenang dan nyaman jauh dari bayang-bayang masa lalu.
__ADS_1
Siang telah berganti dengan malam, Argani masih duduk di ruang tunggu. Hingga pada akhirnya petugas keamanan menghampiri nya.
"Tuan ini kereta terakhir anda mau pergi ke mana? ada yang bisa saya bantu? "
"Saya juga tidak tahu mau pergi ke mana, pemberhentian terakhir kreta ini di kota apa dan berapa jam tiba di sana? " tanya Argani terhadap petugas keamanan tersebut.
"Perjalanan hingga sampai di kota itu sekitar tujuh jam, jika ingin pergi ke sana anda harus secepatnya naik sebab tidak ada lagi pemberangkatan untuk hari ini. Ada lagi besok sekitar jam empat pagi"
"Baiklah saya pergi sekarang, terimakasih informasinya nya" jawab Argani sambil bangkit dari duduknya, lalu menarik koper nya untuk segera masuk ke dalam kereta yang akan membawa nya. Entah ke kota mana kereta ini membawa Argani, ia tidak memiliki tempat tujuan.
Argani sudah berada di dalam kereta, ia duduk di dekat jendela. Ia terus menatap keluar dengan tatapan kosong, setelah kepergian Farwa hidupnya seperti ada yang hilang dari dirinya. Tidak ada lagi semangat untuk hidup, separuh jiwa telah pergi bersama Farwa.
Di tempat lain.
Seorang perempuan sedang bersiap untuk keberangkatan nya esok hari, ia ingin pergi ke tempat sang Bibi dengan menggunakan kereta pagi. Agar bisa datang tepat waktuku, Farwa dan keluarga nya akan bertemu dengan kedua orang tuanya di rumah sang Bibi. Itu semua agar tidak di ketahui oleh Argani, Farwa sangat takut jika laki-laki itu mengetahui keberadaan nya. Bisa hidupnya tidak akan tenang jika sudah berurusan dengan laki-laki itu.
"Semuanya sudah siap, besok tinggal berangkat. Semoga lancar, sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Ibu, Ayah, aku merindukan kalian" kata Farwa dalam batin sambil menatap langit-langit kamar yang tidak terlalu luas itu.
Farwa setelah selamat dari kecelakaan itu, ia tinggal di sebuah panti asuhan bekerja sebagai pengasuh untuk bisa bertahan hidup.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu sudah larut malam, Farwa juga sudah masuk ke dunia mimpi. Ia tidur cepat agar tidak terlambat esok hari untuk sampai di stasiun.