Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.

Gadis Manis Penakluk Hati Tuan Kejam.
Bab 20


__ADS_3

Tidak perlu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menangkap orang yang coba membunuh Argani.


Sekarang orang itu sudah berada di kantor polisi, tidak lain orang itu adalah Marwan.


Ia tidak terima Farwa pergi dengan cara tragis, dan ia membalasnya terhadap Argani.


Marwan berfikir bahwa yang terjadi kepada Farwa adalah tangung jawab dari Argani, ia merasa puas dengan hal ini meskipun harus membusuk di penjara. Setidaknya keluarga Argani merasakan bagaimana sakit nya jika salah satu anggota keluarga nya merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh keluarga Farwa.


Laki-laki itu sudah tidak berwujud lagi, wajah nya sudah babak belur darah mengalir di ujung bibir nya, akibat di hajar habis-habisan oleh anak buah Malik.


Kedua keluarga ini sama-sama merasakan kesedihan yang di akibatkan oleh anak mereka. Hanya saja Argani masih berada di dunia meskipun dalam keadaan koma, beda lagi dengan keluarga Farwa mereka hanya bisa menatap wajah sang anak lewat gambar.


Satu minggu telah berlalu, penyelidikan pun sudah selesai di lakukan tentang kecelakaan yang di alami Farwa. Dan Farwa beserta sopir yang ada di dalam kendaraan di nyatakan meninggal dunia.


Selama satu minggu itu, Argani masih berada di rumah sakit dalam keadaan koma.


Marwan mendekam di dalam penjara, akibat kecerobohan nya yang berusaha melenyapkan nyawa orang lain.


Kedua keluarga ini sama-sama merasakan kesedihan yang luar biasa, Malik terus menyalahkan keluarga Farwa.

__ADS_1


Waktu bergulir begitu cepat hari-hari berlalu seperti biasa, sangat sulit bagi keluarga untuk melawati nya. Di saat belum bisa berdamai dengan keadaan.


Selama satu bulan Argani berada di rumah sakit dalam keadaan koma, ia bertahan hanya dengan alat medis yang menempel di tubuh nya.


Ambar tidak pernah beranjak dari sisi sang anak.


Faklan setiap hari datang untuk mengunjungi sahabatnya, akan tetapi kali ini ia ingin berbicara hal yang sangat serius dengan ibu dari sahabatnya itu.


"Tante, ada hal penting yang ingin aku katakan! " kata Faklan.


"Sepenting apakah hal itu, sehingga aku harus meninggalkan nya sendirian di ruangan ini dalam kesakitan" jawab Ambar sambil menatap lekat wajah sang Putra, satu bulan sudah ia tidak mendengar celotehan, hanya untuk melihat matanya terbuka saja itu tidak.


"Baiklah kita bicara di luar, tapi jangan terlalu lama. Aku tidak bisa meninggalkan nya dalam waktu yang lama"


" Ini hanya sebentar"


Akhirnya Faklan dan juga Ambar pergi meninggalkan Argani dalam keadaan koma, mereka segera menuju tempat yang ada di rumah sakit ini.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di sebuah taman rumah sakit, Faklan duduk di samping Ambar. Ia menarik nafas panjang lalu membuang nya dengan perlahan.

__ADS_1


" Tante, maaf sebelumnya. Bukan niat ingin menggurui, akan tetapi ini demi Argani. Selama ini aku menyaksikan perjalanan hidupnya, bahkan setiap hari aku yang selalu berada di samping nya. Tahu apapun yang di lakukan nya di luar, bahkan aku masih ingat betul wajah Farwa dan keluarga nya merasakan ketakutan akibat di todong oleh senjata yang di miliki nya. Bahkan bukan hanya keluarga Farwa yang mengalami itu,mungkin ini kedengaran nya tidak masuk akan tidak ada salahnya Tante minta maaf terhadap ibu dari Farwa, mungkin keikhlasan dari keluarga nya akan membuat Argani sadar kembali " kata Faklan dengan nada bicara yang lembut, ia berbicara dari hati agar Ambar juga tidak merasa tersinggung dengan perkataan nya.


"Tapi Malik tidak akan pernah mengijinkan ku untuk pergi ke sana! " jawab Ambar, ia berfikir memang ada benarnya apa yang di ucapkan oleh Faklan. Bahkan mereka tidak menggycapkan bela sungkawa atas kepergian Farwa.


"Cobalah bicara, dengan Paman dengan perlahan siapa tahu dia mengerti. Ingat ini semua demi Argani, aku tidak tega melihat nya dengan keadaan seperti itu"


"Baiklah, aku akan mencoba nya berbicara dengan nya. Terimakasih atas semuanya, kalau memang tidak ada lagi yang perlu di bicarakan aku tinggal ya" kata Ambar, terhadap Faklan.


Ambar pun pergi meninggalkan Faklan yang masih duduk di bangku yang ada di taman.


Akhirnya ia sudah sampai di sebuah ruangan di mana Argani berada, terlihat juga Malik sedang menatap sang anak dengan raut wajah yang sangat sedih.


Dengan perlahan Ambar melangkah kan kakinya, untuk segera mendekat ke arah Malik.


"Aku ingin kesembuhan anakku, dan ini bukan meminta persetujuan mu. Hanya memberi tahu mu, bahwa aku akan datang ke rumah Farwa untuk meminta maaf, mungkin setelah itu Anak ku membaik dan bisa sembuh kembali" kata Ambar terhadap Malik.


"Jangan bercanda kamu, saya tidak pernah mengajarkan mu untuk menunduk terhadap orang lain apalagi terhadap keluarga yang sudah membuat Arga dalam keadaan seperti ini. Jangan harap itu terjadi, aku tidak pernah menundukkan kepala terhadap siapa termasuk Tuhan" jawab Malik dengan sombongnya.


" Aku tidak meminta persetujuan mu, kamu masih beruntung bisa menatap anak mu meskipun dalam keadaan koma, coba lihat mereka... Farwa sudah meninggal. Keluarga nya sudah tidak bisa menatap wajahnya lagi, dengan atau tanpa ijin darimu aku akan pergi ke rumah Farwa"

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, Ambar langsung pergi meninggalkan Malik yang masih berada di dalam ruang rawat sang Anak.


__ADS_2